Setelah solat Magrib berjamaah... Spiderman masuk ke dalam kamar Jamilah putri Nenek dan mengembalikan Sukma Jamilah. Tak seberapa lama Jamilah langsung sadar tapi dalam keadaan bingung, sebab sudah 10 tahun nan Jamilah tidak ingat apa - apa... Bahkan sama ibunya sendiri dia lupa.
"Nyai Kuning! Nyai Biru! Siapkan makan malam yang enak dan tolong rapikan semua rumah Nenek, dan tinggalkan lah beberapa emas batangan untuk Nenek," perintah Spiderman.
Tak seberapa lama semua makanan tersaji di ruang keluarga. Lalu Spiderman menuntun Jamilah dan mengajak makan malam agar badannya pulih sehat kembali, setelah makan malam... Spiderman pamit untuk melanjutkan perjalanan ke pesisir Pantai Popoh.
"Nek,, aya mau pamit dulu... Ini ada uang buat usaha buka warung atau usaha apa saja dan di meja ada emas Batangan... Jual saja untuk kebutuhan Putri Nenek dan memperbaiki rumah Nenek," ucap Spiderman.
Sambil menagis Nenek itu memeluk Spiderman dan mengucapkan banyak - banyak terimakasih.
***
Pukul jam 8 Malam Spiderman berjalan kaki menuju pesisir Pantai Popoh Telungagung. Sekitar jam 9 Malam Spiderman berjalan melewati jembatan Ngujang dan makam Ngujang. Di saat berjalan Spiderman melihat seekor monyet putih badannya tinggi besar, sedang duduk di kelilinggi monyet - monyet kecil. Karena penasaran... Spiderman menjilat Akik Bidara dan membaca Sarifah Ayat Qursi, lalu Spiderman melihat dengan jelas siapa hakekatnya monyet - monyet yang ada di jembatan. Spiderman melihat monyet - monyet itu berkepala manusia. Ada salah satu monyet yang paling ganteng dan pemberani duduk di pojok jembatan yang lagi di pijitin teman - temannya sambil merokok.
"Hemmmm... Di puas-puasin saja rokoknya!
di pijatin pisan kayak juragan bangunan." sapa Spiderman.
Seketika itu monyet - monyet terkejut dan agak ketakutan dan diam seketika... Karena ada seorang pemuda yang mengerti bahasa monyet.
Lalu Spiderman berkata,
"Jangan takut dan jangan lari."
"Siapa yang takut! Saya tidak takut! Tetapi hanya terkejut ada manusia bisa bahasa kami," sayut salah satu Monyet.
"Monyet, bagaimana bisa kamu mempunyai kepala kayak manusia?" tanya Spiderman.
"Hemmm... Kayak wartawan saja tanya - tanya! Aku mau jawab asal beri aku makanan dan minuman juga rokok," ucap sang Monyet.
Lalu spiderman mengambil roti dari dalam tas Elger dan minuman aqua sisa dan berkata,
"Ini roti dan aqua nya... Ini silahkan merokok."
"Terimakasih Tuan, saya sangat lapar dan haus. Asalku manusia kayak kamu... Karena kedua orang tuaku kepinggin kaya raya... Maka di saat Usia 8 tahun aku di jadikan tumbal pesugihan dan wujud ku menjadi Kera. Hanya orang - orang waskito yang bisa melihat wujud asliku termasuk dirimu," kata sang Monyet.
"Asal usulmu mana? Siapa nama mu dan sudah berapa lama kamu jadi tumbal?" tanya Spiderman.
sambil makan roti Monyet menjawab,
"Asalku Mojokerto Jatim.,Namaku Syah Badar Ahmad... Panggilanku Panglima Bintang... Sudah 10 tahun_nan."
"Kenapa kamu di panggil Panglima Bintang," tanya Spiderman.
"Karena Nama grup pasukan ku bernama Pasukan Bintang dan aku pemimpin perangnya," jawab sang Monyet.
"Memang perang dengan siapa?" tanya Spiderman lagi.
"Perang dengan dukun atau kyai dan orang - orang waskito yang menyerang orang yang minta pesugihan dari kami, itu atas perintah raja kami," jawab sang Monyet.
Lalu SpiderMan berkata,
"Menjadi pemimpin pasukan... Berarti kamu sangat sakti yaaa? Apalagi julukanmu panglima Bintang?"
"Yaa lumayan sakti Tuan, ilmu itu aku dapat dari raja kami," sahut sang Monyet.
"Mau kamu jadi pengikut ku?" bujuk Spiderman.
"Apa untungnya jadi pengikut Tuan?" tanya sang Monyet.
"Untungnya banyak! Kamu bisa jalan - jalan dan belajar banyak hal yang belum pernah kamu ketahui," jawab Spiderman.
"Aku mau saja jadi pengikut Tuan, tetapi kalau aku lari dari tempat ini... Aku bisa di bunuh sama raja kami," ungkap sang Monyet.
"Bukankah rajamu itu monyet putih yang duduk di area makam?" tanya Spiderman.
"Benar Tuan, dia sangat sakti dan kejam," jawab sang Monyet.
"Aku akan minta izin sama rajamu, supaya kamu bisa ikut dengan ku... Tetapi kamu harus setia dan patuh kepadaku," bujuk Spiderman.
