LAFIRA SEDIKIT linglung saat menatap mata pria itu secara langsung. Entah kenapa aura pria itu begitu penuh pembunuhan, darah dan gelap. Seperti seseorang yang bekerja pada hal-hal yang cukup berdarah.
Walaupun dia ingin tahu kenapa Domian memilihnya, semua ini hanya bisa terjadi begitu saja. Dia tidak suka pernikahan ini. Kakinya yang lumpuh, ditambah dengan dirinya yang penuh keanehan, bukankah itu akan mengotori matanya?
Yang tidak diinginkan Lafira hanyalah satu, perselingkuhan. Dia tidak mau hal ini terulang lagi seperti ibunya. Tapi ini hanyalah pernikahan bisnis. Pernikahan yang tidak ada cinta di dalamnya. Domian mungkin memiliki alasan kenapa memilih untuk menjadi istri.
"Aku ..." Lafira tidak tahu harus berkata apa dan hanya menunduk.
Tuan Lexan membaca file itu dan mengembuskan napas. Dia tidak bisa membujuk pihak lain yang sudah menetapkan Lafira sebagai jaminan kerja sama. Namun Elaine yang melihat ayahnya sudah berniat menandatangani dokumen pun langsung marah.
Dia segera merebut dokumen itu dan merobeknya menjadi beberapa bagian. Dia marah pada semua orang. Kenapa harus Lafira? Kenapa harus anak haram itu yang melakukannya?
"Ini tidak mungkin! Pernikahan ini hanya milikku!" Elaine berteriak dan menjerit di tempat.
Tuan Lexan segera berwajah pucat setelah melihat tindakan putrinya yang di luar kendalinya. Ia segera bangkit dan berniat untuk mengangkat tangan, memberi tamparan.
"Elaine!! Cukup!" Tuan Lexan membentaknya.
Tapi sebelum tamparan itu mendarat, Elaine sudah berteriak kesakitan seraya menyentuh dahinya yang berdarah. Sebuah cangkir teh yang dipegang Domian dilemparkan dengan keras hingga air teh tumpah di wajahnya.
Cangkir teh yang terbuat dari keramik itu berhasil melukai dahinya.
Tuan Lexan tertegun. Begitu pula Nyonya Myon yang sedikit linglung di tempat. Pembicaraan yang menegangkan ini justru berakhir dengan kekacauan.
"Putriku!!"
Nyonya Myon segera menghampiri putrinya dan melihat darah di dahi Elaine, segera panik. Dia segera menatap Domian dengan pandangan tidak percaya.
"Tuan Morachel, saya tahu Elaine salah. Tapi ini ...."
"Saya bukan pria baik yang akan menghargai permata. Putri Anda sangat berani merusak dokumen kerja sama dan pernikahan bisnis ini. Perlukah saya membiarkan pihak rumah sakit jiwa datang dan membawanya untuk perawatan. Mungkin putri Anda sedikit gila." Domian menatap Nyonya Myon dengan tajam. Kelembutan di wajahnya sudah hilang.
Nyonya Myon segera berwajah pucat dan menggeleng kepalanya. "Tidak, Tuan Morachel. Ini salah putri saya yang tidak dididik dengan baik. Saya akan mengajarnya dengan baik di masa depan."
Ketika kata 'rumah sakit jiwa' itu memenuhi kepala Nyonya Myon. Tentu saja dia takut. Jika putrinya masuk rumah sakit jiwa, bagaimana dengan dirinya? Keluarga Dares akan ternoda dan orang-orang berpikir jika Elaine telah gila.
Tapi gadis berusia dua puluh tahun itu tidak terima. Walaupun dahinya kesakitan, ia masih tidak bisa menerima kenyataan ini.
"Tuan, kenapa memilih gadis cacat ini dibandingkan denganku? Lihatlah aku, lebih cantik dan lebih sempurna dibandingkan dia. Lafira hanyalah anak haram!! Dia hanya pembawa sial!" teriak Elaine mulai menggila.
