Chapter 366 Pertarungan Orang Kuat

Chapter 366 : Pertarungan Orang Kuat

Di Bottlomless Gap.

Di bab sebelum-sebelumnya, sudah menjelaskan seberapa ricuhnya suasana yang terjadi di Medan Pertempuran. Semua itu diakibatkan oleh kemunculan Monster Peringkat legendaris. Para pemain dan pasukan NPC terus berusaha untuk bertahan di sana, dan berharap kalau mereka bisa mengalahkan mereka semua. Kali ini mereka masih mendominasi pertempuran ini.

Kembali ke tempat Death Grand Knight.

Salah satu monster legendaris, yaitu Death Grand Knighsaat ini sedang asik-asiknya menebas pemain dan NPC yang ada didepan matanya. Akan tetapi disaat dia lagi asik-asiknya, tiba-tiba saja muncul sebuah rentetan kilat berwarna jingga yang datang dari kerumunan pasukan, mengarah tepat ke dia. Dan semua itu tidak dapat terelakkan lagi. Ledakan besar tercipta di sana.

Saat kabut dari bekas ledakan tersebut mulai menghilang. Terlihat dari balik kabut itu, Grand Knight. sedang menangkis sebuah pedang yang berasal dari seorang ksatria yang merupakan orang yang ada di dalam kilat tadi. Saat Grand Knight itu menahan serangan tersebut, dia merasa senang.

"Hehehehehe, sepertinya kamu adalah lawan yang menarik."

Dan kemudian, mereka pun saling menjauh hingga akhirnya mereka sudah saling berseberangan. Ksatria tersebut langsung memasang posisi tempurnya. Sementara itu, Grand Knight terlihat bersantai-santai saja seakan tidak terjadi apa-apa.

Sejenak mereka saling bertatap pandang. Sang Grand Knight itu mulai berbicara, "Hei kamu, Ksatria. Saya merasa kamu itu bukanlah orang biasa seperti mereka-mereka yang sudah kubunuh sebelumnya. Jika kamu berbaik hati, bisa beritahu siapa namamu??"

Seperti halnya seorang Kesatria berpengalaman, walaupun Grand Knight sudah bisa dikatakan mati, akan tetap dia masih menyimpan pengalaman Kesatriannya. Saat mereka berdua saling berbentrokan, dia merasa kalau ksatria yang ada dihadapannya ini bukanlah ksatria biasa, seperti orang-orang yang telah ia kalahkan sebelumnya.

Ucapannya direspon oleh orang tesebut. Dia menjawab pertanyaannya dan memulai memperkenalkan dirinua tanpa mengurangi kewaspadaan. Pedangnya masih dihunuskan, bersiap untuk bertahan sekaligus menyerang.

"Namaku adalah Heraces, Jendral besar dari kerajaan Heaven.... Saya sudah memperkenalkan identitas ku, apakah kamu juga ingin memperkenalkan diri atau kita mulai saja pertarungannya??"

Ternyata ksatria yang sudah berdiri dihadapan Grand Knight adalah Heraces, salah satu dari tigaJendral besar kerajaan Heaven. Sudah jelas jika Grand Knight itu merasakan kalau ada yang berbeda dengannya. Yah, sesosok ksatria yang mendapatkan jabatan jendral besar, tidaklah lemah.

Dan setelah memperkenalkan dirinya, kini Heraces berbalik bertanya apakah Grand Knight memperkenalkan dirinya ataukah mereka akan memulai pertarungan, bertanya selayaknya ksatria sejati.

"Hahaha, perkenalkan nama saya adalah Ciefguard, mantan Grand Knight di suatu kerajaan di benua timur sana." Setelah selesai memperkenalkan dirinya, Ciefguard pun berbicara lagi, "Saya sungguh senang dapat menemukan lawan yang tangguh seperti Anda, yang bisa memuaskan hasrat yang telah membelengguku ketika diriku masih belum dibangkitkan. Tapi, maaf saja, hari ini adalah hari terakhir bagimu untuk melihat langit karena saat ini, kematianmu sudah berdiri tepat dihadapanmu."

