Chapter 369 : Dampak Dari Pertarungan Mereka
Heraces seketika pergi melompat mundur menjauhinya Setelah mengetahui jika serangannya tidak berhasil dan dia juga melihat ada sesuatu yang aneh yang terjadi pada Ciefguard.
Bahkan seranganku masih bisa dia tahan. Dan juga tubuhnya itu... apakah dia mengalami perubahan?? ucapnya dalam batin bertanya-tanya.
Heraces masih tidak mempercayai jika serangannya masih bisa tahan oleh Ciefguard. Serangan barusan itu adalah serangan yang memiliki kerusakan yang besar. Seharusnya setelah dia mengalami beberapa kali kerusakan fatal, dia sudah tidak bisa bertahan lagi. Namun ini berbeda, malahan dia mengalami perubahan aneh yang membuatnya kembali berpikir keras.
Ketika Heraces sudah menjauh darinya, Ciefguard pun berbalik dengan tampang jahatnya. Dia pun berjalan dengan santai. Disaat bersamaan, muncul sebuah kepala dari lehernya. Sebuah kepala yang menyerupai dirinya. Sesudah kemunculan kepala terbaru, muncul lagi bagian tubuh lainnya hingga akhirnya berhenti pada pinggangnya. Dia tidak membentuk semua bagian tubuhnya karena menempel di samping tubuh utamanya.
Sekarang, Ciefguard memiliki 4 bagian yang termasuk dirinya sendiri yang menyatu dalam satu kesatuan di dalam tubuhnya.
"Hahahaha, apakah kamu terkejut dengan perubahanku ini??" tanya Ciefguard yang terus menatapi Heraces dengan ekspresi wajah yang sangat senang. "Ini adalah berkah yang diberikan oleh tuan Gluch, yaitu "Special Darkness: Additional Body", yaitu kemampuan untuk membuat tubuh baru yang akan membantuku untuk bertarung. Selain itu, dengan adanya tambahan ini, kecepatan serangan, kekuatan, dan daya tahan tubuhku akan meningkat. Ini adalah kemampuan yang hebat, benar kan?"
"Hehe," Heraces sendiri tertawa namun dengan ekspresi yang datar. "tetapi walaupun kamu mendapatkan kekuatan yang besar, namun saat ini yang kulihat kamu malah menjadi monster sungguhan."
Yang Heraces lihat dari Ciefguard adalah sesosok monster karena semua gabungan tubuh yang menempel pada satu tempat.
"Kamu masih sempat-sempatnya bercanda seperti itu. Yah biarlah. Candaan itu akan membawamu kepada kematian, jadi jangan sia-siakan kesempatanmu itu. Yah, walaupun kesempatan itu tidak akan berguna lagi."
Ciefguard pun langsung berlari dengan begitu cepat menghampiri Heraces dengan keempat bagian tubuhnya yang sudah memegang pedang, persis seperti yang digunakan oleh tubuh utamanya.
Beberapa saat, Ciefguard pun telah sampai di hadapan Heraces. Dengan cepat dia langsung mengayunkan pedangnya, berusaha untuk menebasnya. Akan tetapi seperti biasanya, serangannya ditangkis dengan begitu mudah oleh Heraces. Seketika pedang mereka saling terpental.
"Pang!!"
Ciefguard langsung mengganti tubuhnya dengan cara berputar dan menggunakan tubuh lainnya untuk menyerang. Heraces langsung mengembalikan keseimbangan tubuhnya dan segera menangkis serangan yang ada.
"Ting!!"
Ternyata itu belum berakhir. Setelah serangannya ditangkis, Ciefguard segera mengganti ke tubuh lainnya dan menyerangnya, dan itu terus dilakukan berkali-kali. Frekuensi serangannya meningkat seiring dia menebas dan tentunya serangannya juga semakin kuat. Heraces dengan terpaksa dibuat termundur olehnya.
Pang!!"
"Ting!!!"
"Tangg!!"
"tinggi!!"
"tinggi!!"
"Tang!!"
.....
Ciefguard terus memberikan serangan kepada Heraces tanpa jeda dengan terus mengganti tubuhnya. Dan sekarang, dia seperti sebuah angin topan yang sedang menerjang Heraces.