"Baiklah Tuan, aku janji setia kepada mu," kata sang Monyet.
Lalu Spiderman melihat monyet perempuan yang sudah tua duduk bersandar pohon, lalu Spiderman berkata,
"Kera Tua! Kalau kamu apakah juga di jadikan tumbal oleh orang tuamu? Ceritalah aku hanya ingin tau saja."
"Tidak tuan, saya dulu hidup miskin, lalu datang kesini untuk mencari pesugihan. Waktu saya mencari pesugihan... Saya bertemu orang tua berbadan kera tetapi berkepala manusia. Setelah perjanjian di sepakati... Saya di kasih kera untuk di bawa pulang untuk di pelihara. Sejak memelihara Kera pemberian orang tua itu... Dalam waktu yang singkat saya bisa menjadi kaya raya banyak harta. Sudah 15 tahun kami hidup senang dan bahagia bergelimang harta. Namun... Pada suatu hari kera yang selalu saya rawat itu mati. Sejak saat itulah aku mulai sakit - sakitan dan harta mulai berkurang usaha sepi, aset harta yang aku miliki saya jual satu demi satu hingga kami miskin seperti sedia kala. Ketika saya mati... Ruh ku di jemput oleh pasukan kera dan di bawah kesini dan aku berubah menjadi wujud seperti ini. Sungguh saya sangat menyesal sekali, karena kami selalu tersiksa menjadi budak siluman," jawab Monyet Tua.
Sambil menghisap rokok marlboro Spiderman bertanya kepada Kera Panglima Bintang,
"Mengapa kera di sini kadang banyak, kadang sedikit, kadang tidak ada sama sekali?"
"Di sungai bawah jembatan ini ada pintu alam goib, bernama Pintu Astral dan di dalamnya ada kerajaan kera. Jadi, jika tidak ada kera di jalan atau di jembatan... Para kera itu berada di dalam kerajaan kera alam goib. Kadang kami keluar bersama teman - teman untuk mencari makan dan hiburan di jembatan ini," jawab Panglima Bintang.
"Kyai Tawakal! Bagunlah, ada tugas untukmu," perintah Spiderman.
"Sendiko dawuh Gus, saya belum tidur, hanya tidur - tiduran sama istri sambil mendengarkan pembicaraan Gus dengan sang monyet. Hemmm... Tugas apa yaa Gus? sahut Kyai Tawakal.
"Masuklah ke alam kerajaan kera di alam goib bawah sungai ini. Pintunya goibnya ada di sungai bawah jembatan, lalu sampaikan salamku... Katakan aku ingin membawah satu budaknya bernama panglima Bintang," perintah Spiderman.
"Sendiko dawuh Gus. Gus boleh kah saya mengajak Istriku... Biar saya ada temannya, apalagi cuaca malam ini dingin sekali," bujuk Kyai Tawakal.
"Terserah kamu saja Kyai, asal jangan bawa istri tetangga. Pokok nya bisa, gak bisa harus di izini!" kata Spiderman.
"Sendiko dawuh Gus," sahut Kyai Tawakal.
Dalam sekejab kyai Tawakal dan Nyai kuning sudah sampai di kerajaan kera dan kebetulan Raja Kera lagi asik di pendopo samping istana sama Istri - istrinya.
"Rahayu Raja Kera," salam Kyai Tawakal.
"Siapa kalian berdua dan bagaimana bisa masuk ke alam astral kerajaanku! Berani sekali menganggu kesenangan ku," bentak Raja Kera.
"Saya Arya Yudha Surya Darma Penguasa kerajaan Jin Gunung Kelud dan ini Istri ku. Saya di utus sama Gus Spiderman Al jawawi untuk minta ijin membawa budakmu bernama panglima Bintang," ungkap Kyai Tawakal.
Mendengar Nama Arya Yudha dan Spiderman... Raja Kera diam agak ketakutan dan berkata,
"Bukankah kamu yang tadi siang mengobrak abrik kerajaan Kera Merah dan membunuh Siluman Buaya?"
"Iya Raja Kera, saya pelakunya! Memangnya kenapa?" ungkap Kyai Tawakal.
"Tidak apa - apa hanya tanya saja. Baiklah silahkan bawa budak itu, asal Tuanmu Spiderman jangan bikin keributan di kerajaan ku," ucap Raja Kera.
Dalam hati Raja kera berkata,
"Lek Ngawe kisruh nang kene iso ajur kerajaan ku iki
Gak eruh taa semen regane mundak
Pasir boto sembarang mundak
Opo mane tukang sak kuline sedino gak cukup duit 200 ewu ."
("Kalau bikin keributan di sini, bisa hancur kerjaanku ini
Gak lihat apa? Semen harganya naik
Pasir, Bata semuanya naik
Apalagi tukang sekalian kulinya sehari gak cukup uang 200rb")
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Prijantoro
kayaknya Pernah jadi khodam Seorang mandor Proyek nih... si raja kera /Joyful/
2024-05-25
0
Achmad Zaki
😁😁😁 mantan mandor nih si kera
2023-09-29
0
nurjen
ketawa boleh yah ?
2023-04-21
0