Damar Putra Mahatma

Malam menghadirkan pesona rembulan, gadis cantik merasakan rindu mendalam. Di ujung negeri orang, pemuda tampan menatap mentari yang akan bersinar.

^^^New York City, 7 a.m.^^^

^^^Brooklyn Bridge Park^^^

Sosok tampan dan manis senyumnya, memakai kaos putih, serta kacamata hitamnya. Dia sedang berolah raga di pagi hari. Lari pagi akan membuat dia semakin bugar dan sehat. Itu menurut dia sendiri, karena dia memang selalu disiplin waktu dan menjaga stamina dirinya.

Air pods yang terpasang di telinga kiri, sambil berlari tapi senyuman manis itu, selalu tersirat di wajah tampannya.

"Hallo, Assalamu'alaikum Mas Damar."

Suara gadis ini begitu manis dan sangat membuat berdebar.

"Waalaikumsalam sayangku." Balasnya, dan senyumannya sangat manis.

"Lagi apa?"

"Baru jogging." Damar masih saja tersenyum manis.

"Awas, jangan senyum di depan gadis lain." Suara Abyaz yang begitu manja.

"Terus aku harus gimana? Pacarku telfon, masak harus eskpresi sedih." Suara Damar yang begitu menggoda.

"Mas Damar gitu. Jangan bikin aku gelisah."

"Kenapa gelisah?"

"Aku bisa cemburu." Abyaz yang di atas tempat tidur sambil memeluk guling dan sorot matanya berbinar-binar. Padahal dia sendiri juga senyum-senyum.

"Kamu pasti juga lagi senyum."

"Emmh."

"Kamu sudah sholat?" Damar bertanya. Karena waktu di Jakarta pasti sudah waktunya isya'.

"Udah Mas."

"Mas Damar, maafin aku."

Damar menghentikan langkah kakinya dan melepas kacamatanya.

Memandang jauh ke sebuah gedung pencakar langit. Lagi-lagi masih ada senyuman manisnya.

Abyaz berkata "Tadi Viral gitu. Aku nggak bermaksud__"

Abyaz belum selesai bicara, lalu Damar berkata "Tidak perlu dijelaskan. Aku sangat mengenal Viral."

"Ya, aku cemas. Nanti jadi salah paham."

Damar tersenyum, "Emms, kalau aku cemburu, terus kamu mau gimana?"

"Tuh kan! Mas Damar jangan bikin aku takut." Ucap Abyaz lalu menggigit kukunya. Wajahnya berubah muram.

"Aku tidak cemburu. Aku tahu kalian berdua sahabat dari kecil."

"Siapa bilang sahabat, yang ada malahan kita seperti musuh." Ulasnya, dan masih takut akan perasaan Damar yang bisa salah paham.

Damar kembali berlari dan mendengar suara Abyaz, yang bercerita soal Viral. Kalau tadi, Viral begini begitu.

"Hemms, nanti aku nasehati Viral. Kamu dipanggil Nenek?? Emm.. Boleh juga."

"Uuh, Mas Damar malah belain dia."

"Viral itu dari kecil emang sudah panggil aku Eyang. Jadi, nanti kamu juga akan dipanggil Eyang putri." Damar tertawa, dan Abyaz kesal saat Damar menggoda dia.

"Masih mending Tante atau Mammi. Lah, ini Nenek. Aku nikah aja belum."

Damar tersenyum, rasanya gemas. Untung saja mereka LDR, kalau tidak entah apa yang dilakukan Damar.

"Ems,... Sepertinya nanti aku pulang, kita harus nikah." Ucap Damar semakin menggoda.

Abyaz semakin tidak karuan, perasaan gegana malah menjadi semakin parah. Karena candu asmara itu, semakin membuat Abyaz hanyut dalam perasaannya.

"Mas Damar kenapa malah menggoda aku. Udah, jangan bikin aku malu."

"Kalau tahu akan begini. Kemarin aku langsung nikahin kamu aja. Aku bisa ajak kamu kesini."

Abyaz meremas gulingnya dan senyum madu itu tampak lumer. Perasaan Abyaz sudah melayang.

Gombalan memang dibutuhkan, apalagi untuk memadu kasih saat LDR. Tapi sepertinya, Damar bukan hanya menggombal.

"Udah, jangan godain aku."

