18. Trouble

***

"Benarkah ? Apa anda yakin Nyonya Moolay.?

Bukankah anda tahu sendiri posisi saya saat

ini, saya tidak ingin anda terkena dampaknya."

Sherin tampak ragu mendengar ucapan Agam

barusan. Mayra mengajak Sherin untuk duduk

sambil tak lepas mengulum senyum lembut.

"Jangan khawatir, kami sudah memperhitungkan

semua kemungkinan. Dan kami rasa, tidak ada

orang di dunia ini yang tidak bermasalah."

Ucap Mayra dengan suara yang sangat lembut.

Sherin terdiam, dia masih saja terlihat ragu. Dia

tidak ingin nama baik istri raja bisnis itu ikut

terseret dalam pusaran permasalahan nya.

"Kelihatannya kalian berdua cukup cocok. Akan

sangat mudah membangun chemistry pada

saat pembuatan iklan nanti."

Ucap Agam sambil menatap kedua wanita cantik

itu bergantian. Mereka berdua memiliki kelebihan

masing-masing, tapi yang jelas keduanya sama-

sama istimewa dan memilki senyum yang dapat

menghipnotis setiap mata yang memandang.

"Yes uncle.. Ibu dan aunty sangat cantik."

Si kecil Rein ikut berkomentar sambil senyum-

senyum malu ke arah Sherin yang menatapnya

gemas. Bocah kecil ini sangatlah tampan dengan

aura positif yang begitu kuat hingga membuat

siapa saja yang melihatnya akan langsung jatuh

cinta pada pandangan pertama.

"Rein.. mulai deh genitnya."

Mayra menatap gemas ke arah putranya itu yang

kini menyembunyikan wajahnya di bahu Agam.

"Maaf Bu.. habisnya Tante itu memang cantik."

Gumam Rein yang langsung mendapat kekehan

kecil dari Agam. Dia mengacak halus rambut

bocah itu sambil memeluk nya erat. Selama ini

Agam memang cukup dekat dengan Rein, karena

harapannya untuk segera mendapat momongan

dari istrinya Vanesa belum juga terwujud.

"Terimakasih pria kecil tampan.. bolehkah aku

berkenalan dengan mu.?"

Sherin menggodanya dengan suara yang sangat

merdu hingga membuat Rein semakin terlihat malu-malu. Tapi tidak lama bocah itu turun dari pangkuan Agam, lalu beranjak ke hadapan Sherin. Keduanya kini saling pandang, mengadu kekuatan mata. Sherin semakin merasa gemas melihat

tingkah lucu bocah tampan ini.

"Reinaldo Pranadipta Moolay.."

Ucap bocah tampan itu dengan suara yang di

buat setegas mungkin sambil mengulurkan

tangannya ke hadapan Sherin yang tersenyum

lembut seraya menundukkan kepala penuh keanggunan.

"Sherinda Maheswari Natakusumah.. senang

sekali bisa berkenalan dengan anda Tuan

Muda Rein.."

Sahut Sherin sambil menjabat tangan Rein, dan

tidak lama dia menyambar tubuh mungil bocah tampan itu di bawa keatas pangkuannya.

"Unchh..lucu banget sih kamu..gemess.."

Sherin tidak tahan lagi, dia mengecup lembut

pipi bocah itu lalu mencubitnya gemas hingga

membuat Rein tertawa kegelian. Mayra hanya

bisa tersenyum lembut melihat keakraban yang

tercipta antara Rein dan Sherin. Tidak biasanya

putranya itu bisa langsung menerima kehadiran

orang lain apalagi sampai seakrab itu.

"Baiklah.. kalau begitu kita langsung saja pada

pokok pembahasan dan penandatanganan

kontrak kerjasama !"

Akhirnya Agam kembali serius. Kali ini Vincent

dan para asisten pribadi bergerak mendekat

untuk menyiapkan segala keperluan. Mulai hari

ini, Sherin memang sudah tidak di bantu oleh

seorang manager lagi, karena secara otomatis Margaret berhenti jadi manager nya saat dia di keluarkan dari Starlight management. Jadi saat

ini Vincent lah yang berperan sebagai manager

sekaligus asistennya.

"Tuan Agam, mohon maaf sebelumnya, kapan

kira-kira syuting iklannya akan di laksanakan.?

Soalnya saya sudah terlanjur ikut kompetisi di

Universal Models, dan itu membutuhkan waktu."

Sherin mengemukakan hal yang saat ini menjadi kendala baginya. Agam dan Mayra saling melirik sekilas.

"Tidak masalah, kita akan mengikuti jadwal

yang anda miliki. Lagipula ini tidak terburu-buru.

Anda bisa ikut kompetisi dengan sepenuh hati."

