"Ki Brajamusti... Beberapa tahun yang lalu ketika aku masih mondok di Kyai Tolak Angin... Aku pernah melihat ada seorang Empu yang hidup sendirian di gua barat lereng gunung. Dia sibuk membuat sebuah keris, coba kamu cek keberadaan Empuh itu, apakah masih ada? Aku ingin mengunjunginya dan ada seseorang yang sedang menyepi di gua selatan Gunung Semeru... Aku juga ingin berkunjung," perintah Spiderman.
"Sendiko dawuh Gus," ucap Ki Brajamusti.
Setelah mengecek dengan ilmu penerawangannya... Ki Brajamusti langsung pergi ke tempat sang Empu. Dalam hitungan detik Ki Brajamusti sudah berada di lokasi. Setelah mengamati keadaan... Ki Brajamusti pergi lagi ke gua selatan lereng Gunung Semeru untuk melihat lokasi sang pertapa.
Tak lama kemudian ki Brajamusti datang lagi menemui Spiderman dan berkata,
"Gus, mereka masih ada... Tetapi kalau kita pergi kepada sang Empu, kita harus melewati Hutan Larangan dulu baru bisa sampai ke gua tempat sang Empu."
"Hutan Larangan bagaimana Ki, maksudnya?" tanya Spiderman.
"Hutan Larangan itu kalau kita melewati tanah itu... Kita bisa terperosok, sebab itu tanah lumpur hidup. Tidak akan ada manusia bisa selamat dari lumpur itu. Kedua... Jika kita melewati hutan larangan itu, jika salah jalan kita akan masuk ke dalam alam Astral Fana. Kalau kita sudah masuk ke alam Astral Fana... Maka sangat sulit sekali kita bisa kembali ke alam nyata," jawab Ki Brajamusti.
"Jangan nakut - nakutin Ki? Baiklah Ki, kita berangkat ke gua sang Empu... Jangan lupa bawah bekal yang cukup untuk sang Empu," perintah Spiderman.
Jam 5 Sore Spiderman dan ki Brajamusti juga Nyai Pandan Lara berjalan menaiki Gunung Semeru. Waktu terus berlalu dan senja pun uluk salam... Gelap-pun mulai merambat.
Tiba - tiba Ki Brajamusti berubah menjadi harimau putih lalu berkata,
"Gus, naiklah ke punggung ku... Aku akan pakai ilmu saipi angin. Kalau berjalan kaki... Akan memakan waktu kurang lebih 6 jam, sebab kita memutari gunung."
"Baiklah Ki," ucap Spiderman.
Tak lama Spiderman dan Ki Brajamusti sampai di tepi Hutan Larangan.
Ki Brajamusti merubah wujudnya kembali menjadi asalnya sesosok Jin lalu berkata,
"Gus, inilah Hutan Larangannya... Alhamdulillah malam ini bulan purnama, mari kita masuk ke hutan."
Lalu Ki Brajamusti memegang tangan kanan Spiderman... Sementara Nyai Pandan Lara memegang tangan kirinya, kemudian mereka berjalan seperti terbang.
***
Sesudah melewati hutan larangan... Tidak terlihat apa - apa, yang terlihat hanya pohon - pohon besar saja.
Lalu Ki Brajamusti berkata,
"Gus, menggapa gua-nya menghilang yaa? Tadi waktu saya cek gua-nya ada di sini gak jauh dari Hutan Larangan."
Lalu Ki Brajamusti mengunakan ilmu penerawangannya untuk melihat keadaan sekitar... Namun hasilnya nihil, begitupun Spiderman menerawang tetapi hasilnya juga nol.
Tiba- tiba Nyai pandan Lara berkata,
"Gus... Gua itu ada di depan kita! Kira - kira 10 meter. Di dalam gua ada sang Empuh yang sedang membaca mantra sambil bersila."
"Hebat juga ilmu penerawangan Nyai? Menggapa gua itu kok tidak terlihat?" tanya Spiderman.
"Sang Empuh, melindungi gua ini dengan ilmu Mega Nanda... Itu ilmu menghilangkan suatu tempat dari pandangan mata, kayaknya sang Empuh sudah mengetahui kedatangan kita dan kemungkinan tidak mau di ganggu." jawab Nyai Pandan Lara.
"Nyai kok tau semua tentang ilmu Mega Nanda?" tanya Spiderman.
"Karena saya juga memiliki ilmu Mega Nanda pemberian dari Kakek saya ketika masih remaja," ujar Nyai Pandan Lara.
"Kalau begitu coba Nyai singkirkan ilmu Mega Nanda yang menutupi gua... Agar kita bisa menemui sang Empuh," perintah Spiderman.
"Baiklah Gus," ucap Nyai Pandan Lara.
Setelah membaca mantra kunci Mega Nanda... Perlahan - lahan gua itu terlihat jelas dengan di sinari cahaya bulan purnama.
"Assalamualaikum... Rahayu," sapa Spiderman.