"CUKUP!!" Suara Tuan Lexan menggelegar dan tanpa ragu menampar Elaine dengan keras. "Jangan rusak hari baikku! Siapa yang kamu sebut anak haram? Siapa yang anak haram di sini? Itu kamu!! Kamu yang anak haram!"
Tuan Lexan naik pitam hingga wajahnya memerah menahan amarah yang besar. Nyonya Myon gemetar saat mendengar ini dan tidak diduga jika pria itu akan mengatakan hal-hal ini di depan Elaine.
"Suamiku ..."
"Diam!! Bawa putrimu ke atas dan kunci dia di kamar! Jangan sampai dia keluar tanpa izinku! Atau kamu akan menceraikanmu juga!" Tuan Lexan tidak segan-segan mengancam Nyonya Myon dengan perceraian. Napasnya naik turun dengan cepat.
"Kamu! Ini juga putrimu!" Nyonya Myon sedikit marah.
"Kalau dia masih menjadi putriku di rumah, bawa dia ke kamar!" Tuan Lexan semakin marah.
"Ayah! Kamu menamparku demi dia? Dan siapa anak haram itu? Bukankah Lafira! Bukankah dia yang anak haram? Bagaimana bisa menjadi aku?!" Elaine yang baru saja pulih dari rasa terkejutnya segera menatap ayahnya sambil menggelengkan kepala.
Ini tidak mungkin. Dirinya bukan anak haram. Lafira-lah yang anak haram di sini. Elaine segera menatap Nyonya Myon dan menanyakan hal serupa. Tapi wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mengajak putrinya untuk pergi ke lantai atas.
"Tidak! Ini tidak benar! Aku bukan anak haram! Lafira yang anak haram. Gadis cacat itu pasti membawa kesialan pada keluarga kita. Pasti membawa kesialan padaku!! Ayah, Ibu ... Percayalah!"
Suara Elaine terus terdengar bahkan ketika berada di lantai dua. Hingga akhirnya, suara pintu kamar yang ditutup terdengar agak kasar.
Ada sedikit keheningan di ruang tamu. Apa yang baru saja terjadi sungguh di luar dugaan Tuan Lexan. Bahkan Lafira sendiri hanya mengeratkan pegangannya pada lengan kursi roda. Ekspresinya terdistorsi.
Tangannya sedikit gemetar, matanya memerah. Dia tahu hal ini akan terungkap begitu saja. Gadis itu tahu segalanya. Siapa yang anak haram sejak awal, tapi siapa yang harus menanggung beban sebagai anak haram.
Pria itu, Tuan Lexan, mengkhianati ibunya sejak lama. Memiliki anak di luar setelah menikah dengan ibunya. Karena Nyonya Myon menjanjikan banyak hal, ibunya kalah dari pertarungan rumah tangga dan harus dicap sebagai simpanan.
Inilah yang membuat ibunya merasa sakit hati dan kecewa pada Tuan Lexan. Dia sering melamun dan sakit, pada akhirnya jatuh ke tangan keduanya. Membunuh ibunya diam-diam.
Lafira sudah menyimpan semua kebencian ini sejak awal. Dan semuanya belum berakhir. Dia segera memutar kursi roda dan berniat untuk meninggalkan tempat itu. Namun Tuan Lexan menahannya.
Adapun Domian dan Sion, hanya menyaksikan dengan tenang. Hari ini, keduanya memiliki banyak kejutan yang menyenangkan. Tapi juga sungguh egois. Kebenaran siapa putri haram dan putri asli keluarga Dares, hari ini terungkap.
Tuan Lexan menatap Lafira yang membelakanginya. "Lafira ... Apakah kamu membenci Ayah?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
!m_mah
sangat
2024-07-13
0
!m_mah
faktanya emng kblik tuh
2024-07-13
0
Gagak Hitam
ide bagus 🤣🤣🤣🤣🤣
2024-03-16
0