Chapter 379 : Akhirnya Ingat
Bottlomless Gap.
"Cepat, jawab saja pertanyaanku saya. Kalau tidak kamu akan terus dipukul hingga mati!"
Lyon terus menekan Giant Skull agar dia memberikan jawaban yang ia mau dengan ancaman akan terus dipukul hingga dia mati.
Akan tetapi, sepertinya ancaman itu tidak berguna di hadapannya. Giant Skull masih saja memberontak dan berusaha lepas dari sana.
"Sudah saya katakan, saya tidak akan menjawabnya. Itu sama saja saya menghianati tuan saya!! Lebih baik jika saya dipukul seperti ini," teriaknya yang mencoba untuk menolak.
"Hei... begitu ya..." Rasa bosan mulai melanda diri Lyon. "Sebenarnya itu adalah pertanyaan yang tidak penting juga. Kalau kamu tidak mau menjawabnya, maka saya yang akan mencarinya sendiri." Memalingkan wajahnya ke Ardes. "Tuan Ardes, terus pukul dia hingga dia sekarat. Setelah itu, kabari saya."
Ardes sekali lagi menuruti apa yang dia katakan, kemudian kembali memukul Giant Skull. Sementara itu, sambil menunggu bar kesehatan dari monster itu sekarat, Lyon kembali kepada mereka.
"Heh, sepertinya saya tidak mendapatkan informasi apapun dari monster ini, silakan kalian lanjutkan pekerjaan kalian, biar di sini saya yang urus."
Lyon sudah mengabarkan kepada mereka kalah dia tidak mendapatkan apa-apa, Jadi dia memutuskan untuk menyuruh mereka pergi dan melanjutkan perkerjaan mereka yaitu menerobos kembali pasukan Undead. Untuk bagian sini, biar dia yang akan urus.
"Baiklah, kalau begitu... tapi, apakah tidak apa-apa jika kami meninggalkanmu??" tanya Armegon.
"Sudahlah, pergi saja sana, buat jalan untukku ke tempat Lich itu berada."
"Ya, kalau begitu kami akan pergi. Kami serahkan urusan monster itu kepadamu. Tuan Gordon, mari kita pergi." Kemudian mengajak Gordon untuk pergi dari sana.
"Oke, baiklah!" Gordon pun kembali mengangkat palu miliknya dan meletakkan lagi ke atas pundaknya. " Tuan Lyon, jika ada waktu, mari kita bertemu lagi. Ada beberapa hal yang ingin saya bahas bersama dengan Anda."
"Ya, baiklah. Jika ada waktu, kita akan segera bertemu," balasnya dengan singkat.
Armegon pun menyetujui apa yang Lyon katakan dan segera mengajak pergi Gordon. Tujuan utama mereka adalah untuk menembus semua pertahanan Undead ini. Awalnya monster itu menjadi penghalang bagi mereka, namun kini sudah ada Lyon. Armegon bisa yakin jika Lyon melepaskan akan melepaskan monster itu, jadi dia tidak perlu khawatir.
Sementara itu, Gordon juga setuju dan ikut bersama dengan Armegon. Tapi tidak lupa dia juga mengingatkan Lyon kalau dia ingin bertemu dengannya jika ada waktu luang. Ada beberapa hal yang ingin dia bahas dengan Lyon. Hal itu direspons positif oleh Lyon. Dia mengiyakan jawabannya. Akhirnya mereka pun pergi dari sana.
Melihat kepergian mereka berdua, membuat Lyon senang. Hehe, mereka pergi juga.... Sebenarnya, itu semua adalah rencana dari Lyon. Sekarang, monster ini akan menjadi milikku....