Sahut Agam sambil menatap tenang wajah

Sherin yang terlihat berbinar cerah. Pria tampan

itu kelihatannya cukup terkesan dengan sosok

Sherin yang sangat berbeda dari para model

kebanyakan. Dia tidak berusaha menjaga image

ataupun bersikap seakan di buat-buat.

"Terimakasih atas pengertiannya.. Saya tidak

bisa mengatakan apa-apa lagi, terimakasih."

Ucap Sherin sambil menundukkan kepalanya

dengan tebaran senyum yang mampu memberi

energi positif di sekitarnya.

***

Malam ini Sherin di sibukkan dengan aktivitas

melengkapi data diri yang di minta oleh pihak Universal Models. Dia tidak ingin melewatkan

apapun, agar nanti tidak ada lagi kendala dalam pelaksanaannya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.

Tapi belum ada tanda-tanda kepulangan Devan.

Ada sesuatu yang membuat hati Sherin merasa

tidak tenang saat tidak ada kabar apapun dari

pria itu. Sebenarnya dia tahu pasti, Dev adalah

orang yang sangat sibuk. Jadi kepulangannya

ke apartemen ini tidak dapat di prediksi.

Namun tidak lama, ponselnya berdering. Mata

Sherin menatap tidak percaya pada nama yang

tertera di layar handphone nya itu..Mr Rich..

"Assalamualaikum..Dev.. kau masih sibuk.?"

"Aku akan pergi ke luar kota sekarang. Jadi

tidak bisa pulang malam ini."

Deg !

Wajah Sherin langsung berubah kaku seketika.

Luar kota, jadi dia tidak akan pulang malam ini.? Kenapa tadi siang tidak mengatakan apa-apa.

"Owhh.. berapa lama kau di sana.?"

"Aku tidak tahu, mungkin sehari atau bisa

juga dua sampai tiga hari.."

"Kau tidak memberitahu ku dari awal Dev."

"Ini mendadak, ada urusan yang harus segera

di selesaikan. Kau tidak ada masalah kan.?"

Hati Sherin mendadak seakan di terbangkan ke awang-awang. Selama ini, selama dia dan Brian menjalin hubungan, tidak pernah sekalipun pria

itu menanyakan masalah yang di hadapinya, tapi

ini.. pria yang baru di kenalnya ini..ahh entahlah..

"Semuanya baik-baik saja. Tadi sore aku sudah menandatangani kontrak kerjasama dengan

pihak Royal Entertainment.."

"Hemm.. bagus kalau begitu. Kau tidak perlu

memikirkan segala sesuatu nya dengan detail.

Jalani saja semuanya dengan kesungguhan."

"Iya aku tahu. Dev..lusa aku akan pergi ke luar

kota, 3 harian di sana !"

Tidak ada sahutan dari sebrang sana. Entah

reaksi apa yang sekarang tergambar dari raut

wajah Devan. Sherin menarik nafas panjang,

ada sesuatu yang membuat hatinya semakin

tidak nyaman.

"Baiklah.. selamat malam Dev, aku harap kau

cepat membereskan semua urusan mu."

"Apa kau sedang memikirkan ku sekarang.?"

Wajah Sherin kembali membeku. Bibirnya kini

tersenyum kecut sambil menggeleng pelan.

"Apa aku punya alasan untuk memikirkan mu.?"

"Aku suami mu Sherin, apa kau lupa itu.?"

Sherin terdiam, dia melangkah tenang ke arah

balkon, menatap hamparan gedung-gedung

megah yang ada di hadapannya. Matanya

terlihat kosong, berusaha menembus batas.

"Aku hanya sedikit merasa hampa. Tempat ini

terlalu besar untuk di huni oleh ku sendiri."

"Biasakan lah mulai sekarang. Aku bukan

tipe orang yang bisa hidup normal seperti

yang lain."

Sherin hanya bisa terdiam. Dia tidak mampu

menemukan kata-kata untuk menjabarkan

apa yang saat ini ada dalam pikirannya.

"Tidurlah. Jangan begadang terlalu malam. Secepatnya akan aku bereskan urusan di sini."

Kembali terdengar suara Devan yang sedikit

berat, dan hal itu malah membuat hati Sherin

semakin gelisah.

"Baiklah..hati-hati di sana, dan selamat malam."

Lirih Sherin sambil menutup ponselnya yang

menyisakan pendaran cahaya di layar. Dia

menarik nafas dalam-dalam, aneh.. kenapa

hatinya terasa kosong dan hampa. Bahkan..

akhir-akhir ini, bayangan wajah Brian sudah

tidak pernah lagi melintas dalam ingatannya.