"Waalaikum salam... Rahayu ugi," jawab sang Empu.
Lalu sang Empuh keluar gua dan berkata,
"Silahkan duduk Pangeran... Sebenarnya saya tidak mau bertemu dengan siapapun untuk saat ini, karena saya sangat sibuk sekali. Ternyata hebat juga dirimu bisa sampai kemari."
Spiderman yang duduk santai di atas dipan bambu berkata,
"Eyang, maafkan kami yang telah menganggu kesibukan Eyang... Kalau boleh tau sipakah nama Eyang dan Eyang lagi membuat keris apa?"
"Namaku Empuh Rangga... Umurku sudah 123 tahun, aku lagi sibuk membuat keris Ringin Semeru, mungkin ini karyaku yang terakhir," ujar sang Empu.
"Berarti pembuatan keris ini lama sekali yaa Empuh?" tanya Spiderman.
"Iya Pangeran, lama sekali, 20 tahun baru selesai dan 5 tahun penyempurnaannya dan akan selesai 2 tahun lagi," jawab sang Empu.
"Jadi selesainya 25 tahun yaa Empuh?" tanya Spiderman.
"Iya, benar Pangeran. Kalau boleh tau... Ada keperluan apa Pangeran dan pengawalnya datang kemari?" jawab sang Empu.
"Kami hanya berkunjung saja Empuh, hanya penasaran dan kepinggin tahu saja," ujar Spiderman,
"Nyai Pandan Lara... Bikinkan kopi untuk kami dan bakarkan ubi. Ki Brajamusti... Buatlah api unggun biar tidak terlalu dingin."
Setelah tersajikan kopi dan ubi bakar juga kobaran api unggun... Spiderman berkata,
"Empuh, silahkan di minum kopinya dan silahkan di makan ubi bakarnya. Oh iya menggapa Empuh memangilku Pangeran?"
"Bukankah Gus ini suaminya Putri Fanta? Putri Raja penguasa Gunung Semeru dan kelak Gus yang akan menjadi Raja di kerajaan Wasesa di alam jisin," jawab sang Empu.
"Kok Empu Rangga bisa tau sedetail ini tentang hubungan ku dengan kerajaan Waesesa?" tanya Spiderman.
"Saya sudah tau dari dulu Gus, ketika Gus masih mondok di Kyai tolak Angin... Lalu Gus menikah dengan Putri Fanta, bahkan Gus barusan saja bikin keributan di Kerajaan Kirkit kerajaan bawah laut pantai selatan dan membunuh Eyang Sapu Jagad dengan keris Cakra Buana," jawab sang Empu.
***
⊙Dalam cerita novel ini... Nama asli Empuh Rangga adalah Syeh Jamal Al-Fattah, beliau adalah salik Torekot Adamiyah Cirebon Jawa Barat.
Di usia 22 tahun beliau mendapat pengakuan dan gelar Wali Muda oleh guru mursidnya bernama Syeh Jalaludin Akbar.
Setelah pulang ke kabupaten Gersik... Beliau menyepi ingin tirakat dan riyadhoh di lereng Gunung Semeru, hingga saat ini dan beliau hidup membujang.
Setelah tirakat dan riyadho di Gunung Semeru selama 4 tahun... Gurunya dan beberapa sanad Torekot Adamiyah memberikan gelar Wali Sufi, lalu beliau di beri tugas untuk ikut andil menjaga kestabilan alam semesta... Khususnya Negri Indonesia, khususnya lagi Tanah Jawa.
Pada suatu saat beliau mendapatkan petunjuk untuk membuat pusaka berupa keris untuk menumbali Negri ini. Hingga kini di tahun 2021 Syeh Jamal Al-fattah atau Empuh Rangga masih menyepi dan masih menyelesaikan pembuatan keris pada tahap penyempurnaan.
Menurut pengakuan beliau... Pembuatan keris itu memakan waktu 25 tahun, dan selesai pada akhir tahun 2023 dan di beri nama keris Ringin Semeru.
Keberadaan beliau di lereng Gunung Semeru menjadi perhatian atau sorotan para pelaku spiritual juga para wali dan para jin.
Pertemuan Spiderman dan Syeh Jamal Al-fattah, membuat Spiderman banyak mengetahui perkembangan ilmu tauhid tingkat tinggi. Dalam pertemuan itu Syeh Jamal menasehati juga memberi wejanggan kepada Spiderman tentang Rahasia Ilmu Makrifatullah dan ilmu Tauhid tingkat tujuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
🌈⭐Dedy zk⭐
ini fiksi apa nyata sich om
2023-03-21
0
Raka Afidien
cerita yg sangat 👍👍👍
2022-06-16
1
🌷🌷 embun 🌷🌷
ngapunten Gus..
niki maose kok ngepasi semeru meletus,nderek tangklet nggih Gus,sanjange semeru niku paku bumine tanah jawi,napa wonten maknane kaleh kejadian semeru meletus?
namung tangklet Gus...🙏
2021-12-10
1