13. Titik Nadir

***

.

Di sebuah klub malam terbesar ibukota...

Suara dentuman musik terdengar menggema,

di iringi riuh rendah suara manusia-manusia

malam yang haus akan kepuasan sesaat. Di

dalam ruangan lantai dasar, ratusan pasang

manusia tampak sedang meliukkan badannya,

mengiringi rentak irama menggoda yang tengah

di mainkan oleh seorang DJ ternama ibukota.

Mereka semua terlihat sangat menikmati apa

yang di katakan nya sebagai surga dunia.

Sementara itu, di dalam sebuah ruangan privat

dan eksklusif di lantai paling atas bangunan

yang cukup megah itu, seseorang tampak tengah duduk tumpang kaki sambil mencicipi minuman

mahal di tangannya seraya memandangi seorang gadis yang terbaring di atas sofa besar dalam

keadaan tidak sadarkan diri.

"Aku sudah membayar mahal untuk tubuh mu

ini Sherin. Tubuh yang sangat sempurna. Tidak

sia-sia aku menghabiskan uang milyaran untuk membeli tubuhmu yang sangat berharga ini.!"

Desis pria dengan perawakan tinggi kekar dan

bertampang super maskulin namun bengis itu.

Dia mendudukkan dirinya di depan tubuh si gadis

yang tiada lain adalah Sherin itu. Matanya yang

tajam tampak berkilat melihat kesempurnaan

bentuk dada Sherin yang padat berisi. Memang,

aset paling berharga yang di miliki tubuh Sherin

terletak pada dada, bokong serta kakinya yang

indah. Ketiga aset itu sangat layak di asuransikan.

Pria itu membuka jas yang di pakainya, kemudian

dia bergerak, duduk di samping tubuh Sherin yang masih dalam keadaan pingsan. Bibirnya tampak

menyeringai tipis, nafasnya mulai tidak beraturan.

Bibir ranum Sherin yang sangat menggoda itu

sudah mampu membuat senjata miliknya berdiri

tegak seketika. Sebagai laki-laki yang terbiasa

berpetualang dengan puluhan wanita, pria ini

tahu pasti, Sherin akan memberinya kepuasan

dan kenikmatan tak terbantahkan.

"Sudah lama aku mendambakan mu Sherinda..

Malam ini kau akan menjadi milikku. Kita akan mengarungi surga dunia bersama-sama.."

Bisik pria itu dengan suara yang semakin berat.

Tangannya bergerak pelan, merapihkan rambut

yang jatuh menghalangi wajah cantik Sherin.

Dia kembali meneguk minuman dari gelas kecil

yang di pegang nya kemudian melempar nya

ke sembarang arah setelah tandas. Pria itu kini

mulai mendekatkan wajahnya.

Namun, sesaat kemudian Sherin mulai tersadar..

Matanya tampak melebar sempurna melihat

ada orang asing yang kini mengurung dirinya,

tanpa aba-aba, Sherin melayangkan tinjunya ke

wajah orang itu yang langsung mundur. Dengan

cepat Sherin bergerak, namun dengan gerakan

lebih cepat, pria itu menangkap pinggang nya

kemudian melempar tubuh Sherin ke atas sofa,

menindih serta mengunci pergerakan nya.

"Jangan coba-coba melawan bidadari ku.!"

"Lepaskan aku, siapa kamu.? lepaskan.!!"

"Aku sudah membayar dirimu dengan harga

yang sangat tinggi Nona.! Jadi jangan coba-

coba untuk menolakku.!"

Wajah Sherin tampak memerah, kemarahan kini menyeruak memenuhi dadanya. Stella..kenapa adiknya itu tidak berhenti berulah.! Rasanya dia

tidak akan bisa membiarkan semua ini lagi.

"Aku bukanlah wanita panggilan Tuan. Kau telah

di tipu oleh orang yang telah menjual ku.! Jadi..

lepaskan aku sekarang juga.!"

Pria itu tertawa terbahak-bahak mendengar apa

yang di ucapkan oleh Sherin hingga membuat

Sherin bergidik ngeri. Dia menatap tajam wajah

pria itu sambil mencoba memusatkan seluruh tenaganya.

"Aku tidak peduli apapun saat ini, yang penting

bisa mendapatkan dirimu malam ini. Setelah itu,

aku tidak akan pernah melepaskan dirimu.!"

"Dasar pria gila, lepaskan aku..!"

Sherin menggerakkan kakinya hingga akhirnya

dalam satu gerakan pasti dia mendorong tubuh

pria itu dengan lututnya membuatnya terjatuh.

Sherin meloncat dari atas sofa, kemudian berlari

ke arah pintu. Namun gerakannya tertahan ketika

tiba-tiba saja ke dalam ruangan bermunculan

orang-orang bertubuh besar lalu mengurung nya.

