Chapter 365 Lanjutan Kekacauan
Bottlomless Gap.
Sementara itu, di tempat lain.
Ada sesosok jiwa yang berwarna hitam kelam, melayang tidak jauh dari tempat para pemain berdiri. Dengan empat bola hitam berukuran sedang, sudah melayang-layang di sekelilingnya. Sepertinya dia bersiap untuk menyerang.
Dan sosok itu tidak lain dan tidak bukan adalah si Soul Cursed of Darkness, salah satu dari mahluk panggilan Lich. Saat ini dia sedang melihat manusia yang sudah berbaris tidak jauh darinya. Dan sekarang, dia sudah bersiap untuk melancarkan serangannya dengan ke-empat bola hitam.
...-Soul Curser of Darkness...
...Peringkat : Legendaris...
...Level : 360...
...Kesehatan : [ 13.000.000 / 13.00.000 ]...
...Mana : [ 9.500.000 / 9.500.000 ]...
...[Salah satu monster berbahaya yang telah dibangkitkan oleh Lich Legendaris. Jiwa yang berasal dari berbagai penderitaan yang ditanamkan menjadi satu jiwa yang saat ini tercipta. Jangan menyentuh dia secara langsung atau akan terkena kutukan.]...
"Para manusia lemah. Sekarang rasakan sensasi dari bola kegelapan ku ini!"
Dan dia pun segera melemparkannya semua bola-bola tersebut ke arah pemain. Hal itu tidak diketahui oleh mereka yang ada di sana. Mereka sangat sibuk berurusan dengan para Undead sehingga mereka tidak menyadari datangnya semua bola itu.
Dalam waktu tidak sampai tiga detik, semua bola itu sudah tiba di tempat yang sudah ditargetkan. Ledakan besar pun tercipta di sana.
"Bamm!!"
"Bamm!!"
"Bamm!!"
"Bam!!"
Akibat dari ledakan itu, mereka akhirnya menyadari bahwa ada sesuatu yang sedang menyerang mereka. Tapi itu tidak sempat disadari oleh mereka yang ada di area serangannya. Dan perlahan, satu persatu dari mereka meregang nyawa.
"Sial ... kenapa aku tidak menyadarinya..."
"Arghhh, aku mati...."
"Semuanya, segera menjauh! Ada serangan asing!!"
Hanya ada sedikit dari mereka yang selamat, namun dengan beberapa kutukan yang menimpa mereka. Tentu dengan adanya' ledakan yang baru saja muncul, membuat mereka meningkatkan kewaspadaan dan segera menjauh. Kemudian, orang-orang yang terkena kutukan tadi, pergi meminta pemurnian kepada para Priest maupun Cleric yang ada di sana.
"Para Priest, cepat murnikan kami!!"
"Iya, cepatlah, sebelum kami mati."
Dengan cepat, para Priest bergerak maju dan memberikan pemurnian kepada orang-orang yang terinfeksi tadi. Namun, itu tidaklah berakhir.
Efek dari ledakan tadi menimbulkan sebuah asap aneh, dan mulai menyebar, meluas ke area tadi. Hal itu pun dirasakan oleh pemain yang tidak terkena ledakan tadi.
...[Asap kutukan telah menginfeksi tubuh Anda. Kesehatan dan Mana ada akan berkurang 250 poin perdetik. Akan hilang ketika berada di luar area kutukan selama 30 detik sampai Anda keluar dari area asap kutukan.]...
...[Pandang Anda berkurang 30%]...
...[Menghasilkan serangan meleset sebesar 35%]...
"Kenapa ada kutukan semacam ini?!!"
"Ahh, pasti ini gara-gara asap yang dihasilkan oleh ledakan tadi."
"Sial, semuanya! Segera menjauh dari area ledakan ini!!"
Mereka segera bergegas pergi dari sana setelah menerima pemberitahuan yang tidak baik. Area yang saat ini mereka tempati tidak memberikan mereka keuntungan. Malah mereka mendapatkan kerugian yang berujung kematian. Untuk sekarang, mereka harus pergi dari sini dan berusaha menghilangkan kutukan ini.
