4. Tak Terduga

***

Sherin menegakkan badan, tatapannya tampak

mengawasi pergerakan ke 4 pria jalanan itu. Dia

terlihat tenang, tak gentar sedikitpun.

"Apa mau kalian.? Aku tidak membawa uang

cash saat ini. Jadi kalian salah alamat kalau

mau mencoba merampok ku !"

Gertak Sherin sambil kemudian mundur dengan

tatapan tetap waspada. Ke 4 pria berpenampilan

kacau itu tampak saling pandang dan tidak lama

tertawa terbahak-bahak mendengar gertakkan

Sherin yang terdengar menggelikan itu. Menarik,

gadis ini tak terlihat takut pada mereka.

"Santai saja Nona, kami hanya ingin sedikit

bersenang-senang dengan mu.!"

Ucap salah seorang sambil menjilat lidahnya

dengan tampang memuakkan yang membuat

Sherin sedikit bergidik jijik.

"Kalau kalian ingin semuanya baik-baik saja,

biarkan aku pergi dari tempat ini sekarang juga."

Ujar Sherin sambil mundur perlahan mencari

lahan yang cukup luas. Ke 4 pria itu kini kembali terdengar tertawa keras seolah-olah sedang

menemukan kesenangan.

"Tentu saja kami akan melepaskan mu kalau

sudah puas. Jadi sekarang ayo ikut dengan

kami secara sukarela, jangan coba-coba untuk

melawan atau berteriak Nona, percuma.!"

Ujar seorang lagi dengan tampang wajah yang semakin terlihat bergairah. Mata ke 4 pria itu

tampak berkilat panas, saat melihat dengan

jelas bagaimana rupa gadis yang sedang

mereka kurung itu, ketika ada lampu kendaraan

yang lewat dan menerangi tempat itu sekilas.

"Luar biasa, kita mendapatkan hadiah yang

tidak terduga malam ini. Gadis ini sepertinya

bidadari yang turun dari langit."

Decak salah seorang yang merupakan pimpinan

dari para berandalan itu sambil maju dan kini

tatapan nya terlihat semakin membara melahap

sosok Sherin yang mundur ke pinggir trotoar.

"Mundur kalian ! Jangan memaksaku untuk

melakukan sesuatu. Sudah aku katakan, aku

tidak membawa uang saat ini.!"

Sentak Sherin dengan tatapan yang kini terlihat

semakin tajam sambil menyingsingkan lengan bajunya. Dan sialnya dengan dia melakukan hal

itu, malah semakin memicu gairah di tubuh para

pria berandalan itu saat melihat kilau bening dari

kulit lengan gadis itu yang tersorot lampu jalan.

"Kami tidak menginginkan uang mu Nona, yang

kami inginkan adalah kehangatan tubuhmu

yang sangat indah itu.!"

Wajah Sherin kini berubah keras dan memerah. Kemarahan langsung saja menyeruak di dalam

dadanya.Kegusaran akibat kejadian di restauran

tadi seakan tersulut dan membangkitkan emosi

yang kini bangkit serta perlu pelampiasan. Dia

tidak bisa menangis, jadi mereka adalah objek

yang tepat untuk melepaskan segala emosinya

saat ini.

"Ayo, tangkap dia ! kita bawa ke rumah kosong.

Malam ini kita akan berpesta, kita mendapatkan

bidadari dari langit, dia benar-benar cantik.!"

Teriak sang pimpinan memberi perintah pada

anak buahnya yang langsung maju merangsek

ingin menangkap Sherin. Namun hal yang tidak

terduga terjadi. Dengan gerakan lincah dan apik,

Sherin membagi tendangan dan pukulan kearah

ketiga pria berandalan itu yang langsung mundur

terhuyung sambil memegangi beberapa bagian

tubuh mereka yang terkena tendangan Sherin.

Mereka semua tampak terkejut, karena pukulan

tangan lemah gemulai itu ternyata sekeras palu.

Woww..gadis ini cukup menantang juga. Ini akan terasa semakin menyenangkan saat mereka melampiaskan segala keinginannya.

"Aku peringatkan pada kalian, sebaiknya pergi

dari tempat ini. Atau kalian tidak akan bisa

berjalan lagi esok hari.!"

Sherin menegakkan badannya sambil menepis

pakaiannya yang tersingkap sedikit. Untuk sesaat

sang pimpinan berandalan tampak terkesima. Dia masih tidak percaya pada apa yang di lihatnya,

namun akhirnya..

"Ayo maju, tangkap wanita itu..!!"

Orang itu kembali memberi perintah sambil maju menyerang Sherin dengan gerakan brutal tidak

terarah. Yang ada di otak mereka saat ini adalah bagaimana caranya bisa segera menangkap dan melumpuhkan gadis ini secepatnya. Dan hal itu memudahkan Sherin untuk menangani pria-pria

kalap yang sudah kehilangan kendali itu.

Gadis itu melakukan gerakan lincah, menghindar

dan melompat. kemudian melakukan serangan

balik dengan membagi pukulan dan tendangan

ke tubuh para berandalan itu dengan kelihaian

dan ketepatan sasaran.