"Bagaimana, hah? Dengan kombinasi dari beberapa tubuhku ini, kamu bahkan tidak memiliki serangan, apalagi kamu yang saat ini sudah sangat lemah akibat mengeluarkan kemampuan mu tadi. Serangan itu tidak memiliki celah. Kamu akan terus terpojok hingga akhirnya kamu telah membuka celah dan disaat itulah saya akan langsung menghabisimu!"
Dan benar saja. Setelah Dia selesai berbicara dan pertarungan kembali berlanjut, Heraces mendapati beberapa luka gores yang berasal dari pedang Ciefguard, dan semakin bertambah banyak.
Kalau begini terus, aku tidak memiliki kesempatan untuk menyerang. Aku harus mengalihkan perhatiannya.
Heraces secara mendadak menjauh dari Ciefguard. Sesudahnya, dia serta bersiap-siap untuk melakukan sesuatu.
"Lightning movements!"
Aliran petir mulai menyelimuti tubuhnya dan hanya dalam waktu sekejap, Heraces menghilang, berpindah dengan sangat cepat. Itu adalah teknik yang pernah dia gunakan sebelumnya. Sepertinya kali ini dia akan menyerang menggunakan teknik itu.
Heraces terus berputar-putar dengan sangat cepat mengelilingi seluruh area itu. Ciefguard yang melihatnya tidak tinggal diam.
"Kamu masih menggunakan teknik itu, apalagi saat ini saya menggunakan berkah ini. Sungguh bodoh."
Ciefguard serta memberikan tebasan terbang hitamnya ke segala arah. Dan tentunya frekuensi dari serangannya meningkat dengan drastis daripada pada saat sebelum ketika dia mencoba untuk menyerang Heraces dengan cara yang sama. Tebasan hitam terus beterbangan secara membabi buta ke segala arah.
Dampak dari serangan itu ternyata mengenai para pasukan yang ada di sekitar sana. Ketika mereka lagi menghadang para Indead yang ada di sekitar area pertarungan Heraces, tebasan hitam itu datang dan menyerang mereka.
Tentu saja mereka menjadi panik dan langsung kocar kacir, menghindari serangan tersebut.
"Semuanya segera menjauh dari sini! Tempat ini sudah tidak aman."
"Lari!! Atau kalian akan mati terkena dampak tebasan hitam itu!!"
"Ahh, tidak kusangka kalau pertarungan mereka akan menjadi seberbahaya ini. Padahal mereka barulah pasukan dari si Lich itu. Bagaimana dengan nantinya??"
Pertarungan yang terjadi antara salah satu monster legendaris dipihak Undead dan salah satu jenderal terkuat di kerajaan Heaven, dapat menyebabkan pertarungan yang sehebat ini dengan dampak buruk yang terus meluas. Hal itu menjadi pertanyaan bagaimana dengan Lich yang di mana dialah yang membantuku monster tersebut. Akan seberangnya apa dia nantinya. Mereka merasa jika ini adalah pertarungan yang panjang.
**
Sementara itu di sisi lain, di area Pertempuran di Bottlomless Gap.
Terlihat ada tiga orang manusia sedang berhadapan dengan sesosok tengkorak raksasa yang sudah memegang empat Gada besar. Di sekitar tempat mereka bertiga sudah menjadi kosong, membentuk jarak yang luas sehingga menciptakan tanah lapang. Akan tetapi tanah lapang tesebut dipenuhi oleh barang jarahan dengan berbagai jenis dan tingkatan. Sepertinya sebelum ini, tempat tersebut telah terjadi pertarungan hebat sehingga meninggalkan barang jarahan sebanyak itu.
Dan sesaat, manusia yang berbadan besar, memakai pakaian zirah lengkap, dan senjata berupa Palu raksasa yang diletakkan di bahunya, menoleh ke orang yang ada di sampingnya dan bertanya kepadanya.
"Hei, Tuan Armegon. Sebelum kita maju lebih lanjut, ada baiknya jika kita menghabisi si tengkorak raksasa yang satu ini." Menatap sejenak ke monster yang di sebut sebagai "Tengkorak Raksasa" tersebut. "Kita harus menghilangkan lawan yang kuat agar persentase kemenangan kita meningkat lagi."
