Chapter 382 : Kemunculan Vincle Dan Kelompok lain
Bottlomless Gap.
Di salah satu tempat yang telah menjadi tempat pertempuran terjadi antara manusia dan Undead.
"Sial... kenapa bisa ada monster sekuat ini..." ucap seorang pria yang terus memegang perisai besarnya. Seluruh tubuh dari pria tersebut telah dipenuhi oleh luka-luka, dan bahkan perisai yang dia pegang, terlihat sudah retak, yang itu berarti jika daya tahan dari perisai tersebut berada diambang kehancuran.
Tidak lama setelah itu, pria tersebut melihat ke sekelilingnya. Yang dia lihat sejauh mata memandang hanyalah tanah kosong yang berisi barang jarahan. Semua barang-batang itu tergeletak dimana-mana. Dia hanya bisa berdecap dengan penuh kekesalan sembari menahan rasa sakitnya.
"Cih! Dan juga, semua anggotaku yang kubawa sudah dihabisi di sini."
Rupanya barang-barang jarahan yang tergeletak di atas tanah merupakan barang-barang dari anggota yang ada bersamanya sebelum waktu ini. Dia juga mengatakan jika 'semua anggotaku yang kubawa sudah dihabisi di sini', itu berarti anggota yang dia hawa telah mati dilaksanakan oleh monster yang saat ini ada di hadapannya.
"Sekarang tinggal aku saja. Aku juga tidak bisa kabur dari sini..." Pria tersebut mulai merasa putus asa. "Heh, semoga saja ada sebuah keajaiban datang ke sini, misalnya Pemimpin datang menyelamatkanku..."
Walaupun pria tersebut merasa putus asa, akan tetapi dia juga mengharapkan adanya sebuah keajaiban datang menolongnya, misalnya jika Pemimpin yang dia maksud datang menyelamatkannya.
Sementara itu, monster yang berada di seberang pria tadi, memasang senyum yang lebar. Sesudah itu dia mulai terasa dengan begitu lebar.
"Hahaha!! Tidak kusangka jika kamu bisa bertahan dari seranganku yang barusan. Kamu patut untuk diberi pujian. Bersyukurlah."
...-Soul Curser of Darkness...
...Peringkat : Legendaris...
...Level : 360...
...Kesehatan : [ 8.188.223 / 13.000.000 ]...
...Mana : [ 4.550.000 / 9.000.000 ]...
...[Salah satu monster berbahaya yang telah dibangkitkan oleh Lich Legendaris. Jiwa yang berasal dari berbagai penderitaan yang ditanamkan menjadi satu jiwa yang saat ini tercipta. Jangan menyentuh dia secara langsung atau akan terkena kutukannya.]...
"Tapi, kamu tidak akan bertshan lebih lama lagi. Selagi kutukan ku akan terus menggerogoti seluruh tubuhmu, kamu juga sudah tidak bisa bertarung lagi. Jadi, serahkan saja jiwamu itu secara baik-baik," ucap Soul Curser itu sembari memasang senyum yang semakin lebar.
Sesudah Soul Curser ?berbicara, pria tersebut juga memberikan senyuman. Pria tersebut berkata, "Lebih baik saya mati mengenaskan daripada harus menyerahkan jiwaku kepadamu."
Secara mentah-mentah dia menolak ucapan Soul Curser, bahkan memasang senyum seakan dia tidak takut kepadanya, namun hal itu tidak membuat Soul Curser marah.
"Ya, saya sudah tahu kalau kamu akan menjawab seperti itu. Manusia itu memang makhluk yang keras kepala."
Sejenak, sebuah bola api berwarna hitam darah muncul dari tangannya dan semakin membesar, mungkin ukurannya dua kali lebih besar dari ukuran tubuhnya.
Saat melihat bola api itu, pria tersebut sadar jika dirinya tidak bisa selamat. Bar kesehatan miliknya sudah berada diambang batas, ditambah dengan berbagai kutukan yang menyertainya membuat dia sudah untuk bergerak.
Ya... satu level hilang tidaklah masalah.... batinnya dengan nada pasrah memandangi bola yang sepetinya akan ditargetkan kepada dirinya.
Setelah bola yang Soul Curser telah sepenuhnya jadi, dia pun segera menempatkannya ke arah pria itu, diikuti dengan kata-kata,
"Kalau begitu, matilah!"
Bola tersebut melesat dengan cepat melewat tanah lapang yang menjadi pembatas di antara mereka. Pria yang menjadi sasaran bola itu, hanya bisa terdiam sembari memasang perisainya. Dia masih belum menyerah. Walaupun kesempatan dia selamat terbilang kecil, namun dia mencoba untuk percaya.
Dalam waktu singkat, bola tersebut sudah berada di hadapannya. Hanya beberapa meter sebelum bola tersebut mengenainya. Pria itu langsung menutup matanya, mencoba untuk tidak melihatnya.