"Kalau aku serius."

"Mas Damar!!" Suara Abyaz terdengar menekan Damar.

"Iya iya, ya udah kamu belajar yang rajin. Semangat kuliahnya, tahun depan aku pulang. Kamu harus bersiap."

"Siap apa??" Abyaz jadi terduduk dan masih memeluk gulingnya.

"Siap untuk ke KUA."

Damar gemas, kenal Abyaz sudah lama. Tapi kenapa saat pulang kemarin, ada rasa yang berbeda. Kalau dulu hanya sebatas mengenal saja, tidak ada rasa apapun, mungkin karena Abyaz masih kecil. Sekarang sudah beranjak lebih dewasa. Damar langsung mengatakan aku cinta kamu.

"Mas Damar." Abyaz sudah pasrah dengan ucapan Damar.

"Abyaz... Terima kasih."

"Kenapa terima kasih?"

"Terima kasih sudah nemerima perasaan aku."

"Aku juga, aku memang suka sama Mas Damar." Ucapnya dengan malu-malu.

"Aku tahu, dari cara kamu melihat ke arahku, sudah berbeda."

"Emmh... Malu."

Damar lalu berhenti berlari, bersandar di pagar besi dan mulai menatap mentari, yang mulai memancarkan cahaya pagi.

"Aku tadinya tidak tahu apa itu cinta, ternyata rasanya begini."

"Emms, memang dulu gimana?"

Damar mulai menatap jauh ke atas dan merentangkan kedua tangannya, untuk merasakan cinta dari semua yang ada saat ini. TuhanNya, alam, kota yang dia tempati, keluarga dan juga cinta dari Abyaz.

"Aku dulu tidak memiliki siapapun. Dari saat itu, aku mulai memiliki sebuah keluarga dan bisa merasakan kasih sayang dengan cinta."

"Ternyata saat ini, aku juga bisa memberikan sebuah cinta."

"Apa kamu senang??"

Abyaz yang mendengarkan itu, jadi salah tingkah dibuatnya "Untung saja, Mas Damar nggak lihat aku."

"Emms, aku senang."

"Kenapa kamu curi pandang? Saat pengajian rumah baruku."

"Emm, entahlah... Aku suka dengar suara Mas Damar saat melantunkan ayat suci Al-Qur'an, karena aku tidak sepandai itu. Terus waktu kita jalan sama Viral di tempat karaoke, suara itu buat aku suka. Pagi itu, Mas Damar lari pagi. Aku suka, pokoknya aku suka."

"Kamu tahu, aku hanya putra angkat Mahatma."

"Ems, Tante Limar sudah cerita itu. Tapi aku masih bingung, kenapa Viral selalu panggilnya Eyang?"

"Iya, karena aku memang Eyangnya. Eyang Damar." Ucapannya dengan tersenyum.

"Dulu apa Mas Damar tinggal di panti asuhan? Seperti Binar?"

"Tidak."

"Apa kamu mau mendengar tentang aku?"

"Iya, aku juga harus tahu tentang masa kecil pacarku."

Damar semakin tersenyum, rasanya bahagia. Ini yang dimanakan pacaran, yang bisa diajak mengobrol dan berbagi rasa yang ada. Damar, baru kali bisa menceritakan tentang dirinya. Karena biasanya, dia sosok yang tertutup. Bukan malu dengan masa lalu, atau enggan meneceritakan tentang siapa dirinya yang dulu, dan dia hanya seorang putra angkat. Damar hanya ingin, orang mengetahui dirinya sebagai putra ketiga Suryo Mahatma.

"Mas Damar." Lirih Abyaz yang sudah menangis.

"Kamu sekarang tahu masa kecilku."

"Apa kamu masih mau pacaran sama aku?"

"Aku akan selalu suka, aku cinta sama Mas Damar, apapun tentang Mas Damar yang dulu atau sekarang. Aku tetap cinta Mas Damar."

Setelah obrolan panjang dengan segala perasaan yang ada. Abyas akhirnya menutup panggilannya. Damar juga kembali ke apartemennya.

Sesampainya di apartemen Damar yang baru masuk, melihat di ruang tamu ada sosok manis yang sudah berbaring, dan mantelnya masih membungkus rapat dirinya. Sepatu boots warna coklat yang masih terpasang di kakinya. Tas ransel warna hijau army juga tergeletak di lantai.

