Chapter 372 : Rombongan Lyon Telah tiba di Bottlomless Gap
Dekat Perbatasan Bottlomless Gap.
Tidak jauh dari area Pertempuran yang terjadi di Bottlomless Gap, terlihat segerombolan pasukan dalam jumlah besar, yang sedang berjalan mendekati area tersebut. Jumlah mereka ada sekitar 100 ribu-an. Jika perhatikan, asal dari semua pasukan tersebut berasal dari Dead Valley Road, tempat sebelumya yang terjadi sebuah pertempuran besar.
Di dalam barisan.
Di antara mereka semua, ada beberapa orang yang memimpin pasukan. Terlihat ada sekitar enam orang yang berada di depan barisan. Di antara mereka ada seorang ksatria wanita yang merupakan seorang NPC, satunya adalah seekor monster kecil yang duduk di salah satu pundak mereka, dan empat lainnya adalah petualang yang tidak lain adalah Pemain.
Tidak berselang lama, mereka pun melihat pertempuran yang sudah sedari tadi terjadi.
Salah satu dari mereka yang menggendong monster kecil berjalan maju beberapa meter untuk melihat lebih jelas.
"Hmm, di sini juga tidak kalah ramai daripada sebelumnya."
Kemudian orang itu bertanya kepada monster yang sedang dia gendong, "Ee... Tuan Ardes, apakah Anda masih bisa melakukan transformasi menjadi monster seperti biasanya Anda lakukan??"
"Mm, saya masih bisa melakukannya, tapi kenapa Anda bertanya seperti itu??" tanyanya balik.
"Yah, saya ingin segera pergi ke sana." Menunjuk ke medan pertempuran yang sedang terjadi. "Jadi saya membutuhkan bantuan Anda untuk pergi ke sana. Kan kalau menggunakan Anda, kita bisa sampai di sana lebih cepat lagi."
"Mm, kalau begitu baiklah, saya akan segera berubah."
Mereka berdua tidak lain adalah Lyon dan Ardes. Sesudah perjalanan mereka dari Dead Valley yang membawa kemenangan, kini mereka sudah berdiri tidak jauh dari medan pertempuran di Bottlomless Gap, tempat pertempuran terakhir yang akan menjadi penentuan. Lyon pun berniat untuk pergi duluan menggunaan Ardes sebagai sarana transportasinya. Setelah melakukan beberapa perbincangan, Ardes pun setuju dengan apa yang disampaikan oleh Lyon.
Ardes segera turun dari pundak Lyon dan berjalan menjauhinya. Sambil menunggu Ardes, Lyon pun kembali ke barisan utama. Setelah sampai di sana, dia pun bertanya kepada keempat orang lainnya.
"Jadi, apakah kalian mau ikut dengan ku pergi ke sana atau tetap di sini memimpin pasukan?"
"Pergi duluan, apa maksudmu, Lyon?" tanya salah satu orang di sana. Dia adalah Snowly dan diikuti dengan lainnya yang juga ikut menyimak.
"Yah, itu... saya berencana untuk pergi duluan bersama dengan Tuan Ardes memasuki medan pertempuran. Jadi, saya berencana untuk mengajak beberapa dari kalian untuk ikut. Kali saja ada diantara kalian yang mau ikut."
Snowly pun kembali berbicara, tapi kali ini dia sedikit tertunduk, "Iya... kalau itu mau mu, saya akan ikut." Secara malu-malu dia menjawab akan ikut bersamanya dan menyembunyikan wajah meronanya.
Lyon pun memberikan tanggapan yang baik, "Bagus, sekarang kamu ikut ke sini." Menarik Snowly untuk berdiri di sisinya. Setelah itu dia kembali bertanya. "Jadi, siapa lagi yang mau ikut??"
Tidak berselang lama, sesorang di antara mereka mengangkat tangan, kemudian berbicara,
"Saya juga akan ikut!"
Orang itu adalah Liseas, salah satu Jendral Besar kerajaan Heaven. Tidak disangka-sangka jika dia akan ikut juga. Lyon pun agak terkejut setelah mendengarkannya.
"E-eh, Nona Liseas, apakah Anda benar benar ingin ikut??" tanya lagi Lyon yang mencoba memastikan.
"Iya, saya juga akan ikut. Saya juga ingin menghajar semua Undead-Undead itu!"
Ternyata memang benar apa yang Lyon dengar tadi. Tidak salah lagi kalau Liseas ikut.
"Baiklah kalau begitu, Anda bisa berdiri di sini."
Liseas pun berjalan menghampiri Lyon dan berdiri di sebelahnya bersama dengan Snowly.
Lyon kembali menatap sisa orang yang ada di sana dan berkata, "Jadi bagaimana dengan kalian berdua? Apakah kalian berdua tidak ikut??" tanyanya kepada mereka berdua yang merupakan Viergo dan Salsa.
Viergo pun membalas perkataannya, "Em, saya rasa saya tidak akan ikut. Harus ada seseorang yang memimpin pasukan ini. Kalau saja saya ikut bersama dengan kalian, siapa yang memimpin pasukan ini?"