"Mundur kalian.. jangan macam-macam.!"

Ancam Sherin di balas tepukan tangan pria tadi

yang kini maju mendekat ke arahnya. Bibirnya

menyeringai sadis penuh arti.

"Kau benar-benar wanita yang sangat istimewa

Sherin. Aku semakin tergila-gila padamu. Tidak

di sangka, ternyata kau semenarik ini.!"

Decak pria itu sambil maju ke hadapan Sherin

yang langsung mundur. Pria itu memberi isyarat

pada bawahannya untuk mundur. Dan dia sendiri

yang maju menyerang Sherin. Akhirnya keduanya

terlibat pertarungan seru. Awalnya Sherin masih mampu mengimbangi gerakan pria itu, namun lama-kelamaan dia mulai terdesak.

Namun dalam keadaan genting itu, tiba-tiba di

pintu masuk terjadi keributan, beberapa anak

buah pria itu kini berjatuhan dan terlempar sadis

ke berbagai arah. Di ambang pintu muncul dua

pria tinggi tegap dan beberapa orang pria tinggi

besar dengan tampang yang sangat sadis.

Pria yang sedang bertarung dengan Sherin kini

mundur dan sedikit terkejut. Orang-orang yang

baru datang itu maju membabat habis sisa anak

buah si pria tadi dan dalam waktu sekejap mereka semua sudah terkapar dalam keadaan babak belur.

"Nona Sherin.. anda tidak apa-apa..?"

Satu diantara dua pria tinggi tegap tadi yang

tiada lain adalah Simon tampak mendekat dan

membungkuk di hadapan Sherin yang menarik

nafas lega.

"Tidak, aku tidak apa-apa. Untung saja kalian

cepat datang, kalau tidak entah apa yang akan

terjadi."

"Kami sudah mengawasi nona dari tadi. Tapi

tidak berani bergerak tanpa aba-aba dari Tuan."

Sherin mengernyitkan alisnya, jadi maksudnya..

Devan mengetahui semua kejadian ini ? Lalu..

apa yang akan dia katakan padanya nanti.

Pria tinggi tegap yang satu lagi kini maju ke

hadapan si pria penculik Sherin yang terlihat

bersiaga dengan tatapan sedikit terkejut saat

melihat kemunculan pria tinggi tampan itu.

"No-Noah.. apa kau datang untuk wanita ini.?"

Desis pria bengis tadi dengan wajah yang kini

kembali di kuasai oleh emosi namun juga ada kebingungan yang terlihat dari raut wajahnya.

Pria yang di panggil Noah itu menyeringai tipis

sambil maju dan menyingsingkan lengan baju.

"Aku ingatkan padamu, jangan coba-coba untuk

mengganggunya lagi kalau usahamu ini ingin

baik-baik saja.!"

Desis pria itu atau Noah. Si pria bengis terlihat

balas menyeringai tipis.

"Memangnya siapa dia untuk mu.? Wanita itu

sudah aku beli dengan harga 2 milyar. Jadi, aku

berhak memperlakukan nya sesuka hatiku.!"

Noah kembali menyeringai tipis, namun tidak

lama wajahnya berubah dingin dan keras.

"Dia..adalah wanita nya King Sadat.. Apa kau

mengerti Axel Lamount.?!"

Geram Noah sambil kemudian melompat maju

menyerang pria penculik Sherin yang terlihat

terkejut bukan main. Namun mau tidak mau dia

harus meladeni serangan dari Noah hingga kini

keduanya bertarung seru dan sengit.

Tetapi, hanya dalam hitungan menit saja, pria

itu sudah tersungkur di hadapan Noah dengan

keadaan mulut yang mengeluarkan darah.

"Kau bisa meminta kembali uang 2 milyar mu

itu pada sang mucikari.! Dan ingat baik-baik

apa yang tadi aku katakan, jangan coba-coba

mengganggunya lagi.!"

Ancam Noah sambil mengibaskan kemejanya

yang terlihat berantakan. Setelah itu, dia beralih

menatap Sherin, mengamati keadaannya.

"Ayo Nona, kami akan membawamu ke tempat

yang seharusnya kau datangi.!"

Tegas Noah sambil kemudian melangkah pergi

dari ruangan itu di ikuti oleh Sherin dan Simon.

.

***

.

Noah dan Simon beserta beberapa pengawal

pribadi membawa Sherin ke sebuah apartemen

yang ada di dalam kota. Apartemen paling elite

dan paling mewah di negara ini.

"Nona.. mulai malam ini anda akan tinggal di

apartemen ini bersama dengan Tuan. Tapi tidak

ada pelayan tetap di sini, mereka akan datang

siang hari saja. Lagipula, Tuan tidak begitu suka

ada pelayan di tempat tinggalnya."

