Chapter 378 : Sisi Iblis Lyon
Bottlomless Gap.
NPC.
Ya, itu adalah sebuah kata yang membuat Ruby terheran-heran. Bagaimana tidak, ada seorang NPC yang menyukai kakaknya. Seorang NPC, dia bahkan tidak mempercayainya. Kalau itu seorang pemain seperti Silvana, mungkin akan dia maklumi, tetapi ini adalah seorang NPC, sebuah sistem yang tidak memiliki bentuk nyata.
"Snowly, coba jelaskan bagaimana kamu tahu kalau NPC itu menyukai kakakku?" Ruby kembali bertanya sembari menunjukkan raut wajah yang kesal sekaligus penasaran. Dia masih tidak yakin. Mungkin saja Snowly salah paham atau sebagainya sehingga dia menganggap bahwa NPC itu menyukai Lyon. Dia harus mendengar alasan dibalik pernyataannya tersebut.
"Iya, ketika kami berkunjung di Istana, kami tiba di sebuah taman. Nah, di taman itu rupanya ada si Puteri yang dimaksud. Ketika Lyon datang dan memanggil mereka, tiba-tiba puteri itu berlari dengan kencang, juga menyebutkan namanya dan langsung memeluknya," ucap Snowly yang menjelaskan, sembari sedikit tertunduk mencoba menahan sesuatu.
Ruby pun kembali berpikir lagi setelah mendengarkan ucapan Snowly, Hm, dia tiba-tiba langsung memeluknya... Kurasa apa yang Snolwy katakan memang benar. tetapi dari yang kutahu kalau NPC melakukan hal itu, sudah pasti membutuhkan tingkat hubungan yang tinggi, apalagi sampai memeluknya, mungkin sudah masuk ke maksimal. Kalau begitu Kakak.... Ah! Apakah Kakak mengincarnya!
Ruby mendapatkan beberapa kesimpulan setelah berpikir-pikir. Pertama, memang kalau NPC itu benar-benar menyukai Lyon. Dari tindakan yang dia lakukan, itu sudah jelas. Dan yang kedua, adalah jika Lyon memiliki suatu ketertarikan terhadap si NPC itu karena dari yang dia tahu, kalau ingin mendapatkan perhatian lebih dari seorang NPC, setidaknya mereka harus meningkatkan hubungan mereka, hingga ke maksimal. Ruby merasa jika Lyon merasa tertarik terhadap Isabella, di NPC itu dan berusaha menaikkan hubungan mereka.
Apakah Kakak sudah stres ingin berpacaran dengan NPC?? Apakah dia terlalu lama menjomlo gara-gara itu? Aku tidak bisa membiarkannya. Aku akan malu kalau menganggap dia kakakku!
Sementara itu, Snolwy yang melihat Ruby yang sedang berpikir dengan begitu keras, mereka agak khawatir. Dia pun mencoba untuk memanggil namanya.
"Ruby... Ruby... Ruby...."
Setelah mencoba untuk memanggil namanya beberapa kali, Ruby akhirnya tersadar. Dengan cepat Ruby menghadap ke Snolwy dan kembali memegang erat kedua pundaknya. Sesudah itu, dia berkata,
"Snowly, dengar, kamu harus mendapatkan kakak secepatnya! Aku tidak mau kalau sampai dia berpacaran dengan NPC itu. Kita harus mengembalikan pemikiran gilanya itu. Padahal ada kamu di sini, tetapi dia malah memilih NPC itu. Kamu harus menembaknya setelah perang ini selesai. Ingat itu."
Ruby sudah membulatkan tekad kalau Snolwy harus menembak Lyon secepatnya atau nanti setelah perang ini selesai. Dia tidak mau jika sampai Lyon berpacaran dengan seseorang yang tidak nyata seperti Isabella. Bisa-bisa dia dianggap sebagai orang yang tidak waras, dan pasti Ruby juga terkena dampak buruknya.
"Eh, Ruby! Menembaknya?!" Snowly begitu terkejut pada saat mendengar kalau dia harus menembak Lyon. "tetapi, aku belum siap untuk hal itu..." Hatinya masih belum siap jika dia harus menembak Lyon.
Namun, Ruby tidak memedulikannya. "Tidak! Pokoknya setelah ini kamu harus menembaknya!"
Snowly mendapat penekanan darinya. Dia tidak bisa membalas lagi dan hanya terdiam. Sekarang yang ada dipikirkannya adalah bagaimana caranya untuk menyatakan perasaannya kepada Lyon.
**
Kembali ke tempat Lyon.
Beberapa saat setelah berjalan-jalan, akhirnya mereka telah tiba di lokasi Ardes berada. Seperti yang biasanya telah terjadi, Ardes masih menghadapi Giant Skull sesuai dengan perintah yang dia dapatkan dari Lyon. Terkuat kalau Ardes seperti sedang mempermainkannya. Tidak ada perlawanan yang diberikan oleh Giant Skull kepadanya.