"Bam!!"
Sebuah ledakan besar kembali tercipta di sana. Ledakan tersebut seketika menutupi area itu, bahkan pria tadi sudah tidak terlihat lagi.
"Ya, sepertinya orang itu sudah mati, lebih baik saya mencari mangsa baru lagi..." ucap Soul Curser yang memandangi ledakan yang ada di depannya. Dia merasa jika orang tadi sudah mati tertelan oleh ledakan yang dia buat. Jadi, sekarang tidak ada hiburannya. Dia akan mencari mangsa baru lagi.
Ketika Soul Curser berniat berbalik ke belakang, tiba-tiba dia berhenti. Dia merasa jika ada sesuatu yang lain di dalam ledakan itu. Perlahan dia memalingkan wajahnya dan melihat lagi ke arah kabut bekas ledakannya.
Dan benar saja. Beberapa saat ketika kabut tersebut berkurang, muncul sebuah perisai biru terang.
Soul Curser berusaha untuk melihat lebih jelas lagi dengan cara menyipitkan pandangannya.
Hm, aura yang ada pada perisai itu... berbeda dari yang kurasakan sebelum-sebelumnya.... Itu berarti, ada orang lain yang datang ke sini.
Memang benar, Soul Curser baru merasakan aura itu. Rasanya berbeda dengan orang-orang yang dia serang tadi, maupun sejak awal mereka bertarung. Jelas kalau begitu, ada campur tangan orang lain yang masuk ke sini.
Sementara itu, seseorang yang memasang perisai dengan aura biru, masih berdiri di sana, tapi dengan pandangan yang sudah menghadap ke belakang. Dia menatapi pria yang saat ini masih menutup mata. Sesaat, dia mulai membuka mulutnya dan berkata, "Tuan DeathNight, sekarang sudah aman. Anda bisa membuka mata Anda lagi."
Orang tersebut menyebutkan identitas dari pria itu yang bernama DeathNight. Ternyata dia adalah DeathNight, wakil Pemimpin dari Soul Wings.
Ketika DeathNight mendengarkan suara itu, dia merasa kalau suara tersebut tidak asing di telinganya, jadi dia memutuskan untuk membuka matanya.
Sesudah dia membuka kedua matanya, DeathNight mendapati seseorang berdiri di depannya. Betapa terkejutnya pada saat dia melihat status dari orang tersebut. "Eh, Tuan Vincle?! Sejak kapan Anda bisa berada di sini??" ucapnya yang spontan bertanya. Dia begitu rekrut dengan kehadiran Vincle di medan pertempuran ini karena dari apa yang dia tahu, Vincle tidak ikut serta dalam perang ini.
Vincle hanya tersenyum saat mendengarkan pertanyaan DeathNight, kemudian membalasnya, "Saya barusan tiba di sini. Huf... untung saja saya datang di saat yang tepat. Kalau saya terlambat sedikit saja, mungkin saja Anda tidak tertolong lagi."
"Ya... terima kasih karena telah muncul di saat yang tepat. Saya sangat bersyukur."
DeathNight berterima kasih kepada Vincle karena telah berhasil menyelamatkan hidupnya. Walaupun harapan yang dia inginkan tidak sesuai dengan kenyataan, akan tetapi hasilnya sama, yaitu dia selamat.
Vincle kemudian melihat DeathNight dari atas ke bawah. Dia dapat melihat luka gores, lebam hitam, hingga aura yang tidak mengenakkan yang muncul dari bekas lukanya.
"Tapi, saya sangat terkesan dengan Anda, Tuan DeathNight. Anda bisa bertahan hidup meski dengan berbagai luka yang memenuhi tubuhmu. Anda pasti akan menjadi orang yang hebat di sama depan nanti."
"Oh, terima kasih atas-!"
DeathNight ingin membalas pujian yang dia terima dari Vincle, akan tetapi Vincle malah langsung mendorongnya pergi dari sana.
"Akan tetapi, Anda tetap harus dirawat. Luka seperti itu tidak baik dibiarkan lebih lama lagi. Sekarang, Anda bisa pergi ke sana dan mintalah penyembuhan kepada mereka."
"Eh, pergi ke mana??" ucap DeathNight yang bertanya-tanya. Ketika dia melihat ke depan, tempat yang Vincle arahkan, muncullah segerombolan orang yang perlahan jumlahnya semakin banyak. Tidak lama setelah itu, rombongan tersebut semakin dekat hingga pada akhirnya mereka saling bertemu. Ketika DeathNight melihat mereka, dia merasa tidak asing dengan wajah-wajah mereka. Sesaat, dia tersadar kalau mereka adalah orang yang dia kenali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Hirage Mieru
Push Komen Dulu
2021-05-14
0
Irwan ID
lanjut
2021-05-05
1
{~n~}
lanjut
2021-05-05
1