Perkataannya dibalas oleh Heraces yang masih mempertahankan ekspresi wajah seriusnya, "Aku tidak akan mati! Sebelum kami memenangkan perang ini, saya tidak akan mati, malahan kali ini saya yang akan memberikan kematian kedua untukmu."

Ciefguard hanya bisa tertawa saat mendengarkan ucapannya, "Hahaha, sungguh kata-kata yang bagus. Kalau begitu, buktikan kalau kamu bisa memberi kematian kedua untukku?"

Heraces pun mulai mengganti gaya berdirinya, bersiap untuk menyerang. Kedua tangannya memegang erat pedang. Sesaat, petir berwarna jingga mulai mengalir disekitar bulan pedangnya. Kedua kakinya yang membentuk sikap kuda-kuda, kini berganti, menjadi gaya bersiap untuk berlari.

Ketika Heraces telah sepenuhnya siap, dia kembali menatap Ciefguard dan berkata, "Baiklah kalau itu yang kamu mau, saya akan memberikan sesuai dengan apa yang kamu mau. Itu juga adalah niat ku dari awal."

Sesudah kata-kata itu dia lontarkan, Heraces langsung menghilang dari sana sana hanya meninggalkan petir-petir kecil yang berterbangan. Sejenak kemudian.

"Zreeettt!!! Bamm!!"

Ledakan petir muncul di tempat Heraces berdiri tadi. Tanah-tanah yang ada di area ledakan itu, menjadi retak hingga membentuk sebuah lingkaran.

Dan tiba-tiba saja, Heraces yang tadinya menghilang, kini muncul di atas Ciefguard dengan posisi siap menebasnya. Ketika Heraces berada di sana, aliran petir yang menyelimuti seluruh bagian bilah pedangnya, semakin membesar dan akhirnya membentuk sebuah kumpulkan petir. Semua itu terjadi disaat yang hampir bersamaan, bisa dikatakan semua itu terjadi dalam waktu yang amat singkat.

Selain itu, awan hitam yang menyelimuti langit, terlihat muncul sebuah petir berwarna jingga walaupun itu terlihat seperti aliran listrik yang hanya lewat saja.

Dan Ciefguard yang berada di sana, sudah sedari tadi melihat pergerakan Heraces. Akan tetapi, refleksinya untuk bergerak lebih lambat daripada kesadarannya sehingga dia agak sedikit terlambat mengangkat pedangnya.

Hal itu menjadi keuntungan Heraces. Disaat kejadian itu sedang berlangsung, batin Heraces berkata,

Sudah terlambat untuk menahannya....

Dengan cepat, Heraces langsung mengayunkan pedang miliknya yang sudah ditutupi oleh petir-petir, mengarah ke Ciefguard. Dalam waktu yang sangat singkat, akhirnya pedangnya telah menyentuh sesuatu.

"Ting!!!"

Petir yang tadinya menyelimuti pedangnya, langsung menyebar dengan begitu cepat ketika pedangnya sudah menyentuh sesuatu. Dan itu terjadi dengan sangat cepat. Area dari tersendatnya petir-petir tersebut hampir berdiameter 15 m. Di sisi lain, awan-awan yang tadinya menciptakan aliran listrik kecil yang berkeliaran di atas mereka, sekarang sudah mulai membentuk sebuah petir yang terlihat kalau petir tersebut akan segera menyambar ke bawah. Sejenak, suasana yang ada di sana menjadi sangat sunyi. Di saat itulah Heraces membuka mulutnya, berbicara dengan suara yang pelan,

"Earth-destroying thunder."

"Bamm!!!"

Petir yang tadinya menyebar luas di area mereka, secara mendadak menjadi sebuah ledakan besar. Sebuah ledakan yang didominasi oleh kilat dan petir berwarna jingga. Tanah-tanah yang ada di sana seketika hancur dibuatnya, dan bahkan beberapa petir keluar dari balik tanah karena saking besarnya dampak dari serangan yang tercipta.

Ledakan tersebut juga diikuti dengan petir yang langsung menyambar ke tempat mereka berdua yang semakin membuat ledakan itu semakin membesar.

