DOMIAN menggelengkan kepala dan tersenyum penuh arti. Ia masih memiliki beberapa hal yang membuatnya tidak bisa hadir. Jadi serahkan saja pada adik tirinya yang baik.
Sion hanya menghela napa sepanjang dan melenggang dari ruang tamu. Kini hanya menyisakan ruang antara murid dan tuannya. Guru Stempson memandang muridnya dengan ekspresi serius. Jari-jarinya mengetuk lengan kursi. Serta beberapa pemikiran terlintas.
"Akhir-akhir ini aktivitas organisasi misterius semakin terlihat. Sepertinya mereka mencari orang-orang yang memiliki kemampuan supernatural sepertimu. Kamu harus berhati-hati," kata Guru Stempson agak khawatir. Terutama setelah dia tahu tentang Lafira.
"Inikah alasan kenapa kamu ingin menjadikan Lafira sebagai murid?" Domian menaikkan sebelah alisnya.
"Setidaknya dia bisa aman. Kamu tahu juga bahwa gurumu ini merupakan ahli supernatural dari negara rahasia. Mereka tidak akan memulai denganku. Hanya saja sedikit kemungkinan organisasi itu akan mengincar kalian," jawab Guru Stempson lebih masuk akal.
Dia tidak menginginkan Lafira menjadi murid begitu saja. Tentu ada alasannya. Itupun sangat penting sehingga dia ingin meminta Domian agar membujuknya.
"Tapi kamu berkata bahwa kemampuannya tidak mempan padamu?" Guru Stempson bertanya lagi hanya untuk memastikannya.
"Ya. Ini mengejutkan."
"Takdir berpihak padamu. Kamu mungkin orang yang tepat untuk menikahinya. Setidaknya dia tidak akan bisa membunuhmu. Dan kamu juga tidak akan bisa menyentuh hidup dan matinya." Guru Stempson menggelengkan kepala.
"Lalu apa gunanya semua ini?"
"Hei, hiduplah sebagai suami dan istri lalu punya anak. Biarkan aku menggendong cucu."
"..." Siapa yang akan menjadi cucumu? Domian mencibir diam-diam.
"Bujuklah dia untuk jadi muridku," kata Guru Stempson lagi. Kali ini dia tidak bisa lama di sini. Ada hal lain yang harus diurusnya sebagai guru supernatural.
Sebelum pergi, Guru Stempson kembali berkata, "Jangan biarkan dia berkeliaran. Orang-orang dari organisasi misterius itu bisa saja menculiknya. Tapi aku optimis jika dia akan sulit disentuh orang-orang itu karena kemampuan langkanya."
Melihat kepergiannya, Domian menyipitkan mata. Rokok yang diapit sudah memendek sehingga ia segera membuangnya ke asbak. Domian bangkit dan berniat untuk mencari Lafira, namun tanpa diduga, tamu lain datang.
Ia menyipitkan mata dan menghentikan langkah. Domian yang sebenarnya sudah membersihkan diri dini hari tadi terlihat lebih segar. Sosok jangkungnya membuat wanita manapun akan terpesona.
Ada Kepala Pelayan Qi tak jauh dari keberadaan tamu tak diundang itu. "Maaf, Tuan ... Saya tidak bisa menghentikannya."
Domian tidak pernah menyalahkan Kepala Pelayan Qi yang telah bersamanya selama bertahun-tahun. Ia hanya menatap seorang gadis yang memakai gaun merah muda di atas lutut, ada sentuhan jijik di matanya.
"Nona Elaine, untuk apa kamu datang ke tempatku?" tanyanya.
"Tuan ... Kenapa Tuan tidak memilihku? Pernikahan bisnis ini adalah milikku, bagaimana bisa direbut oleh si cacat Lafira?! Akulah yang awalnya dipilih oleh ayahku untuk pernikahan bisnis!" Gadis itu ternyata adalah Elaine yang datang tiba-tiba dan berhasil memasuki gerbang halaman rumah Domian.
Dengan alasan ingin melihat Lafira, ia bisa masuk dengan mudah dan buru-buru untuk menemui Domian. Mana mungkin dia mau menemui Lafira yang paling dibencinya.
Kemarin, ayahnya menyiksa Nyonya Myon karena perselingkuhan. Semua fakta terungkap begitu saja. Siapa yang anak haram di keluarga, Tuan Lexan mengatakan segalanya. Bahkan sikap ayahnya mulai berubah padanya sejak tahu jika Nyonya Myon selingkuh selama masih berstatus sebagai istri simpanan Tuan Lexan.
Semua itu diketahui berdasarkan selembar surat yang diberikan Sion kemarin. Membuat Tuan Lexan merasa telah jatuh ke dalam jurang. Selain perusahaan keluarga hampir diambil orang, Tuan Lexan juga hampir saja bangkrut.
Semua bantuan yang selama ini diberikan Nyonya Myon ternyata hasil dari tangan gelap pria selingkuhannya. Selama Nyonya Myon mau membantu, selingkuhannya itu akan memberinya segala yang diinginkan. Tanpa diduga, bahkan Elaine bukan anak Tuan Lexan.
"Bukankah seharusnya kamu berada di rumah dan menemani ibumu yang berduka? Tuan Lexan seharusnya menyiapkan perceraian," kata Domian seraya mengulum senyum. Sama sekali tidak tersentuh oleh ekspresi gadis itu.
"Tidak mungkin! Ayahku tidak mungkin menceraikan ibuku. Tuan, kamu harus membantuku. Aku lebih baik daripada Lafira. Bagaimana bisa Tuan Morachel memilihnya?" Elaine masih memasang ekspresi yang menyedihkan. Rambutnya sedikit acak-acakan, membuat siapapun ingin datang dan membelainya.
Suara Elaine menggema di ruangan utama, membuat Domian sakit kepala. Dia meminta Kepala Pelayan Qi untuk segera mengusirnya dan jangan pernah biarkan dia datang lagi, apapun alasannya. Hal ini juga tidak boleh sampai ke telinga Lafira.
Akhirnya, Kepala Pelayan Qi memerintahkan beberapa pelayan lain untuk menyeret Elaine dari rumah dan mengusirnya dari halaman. Gadis itu terus berteriak dan memohon pada Domian untuk menikahinya. Ia akan melakukan apapun.
Sayangnya Domian tidak tertarik mendengarkannya lagi dan pergi mencari Lafira di halaman belakang.
Ketika dia pergi ke halaman belakang, gadis itu sedang berada di bawah pohon dan Shena mungkin menceritakan banyak hal padanya. Ketika Domian datang, Shena akhirnya meninggalkan ruang bagi keduanya untuk bicara. Ia pergi untuk meminta air minum pada Kepala Pelayan Qi.
Lafira mengerutkan kening ketika melihat pria itu menghampiri.
"Kenapa kamu tidak mau menjadi murid guru Stempson?" tanya pria itu.
"Bukankah sudah jelas?" Lafira bertanya kembali dengan ekspresi datar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
ckck,,,
2023-08-22
1
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
waduh2222,,, berani sekali😑
2023-08-22
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
nahh, ini nih yg paling masuk akal😁
2023-08-22
0