Ini gila, secepat inikah dirinya move on.? Apa

karena terlalu sakit hati, ataukah karena ada

sosok lain yang mampu membiaskan segala

kesakitan nya atas pengkhianatan yang telah

di lakukan oleh Brian dan Stella.

***

Akhirnya waktu keberangkatan tiba..

Pagi ini Sherin tampak sudah bersiap dengan

koper dan tas ransel yang cukup memuat segala

keperluannya. Hari ini.. dia akan berangkat ke pegunungan di daerah Bogor untuk menjalankan karantina pertama sekaligus kompetisi dasar

yang akan di laksanakan oleh semua peserta

Universal Models High Competition..

Sekitar pukul 8 pagi Sherin sudah tiba di parkiran

depan gedung megah Universal Models. Untuk

sesaat dia masih terdiam di dalam mobil, mata

nya menatap datar sedikit ragu ke arah sebuah

bus elite yang sudah terparkir di halaman. Jadi,

mereka akan berangkat menggunakan moda transportasi umum tersebut. Ini memang sudah merupakan ketentuan. Semua peserta tidak

boleh pergi menggunakan kendaraan pribadi.

"Miss Sherinda Maheswari.. apa sudah hadir.?"

Seorang wanita bertubuh tinggi proporsional,

dengan garis wajah yang sangat tegas tampak

mulai mengabsen para peserta yang sudah hadir.

"Saya di sini Miss Manola.."

Sherin menyahut saat dia datang mendekat

ke arah Bis. Wanita itu menatap tajam ke arah

Sherin dengan sorot mata yang sangat dingin.

Dia terkenal sebagai killer mentor yang cukup

di takuti di universal models..

"Rapihkan barangnya di bagasi. Dan ingat, tidak

boleh meminta bantuan orang lain.! Kalian harus

melakukan segala sesuatunya sendiri.!"

Perintah wanita berwajah tegas itu yang tadi di

panggil Miss Manola oleh Sherin. Dengan tenang

dan santai, Sherin memasukkan koper ke dalam bagasi dan merapihkan nya. Ada beberapa model

pria yang terlihat ingin sekali membantu nya, tapi

tidak berani mendekat begitu melihat tatapan

penuh ancaman di hunuskan oleh Miss Manola.

"Okay.. semuanya 20 orang ya. 15 peserta wanita

dan 5 orang peserta pria. Tinggal menunggu Miss Pamela dan Miss Stella dari Starlight.!"

Tegas Miss Manola sambil memutar matanya

menatap ke arah kedatangan dua mobil mewah

yang baru saja tiba di tempat itu. Tidak lama dari dalam mobil, keluar dua model cantik dan seksi

yang terlihat melenggang santai tanpa merasa bersalah sedikitpun karena telah membuat orang

lain menunggu lama. Keduanya menyerahkan

koper bawaan mereka pada kernet bus yang

sedang berdiri di dekat bagasi.

"Miss Pamela, Miss Stella..kalian sendiri yang

harus merapihkan barang-barang itu !"

Tegur Miss Manola dengan tatapan tajam penuh intimidasi. Tapi Pamela tampak acuh saja, dia

melengoskan wajahnya di hadapan wanita itu.

"Lalu, untuk apa ada kernet di sini.? Sorry ya..aku

tidak terbiasa melakukan hal-hal receh seperti

itu, apa kau mau bertanggungjawab kalau nanti

kulit tangan ku lecet.?"

"Miss Pamela.. ini adalah ketentuan yang sudah

di tetapkan oleh management.!"

"Berhenti memerintah ku Miss Manola.! Atau..

aku akan melaporkan mu pada Steve ! Aku

yakin, dia bisa menggantimu kapan saja.!"

Gertak Pamela sambil melotot kesal di hadapan

Miss Manola yang hanya bisa terdiam menahan geram. Kedua model itu kini masuk ke dalam bus kemudian mencari tempat duduk bagiannya yang sudah di tentukan. Ketika melewati jok yang di

tempati oleh Sherin, keduanya berhenti sebentar.

"Owhh Miss 2 milyar.. benar-benar ikut rupanya. Sungguh, tidak tahu malu ya..!"

Decak Stella sambil menggidikkan badannya

seolah sangat jijik. Para peserta lain saling lirik

dengan temannya.

"Ini justru akan lebih menarik nantinya. Tapi yang harus kalian ingat, di Universal Models.. tidak ada

istilah merangkul perhatian para juri dengan cara menawarkan tubuh sebagai imbalan.!"

Sambung Pamela yang membuat para peserta

semakin merasa tidak nyaman dengan ucapan

kedua model senior itu. Namun lain lagi dengan

Sherin, dia memilih acuh dan tidak peduli pada

aksi kedua model cantik itu dengan memasang headset di telinganya hingga kedua gadis itu

merasa kesal sendiri.

