Episode 6

Selamat membaca ~~

BUDAK SETA**N**

Sebelumnya ....

"Tapi sebelumnya, bersediakah kamu melihat wujud asliku?"

Seketika itu paras Bainah berubah pias. "Wujud asli?"

"Yaa."

"Baik, aku siap," ujar Bainah.

_______________

"Aaaaaa!" jeritan Bainah berhasil membangunkan Mbah Darto, dia langsung berlari cepat, lalu mengetuk kamar di tempat Bainah tidur.

Bainah duduk, dia baru saja terbangun dari mimpi.

Tok!

Tok!

Tok!

"Bainah, apa yang terjadi?"

Wanita itu beringsut turun dari kasur untuk membukakan pintu. "Mbah?" ujar Bainah.

"Ada apa, kenapa kamu berteriak malam-malam begini?"

Bainah tak menyahut, dia hanya diam. Mata Mbah Darto mengangkap bayangan tangan Bainah yang gemetar, sadar Bainah sudah memulai ritual awal, Mbah Darto kemudian mengajaknya duduk di kursi ruang depan.

"Mari, kita bicara dulu di kursi depan," ajaknya yang kemudian pergi terlebih dulu. Sedang Bainah masih setia mematung di ambang pintu.

Menyadar Bainah tak mengikutinya dari belakang, dia menoleh untuk kembali menyentak Bainah dari lamunan.

"Bainah!" Setengah berteriak.

"Ah, iya!"

"Cepat kemari!" Dia melambai mengajak Bainah.

"Iya, Mbah." Bujukan itu berhasil membuat Bainah mengambil langkah menyusul Darto.

Keduanya duduk di ruang tengah yang berlatar lampu pelita sebagai penerang utama. Mbah Darto mengambil sebuah dupa, dia menyalakannya dan mulai merapal mantra.

Mata Darto terpejam sementara tangannya mengelilingi dupa yang mulai mengeluarkan asap dari bakaran kayu cendana bercampur warangka, cukup lama hingga beberapa menit Darto berhenti mengucap mantra.

"Ehem," dia berdehem pelan, menyelaraskan tenggorokan sambil memejamkan mata.

"Ada apa, Mbah?"

Mbah Darto membuka mata, dia menoleh pada Bainah. "Kamu tadi sudah bertemu dengan Sutedjo, ya?"

"Ah, saya .. tidak bertemu siapa-siapa, kecuali bermimpi, Mbah."

"Ya, memang rasanya seperti bermimpi, tapi sebenarnya kamu tadi berada di kediaman Sutedjo."

"Siapa dia, Mbah?"

"Dia calon suami gaibmu."

Deg!

Jadi mimpi itu ternyata benar?

Bainah terdiam sejenak, tatapannya sendu.

"Dia sudah menawarkan diri untuk menjadi suamimu, bukan?"

"Iya, Mbah."

"Lalu, apa kamu menolaknya?"

"Menolak, tidak ada awalnya, Mbah!"

"Maksudmu? Pada akhirnya kamu menolak?"

Bainah tak berkutik. "I-itu karena ...."

"Bainah, jangan gegabah! Kalau dia sudah menawarkan diri untuk menjadi suamimu, maka hanya tingga menunggu waktunya saja, dalam waktu singkat kamu akan menjadi orang terkaya di dusun ini. Jadi pikirkan lagi sebelum kamu menolak."

"Iya, Mbah. Saya hanya tak percaya kalau ternyata wujud aslinya ...."

"Cukup, jangan lanjutkan bicaramu, karena Sutedjo bisa tersinggung. Apapun wujudnya kamu harus menerimanya."

"Baik, Mbah."

"Bagus, kalau kamu sudah mantap dengan keputusanmu, maka secepatnya kita akan mengadakan ritual upacara pernikahan gaib."

Bainah hanya mengangguk, dia kehabisan kata untuk menjawab Mbah Darto.

Sebenarnya dia tak ingin melakukan semua sejauh ini, tapi kehidupan pahit yang dia alami membuatnya putus asa, dia bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidup saja. Tinggal sebatang kara dengan segudang hutang membuat Bainah memutuskan untuk mengambil jalan sesat.

"Mulai hari ini, kamu hanya boleh makan, minum, tidur, di kamar itu. Jam makanmu pun hanya boleh dilakukan saat petang dan tengah malam," tutur Darto menerangkan.

"Nggeh, Mbah."

"Nanti, aku yang akan menyediakan semua kebutuhanmu, kamu hanya perlu patuh saja."

"Nggeh, Mbah."

"Bagus, kalau kamu sudah paham, kamu bisa kembali lagi ke kamar itu, dan istirahatlah, mulai besok ritual akan di mulai."

"Em!" Bainah manggut. Mbah Darto mulai berdiri, setelah memberi pesan-pesan untuk Bainah, Darto kembali ke ruang pribadinya, meninggalkan Bainah yang masih termangu di atas kursi di ruang tengah.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Ketty Kristiawan

Ketty Kristiawan

dari pd mati sia2..lebih baik mati berlumur dosa....lanjut thor

2021-07-23

0

Mawar Hitam 3

Mawar Hitam 3

bainahh lebih kejam dari iblis ternyata sampek suami pertama bunuh diri.. kasian banget sekarang petik karma bingung sendiri kan loh.

2021-03-31

1

Septya

Septya

Jadi gitu yak,dah pujud asa jalan satu²nya memilih jalan sesat

2021-03-20

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!