"Dia kenapa tidak berubah?!"

"Tapi dia juga cucuku."

Damar yang memandanginya, lalu melepaskan sepatu dan juga mantelnya.

Beberapa hari ditinggal pulang ke Jakarta. Dia juga pergi ke Texas bersama teman-temannya.

"Aku harus bilang sama Mommy dan Daddy kamu Binar."

"Eyang, haus."

"Bangunlah, mandi dulu. Baru tidur."

"Aku malas."

"Kamu begitu manis, tapi sayangnya aku sudah bosan mengurus kamu."

"Eyang berani meninggalkan aku tanpa pamit, aku juga bisa pergi."

Damar berdecak pinggang dan menatap Binar dengan manis, lalu berkata "Pergilah, aku benar-benar bosan."

"Apa gara-gara sekarang punya pacar, lalu Eyang mengusir aku?!!"

Dia mulai duduk dan rasanya masih lelah, tapi dia harus mempertahankan dirinya di tempat dimana Eyangnya tinggal saat ini.

Hanya apartemen ini yang bisa membantu dia, karena Daddynya sudah memblokir semua kartu kredit dan ATMnya.

"Aku sudah tahu, Binar pergilah."

"Aku mohon, Eyang jangan usir aku."

"Apapun yang Eyang perintahkan, aku menurut."

"Aku janji."

Damar menggeleng, "Kamu semakin hari semakin bawel. Mandilah, terus siapkan sarapan untukku."

"Oke, aku akan cepat buat nasi goreng kesukaan Eyang."

"Kelamaan, aku sudah lapar."

Binar tampak berlari dan kalang kabut, dengan cepat memakai celemek.

"Mandilah dulu, aku tidak akan makan kalau masih melihat wajahmu yang tidak sesuai namamu."

"Asssiiiapp" Balasnya dan bergegas untuk segera mandi.

Di tempat lain, ada Limar dan Aldo yang memperhatikan putra tampannya yang tidur pulas.

"Dia sangat nyenyak, tapi kenapa selalu memanggil Damar." Limar menoleh ke sang suami.

Aldo memandangi putra dan berkata "Pasti ini masalah hati."

"Apa maksudmu??"

"Antara dia tidak suka dengan Abyaz, atau malah dia suka sama Abyaz."

Limar tersenyum dan berkata "Mereka masih muda. Biarkan dengan diri mereka. Kita tidak perlu ikut campur."

"Kamu benar."

Kedua orang tuanya merasa heran, tadi setelah makan Viral langsung ke kamar dan tertidur pulas.

"Aldo, ternyata semua yang dekat dengan Eyang Dewi sangat menurut sama Eyang."

"Kamu benar. Termasuk aku."

"Iya, semenjak dulu kamu yang merawat Eyang, Viral dan Damar. Kalian bertiga sangat patuh. Sama seperti Lingga dan Langit, tapi yang paling dekat sama Eyang Dewi, hanya Langit."

"Iya, bahkan Ayah kamu juga menurut."

Limar tampak berkaca-kaca dan mengingat semua keluarga yang telah pergi. Ayah, Bunda lalu Eyang Dewi.

Dulu Yuda juga sangat menurut, padahal dalam hatinya sudah memiliki cinta. Tapi karena menuruti pilihan orang tua. Akhirnya menjadi kisah yang menyedihkan. Bahkan sampai ada pertumpahan darah.

"Damar."

"Eyang Dewi begitu menyayangi dia. Sampai Eyang berpesan sama kita, agar selalu menjaga Damar, tapi dia sudah dewasa."

"Iya, dulu aku mengasuh dua putra. Tapi Damar sangat perhatian sama Viral, aku pernah pergi meninggalkan mereka berdua saja, hanya ada pembantu. Eyang saat itu pingsan, akhirnya aku buru-buru pergi ke rumah sakit. Setelah aku pulang. Damar sudah menyuapi Viral dan rasanya gemas. Padahal Damar masih kecil."

"He'em, makanya kadang Viral masih minta disuapin Eyangnya."

"Dia seperti anaknya saja."

Aldo memeluk Limar dari belakang, lalu berkata "Tapi aku cemas."

"Apa kamu cemaskan?"

