TUAN LEXAN yang kini mendengar suara wanita di seberang telepon sedikit marah, segera mengatakan 'Tidak' dengan terburu-buru. Tentu saja tidak mungkin melewati batas.
Setelah percakapan di telepon selesai, Tuan Lexan segera mengakhiri panggilan dengan nada yang baik. Lalu duduk dan menghela napas panjang.
"Suamiku, bagaimana?" tanya Nyonya Myon dengan ekspresi khawatir. Dia memeluk putri kesayangan.
"Kita tunggu saja besok. Aku tidak mengatakan lebih banyak. Jika pihak lain marah, semuanya selesai." Tuan Lexan memegang smartphone-nya dengan sedikit berkeringat dingin.
"Tapi jika pihak lain ingin menikahi Lafira ... Lalu bagaimana dengan kakinya? Gadis itu mungkin akan meminta operasi bukan?" Nyonya Myon masih tidak tenang.
"Soal itu aku sudah tahu apa yang harus dilakukan. Kamu tenang saja."
Setelah Nyonya Myon dan putrinya ditenangkan, pria itu segera meninggalkan ruang keluarga.
Sementara di sisi lain tempat ....
Wanita berpakaian seksi yang telah ditelepon oleh Tuan Lexan itu kini mematikan rokoknya. Lalu menyerahkan kembali smartphone pada pria berjas yang duduk di kursi kerja.
Tempat yang gelap, suram dan cukup berantakan, sebenarnya cukup elegan. Dominan Morachel, pria yang duduk dan diam sejak awal itu menatap selembar file yang disertai foto Lafira. Mata beriris birunya sedikit menyipit.
Ternyata gadis itu yang menjadi target pembunuhan organisasi dunia bawahnya. Jika Tuan Lexan ada di sini, mungkin akan segera pingsan ketika tahu bahwa orang yang akan bekerja sama dalam bisnisnya itu masih raja dunia bawah, pemimpin yang paling ditakuti dalam dunia mafia.
"Tuan, apa keputusanmu besok? Apakah harus menerima gadis cacat itu?" tanya wanita berpakaian seksi dengan sedikit cibiran.
Domian menyentuh foto Lafira yang ada di selembar informasi. "Dia istimewa," katanya langsung terkekeh.
"Gadis ini menderita. Keluarga Dares menyewa pembunuh dari organisasi kita untuk membunuh Lafira Dares. Apakah kamu tahu?" Kali ini tatapan Domian tertuju pada wanita itu.
Benar saja, ada keterkejutan muncul di wajahnya. Lalu wanita berpakaian seksi itu tersenyum lebih dalam. "Kalau begitu, jika keluarga Dares tahu bahwa Anda adalah bos organisasi dunia bawah, mungkin akan mengemasi barang-barangnya dan melarikan diri ke luar negeri."
Domian tentu saja memiliki kesombongan. Dia masih muda dan memiliki segalanya. Tapi tidak dengan wanita. Rumahnya kosong tanpa ada satupun wanita yang dia bawa. Selama ini, dia tidak suka membawa pulang mereka. Terlalu berisik dan merepotkan. Lagi pula yang diinginkan wanita hanya satu, uang.
Lafira ini, dia belum tahu tentangnya. Tapi kepribadiannya cukup aneh dan pendiam. Domian hanya ingin tahu bagaimana caranya gadis itu membunuh orang-orangnya yang telah terlatih sejak muda.
Ketika dia melihat mayat para pembunuh yang disewa itu, ada perasaan aneh. Semuanya tewas karena kedudukan organ dalam atau kehabisan napas.
"Bersiap untuk besok. Waktunya dirimu menyambut nyonya di rumah," kata Domian seraya menyimpan kembali selembar file informasi tentang Lafira ke dalam laci meja.
Wanita berpakaian seksi itu sedikit mengerucutkan bibirnya. "Semoga berhasil, Tuan."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di penginapan tak jauh dari kawasan keluarga Dares, Lafira menggerakkan kursi rodanya ke dekat tempat tidur. Hari sudah larut malam sejak dia pindah ke penginapan. Tidak banyak barang yang dibawanya, tapi sang asisten yang jarang muncul masih khawatir.
Setelah mewarisi kekayaan ibunya, Lafira memiliki satu asisten yang selalu setia. Tentu saja, ibunya adalah wanita yang baik sehingga tidak ada bawahan yang memusuhinya.
Warisan yang diberikan ibunya merupakan harta turun temurun, sebuah bisnis batu giok langka. Tapi keluarga ibunya sudah tidak ada lagi sehingga Lafira tidak memiliki kerabat lain.
Bisnis itu tetap bedajalan hingga kini. Mungkin semasa hidup, ibunya Lafira telah menyusun banyak hal agar ketika dia meninggal, orang-orang yang bekerja di bisnis batu giok ini masih menghormati putrinya.
Lafira bisa membedakan barang asli dan palsu. Inilah yang diajarkan oleh ibunya ketika masih kecil. Hingga kini, dia begitu dihormati oleh orang-orang yang dulu mengabdi pada ibunya.
Meski sekarang sudah modern, tapi bisnis batu giok selalu lancar. Bahkan harga perbarang sudah puluhan juta. Oleh sebab itulah Tuan Lexan merasa menelan pil pahit akibat bisnis yang luar biasa ini. Sayangnya tidak bisa beralih tangan.
Lafira dibantu berbaring di ranjang oleh asistennya. Shena, wanita berusia kepala tiga itu memakai pakaian kantor yang rapi. Rambut sebahunya terlihat cocok dengan bentuk wajah. Ketiak tersenyum, itu sangat menenangkan hati.
Sejak nona mudanya menjadi cacat kaki seperti ini, Shena sering mengutuk keluarga Dares di dalam hatinya. Mereka terlalu kejam pada seorang gadis berusia delapan belas tahun.
Setelah memakaikan selimut, dia berniat mematikan lampu tidur. "Selamat tidur, Nona."
Gadis itu tidak menjawab dan hanya mengangguk. Shena segera keluar setelah memastikan jika tuanya mulai tertidur. Di saat kamar menjadi sepi dan tenang, Lafira yang telah memejamkan mata kini membuka matanya lagi.
Gadis itu tidak bisa bisa tidur saat ini. Terlalu memikirkan hari yang akan datang. Dia ingin tahu apa yang diinginkan keluarga Dares dengan memintanya kembali lebih dulu.
Dia mengambil smartphone-nya dan mengirim pesan pada seseorang. Ketika balasan pesan datang, Lafira menggenggam smartphone-nya dengan sedikit remasan.
"Ternyata seperti itu. Ingin menggunakanku untuk alat bisnis mereka," gumamnya sendiri ironis.
Ia meletakkan kembali smartphone-nya dan mencoba untuk tidur. Apa yang terjadi besok, dia akan memikirkan cara untuk menghindari pernikahan bisnis ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
buset, namanya Dominan??😭😭 gak ada yg lebih keren gitu
2023-08-22
1
LinaF ✨
Ketiak = ketika
2022-11-04
0
Aqiyu
sjdbdrbvfkfkkd
2022-09-09
0