LAFIRA menggelengkan kepalanya ketika kata 'rumah sakit' disebutkan. Dia sudah malas untuk pergi ke tempat itu. Tidak pernah ada yang mau menerimanya. Sejak keluarga Dares menyuap semua dokter di beberapa ruang sakit, Lafira sudah tidak menginginkan apapun lagi.
Jadi, dia tidak memedulikan mimisannya. Hanya saja kepalanya mulai terasa pusing. Wajahnya menjadi lebih pucat. Hanya saja dia tidak bisa berada di tempat ini lagi.
"Ayo kembali," katanya pada Shena.
"Tapi Nona, kondisimu—"
"Aku bilang bawa aku kembali!!" Dia setengah berteriak.
Shena tertegun. Sangat jarang baginya melihat Lafira begitu marah. Mungkin karena selama ini, gadis itu telah mehahan diri untuk tidak berteriak pada mereka yang mengutuknya, mencaci atau bahkan memusuhinya.
Sampai Tuan Lexan sendiri menginginkannya mati. Lafira hanya sendiri saat ini. Hanya memegang warisan ibunya dalam bisnis batu giok. Rumah ini hanya akan membawa kenangan buruk bagi Lafira.
"Ya," kata Shena setelah menghela napas.
Dia menatap Sion dan Domian dengan ekspresi meminta maaf. Setelah itu menghampiri Lafira untuk mendorong kursi rodanya.
Hanya saja, ketika keduanya hendak mencapai pintu keluar, Domian sudah berjalan lebih dulu dan menahan mereka di pintu. Lafira hanya bisa melihat pihak lain samar-samar. Mimisannya semakin banyak.
Jika gadis itu tidak segera menyembuhkan dirinya, mungkin berisiko koma. Tapi rumah sakit bukan tempat yang tepat untuk menyembuhkannya. Masalah tubuhnya berbeda.
"Minggir!" Lafira berkata pada siapapun yang menghalangi jalannya.
Tapi pihak lain bergeming. Membuat gadis itu jengkel lagi. "Siapapun itu, minggir!" teriaknya setengah sadar.
Saat ini pandangannya tidak pasti. Tapi dia tahu itu seorang pria. Inilah salah satu risiko jika dia menggunakan energi terlalu banyak, matanya akan sulit mengenali sekitar.
Shena melihat Domian menghalang jalan tanpa berniat untuk pindah, hanya ingin membuka suara. Tapi tiba-tiba saja Sion menepuk pundaknya dengan lembut, menggelengkan kepala. Seolah-olah mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja.
Lafira merasa jika semuanya begitu menjengkelkan. Hanya bisa mengangkat tangan kirinya dan memasarkan energi tubuh di telapak tangan kiri.
"Aku bilang, minggir!!" teriaknya berusaha untuk mengempaskan orang itu. Tapi dia terkejut.
Lafira berulang kali mencoba untuk melepaskan energi dan menyerang pria itu. Tapi tidak bisa. Kemampuannya tidak berguna bagi pria itu.
"Apa yang terjadi? Siapa kamu?!" tanyanya sedikit bergumam.
Lafira mencoba lagi, tapi hasilnya sama.
Dari awal sampai akhir, Domian memperhatikannya yang tengah putus asa, hanya bisa menghela napas. Ternyata benar, kemampuan yang dimilikinya sejak kecil juga bisa menahan gelombang energi supernatural milik Lafira.
"Jangan sia-siakan energimu," kata Domian seraya melonggar dasinya.
"Tuan Domian, siapapun itu ... Minggir lah! Biarkan aku lewat!" Lafira kembali marah, matanya masih memerah.
"Jika berani, berdirilah dan singkirkan aku." Domian tersenyum. Tapi senyumnya langsung menghilang dengan cepat ketika melihat pemandangan di depannya.