Hal itu juga membuat semua orang yang ada di sana terkejut. Baik itu para pemain dan juga NPC prajurit kerajaan sangat terkejut saat melihat serangan yang dikeluarkan oleh Heraces. Dampak tekanan yang dihasilkan oleh ledakan tersebut membuat mereka terlempar. Itu sudah menunjukkan betapa kuatnya serangan yang Heraces berikan.

Tapi, masih ada di antara mereka yang masih bertahan/tidak terlempar dari ledakan tersebut walaupun saat ini mereka sudah berada di situasi jika lengah sedikit mereka akan terlempar. Dan mereka pun saling berbincang, mengomentari kejadian yang rendah saat ini.

"Serangan yang sangat berbahaya...! Apakah ini adalah kekuatan dari seorang Jendral kerajaan?!"

"Semuanya yang masih bertahan, mundur secara perlahan. Kita harus segera pergi dari sini atau kita akan ikut terlibat di dalam pertarungan ini!"

"Tidak kusangka kalau dampak serangan ini akan seluas ini."

"Lihatlah, sudah beberapa detik berlalu, tapi ledakan itu tidak terlihat mulai mengecil. Apakah itu adalah ledakan permanen??"

"Kita akan membicarakan hal itu nanti. Untuk sekarang mari kita mundur terlebih dahulu!"

""Mm!!""

Mereka pun akhirnya mengakhiri perbincangan mereka dan memutuskan untuk mundur terlebih dahulu, menuju ke area aman.

**

Sementara itu, jauh di area Pertempuran, terlihat ada rombongan pasukan yang jika dihitung secara garis besar, ada sekitar puluhan ribu pasukan yang dimana hampir semuanya di dominasi oleh para pemain. Tujuan mereka semua adalah menuju ke sana, tempat pertempuran itu terjadi. Dan di depan rombongan tersebut, terdapat beberapa orang yang sepertinya memimpin barisan. Total ada empat orang yang berada di sana. Satu dari mereka adalah pemain kelas Mage yang merupakan seorang wanita, satunya lagi lelaki yang memiliki kelas Warrior, dan dua lainnya adalah NPC.

Dan ketika dia melihat pertempuran yang sudah ada didepan matanya, wanita tersebut segera berbalik dan memberikan sebuah perintah.

"Semua pasukan, persiapkan semua senjata kalian!! Pastikan bahwa kalian sudah dalam keadaan prima sepenuhnya. Sebentar lagi kita akan mengalami bentrokan dengan para Indead di depan sana!!"

""Ooo!!!""

Mereka semua membalas perkataan wanita tersebut dengan teriakan yang begitu nyaring serta mengangkat senjata yang mereka punya, menandakan kalau mereka sudah siap sepenuh. Wanita itu pun berbalik lagi dan segera melanjutkan perjalanan.