"Ahh, sial! Siapa sebenarnya yang melakukan hal ini?! Padahal kita sudah sedekat ini... Tapi... Kalau dipikirkan, serangan yang dia buat, menimbulkan efek yang sangat kuat. Pasti ada monster tingkat tinggi berada di sini!"
Mereka tidak tahu siapa sebenarnya yamg telah melakukan hal ini. Namun, yang pasti dia adalah bukanlah mahluk sembarangan. Sudah terlihat dari dampak yang dia buat, membuat kutukan sekuat ini. Setidaknya dia adalah monster tingkat tinggi.
Di sisi lain, Soul Cursed yang melihat kepergian dari orang-orang tadi, merasa agak lesu.
"Ahh, mereka sudah pergi ... padahal saya ingin bermain lebih lama lagi ...."
Tapi dia masih belum menyerahkan. "Baiklah, kalau mereka pergi menjauh, maka saya yang akan mendekatinya!" Kemudian dia pun membuat beberapa bola lagi dengan ukuran yang sama seperti tadi.
"Curse Ball!"
Total ada 4 lagi bola yang Kutukan jiwa itu buat. Dia pun segera melanjutkan lagi jalannya, menghampiri pemain yang menjauh sambil membawa pasukan Undead yang sudah ada di belakangnya.
**
Di tempat DeathNight berada.
Di pusat dari tempat para pemain Soul Wings, DeathNight, pemain yang memimpin mereka, terus memberikan arahan untuk bergerak. Dia mengatur pergerakan, dimana mereka akan maju, menekan para Undead-Undead ataukah membentuk sikap bertahan.
Dan semua itu berjalan dengan lancar. Mereka dapat terus maju dengan meminimalisir jatuhnya korban jiwa.
"Semuanya, segera membentuk sikap bertahan!!"
DeathNight memberikan perintah untuk membuat posisi sikap bertahan. Para pemain yang menerima perintah itu, dengan cepat kembali ke dalam barisan, dan setelah itu digantikan oleh pemain yang memiliki kelas tanker, untuk membuat pertahanan. Kemudian setelahnya, Pemain penyerangan jarak jauh muncul, segera melancarkan serangan mereka.
Tidak lama setelah itu, seseorang pemain datang dan memberikan laporan. "Tuan DeathNight, saya mendapatkan sebuah kabar buruk."
Kabar buruk? Kabar apakah itu??" tanya DeathNight sembari masih melihat ke depan.
Orang tersebut melanjutkan penjelasannya, "Di keempat titik di sini, tiba-tiba saja muncul Monster tingkat legendaris. Para pemain dan prajurit kerajaan kewalahan melawan mereka. Mereka membutuhkan bantuan tambahan untuk mengalahkan monster-monster itu."
"Ehh! Monster legendaris?!"
DeathNight langsung menatap ke arah orang tersebut sambil menunjukkan wajah tidak percaya akan laporan yang dia terima. Ada empat monster legendaris yang muncul di sini, secara bersama.
"Kalau begitu perintahkan kepada para pemain di barisan belakang agar segera maju ke titik yang sudah di tempati oleh monster-monster tersebut!"
"Baik!!"
Pemain itu pun segera pergi dari sana, meninggalkan DeathNight.
**
Sementara itu, di tempat lain.
Armegon yang berada di tempat lain, melihat ada sebuah kekacauan. Agak jauh di tempatnya berdiri. Terlihat ada sesosok raksasa yang mengacau. Ledakan dan hempasan terdengar dengan jelas.
"Sebenarnya apa yang terjadi di sana??"
Dan di samping Armegon, yaitu Ruby, juga melihat tingkah aneh yang diperlihatkan olehnya. Dia pun segera bertanya, "Armegon, Kenapa denganmu? Kayaknya kamu sedang melihat sesuatu."
"Hmm, itu, ledakan yang ada di sana. Sepertinya di sana ada monster yang berbahaya."
Ruby merasakan ada sebuah niat yang tidak baik. "Armegon, apakah kamu akan pergi ke sana. Mending kamu tetap di sini saja, mengurus monster yang ada di sini. Kalau katamu tadi itu beneran, ahh, kita bisa mati nanti...."