"Aku takut, kalau Viral ternyata juga cinta sama Abyaz."

Limar terdiam, dan merasakan hal tidak nyaman dalam dirinya. Lalu berkata "Semoga saja, Viral tidak seperti itu."

Terpopuler

Comments

Novi Rohmah

Novi Rohmah

oh jadi damar anak angkat kalo bukan dari panti jd drmn....hmmmm

2021-04-24

0

Mita Karolina

Mita Karolina

Thor Dr awal ngikutin Dr season 1 smpi skrng ceritamu itu penuh teka teki setiap part, pengucapan jati dirinya setiap peran tersirat dan bikin penasaran hahahha trus binar iku sopo thor?

2021-02-01

0

My_ChA

My_ChA

semoga aj gk ada cinta segi2 an diantara mereka 😅😅😅
aduh viral pas tidur aj gemesin gtu 😍😍😍

2021-01-25

0

lihat semua
Episodes
1 Perpisahan Manis Dengan Cinta
2 AWAL CERITA & VISUAL
3 Masih Bersama Prasetya Wardana
4 Panggil Aku Mas Viral!
5 Ada Apa Dengan Viral & Damar?
6 Viral Merasa Genana Karena Eyang
7 Damar Putra Mahatma
8 Suasana Malam Membawa Perasaan
9 Papa Pras Merestui Putrinya
10 Anak Tampan Sudah Pulang
11 Keresahan Dalam Pikiran Abyaz
12 Papa Tampan Sangat Menawan
13 Satu Tahun Telah Berlalu
14 Meninggalkan Vellencia Garden Lux
15 Cinta Abyaz Bukan Lagi Derita
16 Memory Cinta Untuk Yang Terakhir
17 Lembaran Baru Kisah Abyaz
18 Sosok Pria Keturunan Korea
19 Obrolan Abyaz Bersama Pria Itu
20 Perasaan Abyaz Masih Dilema
21 Abyaz Menerima Lamaran Damar
22 Pernikahan Abyaz Dan Damar
23 Tinggal Bersama Teman Hidup
24 Mengajak Abyaz Ke Tempat Kerja
25 Ruang Kantor Yang Bikin Panas Dalam
26 Teman Hidup Jauh Lebih Berarti
27 Si Gadis Kecil Yang Cengeng
28 Adegan Drama Pagi Sudah Dimulai
29 Masih Pagi Sudah Tidur Berdua
30 Makan Siang Bersama Keluarga
31 Pesta Yang Sangat Menakjubkan
32 Damar Yang Sudah Mulai Emosi
33 Teman Hidup Yang Cemburuan
34 Pertemuan Dengan Para Kerabat
35 Abyaz Bukan Gadis Garang
36 Abyaz Pergi Meninggalkan Damar
37 Senja Sore Yang Membawa Cinta
38 Ini Bukan Cerita Billionaire
39 Mengikuti Aturan Main Stella
40 Cinta Bersemi Di Masa Karantina
41 Misi Pertama Gagal Lanjut Misi Kedua
42 Ada Yang Lebih Kejam Dari Abyaz
43 Ada Kesedihan Dan Ada Kebahagiaan
44 Hanya Namanya Yang Sama
45 Oopsss! Ternyata Hanya Prank
46 Tidak Sesuai Harapan Stella
47 Urip Iku Urup
48 Kembalinya Sang Cucu Kesayangan
49 Suasana Kantor Yang Tidak Menyenangkan
50 Sungguh Menantu Yang Bikin Oleng
51 Damar Bukan Bonekanya Mama
52 Rasa Persaudaraan Yang Tidak Terlihat