Sherin tidak menyadari sama sekali, saat ini dari kejauhan, dari dalam sebuah mobil sport mewah,

ada dua pasang mata yang sedang mengamati

perkelahian antara dirinya dengan para pria

berandalan itu. Kedua pasang mata itu tampak

terkesima melihat bagaimana lincah dan lihainya gerakan ilmu bela diri yang di perlihatkan oleh

Sherin tanpa meninggalkan kesan gemulai dan feminim dari sosoknya yang mempesona.

"Tuan Muda, apa perlu saya turun tangan.?"

Akhirnya sang sopir mengeluarkan suara. Dan

ternyata mereka berdua adalah Devan beserta

asistennya yang kebetulan lewat ke tempat itu.

Semula mereka berniat membantu Sherin yang

sedang di ganggu oleh para berandalan itu.

Namun yang kini terjadi..

"Untuk apa turun tangan, kau lihat sendiri kan.?"

Devan menyeringai tipis saat melihat Sherin

sudah bisa melumpuhkan ke 4 berandalan itu

dalam waktu singkat hingga mereka semua

kini terkapar di atas trotoar sambil memohon

agar di lepaskan.

"Pergi dari sini.! Aku harap, kalian tidak pernah

lagi mengganggu orang lain. Kalian masih sehat

dan kuat untuk mencari pekerjaan yang lebih

baik dan lebih layak daripada memalak orang !"

Tegas Sherin sambil menatap tajam ke 4 pria itu.

Mereka mencoba bangkit seraya meringis dan mengusap darah di bibir serta hidung. Tubuh

mereka seakan remuk redam saat ini. Tidak di

sangka, wanita yang terlihat lemah itu ternyata memiliki kemampuan yang tidak terduga.

"Te-terimakasih Nona..ka-kami mohon maaf

karena telah bersikap lancang tadi.."

Pimpinan berandalan itu berucap gemetar.

Terlihat sekali kalau mereka ketakutan saat ini.

Sherin menepiskan tangannya, tidak lama para

pria berandalan itu pergi dari hadapan Sherin

dengan menyeret langkah yang tertatih. Sherin

menarik nafas gerah dan lelah, ada-ada saja.!!

"Dia bukan gadis biasa Tuan.!"

Roman berucap dengan tatapan tidak lepas dari

sosok Sherin. Dia benar-benar tidak menduga

kalau sosok Sherin yang terlihat sangat lemah

gemulai di luar itu ternyata kokoh di dalam.

"Roman, kau perintahkan Simon untuk mencari identitas wanita itu ! Bukankah dia model yang terkenal dengan berbagai rumor itu.?"

Hahh.?? Roman tampak terkejut bukan main.

Dia terdiam dengan raut wajah tidak percaya.

"Tu-Tuan Muda..apa anda serius ingin.."

Ucapan Roman terhenti saat tiba-tiba pelipisnya

di tekan oleh senjata kecil canggih yang di kini

di todongkan oleh Dev. Tapi mata elang pria itu

masih menatap lurus kearah Sherin yang saat

ini sudah kembali melangkah tenang menyusuri trotoar. Entah apa sebenarnya yang di cari gadis

itu malam-malam begini.

"Apa aku perlu melobangi otakmu dulu Roman.?"

"Tidak Tuan, baik, Saya akan memerintahkan

Simon sekarang juga untuk melacaknya."

Sahut Roman dengan suara sedikit bergetar

karena tegang. Dia segera menyalakan mesin

mobilnya.

"Besok pagi laporannya sudah harus kalian

dapatkan.!"

"Siap Tuan, laksanakan !"

"Kita pulang ke apartemen sekarang . Aku

butuh istirahat malam ini.!"

Tanpa kata lagi Roman langsung meluncurkan

mobil canggih nya, hingga dalam sekejap sudah

bisa melewati sosok Sherin yang terlihat sedang

berdiri di halte bis. Mata tajam Devan tiada lepas mengamati sosok Sherin dari kaca spion hingga akhirnya menghilang..

***

Pagi hari yang cerah di kediaman keluarga

besar Kertaradjasa...

Devan keluar dari kamar pribadi Tuan Wiratama

dengan wajah yang sangat dingin. Dia langsung mengambil langkah seribu, tidak peduli sapaan

para pelayan yang antusias melihat kedatangan

Tuan Muda keluarga Kertaradjasa tersebut.

"Pantau terus kondisi Kakek, berikan aku laporan

setiap hari nya. Aku tidak ingin kalian teledor

lagi dalam menjaga kesehatannya !"

Tegas Devan pada kepala pelayan sebelum dia

masuk ke dalam mobilnya.

"Baik Tuan Muda, sesuai perintah anda."

Sahut kepala pelayan sambil menunduk hormat

di hadapan Devan. Tidak lama pria muda penuh kharisma itu pergi dari kediaman keluarga besar Kertaradjasa, Mansion megah yang memiliki

arsitektur Eropa Modern yang sangat mewah itu.

"Tuan Muda, kita langsung ke kantor sekarang.?"