Simon menjelaskan begitu Sherin mulai masuk

ke dalam bangunan super mewah dan modern

itu. Unit apartemen ini di desain dengan sangat

elegan dan high class tanpa terkesan berlebihan.

Mata cantik Sherin tampak menatap takjub apa

yang ada di dalam ruangan yang serba indah itu.

Konsep yang tertuang mengena banget di hatinya membuat dia langsung merasa nyaman.

"Baiklah.. terimakasih atas bantuan kalian."

Ujar Sherin sambil menatap sebentar ke arah

Noah yang tampak terdiam mengamati kondisi

di dalam ruangan apartemen. Sherin sedikit

mengenal pria tampan itu, dia adalah saudara

laki-lakinya Abraham Mahendra. Tapi, kenapa

dia bisa menjadi kaki tangan Devan ?

"Nona.. kalau anda memerlukan sesuatu, para pengawal ada di luar ruangan. Dan semua hal

yang anda butuhkan sudah ada di dalam kamar.

Anda tinggal mengeceknya sendiri."

Simon kembali menjelaskan di balas anggukan

kepala Sherin. Akhirnya kedua orang itu keluar

dari ruangan dan kini tinggallah Sherin sendiri

yang masih terdiam mengamati keadaan.

Tuhan.. inikah yang harus aku jalani ke depan..

Menjadi istri bayaran Tuan Devan..? Aku akan

mencoba iklhas menerima semuanya..

Lirih bathin Sherin sambil kemudian berjalan

menaiki tangga menuju lantai atas dimana

kamar tidur berada. Karena di tempat ini hanya

ada satu kamar tidur saja.

Akhirnya mulai malam ini Sherin resmi tinggal

di dalam apartemen milik pria yang berstatus

sebagai suaminya, Devan Kanigara Elajar..Dia

segera membersihkan diri dan menjalankan

kewajibannya sekaligus berkeluh kesah pada

Sang Pencipta atas semua yang tengah terjadi

dan menimpa dirinya.

Dengan sedikit ragu Sherin akhirnya merebahkan

diri di atas tempat tidur king size dengan model

yang sangat mewah dan memiliki kenyamanan

tingkat tinggi itu. Aroma wangi maskulin yang

sangat membuai, khas seorang Devan memenuhi tempat itu membuat ingatan Sherin langsung melayang pada sosoknya.

Dia mencoba mengecek ponselnya, namun tak

kuat untuk lama-lama melihatnya, ada puluhan

chat yang masuk dan ratusan email membanjiri

akun pribadinya. Belum lagi ribuan komentar di

akun media sosial nya, ahhh..tak terbayangkan bagaimana hujatan dan cacian itu akan terus menyerang dirinya.

Pagi hari yang cerah di lingkungan sekitar

apartemen..

Sherin sudah bersiap, hari ini dia akan datang

ke kantor Starlight Management. Dia harus

segera membereskan segala urusannya.

Turun ke lantai bawah Sherin sudah di sambut

oleh 3 orang pelayan yang sedang beraktivitas.

"Nona.. silahkan sarapan pagi terlebih dahulu.

Saya sudah menyiapkan nya sesuai dengan

instruksi dari Tuan Muda."

Ucap salah seorang pelayan berumur sekitar

35 tahunan itu. Tanpa banyak kata, Sherin duduk

di kursi dan memulai sarapan paginya. Namun

selama itu berlangsung dia terus saja mendapat

telepon dari Vincent dan Margaret yang bertanya

tentang keberadaannya karena mereka saat ini

menjemput nya ke kontrakan.

Beberapa waktu kemudian dia sudah meluncur

menuju kantor agensi nya. Dan ternyata, pagi ini

sedang diadakan konferensi pers oleh pihak manajemen Starlight guna mengklarifikasi

semua isu yang saat ini beredar dan tengah

menerpa super model mereka. Manager bagian humas lah yang menangani masalah ini.

"Mulai hari ini aku resmi mengundurkan diri

dari Starlight Management..!"

Sherin memberikan sebuah amplop ke hadapan

Brian yang sedang duduk tumpang kaki di kursi

kebesarannya. Wajah pria itu tampak dingin, dia

benar-benar tidak menduga Sherin akan nekad

mengundurkan diri dari perusahaan nya.

"Apa kau pikir bisa semudah itu keluar dari sini Sherin.? Kau masih nunggak kontrak selama 2

tahun ke depan.!"

Cibir Brian sambil melempar berkas kontrak

Sherin ke hadapannya. Margaret terdiam, dia

bingung harus menentukan sikap.

"Aku tidak cocok lagi ada di tempat ini Brian.