53 Penangkapan Para Orang Hebat
54 Ternyata Saling Merasakan Rindu
55 Suami Pulang Tapi Bikin Jantungan
56 Damar Menginginkan Dukungan Abyaz
57 Demi Perasaan Sayang DamDam
58 Tidak Ada Acara Bulan Madu
59 Sepertinya Akan Ada Yang Unboxing
60 Unboxing Versi Damar Setya Ardana
61 Romantika Setelah Malam Pertama
62 Cemburu Yang Membawa Cinta
63 Damar Memikirkan Tentang Anak
64 Abyaz Sudah Menjadi Mama
65 Pengumuman
66 Mama Abyaz Harus Sabar
67 Belum Saatnya
68 Guru Tampan
69 Murid Pindahan
70 Lapangan Hijau
71 Genk Kupu-kupu
72 Menikah Atau Cinta
73 Sudah Bertemu
74 Mengenal Gaby
75 Kamu Pacaran?
76 Pergi Arisan
77 Gadis Nakal
78 Ulah Motor Gagah
79 Calon Istri
80 Masalah Keluarga
81 Mati Lampu
82 Hah! Menikah?
83 Gaby Sendirian
84 Pilihan Alvaro
85 Sebuah Perpisahan
86 Jalan Berdua
87 Standing Party
88 Ciuman Pertama
89 Bertanggung Jawab
90 Murid Kece
91 Pergi Ke Supermarket
92 Semakin Usil
93 Akad Nikah
94 Malam Pertama
95 Setelah Kehujanan
96 Kakak Tertua
97 Telah Terbongkar
98 Tahta Dan Keluarga
99 Gaby Sakit
100 Mencalonkan Diri
101 Tentang Perasaan
102 Cincin Nikah
103 Suami VS Keluarga
104 Satu Selimut
105 Bersama Ipar
106 Adik Ipar
107 Si Bos Binar
108 Aku, suamimu!
109 Aku Cinta Kamu
110 Tertunduk Lemas
111 Kamar Hotel
112 Saudara Perempuan
113 Terpecah Belah
114 Seminggu Kemudian
115 Pemanasan Dimulai
116 Sebentar Saja
117 Jam Istirahat
118 Asmara Menerjang
119 Kehamilan Gaby
120 Kabar Gembira
121 Keinginan Bunda Hamil
122 Ujian Akhir Sekolah
123 Belajar Memahami Istri
124 Berani Mesra Di Sekolah
125 Terpaksa Berbohong Lagi
126 Karena Sikap Dan Tutur Kata
127 Gaby Sudah Lulus
128 Momong Bayi
129 Bukan Lagi Cerita Remaja
130 Kejujuran Membawa Rasa
131 Menitipkan Bayi Tampan
132 Om Bujang Dan Tante Rempong
133 Mulai Kuliah Di Kampus
134 Rebutan Arjuna
135 Orang Pertama Di Hati Abyaz
136 Pelampiasan Di Ring Tinju
137 Menang Kalah Tidak Menyerah
138 Masuk Zona Dewasa
139 Di Resepsi Pernikahan
140 Mengambil Resep Dokter
141 Perang Melawan Perasaan
142 Kamar Hotel Pribadi
143 Nona Mahatma Telah Kembali
144 Makan Malam Bersama Staff
145 Ini Bukan Kisah Terakhir
146 Bab. 1. Arjuna Kembali
147 Bab. 2. Arjuna Bad Mood
148 Bab. 3. Arjuna Menemukan Cinta
149 Bab. 4. Cinta Bukan Lagi Cinta
150 Bab. 5. Arjuna Menyusul Cinta
151 Bab. 6. Arjuna Melihat Cinta
152 Bab. 7. Arjuna Bersama Cinta
