KEESOKAN paginya, keluarga Dares begitu gugup. Terutama Tuan Lexan. Tidak tahu kapan pihak lain akan datang, tapi yang pasti saat ini, Lafira juga belum datang.
Dia sudah menelepon gadis itu. Tapi katanya akan datang ketika pihak lain sudah tiba. Jadi Tuan Lexan hanya bisa menghubunginya lagi ketika pihak lain datang nanti.
Walaupun kesal, pria itu tidak memaksa. Mungkin Lafira ada tak jauh dari kawasan tempat tinggal keluarga Dares. Jadi dia segera meminta orang untuk mencari. Sayangnya, orang-orang yang mencari itu tidak menemukan keberadaan Lafira.
"Di mana anak itu bersembunyi? Kenapa tidak ditemukan?" gumamnya kesal.
"Suamiku, apakah gadis itu sudah datang ke sini?" tanya Nyonya Myon seraya menuruni anak tangga. Dia memakai sepatu high heels dan pakaian yang cukup seksi, tapi masih tergolong sopan.
"Belum. Anak buahku tidak bisa menemukannya. Dia akan datang setelah pihak lain juga datang," jawab Tuan Lexan, sedikit kesal.
"Apakah itu bisa dipercaya?"
"Dia pasti akan datang," kata pria itu lagi sangat percaya diri. Dia tahu Lafira pasti akan datang. Mungkin, naluri seorang ayah?
Walaupun Nyonya Myon kesal dan ingin bicara lebih dulu dengan Lafira, ia tidak bisa memaksa suaminya untuk mencari gadis itu. Lagi pula, pihak lain akan tiba setidaknya mungkin siang hari. Jadi dia hanya bisa menjadi ibu yang baik di hadapan Lafira ketika orang-orang itu datang.
Elaine sendiri hanya bisa menatap orang tuanya dari lantai dua. Juga sedikit gugup. Dia sudah mendapatkan nasihat dari ibunya untuk pura-pura begitu sakit dan menyedihkan. Sehingga pihak lain tidak akan memilihnya untuk pernikahan bisnis ini.
Lagi pula, pihak lain pasti hanyalah pria seusia ayahnya. Atau mungkin lebih tua dari ayahnya. Sebagai bos perusahaan, tidak mungkin terlalu muda bukan?
Elaine hanya membayangkan jika dia menikah dengan pria tua yang jelek, sangat menjijikkan. Jadi biarkan anak haram itu yang menderita. Dia kembali ke kamar untuk menunggu ibunya memanggil.
Ketika hari semakin siang, keluarga Dares akhirnya semakin gugup. Sebuah mobil sport berwarna hitam parkir di halaman. Tuan Lexan sudah berkeringat dingin di punggungnya. Khawatir jika pihak lain datang dengan sedikit rasa tidak senang.
Oleh karena itu, Tuan Lexan segera menghubungi Lafira. Setelah memastikan jika gadis itu dalam perjalanan, dia akhirnya lega. Dia dan istrinya segera menyambut tamu di teras depan.
Ternyata, bukan hanya mobil sport hitam saja yang terparkir, tapi beberapa mobil lainnya. Tuan Lexan begitu gugup. Mungkin pemilik mobil sport itu adalah pengawal dari orang penting yang ada di salah satu mobil.
Tapi beberapa orang berjas rapi dan berkacamata hitam keluar dari mobil lain, langsung bersikap hormat. Mereka menunggu pemilik mobil sport hitam untuk keluar
Tuan Lexan dan Nyonya Myon mengerutkan kening. Tidak ada pria paruh baya atau pria dengan badan berperut besar di antara mereka. Semuanya terlihat begitu formal dan sedikit canggung.
Saat seorang wanita berpakaian seksi keluar dari mobil sport hitam itu, tuan dan nyonya keluarga Dares menghela napas lega. Tampaknya benar-benar pengawal. Tapi ... setelah wanita berpakaian seksi keluar, pintu mobil yang satunya lagi juga terbuka.
Terlihat seorang pria muda berjas hitam dan tampak rapi keluar. Pria itu memiliki iris mata biru laut, rambut disisir rapi ke belakang serta memakai setelan jas yang mahal. Pria itu tidak terlihat seperti seorang pengawal. Apakah itu ketika orang-orang bermacam hitam di belakangnya segera memberi hormat.
Wanita berpakaian seksi itu segera menyapa tuan dan nyonya keluarga Dares, memberikan senyum semenawan mungkin.
"Halo, Tuan dan Nyonya Dares. Saya Sion, sekretaris Tuan Morachel. Saya harap, kedatangan kami tidak membuat kalian menunggu," kata Sion, wnaita berpakaian seksi itu sedikit bernada menggoda.
Tuan Lexan dan Nyonya Myon berpandangan sebentar dan ingin menebak identitas pria yang keluar dari mobil sport bersama Sion.
"Ini ... Tentang Tuan Morachel ..."
"Kebetulan sekali," kata Sion segera menukas ucapan Tuan Lexan. "Perkenalkan, ini adalah Tuan Domian Morachel, tuanku."
"...." Nyonya Myon dan Tuan Lexan memperhatikan pria tampan berhidung mancung itu. Ternyata ini adalah bos di belakang layar.
Bos yang selama ini memiliki banyak perusahaan dan anak perusahaan di luar sana. Bahkan mengalami banyak kesuksesan di bidang bisnis. Tidak menyangka akan menjadi semuda ini.
Pria berhidung mancung dan beriris biru itu tersenyum datar pada keduanya. "Saya sangat jarang menemui orang secara langsung. Senang bertemu dengan Tuan Lexan dan Nyonya Myon."
"Se-senang bertemu dengan Anda, Tuan Morachel. Mari, mari masuk ..." Nyonya Myon sempat berdiri bodoh dasar membayangkan jika pria setampan ini bisa menjadi suami dari putrinya, Elaine.
Tapi bagaimana dengan pembicaraan sebelumnya? Alih-alih Elaine, Nyonya Myon justru melemparkan pria setampan dan sekaya ini pada si cacat Lafira. Jiak dia tahu bahwa pria ini begitu muda dan tampan, mungkin akan mendorong suaminya untuk membiarkan Elaine maju.
Sekarang semuanya terlambat. Tapi belum tentu tidak ada kesempatan. Dibandingkan tidak bisa berjalan dan memilki keturunan di masa depan, bukankah lebih baik jika masih memiliki tubuh lemah.
Elaine mungkin lemah sejak lahir, tapi dia juga kecantikan yang alami. Dia harus membiarkan Domian memilih Elaine dan membuang Lafira ke samping. Nyonya Myon menggunakan kontak mata dengan suaminya, tapi tidak direspon.
Ia pun kesal. Tapi saat ini tidak bisa menunjuk wajah masam di depan para tamu.
Di saat mereka berkumpul di ruang tamu, Domian memperhatikan sedikit ruang tersebut. Duduk sambil menyilangkan kami, dia meminta rokok pada Sion.
"Kalau begitu, di mana anak kedua Anda? Siapa namanya? Lafira Dares?" tanya Domian dengan senyum penuh arti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
amanda
heii kuntil babi gak cocok kau jadi seorang ayah bangsat😠😡
2023-08-28
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
syokk gk😏😏, selamat menyesal
2023-08-22
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
Lu emang dari awal gk kepilih🤪
2023-08-22
1