Spiderman berjalan pelan sambil menghisap rokok Marlboro dan sambil berdzikir. Sesekali Spiderman mengoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, kadang juga kepalanya mangut - mangut.
Sementara itu suara sepasang burung perkutut putih saling bersautan mengiringgi perjalanan Spiderman.
Dalam hati Ki Brajamusti berkata,
"Wah! Wah..! Susah kalau mengawal orang jadab atau gila kepada Allah... Perbuatannya aneh - aneh dan gak masuk akal! Dulu Syeh Jati Aongo juga majedub, tetapi masih normal! Kalau Gus ini sangat parah sekali!"
Tiba - tiba Spiderman bermunajat lewat syairnya,
Sejahteralah alam semesta beserta isinya
Lembah Kirkit sirullah
Terhampar indah elok bagai cintaNya
Hilangkan jiwa menyambut kasihnya
Alam semesta Dzikir dengan Af-al-Nya
Sujud dengan kodrat-Nya
Bertasbih dengan gerakkannya
Duhai Dzat yang menguasai jiwaku,,,
Tegelamkan-Lah aku kedalam samudra lautan cinta-Mu
Agar aku tak tersesat di jalan-Mu
Lalu Spiderman duduk sambil meneteskan air mata lalu berkata lirih,
"Robby... Bawalah jiwaku kedalam istana cinta-Mu
Peluk-lah Aku... Agar tak tersiksa rindu."
Di atas pohon beringin terdengar suara merdu dari burung perkutut putih,
"Duhai jiwa yang merindu...
Pantaskah dirimu bersanding pada Tuhan-Mu?
Sedangkan di hatimu masih ada cinta yang lain?"
Mendengar suara burung perkutut itu Spiderman tertunduk hingga hampir 1 jam.
***
"Gus, sudah jam 3 Sore, mari kita teruskan perjalanan ini. Mari kita cari tempat istirahat di lereng lembah," ajak Ki Brajamusti.
"Tunggulah sebentar Ki, biar air mata ini kering... Malu rasanya aku mendengar nasehat burung perkutut itu."
Tanpa di sadari... Munajat Spiderman mengema di penjuru langit dan alam ruhania. Tangisan hatinya mengusik ketenagan guru - gurunya, bahkan tangisannya menganggu beberapa wali - wali Nusantara yang sedang menyepi dalam semedinya.
Lalu samar - samar terdengar suara dzikir munajat di atas langit lembah kirkit,
"Laailahaillah ... Laailahaillah ... Laailahaillah."
Mendengar suara dzikir mengema samar - samar... Spiderman berdiri lalu berkata,
"Suara ini bukan suara salah satu guruku... Suara ini belum pernah aku dengar."
Lalu Spiderman melihat dan mencari asal usul suara itu. Tiba - tiba mata Spiderman melihat sebuah cahaya terang benderang dari ujung lembah.
"Ki Brajamusti! Mari kita ke ujung lembah itu! Gunakan ilmu lipat bumi mu, di situ ada orang yang lagi riyadhoh," ajak Spiderman
"Sendiko dawuh Gus," sahut Ki Brajamusti.
Lalu Ki Brajamusti mengandeng tangan Spiderman dan dalam hitungan detik sudah sampai di ujung lembah.
"Ki, ada makam di bawah pohon itu, mari kita kesana. Itu makam siapa kok berada di alam jisin," ajak Spiderman,
Setelah mendekat Spiderman uluk salam,
"Assalamualaikum yaa ahli kubur."
Setelah itu Spiderman duduk dan bertawasul lalu melantunkan dzikir.
Waktu terus berlalu malam pun datang dan dingin mulai merasuki tulang, namun Spiderman tetap duduk tak bergeming.
Sementara Ki Brajamusti dan Istrinya membuat api ungun untuk meneranggi area makam juga untuk menghangatkan badan.
Lalu Spiderman mendengar suara burung perkutut putih,
"Gus... Jika kamu ingin bertemu dengan penghuni makam itu... Maka bacalah surat Al-fatihah 1000 kali."
"Sendiko dawuh Resi," sahut Spiderman.
Lalu Spiderman membaca Al fatihah.
Di saat selesai membaca Al-fatihah 1000 kali... Terlihat cahaya terang benderang, lalu cahaya itu berubah menjadi seseorang berpakaian serba putih dengan kepala di ikat surban lalu uluk salam,
"Assalamualaikum Gus..."
'Waalaikum salam, siapakah Nama Tuan?" jawab Spiderman.
"Saya Syeh Yasin Al-Magribi. Alhamdulillah yang saya tunggu selama hampir 509 tahun baru datang. Ini pakailah dulu baju dan celanamu yang kamu buang di jalan," sahut Ahli Kubur.
Lalu Spiderman mengunakan pakaian lengkap.
Setelah mengunakan pakaian... Lalu Syeh Yasin mengusap kepala Spiderman dengan membaca Dzat Sir Wujud. Seketika itu Spiderman sadar dan normal kembali seperti sedia kala.
"Gus... Apakah masih ingat waktu di tampar oleh Ki Sanjaya? Lalu Gus mengalami jadab?" tanya Syeh Yasin.
"Ingat Syeh," jawab Spiderman.
"Yaa sudah kalau begitu... Sekarang kamu normal kembali Gus. Tinggallah di sini beberapa hari lagi." bujuk Syeh Yasin.
"Sendiko dawuh Syeh, kalau boleh tau... Kenapa Syeh menunggu kedatangan saya hingga 509 tahun?" tanya Spiderman.
