mohon dukungannya, like, komen, fav 🤗🙏
Happy reading ....
"Kamu harus mau menikah dengan salah satu makhluk gaib yaitu dedemit peliharaan saya!" tukasnya. "Dan sebagai pantangan yang tidak boleh kamu lakukan adalah menikah dengan pria normal."
Seketika itu mata Bainah menyalak, mulutnya menganga, sedang dadanya langsung terasa sesak, seakan baru saja terhantam benda yang beratnya berton-ton.
_______________
Malam itu Bainah berakhir dengan tidur di kediaman Mbah Darto, di sebuah kamar kosong yang hanya terdapat sebuah ranjang dengan kelambu kekuningan.
Mbah Darto bilang kalau kamar itu adalah milik dedemit peliharaannya yang setiap hari harus diberikan sajen di atas kasurnya.
Bainah tidak tahu pasti pukul berapa tepatnya malam itu, dia hanya memperkiraan bahwa saat itu sepertinya sudah sangat larut malam.
Dia melirik ke sekitar, hawa mistik benar-benar mengganggu, membuatnya tak dapat memejamkan mata, sesekali aroma bunga kemenyan melintas di indra penciuman. Bainah menyapu pandangannya ke setiap sudut ruangan, dia mendapati kain berwarna merah yang menggantung di sudut-sudut ruang, tampak ada tulisan di setiap kain yang berukuran 10 inci itu, Bainah hanya bisa menerka bahwa mungkin kain itu adalah jimat.
Selang beberapa saat pandangan Bainah tertuju pada sebuah korden, Bainah ingin menyibak korden yang terlihat bergoyang di balik jendela kusen itu, tapi dia ingat pesan Mbah Darto yang mengatakan bahwa dia tidak diperbolehkan menyibak korden terlebih lagi jika membuka jendela, sehingga Bainah memilih mengurungkan niatnya.
Mbah Darto sengaja menyuruh Bainah tidur di kamar kosong itu malam ini, sebagai wujud dari kesediaan Bainah untuk menjadi istri dari si pemilik kamar. Dan sebagai wujud pengenalan mereka.
Sudah 2 jam Bainah berada di sana, tetap saja dia tak dapat memejamkan mata, hingga tiba-tiba asap masuk ke ruangan kamar itu, asap yang seperti membiusnya untuk pergi jauh ke alam mimpi, lamat-lamat pandangan Bainah mulai redup, juga matanya mulai terasa berat. Dia akhirnya tertidur.
******
"Di mana aku, tempat apa ini?" Bainah tiba-tiba berakhir di sebuah tempat yang cukup asing. Tempat yang belum pernah dia lihat di dunia sebelumnya.
Dia mengedarkan pandangan dengan perasaan takut, Bainah belum nenyadari bahwa dirinya tengah berbaring di sebuah kasur dengan alas yang sangat lembut selembut sutra. Bainah ingin menggerakkan tangannya tapi seperti ada yang menahan, dia tidak kuasa menggerakkannya. Rasa cemas semakin menyelinap ke dalam sanubari, hingga tiba-tiba dia merasakan satu buat tangan memegangi punggungnya, membantu untuk mendudukannya.
Setelah Bainah berhasil duduk, dia menoleh dan saat pertama kali melihat sosok yang membangunkannya, Bainah langsung terpana.
Bagaimana tidak, sosok itu adalah seorang pria yang sangat tampan dan memikat, dia tersenyum pada Bainah membuat Bainah terbuai oleh keelokan parasnya. Pria itu membelainya, dari bahu meluncur ke punggung Bainah.
"Maukah kamu menjadi istriku," bisiknya di telinga Bainah.
Deg!
Bainah tersadar, sepertinya pria itu bukanlah manusia, melainkan makhluk dedemitan yang dibicarakan Mbah Darto tadi.
"Apakah kamu makhluk halus?" tanya Bainah.
"Ya," jawabnya singkat. "Apa kau bersedia menjadi istriku?"
Tanpa sadar, Bainah mengangguk karena masih terpana dengan ketampanannya.
"Kalau begitu, berikan aku cintamu malam ini!" pintanya.
"Iya!" Lagi, Bainah mengangguk.
"Tapi sebelumnya, bersediakah kamu melihat wujud asliku?"
Seketika itu paras Bainah berubah pias. "Wujud asli?"
"Yaa."
"Baik, aku siap," ujar Bainah.
Pria di sampingnya itu akhirnya tersenyum, lalu perlahan wajahmua mulai berubah. Hidung mancungnya mulai membesar, matanya lebih lebar dan mulai berubah warna kemerahan, bibirnya menjadi lebih lebar, juga dari giginya mengeluarkan 2 taring yang agak runcing.
Bainah mulai terbelongo, antara ingin lari dan berteriak, tapi dia tidak bisa melakukan keduanya.
Tidak sampai disitu, bahkan kini tubuh dedemit itu mulai membesar seperti kingkong, juga menumbuhkan bulu-bulu di sekujur tubuhnya hingga ke wajah.
Kini, terlihat sudah wujud aslinya, wujud yang sangat menyeramkan jauh berbanding dengan yang sebelumnya Bainah lihat.
Bainah tak dapat berkutik, dia hanya bisa memejamkan mata setelah dedemit itu berubah sempurna.
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Ketty Kristiawan
kang wowo nya muncul...
2021-07-23
0
pak lurah
mbah wowo
2021-06-17
0
Anisbasri
asyiiiik dedemit nya dah mulai keluar
2021-04-14
1