Dia membuat mereka pergi dan mengambil pekerjaan mereka karena saat ini ada sebuah buruan yang menakjubkan. Dia tidak bisa membiarkan seekor monster peringkat Legendaris pergi dari hadapannya. Dia bermaksud untuk menyuruh mereka pergi agar dia bisa mengambil semuanya untuk dirinya sendiri. Yap, dia sudah tahu banyak keuntungan yang diberikan oleh satu bos monster peringkat legendaris, salah satunya dari beberapa musuh yang pernah dia lawan, misalnya Dullahan yang pernah dia hadapi barusan ini. Mulai dari poin pengamalan yang tinggi dan barang jarahan yang super bagus dan banyak, muncul di hadapannya. Dia tidak ingin sampai keperawatan kesempatan ini.
Tetapi, sebelum Lyon berbalik, dua orang gadis datang menghampirinya. Mereka tidak lain adalah Ruby dan Snolwy. Lyon menyadari kehadiran mereka yang terdengar dari langkah kaki yang telah mereka buat. Sepertinya mereka sudah selesai berbincang-bincangnya. Jadi, dia tidak jadi berbalik.
Ketika Lyon melihat mereka, dia merasa ada sesuatu yang aneh. Sesuatu itu adalah ekspresi wajah Ruby yang terlihat kesal. Lyon Tidak mengerti kenapa dia bisa selesai itu. Apakah hal yang mereka bahas tadi, membuatnya kesal? Lyon tidak tahu itu.
Kenapa dengan Ruby... kok, wajahnya terlihat seperti sedang kesal??
Beberapa saat mereka pun telah tiba di hadapannya. Lyon berniat untuk menyapa lagi mereka berdua, akan tetapi dia tidak bisa. Ya, sebelum dia membuka mulutnya, tiba-tiba saja, tangan Ruby melayang dan langsung mengarah ke pipinya.
"Plak!!"
Secara tidak terduga Lyon di tampar oleh Ruby. Eh... aku... di tampar?? Lyon begitu terkejut mengapa dirinya bisa mendapat tamparan ini, apalagi ini dari adiknya. Padahal dia tidak mencari masalah apapun selama perang ini, namun tiba-tiba saja Ruby menamparnya. Hal itu membuat emosinya naik.
"Woyy, Ruby! Kenapa kamu tiba-tiba malah menamparku!?"
Lyon memberikan sebuah bentakan kepadanya, namun sepertinya hal tersebut tidak membuatnya gentar. Ruby masih menunjukkan ekspresi wajah yang sama seperti ketika dia mendatanginya.
"Sudah sepantasnya Kakak mendapatkan hal itu! Dan ini juga bukanlah keinginanku saja," ucapnya dengan nada kesal yang terus berlanjut.
"Hah, apa yang kamu maksud? Aku tidak mengerti!?"
Memang ada sesuatu yang membuat Ruby kesal hingga pada akhirnya Lyon yang menjadi bahan penampilannya. Entah apakah itu, akan tetapi dia tetap tidak terima. Dia butuh kejelasan atas semua ini.
"Hmp! Nanti setelah perang ini selesai, kita akan bicara begitu banyak."Setelah itu dia memanggil kembali Snowly, "Hoi, Snowly. Mari kita pergi saja dari sini." Dan berjalan melewati Lyon. Tidak lama Snowly pun juga berjalan melewatinya sambil sedikit tertunduk. Lyon hanya bisa heran melihat tingkah adiknya yang absurd itu sambil memegangi pipinya yang memerah itu.
"Heh, dasar adik yang tidak tahu diri. Tiba-tiba main tampar saja."
Sesaat, dia teringat sebuah hal yang penting. Daripada terus memikirkan hak itu, lebih baik kalau aku kembali fokus mengurus si monster Tengkorak itu. Nanti saja aku meminta penjelasan kepada Ruby.
Lyon sadar jika ada hal penting, yaitu mengurus si Giant Skull yang menjadi hidangan utamanya. Untuk persoalan Ruby, mungkin dia bisa membahasnya di lain waktu.
Lyon kembali berbalik, melihat perkembangan yang dilakukan oleh Ardes dan Giant Skull. Sebelumnya, dia memang menyuruh Ardes untuk menghajar monster itu hingga sekarat. Mungkin sekarang monster itu sudah sekarat, jadi Lyon bisa membunuhnya dengan mudah tanpa harus berusaha bertarung.