Terpopuler

Comments

Umi Aulia

Umi Aulia

🆗

2022-03-02

1

Refielpansah Papanya Aurora

Refielpansah Papanya Aurora

up

2021-08-28

0

Hirage Mieru

Hirage Mieru

Gasss

2021-05-14

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog + Chapter 364
2 Chapter 365 Lanjutan Kekacauan
3 Pengumuman
4 Chapter 366 Pertarungan Orang Kuat
5 Chapter 367 Semakin menegangkan!
6 Chapter 368 Terus Berlanjut
7 Chapter 369 Dampak Dari Pertarungan Mereka
8 Chapter 370 Ruby, Armegon, Gordon VS The Giant Skull of Doom.
9 Chapter 371 kerja sama Armegon dan Gordon
10 Chapter 372 Rombongan Lyon Telah tiba di Bottlomless Gap
11 Chapter 373 Hubungan Ardes dan Lyon
12 Chapter 374 Lyon Menjadi Pusat Perhatian
13 Chapter 375 Judul Ada Di Akhir Bab
14 Chapter 376 Pembahasan Singkat.
15 Chapter 377 Keterkejutan Ruby.
16 Chapter 378 Sisi Iblis Lyon
17 Chapter 379 Akhirnya Ingat
18 Chapter 380 Tangisan Salsa
19 Chapter 381 Ladang Keuntungan di Medan Pertempuran.
20 Chapter 382 Kemunculan Vincle Dan Kelompok lain
21 Chapter 383 Kelompok Sinon Telah Kembali
22 Chapter 384 Vincle Vs Soul Curser
23 Chapter 385 Memulai Rencana
24 Chapter 386 Keputusan Yang Salah
25 Chapter 387 Mengumpulkan
26 Chapter 388 Pertemuan Kelompok Lyon dan Lich Legendaris
27 Chapter 389 Pertarungan Dimulai
28 Chapter 390 Pertarungan Yang Berlanjut
29 Chapter 391 Sesuatu Yang Tidak Terduga
30 Chapter 392 Dataran Es di Tengah Medan Pertempuran
31 Chapter 393 Dataran Es Yang Mengejutkan Semua Orang
32 Chapter 394 Kemenangan Heraces
33 Chapter 395 Pertarungan Sengit Lyon Vs Gluch
34 Chapter 396 Melemah
35 Chapter 397 Kemarahan Gluch
36 Chapter 398 Monster Panggilan Lich
37 Chapter 399 Dua Monster Yang Merepotkan
38 Chapter 400 Kekalahan Lyon Yang Telak
39 Alternatif Ending + Promosi
40 Gaskeun kawan-kawan
41 Chapter 401 Kabar Mengenai Kematian Lyon
42 Chapter 402 Ayah Anak
43 Chapter 403 Kekacauan Yang Datang kembali Disertai Musuh Baru
44 Chapter 404 Menghadapi Giant Bone Centipede
45 Chapter 405 Kegagalan
46 Chapter 406 Kembali Memasuki Permainan
47 Chapter 407 Tibanya Lyon di Bottlomless Gap
48 Chapter 408 Transformasi Lyon
49 Chapter 409 Lyon si Half Demon
50 Chapter 410 Serangan Serentak
51 Chapter 411 Bertemu dan Bertarung lagi
52 Chapter 412 Pertarungan Dahsyat
53 Chapter 413 Serangan Yang Mengerikan
54 Chapter 414 Pertarungan Dua Sisi
55 Chapter 415 Akhir Dari Pertarungan Sengit!
56 Chapter 416 Perang Berakhir
57 Chapter 417 Dimulainya Pencarian Monumen
58 418 Tawaran Lyon
59 Chapter 419 Keberuntungan Yang Masih Tersisa
60 Chapter 420 Memeriksa Gua
61 Chapter 421 Pertemuan Dengan Forgotten Person
62 Chapter 422 Alam lain, White Room.
63 Chapter 423 Keluar Dari Gua
64 Chapter 424 Penjahat Perang
65 Chapter 425 Di penjara
66 Chapter 426 Adu Perasaan
67 Chapter 427 Rencana Baru
68 Chapter 428 Tamu Yang Mengejutkan
69 Chapter 429 Penyusupan Ke Istana
70 Chapter 430 Sosok Misterius
71 Chapter 431 Rapat
72 Chapter 432 Terungkap Dalang Sebenarnya
73 Chapter 433 Berusaha Kabur
74 Chapter 434 Kabar Buruk Mengenai Ganta
75 Chapter 435 Identitas Asli
76 Chapter 436 Kebenaran Awal
77 Chapter 437 Perlawanan Helias dan Isabella
78 Chapter 438 Lyon Bergerak
79 ####
80 Chapter 439 Penyelamatan