Melihat hal itu, Lyon pun segera maju dan berbicara kepadanya. "Tuan Ardes, sudah cukup main-mainnya. Sekarang Anda ikat dia. Ada yang ingin kutanyakan kepada monster itu."
"Baik!"
Ardes yang menuruti perintahnya segera menggunakan kekuatannya. Akar-Akar dan serat tanaman muncul dari berbagai arah di tempat mereka berpijak. Seketika Giant Skull tersebut dililit oleh mereka semua.
"Arghhh, sial!! Lepaskan aku, lepaskan!!"
Giant Skull mencoba untuk memberontak dari ikatan tersebut, akan tetapi apa yang dia lakukan, sia-sia. Dia tidak bisa melepaskan dirinya. Keempat tangannya sudah diikat sepenuhnya dan bahkan keempat senjatanya juga ditarik. Giant Skull akhirnya telah sepenuhnya diikat.
"Tuan Lyon, sekarang monster ini sudah saya kunci. Anda dapat bertanya kepadanya."
"Kerja bagus."
Lyon kembali berjalan mendekati Giant Skull diikuti dengan beberapa orang yang sudah ikut bersamanya. Sesaat, mereka pun telah sampai. Lyon menatap si Giant Skull dengan pandangan yang penuh kelicikan. Sementara itu, Giant Skull yang juga menatap Lyon, langsung memberikan tatapan penuh ancaman disertai dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya.
"Berani sekali kamu manusia, melakukan hal ini terhadapku! Apakah kamu tidak tahu siapa saya! Saya adalah monster tingkat tinggi miliki Tuan Gluch, sosok yang akan segera menguasai benua ini!"
Mendengar ocehan yang dikeluarkan oleh dia, membuat Lyon sedikit bosan. Dia mengorek telinganya sembari sedikit menguap karena rasa bosan seperti mendengarkan ceramah yang penuh akan omong kosong. Beberapa saat akhirnya Giant Skull selesai berbicara.
"Ya, saya sebenarnya tidak peduli jika kamu itu monster tingkat tinggi atau apalah itu. Yang terpenting di sini ada yang ingin saya tanyakan."
Giant Skull langsung memalingkan wajahnya. "Hmp! Apakah kamu kira saya akan menjawab pertanyaanmu itu!?"
"Sudahlah jawab saja." Lyon Tidak peduli apa dia ingin menjawab atau tidak, yang terpenting dia harus menjawabnya. "Sekarang, di mana letak pasti dari tuan kalian, dan apa yang sebenarnya dia rencanakan? Cepat jawab!"
"Kan sudah saya katakan, saya tidak akan menjawab pertanyaan dari manusia rendahan sepertimu."
"Heh, begitu ya... kamu tidak ingin menjawabnya, baiklah apa boleh buat..." Lyon pun segera memalingkan pandangannya ke arah Ardes sembari memberikan kode berupa lirikan mata dan diikuti dengan sebuah perintah, " Tuan Ardes, sekarang kamu pukul dia, pukul terus sampai dia menjawab pertanyaanku."
"Baik."
Ardes segera berjalan mendekati Giant Skull dengan kedua tangan yang sudah dia persiapkan. Sesaat, Ardes sudah berdiri di depannya. "Jawab saja pertanyaannya atau kamu akan mati."
Giant Skull terasa setelah mendengarkan ancamannya, "Hahahaha! Aku tidak takut dengan semua ancaman kal-!"
"Bukk!!"
Ardes langsung memukul wajahnya dengan begitu keras. Giant Skull bahkan tidak sempat melanjutkan perkataannya. tetapi, pukulan itu tidak hanya terjadi sekali. Setelah Dia memberikan pukulan pertama, Ardes langsung melesatkan pukulan lainnya. Kepala Giant Skull terlempar ke kiri dan ke kanan secara terus-menerus.
"Ayo! Jawab saja pertanyaanku tadi atau kamu akan terus dipukul seperti itu!" teriak Lyon yang tetap menyuruhnya untuk menjawab.
Namun, Giant Skull menolaknya. Dia masih keras kepala.
"Kamu kira hanya seg-!"
"Bukk!!"
"Saya tidak ma-!"
"Bukk!!"
"Saya tidak akan menja-!"
"Bukk!!!"
"Pukulan ini bukanlah apa-!"
"Bukk!!"
Perlahan bar kesehatan yang dimiliki oleh Giant Skull terus berkurang dan semakin menipis. Mereka yang melihat Giant Skull yang tersiksa merasa keheranan. Mereka merasa jika Lyon itu adalah orang yang berbahaya dan tidak punya hati. Tanpa ampun dia terus menyuruh Ardes untuk menyiksa Giant Skull.
Bahkan Armegon pun juga merasa heran. Apakah Lyon orangnya memang seperti ini...? Armegon telah melihat sedikit sisi iblis dari Lyon.
**
-Silahkan berikan vote kalian sekalian mendukung Lyon memenangkan perang ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Rahmat Abdul gani
gokil si episode ini wkkww
2023-06-10
0
KHALIFA_69
95
2021-07-01
0
Hirage Mieru
Gadis Lyon
2021-05-14
0