153 Bab. 8. Akad Nikah Atas Nama Cinta
154 Bab. 9. Arjuna Mengajaknya Pergi
155 Bab. 10. Tinggal Bersama Arjuna
156 Bab. 11. Arjuna Meminta Kesempatan
157 Bab. 12. Cinta Pertama Arjuna
158 Bab. 13. Menerima Gaji Pertama
159 Bab. 14. Berani Di Depan Mama
160 Bab. 15. Semua Karena Cinta
161 Bab. 16. Beby Pergi Dan Test DNA
162 Bab. 17. Sudah Berjanji Untuk Kembali
163 Bab. 18. Telah Kembali Bersama
164 Bab. 19. Putus Nyambung
165 Bab. 20. Kembali Bersama Papa
166 Bab. 21. Ulang Tahun Gadis Tertukar
167 Bab. 22. Ulah Sang Sekretaris
168 Bab. 23. Ketahuan Sang Mama
169 Bab. 24. Mama Abyaz Merasa Bersalah
170 Bab. 25. Takut Menikah Muda
171 Bab. 26. Arjuna Nggak Bisa Sabar
172 Bab. 27. Hasil Test DNA
173 Bab. 28. Sudah Tampak Akur
174 Bab. 29. Arjuna Sudah Dikurung
175 Bab. 30. Melihat Akting Arjuna
176 Bab. 31. Sahabat Onar Telah Kembali
177 Bab. 32. Sudah Menjadi Suami Istri
178 Bab. 33. Teman Kerja Mengintrogasi
179 Bab. 34. Dilarikan Ke Rumah Sakit
180 Bab. 35. Kecemasan Keluarga Beby
181 Bab. 36. Pasien Sudah Dibawa Pergi
182 Bab. 37. Merusak Pintu Kamar
183 Bab. 38. Anak-anak Mama Abyaz
184 Bab. 39. Ada Masalah Penting
185 Bab. 40. Adegan Manis Sang Arjuna
186 Bab. 41. Nenek Kandung Akan Kembali
187 Bab. 42. Keributan Di Butik Gloria
188 Bab. 43. Beby Bersama Ibu Mertua
189 Bab. 44. Ditangan Nyonya 100 M
190 Bab. 45. Beby Percaya Sama Arjuna
191 Bab. 46. Malah Jadi Ribut Sendiri
192 Bab. 47. Pihak Nyonya 100 M
193 Bab. 48. Masa lalu Dan Masa Kini
194 Bab. 49. Menuju Gairah Cinta
195 Bab. 50. Malam Pertama Sang Arjuna
196 Bab. 51. Sahabat Putih Abu-abu
197 Bab. 52. Air Mata Sang Bunda
198 Bab. 53. Dua Tahun Kemudian
199 Bab. 54. Bukan Liburan Tapi Pelarian
200 Bab. 55. Tanam Benih Berhasil
201 Bab. 56. Demi Cucu Sang Bunda
202 Bab. 57. Arjuna Sudah Kembali Pulang
203 Bab. 58. Masih Flashback Di Sebinar
204 Bab. 59. Asmara Kembali Menerjang
205 Bab. 60. Hubungan Baik Mulai Terjalin
206 Bab. 61. Muncul Semangat Baru
207 Bab. 62. Dating Show Di Depan Mata
208 Bab. 63. Arjuna Yang Tidak Berubah
209 Bab. 64. Modal Dana Untuk Usaha
210 Bab. 65. Ternyata Ada Kemiripan
211 Bab. 66. Berita Lama Muncul Kembali
212 Bab. 67. Couple Cute Melarikan Diri
213 Bab. 68. Anak dan Ibu Sama Saja
214 Bab. 69. Kepergian Binar Untuk Selamanya
215 Bab. 70. Tutup Cerita Dari Nada
216 PENGUMUMAN TULISAN BARU
Episodes