Viergo tidak berniat untuk ikut. Dia merasa kalau dia ikut, maka tidak ada yang memimpin lagi pasukan ini, apalagi ini adalah pasukan yang berjumlah besar. Jadi dia akan tetap di sini.
Setelah Virgo, kemudian dilanjutkan oleh Salsa. "S-saya juga tidak ikut, Pemimpin. Saya akan tetap di sini saja bersama dengan lainnya."
Dan Salsa juga berbicara dalam batinnya, Ahh, aku tidak lagi ingin ikut bersama mereka lagi. Nanti aku malah mendapatkan siksaan dari pemimpin lagi... aku tidak ingin menderita lagi.
Salsa juga tidak berniat untuk ikut bersama dengan mereka, tapi dengan alasan yang berbeda dari Viergo. Sebenarnya dia tidak ingin lagi mendapatkan penyikasaan dari Lyon, sama seperti yang dia rasakan ketika berlarian dari Benteng Tua hingga ke Dead Valley.
Walaupun itu hanya sebentar, akan tetapi dia sudah bisa merasakan bagaimana menakutkan orang yang bernama Lyon ini. Tidak heran jika dia langsung menolak ajakan Lyon. Salsa memakan akan lebih baik jika dia bersama dengan rombongan ini walaupun dia tidak mengenal para pemain yang ada di sini karena mereka semua adalah Pemain dari Guild Red Rose, setidaknya dia bisa lari dari siksaannya.
"Hm, baiklah kalau begitu, saya akan percakapan pasukan itu kepadamu, Tuan Viergo."
"Baik!"
Tidak lama setelah itu muncul sebuah ledakan dari belakang mereka. Rupanya itu adalah ledakan yang diciptakan oleh Ardes yang sedang melakukan perubahan.
Lyon pun segera berjalan ke arahnya. "Baiklah, kalian berdua, ayo ikut saya. Kita segera naik ke punggung Tuan Ardes." Mereka pun segera berjalan mendekati Ardes.
"Kalian semua!" Liseas pun berteriak kepada semua pasukannya. "Untuk sementara kalian akan dipimpin oleh Tuan Viergo. Dia akan mengarahkan kalian ke medan pertempuran yang ada di sana. Ketika kalian serius berada di sana, segera binasakan semua Undead. Kalahkan mereka semua. Apakah kalian mengerti!?"
""Siap, kami mengerti!!""
Sesudah memberikan sedikit pesan, Liseas pun kembali berjalan mendekati Ardes.
Snowly dan Liseas pun naik ke atas punggungnya, sementara itu Lyon masih berada di bawah menunggu mereka untuk naik duluan. Mereka pun sudah berada di atas. Lyon juga ikut naik ke atas. Tapi sebelum dia naik, ada sesuatu yang terbesit di otaknya. Dia mengingat akan suatu hal.
Sesaat, Lyon pun tidak jadi untuk naik ke atas dan kembali ke rombongan. Beberpa saat dia sudah berdiri di depan rombongan, tepatnya di depan Salsa. Dengan cepat dia memegang tangannya dan menariknya, ikut bersamanya.
"Sepertinya kamu harus ikut dengan kami."
"Eh, Pemimpin! Kenapa aku harus ikut?!"
Salsa begitu terkejut pada saat tangannya ditarik oleh Lyon. Padahal dia sudah mengatakan kalau dia tidak ingin ikut, namun tiba-tiba saja Lyon datang malah menariknya. Jelas, dia begitu panik.
"Sudahlah, kamu memiliki tugas penting di atas. Jadi dengarkan saja ucapan Pemimpinmu ini."
Lyon teringat kalau Salsa memilki tugas untuk membantu Ardes untuk memurnikan dia ketika berhadapan langsung dengan para Undead di sana nanti. Jadi dia tidak bisa untuk tidak mengajaknya.
"Tapi, Pemimpin... Saya kan sudah katakan kalau saya tidak akan ikut!" ucapnya sembari berusaha untuk lepas dsri genggamannya. Dia juga mencoba untuk menahan dirinya agar tidak pergi dengan cara menyeret kakinya. Akan tetapi semua itu sia-sia. Lyon tidak mempedulikannya dan terus menyeretnya, berjalan mendekati Ardes.
Melihat hal itu, Salsa merasa jika dia tidak memiliki kesempatan untuk lepas darinya. Dia hanya bisa terduduk memasang wajah yang begitu menyedihkan.
Hiks, kenapa aku bisa sesial ini....
**
Yeay, mas Lyon telah kembali setelah sekian lama, tapi barusan muncul sudah bikin kesal saja. Tapi tidak apa-apalah, tetap setia dan tunggu kelanjutannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Rahmat Abdul gani
akhirnyaaaa
2023-06-09
0
Yatman
kalo diajak kawin, salsa mau gak ya Ama lion
2021-11-13
1
Refielpansah Papanya Aurora
gfde
2021-08-29
0