KETIKA Domian menanyakan tentang Lafira, tentu ada rasa menyesal muncul di hati Nyonya Myon. Bahkan Tuan Lexan tersenyum kaku. Dia tidak tahu jika bos di balik layar dari semua bisnis besar di Negara A ini akan begitu luar biasa.
Tidak heran tentunya. Sion sudah melayani Domian sejak beberapa tahun lalu. Pria itu adalah anak tunggal keluarga Morachel dan mewarisi semua perusahaan ketika masih berusia lima belas tahun.
Sion melihat ekspresi wajah keduanya yang sedikit terkejut dan kaku, sangat lucu di dalam hatinya. Sekarang dia tahu. Mungkin keluarga Dares berpikir jika bosnya ini merupakan pria paruh baya dan berwajah jelek?
Itulah mungkin alasan kenapa Tuan Lexan ingin menukarkan calon istri ini.
"Lafira belum datang. Dia tinggal di luar selama ini untuk mengurus bisnis ibunya. Ini ... saya harap Tuan Morachel tidak keberatan jika anak pertama saya menyapa?" Tuan Lexan harus membuat pihak lain merasa nyaman lebih dulu.
"Terserah," kata Domian tidak peduli.
Dia hanya merokok di sana dan mengembuskan asapnya ke udara. Tapi ada senyum misterius di wajahnya yang tidak tertangkap oleh Tuan Lexan dan Nyonya Myon.
Nyonya Myon sendiri segera pergi untuk membiarkan Elaine turun. Ketika tiba di kamar putrinya, Nyonya Myon meminta Elaine berpakaian bagus.
Saat tahu bahwa pihak lain begitu tampan dan muda, Elaine sungguh terkejut dan marah pada ibunya. Jika itu bukan pria gemuk dan menjijikkan, mungkin sejak awal dia akan menyambutnya di pintu.
"Ibu, ini semua salahmu! Sekarang Lafira memiliki kesempatan untuk ini. Bagaimana mungkin aku setuju!" Elaine ingin berteriak seandainya tidak ada orang lain di lantai bawah.
"Omong kosong! Gadis itu tidak bisa berjalan dan hanya akan menghabiskan waktunya setiap hari di kursi roda. Kamu sangat cantik dan sempurna. Mana mungkin bisa dibandingkan dengan gadis haram itu. Cepat, dandan dan ikut ibu ke bawah. Ingat, kamu harus mendapatkan perhatian tuan Morachel." Nyonya Myon menenangkan putrinya dan segera membantunya bersiap.
Lalu keduanya turun ke bawah. Elaine menunjukkan sikap lemah lembut dan penuh dengan ekspresi yang cukup lemah. Membuat siapa saja akan merasa luluh dan kasihan ketika melihatnya.
Tapi ketika Sion yang duduk elegan di sisi lain melihat gadis itu, cibiran tidak bisa ditahan. Ini nona pertama keluarga Dares? Tidak menyangka, pada usianya yang masih berusia dua puluh tahun, gadis itu sudah pandai membuat ekspresi yang disengaja.
Benar-benar ajaran ibunya yang menurun pada seorang anak.
"Elaine, bersikap hormat," kata Nyonya Myon saat tiba di sana.
Ketika Elaine melihat pria tampan yang duduk sambil merokok di seberangnya, ada perasaan malu-malu. Mungkin ini Domian Morachel yang ibunya maksud. Pria yang datang untuk mengambil pernikahan sebagai jalur bisnis.
Jika dia bisa menjadi menjadi istrinya, bukankah segalanya akan terkabul? Dia bisa menekan Lafira di mana-mana. Bisnis batu giok mungkin sangat bagus. Tapi tidak sebagus pria di depannya. Tampan, muda dan memiliki bisnis besar.
Wanita mana yang tidak akan tergoda?
Elaine segera memberi hormat pada Domian dan duduk di samping ibunya. Domian sama sekali tidak tertarik dengan wanita ini. Karena Lafira Dares adalah orang yang dia cari kali ini.
Merasa diabaikan, Elaine sedikit canggung. Tapi dia tetap menunjukkan ekspresi yang santai dan murah senyum di depan keduanya.
"Ibu, kenapa adikku belum datang? Bukankah ini sudah terlambat?" tanya Elaine segera memecahkan keheningan.
"Adikmu selalu nakal. Padahal kakinya masih sakit, tapi sering berkeliaran tidak jelas. Jangan khawatir, ayahmu sudah meneleponnya untuk segera datang," jawab Nyonya Myon dengan sedikit menciptakan kesan buruk untuk Lafira.
Tapi tampaknya pihak lain tidak keberatan. Bahkan Domian begitu santai, merokok sambil bertumpu kaki. Pelayan segera menyajikan teh untuk mereka.
Tak berapa lama, pelayan mengumumkan kedatangan Lafira. Gadis itu datang bersama Shena, sang asisten.
Lafira yang duduk di kursi roda didorong oleh Shena dengan hati-hati, mengungkapkan perasaan minta maaf karena terlambat. Elaine yang melihat gadis itu sudah datang, merasa hatinya dicubit.
Gadis itu, bahkan jika kakinya cacat pun, wajahnya tetap cantik.
Elaine segera bangkit dari duduknya dan menyambut sang adik seperti saudara yang peduli. "Adik, akhirnya kamu sudah datang. Ayah dan ibu sudah lama menunggu. Jangan selalu seperti ini. Aku sangat khawatir saat kamu selalu berkeliaran di luar sana," katanya.
Suara Elaine tidak kecil, tapi juga tidaklah kasar. Dia memakai gaun berwarna lembut dengan rambut keriting gantung. Wajahnya juga dipenuhi riasan yang sedikit berwarna. Tapi cocok untuk usianya.
Dia menunjukkan senyum lembut pada Lafira. Tapi hatinya sungguh mencibir. Jika bukan untuk menunjukkan kesan yang baik di depan Domian, dia tidak akan bersikap selembut ini pada Lafira.
Gadis yang duduk di kursi roda tidak menanggapinya sama sekali. Terlalu malas untuk berakting dengan gadis itu.
Melihat bahwa Lafira tidak merespon, Nyonya Myon akhirnya berdiri dan menatap Lafira. "Lafira, kakak perempuanmu sangat khawatir padamu. Bagaimana bisa kamu bersikap seperti ini padanya."
"Jika kamu sudah selesai berakting di depanku, diamlah!" Lafira sama sekali tidak memiliki ekspresi yang lembut seperti Elaine.
"Kamu—" Elaine menggerakkan giginya dan ingin mengatakan sesuatu, tapi Nyonya Myon menahannya.
"Lafira ..." Tuan Lexan sedikit tidak senang dengan perkataan putri keduanya itu.
"Kamu yang memaksaku untuk datang. Jadi jangan biarkan anak dan istrimu bernyanyi di depanku," kata Lafira lagi seraya mencibir. "Haruskah aku pergi saja?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
GuGuGaGa_90
mantap lafira
2023-11-05
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
uuekkkkkh🤮
2023-08-22
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
masi muda sdh pintar bersandiwara😌
2023-08-22
0