"Aku ingin mempunyai seorang murid yang masih hidup dari bangsa manusia, aku menunggu orang yang mampu mewarisi ilmu - ilmuku dan kamulah Gus orangnya," jawab Syeh Yasin.
"Apakah saya pantas menjadi murid Syeh, sedangkan saya masih sangat muda sekali penuh amarah dan penuh dosa," ungkap Spiderman.
"Kalau aku mengangkatmu menjadi muridku... Berarti kamu sudah pantas, jangan cemas dan khawatir, malam ini hari jumat manis hari kelahiranmu Gus, maka malam ini juga aku baiat dirimu," bujuk Syeh Yasin.
"Sendiko dawuh Syeh," patuh Spiderman.
Lalu Syeh Yasin mengundang wali - wali papan atas juga beberapa guru - guru mursid lanjutan Spiderman, baik yang dari aliran Islam dan Kejawen baik dari Alam Nyata juga Alam Ruhania.
Syeh Yasin Al-Magribi uluk salam,
"Assalamualaikum Resi cipto mangun, Syeh Jati Songo, Syeh Maulana Syah Al-bantany, Resi Tirto Moyo, Kyai Sincan, Kyai Ageng Penjawi dan Eyang Kalima. Hadirlah di makam lembah Kirkit, alam Jisin kerajaan bawah laut Pantai Selatan. Saya membutuhkan persaksian kalian."
Tak seberapa lama maka datanglah serpihan - serpihan cahaya dari langit turun ke makam Kirkit. Kira - kira kurang lebih ada 40 wali papan atas hadir di makam lembah Kirkit.
Setelah ruh para wali itu sungkem kepada Syeh Yasin... Maka para ruh itu duduk melingkari Spiderman dan Syeh Yasin.
Sementara Ki Brajamusti dan Istrinya di luar Makam tetap menyalahkan api ungun sambil duduk menikmati kopi dan kepulan asap rokok jie samsu. Dengan cahaya api unggun Ki Brajamusti tidak melihat kejadian yang aneh di area makam, Ki Brajamusti hanya melihat Spiderman duduk bersila membaca wirid. Sebab mata batin Ki Brajamusti di tutup sementara oleh Syeh Yasin agar tidak melihat dan mengetahui kejadian di dalam makam.
Lalu Syeh Yasin membawa ruh Spiderman ke sumber air Zam - Zam di Mekkah dan di mandikan tobat, setelah itu... Syeh Yasin membawa ruh Spiderman menuju Danau Al-kautsar di langit sof empat, setelah di mandikan Tobat Kubro... Dengan air minyak Kasturi di danau Al-kautsar... Ruh Spiderman di masukkan lagi ke dalam jasadnya.
Suara dzikir munajat ke 41 Wali papan atas perlahan menggema di seluruh penjuru langit. Peredaran Galaxy hening berhenti sesaat. Alam semesta juga melantunkan dzikir munajat perlahan. Sementara laut pantai selatan tak ada suara ombak gelombang. Suaranya menderu lembut di lembah Kirkit dan di seluruh alam jisin kerajaan bawah laut Pantai Selatan.
Setelah menghatamkan dzikir 70 ribu... Tubuh Spiderman di tidurkan, lalu Syeh Yasin mengimami solat Jenazah, solat Takwa, solat Al-fatiha dan solat Malaikat Jabaniyah.
Setalah selesai solat... Spiderman di baiat oleh Syeh Yasin. Setelah di baiat... Spiderman sungkem satu persatu... Tak lama kemudian para Wali papan atas menghilang semua.
"Gus Spiderman... Proses baiat sudah selesai. Ingatlah ... Baiat tidak jaminan seseorang bisa menjadi lebih baik, semua tergantung dirimu sendiri. Jika ingin tetap sempurna baiat mu... Maka lakukanlah suluk Khusus dan Suluk pendamping," nasehat Syeh Yasin.
"Sendiko dawuh Syeh," kata Spiderman.
"Mulai saat ini kamu ku ijazahi dzikir munajat, dzikir ismudzat dan dzikir angfus dan mulai jumat depan... Kamu bisa ikut bergabung solat jumat di Masjid Jabalkat di Langit Sof satu, bersama para hamba pilihan" ucap Syeh Yasin.
"Sendiko dawuh Syeh," kata Spiderman.
"Gus Spiderman... Kalau ada waktu pergilah ke Kutub Utara dan Kutub Selatan. Sujudlah di sana! Gemakan takbir tasbih juga dzikir. Tugasmu mulai saat ini... Kamu harus menjelajah bumi Nusantara... Khususnya tanah jawa sampai dengan waktu yang tidak di tentukan," pesan Syeh Yasin.
"Sendiko dawuh Syeh," ucap Spiderman,
Lalu Syeh Yasin berkata,
"Gus... Berikanlah kedua cincin Merah Delima ini pada pengikut setiamu sebagai tanda penghormatan ku. Cincin Merah Delima yang berwarna Merah untuk Ki Brajamusti dan cincin Merah Delima berwarna putih berikan pada Nyai pandan Lara... Itu Nama baru pemberian ku,"
"Sendiko dawuh Syeh," patuh Spiderman.
"Sebentar lagi adzan Subuh... Kamu Istirahatlah Gus," perintah Syeh Yasin.
"Sendiko dawuh Syeh," jawab Spiderman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Raka Afidien
mantap Gus👍👍👍
2022-06-16
1
Mat Golok Golok
Ter.. la.. lu.. man.. tap.. sy membaca cerita ini.. serasa sy hadir dlm cerita ini.. 👍👍
2021-12-01
2
TN ZAKI
mantap mantap mantap BosKu 👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Mantap......!!!!!!!
2021-10-29
3