"Hmm, Sepertinya yang Anda katakan itu benar, Tuan Gordon. Kita harus mengalahkan dia. Monster ini sudah membuat banyak pasukan kita mati. Kita tidak boleh membiarkan dia lolos." Melihat ke arah tengkorak tersebut.
"Hahahaha, baiklah! Mari kita mengalahkannya dan meretakkan seluruh tulangnya hingga menjadi debu."
Tentang kedua orang itu adalah Armegon dan Gordon. Sementara itu, identitas tengkorak yang saat ini mereka lihat adalah The Giant Skull of Doom, salah satu monster legendaris panggilan Gluch.
Ketika mereka berbincang-bintang, seorang lagi datang mendekati Armegon. dia adalah seorang gadis dengan memakai tongkat dan sebuah persis kecil. Gadis tersebut bertanya kepada Armegon.
"Hei, Armegon, mengapa kita malah melawan monster ini?? Lihatlah status monster tersebut. Dia adalah monster peringkat legendaris. Dia monster yang sangat berbahaya. Lebih baik kita mundur saja."
Armegon mendengarkan apa yang harus itu ucapkan, kemudian membalasnya, "Ruby, tenang saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Monster ini bisa kami hadapi. Untuk sekarang, kamu hanya membantu kami dengan semua huff hebatmu itu. Dan juga, kan biasanya kalau kamu dan Lyon pergi berburu, sudah biasa menghadapi situasi seperti ini. Kok kamu masih kelihatan ketakutan??"
Ternyata gadis tersebut adalah Ruby, adik dari si Maniak Berburu, Lyon.
Ruby pun membalas perkataan Armegon, "Eee, bukannya apa-apa, namun pada saat itu aku berburu dengan kakakku. Jadinya aku tidak perlu khawatir karena semua monster akan dibantai olehnya. Akan tetapi ini berbeda. Dan lagi, kalau aku mati, bisa-bisa dia akan marah besar kepadaku."
Armegon merasa heran dengan jawaban yang Ruby berikan. "Oh begitu yah..." Namun dengan segera dia menjawabnya, "Kamu tidak usah khawatir. kita tidak akan mati. Lihatlah, Kita bersama dengan salah satu jenderal terkuat, Tuan Gordon. Jadi kita akan aman-aman saja. Dan juga, kekuatanku ini tidak bisa diremehkan. Dengan kelas rahasia yang ku punya, monster seperti dia mampu kuhadapi!" Sambil membusungkan dadanya yang menunjukkan kesombongan dirinya. "Dan, kalau kamu misalnya mati, biarkan aku yang akan bertanggung jawab dan mengatakan kepada kakakmu itu."
Setelah mendengarkan perkataan Armegon, Ruby sedikit lega. "Baiklah, kamu yang tanggung jawab yah kalau aku mengapa-mengapa nanti."
"Iya, iya, iya...." Armegon hanya meng-iyakan ucapan Ruby sembari mengangguk-angguk kepalanya. Merekapun mengakhiri perbincangan tersebut.
Ketika mereka berdua selesai berbincang-bintang, Gordon berjalan maju mendekati Si Giant Skull of Doom.
"Baiklah, eee.... Monster Tengkorak Raksasa, maksud dari kedatangan kami ke sini adalah membunuh tuan kalian. tetapi berhubung kami melihat kekacauan yang telah kamu buat, maka kami akan menghabisi terlebih dahulu. Jadi menyerahlah secara damai agar kami bisa membunuhmu lebih mudah lagi."
Mendengar ucapan Gordon, membuat sang monster itu tertawa, "Hahahahahaha! Menghabisiku?? Lucu sekali! Malahan kalian lah yang akan ku habisi. Lihatlah, semua musuh yang saya lawan seketika meregang nyawa. Tidak ada yang bisa menghentikan diriku ini! Kalian bertiga juga akan menjadi bagian dari mereka."
Gordon hanya bisa tersenyum, kemudian berkata dengan santai,
"Kalau begitu, mari kita lihat, siapa di antara kita yang perkataannya paling benar."
Sebuah pertarungan besar kembali terjadi. Pertemuan salah satu jenderal terkuat dengan monster legendaris lainnya akan menciptakan gelombang besar pada pertempuran kali ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Rahmat Abdul gani
lanjut trus thorr
2023-06-09
0
Umi Aulia
🆒
2022-03-02
1
kerehore
lanjut thor....
2022-02-21
1