"Miss Pamela, Miss Stella, silahkan menempati

tempat duduk masing-masing, kita akan mulai

melakukan perjalanan.!"

Perintah Miss Manola yang berdiri tegak di bagian depan bus sambil membagi tatapan tajam pada seluruh peserta. Akhirnya kedua gadis itu duduk

di tempatnya masing-masing. Tidak lama ada

seorang staf perusahaan yang memimpin doa

untuk keselamatan dan kelancaran sebelum keberangkatan. Dan kini, bus mewah itu mulai

keluar dari area gedung Universal Models..

Setengah perjalanan.. rombongan itu berhenti

di sebuah rest area untuk beristirahat sejenak.

Sherin bersama beberapa model, memilih untuk

masuk ke sebuah restauran. Kebanyakan dari

para peserta tidak peduli pada masalah yang

saat ini sedang menimpa Sherin. Karena bagi

mereka, itu ibarat kerikil tajam yang datang

menghalangi kesuksesan karir seorang Sherin.

Saat sedang menikmati teh hijau, mata Sherin

menangkap adanya gelagat tidak beres yang

terjadi di sekitar bus. Tapi dia tidak begitu yakin.

"Okay..kita akan melanjutkan perjalanan.. Dan

sekitar satu setengah jam lagi, kita akan tiba

di tempat tujuan."

Ucap Miss Manola saat semua orang sudah ada

di dalam bus. Hawa di sekitar tempat itu mulai

terasa dingin hingga memaksa para model untuk mengenakkan baju hangat. Bus kembali melaju

menyusuri jalan tol menuju ke luar kota.

Setengah jam kemudian..

"Ada apa ini.? Apa ada masalah.?"

Para model tampak bingung sedikit panik saat

laju bus mulai tidak normal. Melaju zig zag dan

seperti kehilangan kontrol. Sherin bangkit dari duduknya, dia merasakan sesuatu yang tidak

di inginkan akan terjadi. Para model kini mulai berteriak panik dan ketakutan.

"Apa yang terjadi pak supir.? Apa ada masalah

dengan mesin bus ini, kita berhenti saja.!"

Miss Manola dan beberapa panitia mencoba

mendekat ke arah sopir, sementara yang lain

berusaha menenangkan para penumpang

yang kini semakin tidak terkendali.

"Se-sepertinya..rem nya bermasalah Miss..Kita

harus mengevakusi para penumpang sekarang

juga. Kami sudah memanggil bantuan !"

"Apa.?? bagaimana ini bisa terjadi.? Bukankah

kalian sudah mengecek semuanya sebelum

berangkat tadi.?"

Wajah Miss Manola tampak kelam di liputi oleh

kemarahan dan kekhawatiran. Para model kini

semakin panik dan menjerit ketakutan saat laju

bus semakin oleng. Mereka berusaha memegang

apapun yang bisa di jadikan pegangan. Sedang

sang sopir berusaha sekuat tenaga untuk tetap menyeimbangkan laju kendaraan besar itu. Tapi

rem nya benar-benar sudah terganggu hingga

laju bus tidak bisa di kendalikan.

"Tenang semuanya.. tidak akan terjadi apa-apa.

Akan ada team penyelamat yang datang.!"

Miss Manola berusaha menenangkan sambil

melakukan panggilan darurat ke bagian kantor.

"Bapak tenang..tetap seimbangkan dan berada

di jalur pinggir. Jangan panik, dan tetap berpikir

positif. Okay..kita akan mencari lokasi yang pas

untuk menghentikan bus ini.!"

Tiba-tiba Sherin sudah berada di dekat pak sopir

dan mencoba memberi pengarahan. Tapi saat ini

pak sopir sudah terlanjur kehilangan ketenangan.

Dia malah terlihat semakin panik saat bus masuk

ke area jalan yang di padati kendaraan lain. Tidak

lama, pria berusia 50 tahunan itu memegangi

dadanya dengan posisi tubuh jatuh di atas kemudi. Sepertinya dia terkena serangan jantung.

"Cepat berikan dia pertolongan pertama..!!"

Sherin memberi perintah sambil memindahkan

tubuh Pak sopir ke jok samping, kemudian dia

mengambil alih kemudi dan sebisa mungkin

mencoba menyeimbangkan laju bus tersebut..

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Nazwaputri Salmani

Nazwaputri Salmani

Ada ya model nyupurin bus

2024-06-03

0

Ayuna Kamelia

Ayuna Kamelia

astaga sherin nyupirin bus dong🤣

2024-03-05

0

andi hastutty

andi hastutty

Sherin wanita serba bisa

2023-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!