Keberadaan ku hanya akan memperburuk citra

perusahaan ini.!"

Sherin tampak nya tidak peduli ancaman Brian.

Pria itu beranjak dari kursi, kemudian berjalan

ke hadapan Sherin, mendudukkan bokongnya

di pinggir meja kerja, kemudian melipat kedua

tangan di dadanya.

"Kau harus membayar biaya penalti pemutusan

kontrak sepihak ini dengan sangat besar.!"

Ujar Brian dengan sesungging senyum remeh

dan berusaha menekan Sherin.

"Kalian bisa memotongnya dari honor yang aku

dapatkan selama ini !"

"Hahaha.. kau sangat percaya diri Sherin. Apa

kau yakin itu akan menutup kerugian ku.? Kau

tidak bisa keluar dari perusahaan ku begitu saja

Nona Sherinda Maheswari Natakusumah.!!"

Bentak Brian sambil kemudian menarik pinggang

Sherin dan memeluknya kuat. Wajah Sherin kini

merah padam, dia mencoba berontak tapi Brian

sudah mengantisipasi nya dengan baik.

"Keluar kalian.. cepat keluar sekarang.!!"

Teriak Brian pada Margaret dan Vincent yang

mau tidak mau akhirnya terpaksa keluar dari

ruangan melihat bagaimana kemarahan Brian.

"Brian, lepaskan aku..!"

Sherin mendorong dada Brian sekuat tenaga.

Tapi pria itu malah semakin memperkuat belitan

tangannya di pinggang Sherin. Matanya tampak

melahap seluruh wajah cantik Sherin dengan

tatapan panas sekaligus frustasi.

"Aku tidak akan pernah melepaskan mu Sherin.

Kalau kau memaksa keluar dari agensi ini,

maka karirmu akan tamat hari ini juga.! "

Desis Brian sambil kemudian memaksa ingin

menyambar bibir Sherin yang mengelak dan

meronta. Bersamaan dengan kemunculan

Stella dan Nyonya Laila ke dalam ruangan.

"Brian.. Sherin..!!"

Nyonya Laila berteriak histeris sambil berjalan

cepat ke arah mereka yang terkejut seketika.

Brian segera melepaskan belitan tangannya.

"Dasar wanita murahan kamu ya, masih berani

menggoda putraku kamu.?! Cihh menjijikkan.!"

Nyonya Laila melayangkan tangannya ingin

menampar wajah Sherin, namun dengan cepat

Sherin menangkapnya sambil menatap tajam.

"Aku tidak pernah menggoda putramu Nyonya.

Kalau bisa, aku juga tidak ingin pernah bertemu dengannya lagi.!"

Ucap Sherin dengan suara yang sangat tegas.

Nyonya Laila membulatkan matanya dengan

emosi yang hampir meledak. Dia berusaha

menarik tangannya dari pegangan Sherin yang

kini semakin terasa kuat.

"Dasar wanita kasar, tidak tahu adab, lepaskan

tanganku, kau benar-benar rendah.!"

Tidak tahan lagi, Sherin melepaskan pegangan

tangannya dengan sedikit mendorong nya hingga

tubuh Nyonya Laila jatuh dalam rengkuhan Stella

yang datang dari arah belakang. Wajah wanita

setengah baya itu semakin terlihat kelam.

"Keluar kamu..Dan aku ingatkan, jangan pernah mencoba menggoda putraku lagi.! Sampai kapan

pun kamu tidak akan pernah layak untuk keluarga Mcknight yang terhormat.. sedang kamu..kamu hanyalah cucu buangan keluarga Natakusumah !"

Bentak Nyonya Laila dengan wajah yang sangat

merah dan berapi-api. Sherin memejamkan mata,

lalu menarik nafas dalam-dalam mencoba untuk

tetap tenang dan kuat. Stella berdiri di samping

Brian dengan wajah yang terlihat geram. Sedang

Brian, dia masih saja menatap Sherin dengan

sorot mata panas membara.

"Aku akan mengingat semua ini.. Kalian telah

memperlakanku sampai serendah ini.!"

Ucap Sherin sambil kemudian berdiri tegak, dia menatap ketiga orang itu satu persatu. Setelah

itu melangkah keluar dari ruangan dan berjalan

pasti untuk mengakhiri perjalanan karirnya di

starlight management..

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Ummu Inani

Ummu Inani

kasian ya wanita tangguh, kenapa sih selalu terpuruk? /Sob//Sob//Sob/

2024-10-27

0

vit

vit

Lah, mana mata2 yg dibayar suaminya??

2024-01-27

1

andi hastutty

andi hastutty

kayanya Brian dan Stella yg sudah menjual Sherin deh

2023-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!