Tapi, Armegon tetap tidak mendengarkan apa yang Ruby katakan. "Yah, kalau kamu tidak mau pergi ke sana, saya tidak akan memaksa. Saya yang akan pergi ke sana sendirian." Dan berjalan mendekati area itu.
Jadi, Armegon pun berpisah dengan rombongannya. Dia hanya ingin memeriksa apa yang terjadi di sana. Kalau saja yang dikatakan Ruby tadi itu adalah benar. Maka bisa gawat. Para pemain yang ada di sana dalam bahaya.
Dan untuk Ruby. Melihat Armegon meninggalkan dirinya, membuat di sedikit takut. Pasalnya semua orang-orang di sini tidak ada yang dia kenal. Mau tidak mau dia harus pergi menyusulnya.
"Armegon, tunggu!!"
**
Di sisi lain.
"Slashhh!!"
"Slashhh!!"
"Shingg!!"
"Slashhh!!!"
Death Grand Knight saat ini terus menghabisi setiap manusia yang dia jumpai. Tanpa ada rasa kasihan, dia terus membunuh dan membunuh. Satu persatu nyawa mereka melayang akibat serangan brutalnya. Dia hanya menerima kerusakan dengan jumlah yang sedikit karena reflek tinggi yang ia punya.
Grand Knight tersebut berdiri di antara mayat para pemain yang mulai menjadi butiran cahaya dan melihat ke sekelilingnya.
"Apakah hanya segini kekuatan dari para manusia? Tidak seperti yang ku harapkan."
Grand Knight sangat kecewa melihat kekuatan yang ditunjukkan oleh para manusia. Masih belum ada di antara mereka yang membuatnya senang. Dia mulai menjadi bosan.
"Zraaat!!"
Dan Ketika saat itu, agak jauh dari tempatnya berdiri, ada sebuah kilat jingga yang terbang dengan kecepatan yang amat tinggi, melewati para pemain dan prajurit kerajaan. Kilat tersebut mengarah langsung ke Grand Knight.
Saat jarak dari Kilat tersebut sudah sangat dekat, Grand Knight akhirnya tersadar.
"Eh, itu...?"
Dengan cepat dia mengarahkan pedangnya, membuat posisi bertahan penuh. Kilat tersebut langsung menabrak si Grand Knight.
"Bammm!!"
Ledakan petir berwana jingga tercipta di sana. Ledakan tersebut menyebar dengan cukup luas. Sesaat, muncullah seseorang dari balik ledakan itu. Saat ini mereka sedang saling membenturkan masing-masing dari pedang miliknya.
Orang yang ada di balik ledakan memasang wajah yang terlihat serius dan berkata, "Sudah cukup kamu membunuh mereka. Kini kamu harus kembali ke tempat asalmu berada, wahai monster hina!"
Grand Knight yang di maksud monster olehnya memberikan senyuman. Orang tersebut telah memercikkan suatu sensasi yang dia cari.
"Hehehe, sepertinya kamu adalah lawan yang menarik."
**
**
Note : Maaf Karena W.O jarang up dulu. Author memiliki sedikit masalah, yaitu kejenuhan dalam menulis. Mungkin butuh waktu agar bisa kembali seperti sedia kala. Dan juga pembaca dah sangat sedikit. Sad....
Kemudian, auhtor juga sedang mengerjakan novel baru (baru lagi... baru lagi... kapan selesainya). Sebenarnya itu sebagai penghilang kejenuhan/pengganti suasana.
Info, novel Author yang baru telah rilis, mungkin beberapa waktu akan fokus ke sana, soalnya novel itu akan ikut di dalam lomba YAAWS 5. Beri dukungan kepada novel baru Author yah~~~
tidak ada pembaca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Sikilman
resiko author yg tidak konsisten dgn berkarya, kehilangan pembaca... aku aja mpe lupa alur dan ceritanya. #harus buka buku awal yg chapter akhirnya aja. 😎😎😎😎😎😎
2021-12-20
0
Refielpansah Papanya Aurora
daa
2021-08-28
0
Batu Bata
ooh
2021-08-27
0