Updated 216 Episodes

1
Perpisahan Manis Dengan Cinta
2
AWAL CERITA & VISUAL
3
Masih Bersama Prasetya Wardana
4
Panggil Aku Mas Viral!
5
Ada Apa Dengan Viral & Damar?
6
Viral Merasa Genana Karena Eyang
7
Damar Putra Mahatma
8
Suasana Malam Membawa Perasaan
9
Papa Pras Merestui Putrinya
10
Anak Tampan Sudah Pulang
11
Keresahan Dalam Pikiran Abyaz
12
Papa Tampan Sangat Menawan
13
Satu Tahun Telah Berlalu
14
Meninggalkan Vellencia Garden Lux
15
Cinta Abyaz Bukan Lagi Derita
16
Memory Cinta Untuk Yang Terakhir
17
Lembaran Baru Kisah Abyaz
18
Sosok Pria Keturunan Korea
19
Obrolan Abyaz Bersama Pria Itu
20
Perasaan Abyaz Masih Dilema
21
Abyaz Menerima Lamaran Damar
22
Pernikahan Abyaz Dan Damar
23
Tinggal Bersama Teman Hidup
24
Mengajak Abyaz Ke Tempat Kerja
25
Ruang Kantor Yang Bikin Panas Dalam
26
Teman Hidup Jauh Lebih Berarti
27
Si Gadis Kecil Yang Cengeng
28
Adegan Drama Pagi Sudah Dimulai
29
Masih Pagi Sudah Tidur Berdua
30
Makan Siang Bersama Keluarga
31
Pesta Yang Sangat Menakjubkan
32
Damar Yang Sudah Mulai Emosi
33
Teman Hidup Yang Cemburuan
34
Pertemuan Dengan Para Kerabat
35
Abyaz Bukan Gadis Garang
36
Abyaz Pergi Meninggalkan Damar
37
Senja Sore Yang Membawa Cinta
38
Ini Bukan Cerita Billionaire
39
Mengikuti Aturan Main Stella
40
Cinta Bersemi Di Masa Karantina
41
Misi Pertama Gagal Lanjut Misi Kedua
42
Ada Yang Lebih Kejam Dari Abyaz
43
Ada Kesedihan Dan Ada Kebahagiaan
44
Hanya Namanya Yang Sama
45
Oopsss! Ternyata Hanya Prank
46
Tidak Sesuai Harapan Stella
47
Urip Iku Urup
48
Kembalinya Sang Cucu Kesayangan
49
Suasana Kantor Yang Tidak Menyenangkan
50
Sungguh Menantu Yang Bikin Oleng
51
Damar Bukan Bonekanya Mama
52
Rasa Persaudaraan Yang Tidak Terlihat
53
Penangkapan Para Orang Hebat
54
Ternyata Saling Merasakan Rindu
55
Suami Pulang Tapi Bikin Jantungan
56
Damar Menginginkan Dukungan Abyaz
57
Demi Perasaan Sayang DamDam
58
Tidak Ada Acara Bulan Madu
59
Sepertinya Akan Ada Yang Unboxing
60
Unboxing Versi Damar Setya Ardana
61
Romantika Setelah Malam Pertama
62
Cemburu Yang Membawa Cinta
63
Damar Memikirkan Tentang Anak
64
Abyaz Sudah Menjadi Mama
65
Pengumuman
66
Mama Abyaz Harus Sabar
67
Belum Saatnya
68
Guru Tampan
69
Murid Pindahan
70
Lapangan Hijau
71
Genk Kupu-kupu
72
Menikah Atau Cinta
73
Sudah Bertemu
74
Mengenal Gaby
75
Kamu Pacaran?
76
Pergi Arisan
77
Gadis Nakal
78
Ulah Motor Gagah
79
Calon Istri
80
Masalah Keluarga
81
Mati Lampu
82
Hah! Menikah?
83
Gaby Sendirian
84
Pilihan Alvaro
85
Sebuah Perpisahan
86
Jalan Berdua
87
Standing Party
88
Ciuman Pertama
89
Bertanggung Jawab
90
Murid Kece
91
Pergi Ke Supermarket
92
Semakin Usil
93
Akad Nikah
94
Malam Pertama
95
Setelah Kehujanan
96
Kakak Tertua
97
Telah Terbongkar
98
Tahta Dan Keluarga
99
Gaby Sakit
100
Mencalonkan Diri
101
Tentang Perasaan
102
Cincin Nikah
103
Suami VS Keluarga
104
Satu Selimut
105
Bersama Ipar
106
Adik Ipar
107
Si Bos Binar
108
Aku, suamimu!
109
Aku Cinta Kamu
110
Tertunduk Lemas
111
Kamar Hotel
112
Saudara Perempuan
113
Terpecah Belah
114
Seminggu Kemudian
115
Pemanasan Dimulai
116
Sebentar Saja
117
Jam Istirahat
118
Asmara Menerjang
119
Kehamilan Gaby
120
Kabar Gembira
121
Keinginan Bunda Hamil
122
Ujian Akhir Sekolah
123
Belajar Memahami Istri