Tanpa diduga, gadis itu benar-benar bangkit dan melangkah sedikit kaku. Lalu memfokuskan energi supernatural yang tersisa untuk menyingkir Domian. Bahkan jika itu sedikit.
Domian merasa sedikit dorongan di tubuhnya dan mundur selangkah. Pada saat yang bersamaan, gadis itu kehilangan kekuatan di kedua kakinya dan segera terhuyung ke depan.
"Nona!" Shena ingin menangkap tubuh gadis itu. Hanya saja, Domian sudah melakukannya lebih dulu. Shena lagi-lagi hanya bisa kebingungan.
Domian melangkah maju dan menangkap tubuh gadis itu sebelum jatuh ke lantai yang dingin. Ada sedikit ekspresi tidak senang di wajahnya.
"Keras kepala," bisiknya.
Ia bisa merasakan napas hangat gadis itu di dadanya. Lafira sudah menghabiskan seluruh energinya dan kini hanya sedikit kesadaran yang tersisa. Gadis itu merasakan elusan di kepalanya, sedikit nyaman. Belum lagi, kata-kata yang menenangkan.
Kedua kakinya yang lumpuh tidak lagi bisa merasa apapun. Jadi dia tidak tahu jika sekarang ini, ada dalam pelukan Domian.
"Tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja," bisik Domian lagi seraya menyalurkan energi ketenangan ke tubuh gadis itu.
Lafira merasa kepalanya sejuk dan pikirannya menjadi nyaman. Setelah memastikan jika gadis itu pingsan karena kelelahan, Domian langsung membopongnya.
Ia menatap Shena dan Sion. "Urus sisanya."
Setelah itu, ia membawa Lafira ke mobil sport hitam yang sebelumnya dia naiki. Adapun Sion, hanya bisa pulang dengan mobil lain. Tak lupa Shena yang juga harus dia bawa karena merupakan asisten Lafira.
Wanita berpakaian seksi itu menatap salah satu bawahannya yang sempat mengawal Domian datang. "Waktunya membersihkan mereka."
Selembar surat diambil dari tas di mobil lain. Sion berjalan santai ke rumah keluarga Dares lagi dan mendapati jika Tuan Lexan telah berdiri dengan tubuh penuh memar. Ada darah di dahinya akibat membentur meja.
Sion mencibir dan menyerahkan surat itu pada Tuan Lexan. "Karena putri pertamamu yang tidak tahu caranya menahan diri, kerja sama dibatalkan. Tapi tuanku menyukai Lafira sehingga dia membawanya. Yakinlah Tuan Lexan, putrimu akan lebih aman di dekat tuanku."
Setelah Sion meninggalkan tempat itu, ekspresi Tuan Lexan menjadi lebih beragam. Ia membaca isi surat itu. Tiba-tiba saja amarahnya bangkit lagi. Kali ini dia tidak marah pada Lafira atau Domian, melainkan Nyonya Myon.
Ia segera pergi ke lantai dua tanpa memedulikan luka di tubuhnya. Setelah berteriak dan mendobrak pintu kamar Elaine, pria itu hanya memberi Nyonya Myon tamparan.
Elaine menjerit ketakutan ketika melihat ayahnya begitu marah hari ini. "Ayah, tolong jangan pukul ibuku! Dia adalah istrimu ..."
"Diam!!" Tuan Lexan naik pitam. Urat biru di dahinya mungkin akan pecah kapan saja. "Dasar anak haram! Kamulah anak haram!"
Suara tamparan berulang, teriakan Elaine serta permohonan ampun Nyonya Myon, membuat suasana di rumah itu menjadi lebih aneh. Para pelayan jelas ketakutan. Apalagi saat kaca jendela pecah semua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Rianti Dumai
kurang kuat dan tangguh lafira'a Thor,,,masak baru kluar Khan energi mlawan 1 org saja sudah lemahh,,,,
2024-03-25
3
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
selamat berkarma👍
2023-08-22
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
woww, lawan yg bagus nih
2023-08-22
1