81 Chapter 440 Lyon VS Emertas
82 Chpater 441 Kedatangan Bala Bantuan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Prolog + Chapter 364
2
Chapter 365 Lanjutan Kekacauan
3
Pengumuman
4
Chapter 366 Pertarungan Orang Kuat
5
Chapter 367 Semakin menegangkan!
6
Chapter 368 Terus Berlanjut
7
Chapter 369 Dampak Dari Pertarungan Mereka
8
Chapter 370 Ruby, Armegon, Gordon VS The Giant Skull of Doom.
9
Chapter 371 kerja sama Armegon dan Gordon
10
Chapter 372 Rombongan Lyon Telah tiba di Bottlomless Gap
11
Chapter 373 Hubungan Ardes dan Lyon
12
Chapter 374 Lyon Menjadi Pusat Perhatian
13
Chapter 375 Judul Ada Di Akhir Bab
14
Chapter 376 Pembahasan Singkat.
15
Chapter 377 Keterkejutan Ruby.
16
Chapter 378 Sisi Iblis Lyon
17
Chapter 379 Akhirnya Ingat
18
Chapter 380 Tangisan Salsa
19
Chapter 381 Ladang Keuntungan di Medan Pertempuran.
20
Chapter 382 Kemunculan Vincle Dan Kelompok lain
21
Chapter 383 Kelompok Sinon Telah Kembali
22
Chapter 384 Vincle Vs Soul Curser
23
Chapter 385 Memulai Rencana
24
Chapter 386 Keputusan Yang Salah
25
Chapter 387 Mengumpulkan
26
Chapter 388 Pertemuan Kelompok Lyon dan Lich Legendaris
27
Chapter 389 Pertarungan Dimulai
28
Chapter 390 Pertarungan Yang Berlanjut
29
Chapter 391 Sesuatu Yang Tidak Terduga
30
Chapter 392 Dataran Es di Tengah Medan Pertempuran
31
Chapter 393 Dataran Es Yang Mengejutkan Semua Orang
32
Chapter 394 Kemenangan Heraces
33
Chapter 395 Pertarungan Sengit Lyon Vs Gluch
34
Chapter 396 Melemah
35
Chapter 397 Kemarahan Gluch
36
Chapter 398 Monster Panggilan Lich
37
Chapter 399 Dua Monster Yang Merepotkan
38
Chapter 400 Kekalahan Lyon Yang Telak
39
Alternatif Ending + Promosi
40
Gaskeun kawan-kawan
41
Chapter 401 Kabar Mengenai Kematian Lyon
42
Chapter 402 Ayah Anak
43
Chapter 403 Kekacauan Yang Datang kembali Disertai Musuh Baru
44
Chapter 404 Menghadapi Giant Bone Centipede
45
Chapter 405 Kegagalan
46
Chapter 406 Kembali Memasuki Permainan
47
Chapter 407 Tibanya Lyon di Bottlomless Gap
48
Chapter 408 Transformasi Lyon
49
Chapter 409 Lyon si Half Demon
50
Chapter 410 Serangan Serentak
51
Chapter 411 Bertemu dan Bertarung lagi
52
Chapter 412 Pertarungan Dahsyat
53
Chapter 413 Serangan Yang Mengerikan
54
Chapter 414 Pertarungan Dua Sisi
55
Chapter 415 Akhir Dari Pertarungan Sengit!
56
Chapter 416 Perang Berakhir
57
Chapter 417 Dimulainya Pencarian Monumen
58
418 Tawaran Lyon
59
Chapter 419 Keberuntungan Yang Masih Tersisa
60
Chapter 420 Memeriksa Gua
61
Chapter 421 Pertemuan Dengan Forgotten Person
62
Chapter 422 Alam lain, White Room.
63
Chapter 423 Keluar Dari Gua
64
Chapter 424 Penjahat Perang
65
Chapter 425 Di penjara
66
Chapter 426 Adu Perasaan
67
Chapter 427 Rencana Baru
68
Chapter 428 Tamu Yang Mengejutkan
69
Chapter 429 Penyusupan Ke Istana
70
Chapter 430 Sosok Misterius
71
Chapter 431 Rapat
72
Chapter 432 Terungkap Dalang Sebenarnya
73
Chapter 433 Berusaha Kabur
74
Chapter 434 Kabar Buruk Mengenai Ganta
75
Chapter 435 Identitas Asli
76
Chapter 436 Kebenaran Awal
77
Chapter 437 Perlawanan Helias dan Isabella
78
Chapter 438 Lyon Bergerak
79
####
80
Chapter 439 Penyelamatan
81
Chapter 440 Lyon VS Emertas
82
Chpater 441 Kedatangan Bala Bantuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!