124
Berani Mesra Di Sekolah
125
Terpaksa Berbohong Lagi
126
Karena Sikap Dan Tutur Kata
127
Gaby Sudah Lulus
128
Momong Bayi
129
Bukan Lagi Cerita Remaja
130
Kejujuran Membawa Rasa
131
Menitipkan Bayi Tampan
132
Om Bujang Dan Tante Rempong
133
Mulai Kuliah Di Kampus
134
Rebutan Arjuna
135
Orang Pertama Di Hati Abyaz
136
Pelampiasan Di Ring Tinju
137
Menang Kalah Tidak Menyerah
138
Masuk Zona Dewasa
139
Di Resepsi Pernikahan
140
Mengambil Resep Dokter
141
Perang Melawan Perasaan
142
Kamar Hotel Pribadi
143
Nona Mahatma Telah Kembali
144
Makan Malam Bersama Staff
145
Ini Bukan Kisah Terakhir
146
Bab. 1. Arjuna Kembali
147
Bab. 2. Arjuna Bad Mood
148
Bab. 3. Arjuna Menemukan Cinta
149
Bab. 4. Cinta Bukan Lagi Cinta
150
Bab. 5. Arjuna Menyusul Cinta
151
Bab. 6. Arjuna Melihat Cinta
152
Bab. 7. Arjuna Bersama Cinta
153
Bab. 8. Akad Nikah Atas Nama Cinta
154
Bab. 9. Arjuna Mengajaknya Pergi
155
Bab. 10. Tinggal Bersama Arjuna
156
Bab. 11. Arjuna Meminta Kesempatan
157
Bab. 12. Cinta Pertama Arjuna
158
Bab. 13. Menerima Gaji Pertama
159
Bab. 14. Berani Di Depan Mama
160
Bab. 15. Semua Karena Cinta
161
Bab. 16. Beby Pergi Dan Test DNA
162
Bab. 17. Sudah Berjanji Untuk Kembali
163
Bab. 18. Telah Kembali Bersama
164
Bab. 19. Putus Nyambung
165
Bab. 20. Kembali Bersama Papa
166
Bab. 21. Ulang Tahun Gadis Tertukar
167
Bab. 22. Ulah Sang Sekretaris
168
Bab. 23. Ketahuan Sang Mama
169
Bab. 24. Mama Abyaz Merasa Bersalah
170
Bab. 25. Takut Menikah Muda
171
Bab. 26. Arjuna Nggak Bisa Sabar
172
Bab. 27. Hasil Test DNA
173
Bab. 28. Sudah Tampak Akur
174
Bab. 29. Arjuna Sudah Dikurung
175
Bab. 30. Melihat Akting Arjuna
176
Bab. 31. Sahabat Onar Telah Kembali
177
Bab. 32. Sudah Menjadi Suami Istri
178
Bab. 33. Teman Kerja Mengintrogasi
179
Bab. 34. Dilarikan Ke Rumah Sakit
180
Bab. 35. Kecemasan Keluarga Beby
181
Bab. 36. Pasien Sudah Dibawa Pergi
182
Bab. 37. Merusak Pintu Kamar
183
Bab. 38. Anak-anak Mama Abyaz
184
Bab. 39. Ada Masalah Penting
185
Bab. 40. Adegan Manis Sang Arjuna
186
Bab. 41. Nenek Kandung Akan Kembali
187
Bab. 42. Keributan Di Butik Gloria
188
Bab. 43. Beby Bersama Ibu Mertua
189
Bab. 44. Ditangan Nyonya 100 M
190
Bab. 45. Beby Percaya Sama Arjuna
191
Bab. 46. Malah Jadi Ribut Sendiri
192
Bab. 47. Pihak Nyonya 100 M
193
Bab. 48. Masa lalu Dan Masa Kini
194
Bab. 49. Menuju Gairah Cinta
195
Bab. 50. Malam Pertama Sang Arjuna
196
Bab. 51. Sahabat Putih Abu-abu
197
Bab. 52. Air Mata Sang Bunda
198
Bab. 53. Dua Tahun Kemudian
199
Bab. 54. Bukan Liburan Tapi Pelarian
200
Bab. 55. Tanam Benih Berhasil
201
Bab. 56. Demi Cucu Sang Bunda
202
Bab. 57. Arjuna Sudah Kembali Pulang
203
Bab. 58. Masih Flashback Di Sebinar
204
Bab. 59. Asmara Kembali Menerjang
205
Bab. 60. Hubungan Baik Mulai Terjalin
206
Bab. 61. Muncul Semangat Baru
207
Bab. 62. Dating Show Di Depan Mata
208
Bab. 63. Arjuna Yang Tidak Berubah
209
Bab. 64. Modal Dana Untuk Usaha
210
Bab. 65. Ternyata Ada Kemiripan
211
Bab. 66. Berita Lama Muncul Kembali
212
Bab. 67. Couple Cute Melarikan Diri
213
Bab. 68. Anak dan Ibu Sama Saja
214
Bab. 69. Kepergian Binar Untuk Selamanya
215
Bab. 70. Tutup Cerita Dari Nada
216
PENGUMUMAN TULISAN BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!