Pada saat dia sudah berbalik, dalam waktu singkat ekspresi wajahnya berubah drastis. Lyon segera berteriak kepada Ardes, "Oi!! Tuan Ardes, hentikan!!! Jangan memukulnya lagi!!"
Tentu saja teriakannya di dengar oleh Ardes. Ardes langsung menghentikan pukulannya ketika Lyon mengakhiri teriakannya. Tepatnya, hampir saja dia memukul Giant Skull yang saat ini sudah sangat sekarat.
Huf... hampir saja... kalah aku terlambat sedikit, bisa-bisa dia akan mati....
Lyon bersyukur karena waktunya begitu pas. Kalau saja dia terlambat sedikit saja, mungkin saja sekarang ini Giant Skull akan berubah menjadi butiran cahaya.
Ketika Lyon berbalik, dia melihat jika bar kesehatan yang dimiliki oleh Giant Skull sudah sekarat. Barnya begitu tipis sehingga satu atau dua pukulan lagi akan membuatnya mati. Untung saja Lyon bisa bertindak dengan begitu cepat sehingga hal itu bisa dihentikan.
Misalnya, kalau dia terlambat, Giant Skull akan berakhir menjadi butiran cahaya, dan itu berarti dia tidak menerima berkah poin pengalaman untuk levelnya. Itu sangat merugikannya.
"Heh, kamu ini, Tuan Ardes..." ucap Lyon dengan memberikan tatapan datar. "kan sudah kukatakan kalau hanya memukulnya hingga sekarat, kenapa kamu malah ingin membunuhnya??"
"Ya, maaf Tuan Lyon. Saya begitu terbawa suasana Dan tidak terasa kalau dia sudah sekarat." Melirik sedikit ke arah Giant Skull yang sudah dalam kondisi sekarat.
"Sudahlah, sekarang biar saya yang urus. Kamu bisa melihat saja."
Selama itu masih bisa didapatkan, Lyon tidak peduli. Dia menyuruh Ardes untuk menontonnya saja dari belakang.
"Ah, Tuan Lyon! Saya ingat akan sesuatu." Tiba-tiba Ardes kembali berbicara kepadanya. Ardes mengingat sebuah hal yang harus Lyon ketahui.
Lyon hanya sekilas berbalik dan berkata, " Hah, apakah itu??"
"Tunggu sebentar..." Ardes pun segera mencari-cari sesuatu dibalik punggungnya. Lyon hanya bisa memperhatikan apa yang sedang dia lakukan. "ayo, Salsa keluarlah..."
Sesaat, seorang gadis muncul dari balik punggungnya. Seorang gadis yang nampak tidak asing bagi Lyon. Ya, awalnya Lyon hanya memberikan tatapan datar, namun beberapa detik, dia sudah menyadarinya.
"Eh... dia kan...."
Raut wajahnya berubah drastis. Keringat dingin mulai memenuhi wajahnya. Dia ingat betul siapa gadis itu karena dia lah yang membawanya ke sini. Sesaat, sebuah memori muncul dibenaknya.
"Hm... kurasa aku melupakan sesuatu deh....?"
"Lyon, kenapa kamu berhenti? Apakah terjadi sesuatu??"
"Hm, iya... kurasa aku melupakan suatu, tapi aku tidak ingat apa itu... hm, apa ya....? Ah, lupakan saja, mari kita terus berjalan. Mungkin saja aku salah ingat."
"Oh, begitu yah, mari kita berjalan lagi."
.....
Memori itu telah membuat dia ingat sepenuhnya. Sebuah kesalahan yang sekali lagi diakibatkan oleh melupakannya.
Ah, kenapa aku bisa melupakannya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Rahmat Abdul gani
ahahaha
2023-06-10
0
Andy D Boy Querent
ayo up
2021-10-19
0
Hirage Mieru
Ayooo
2021-05-14
0