Roman mencoba bertanya dengan hati-hati,

karena melihat sekarang ini sepertinya mood

sang majikan sedang terganggu.

"Hemm.. tidak usah bertanya lagi Roman.!"

"Baik Tuan, maafkan saya."

Roman langsung memberi isyarat pada supir

pribadi Devan yang mengangguk faham dan

meluncurkan mobilnya menunju perusahaan

Devan yang ada di negara ini.

Devan merebahkan tubuhnya ke sandaran jok

mobil berharap segala kegalauan dan keresahan hatinya bisa sedikit berkurang. Dia memejamkan matanya mencoba untuk membuang segala

ganjalan yang memenuhi dadanya.

"Dev..kakek sudah semakin tua sekarang. Tidak

lama lagi Tuhan akan segera memanggil untuk menghadapNya. Dan sebelum masa itu tiba,

kakek sangat berharap bisa melihatmu hidup

bahagia bersama keluarga kecilmu. Kau harus

segera menikah Dev, demi kakek."

Masih terngiang ucapan Tuan Wiratama yang memohon padanya agar segera mencari jodoh.

Hal inilah yang saat ini menjadi beban pikiran

Devan hingga jiwanya gelisah. Devan sadar

betul, sang kakek adalah segalanya bagi dia

dan kehidupannya selama ini.

Devan Kanigara Elajar..

Dia adalah cucu kesayangan dari bangsawan terhormat klan Kertaradjasa yang sudah sangat

kesohor di negara ini. Namun selama ini Devan

lebih banyak menghabiskan waktu di luar negeri

karena usahanya berpusat di negara lain. Yang

ada di negara ini hanyalah sebagian bidang

usaha yang bergerak di bidang informasi.

Devan memiliki fisik yang sangat mumpuni dan

usianya sekarang ini sudah sangat matang untuk segera mengakhiri masa lajangnya. Tahun ini dia genap berusia 30 tahun. Sangat wajar kalau sang kakek dan kedua orang tuanya terus menuntut

dirinya untuk segera memikirkan kehidupan pribadinya.

Namun sampai saat ini, Devan belum juga di pertemukan dengan seseorang yang mampu menggeser posisi wanita yang masih mengisi

hatinya selama 2 tahun terakhir ini. Cinta yang

dia rasa sulit sekali di abaikan. Padahal jelas-

jelas wanita itu adalah sepupunya sendiri. Dan

sekarang ini, wanita itu sudah hidup bahagia

bersama suami yang sangat mencintainya, di

tambah dengan kehadiran putra mereka yang

saat ini sudah berusia 2 tahun.

Bukannya dia tidak mampu mencari wanita lain

untuk di jadikan sebagai pendamping hidupnya,

bahkan di luaran sana, ribuan wanita rela antri

untuk dapat mendekat padanya. Hanya saja

sampai saat ini dia belum siap berumah tangga.

"Kalau kau tidak mampu mencari sendiri, maka

kakek akan mengadakan sayembara untuk bisa menemukan wanita yang cocok untukmu. Dan

ingat, Kakek menginginkan menantu lokal,

bukan produk luar negeri.!"

Kembali ultimatum Tuan Wiratama terngiang

di telinga Dev membuat nya semakin frustasi.

Dia mengacak kasar rambutnya sembari

menghela nafas berat.

"Roman..kau kirim pesan pada asisten Kakek,

berikan aku waktu untuk mencari wanita

dengan caraku sendiri.!"

Akhirnya Dev mengeluarkan suara setelah dia

berpikir ulang tentang semua permintaan sang

kakek. Tidak ada jalan lain lagi bagi Devan

selain menuruti permintaan kakeknya itu.

"Baik Tuan Muda, laksanakan.!"

"Apa informasi tentang wanita semalam telah

di dapatkan oleh Simon.?"

"Sudah Tuan, semuanya ada disini."

Kembali Roman menyahut sambil mengulurkan

tablet tipis ke hadapan Devan yang langsung

membukanya. Dia melihat dan mengamati

semua informasi lengkap tentang Sherin.

"Sherinda Maheswari Natakusumah. Jadi, dia

model nomor satu Starlight Management..?"

"Benar Tuan, dia adalah model dengan grade-

A milik Starlight Management dengan segala

skandal dan kontroversi nya."

Alis Devan tampak bertaut. Dia menelusuri

seluruh detail informasi yang ada di email-nya.

"Hemm..dia adalah model bookingan dengan

harga yang sangat fantastis ! 2 sampai 3 milyar

per kencan.! Sangat mencengangkan.!"

Roman terdiam, tapi dia mencoba mencuri

pandang kearah spion tengah, dimana saat ini

Tuan nya itu tampak serius mengamati setiap

fhoto Sherin yang ada di tabletnya. Semua fhoto

itu terlihat sangat menarik dan mempesona.

Dan tidak ada satupun fhoto yang terlihat di

luar batas.

"Tidak di sangka, cucu dari keluarga kaya raya

tapi harus masuk ke dalam bisnis perdagangan

manusia. Sangat miris. Tidak ada wanita yang

murni sekarang ini. Mungkin aku tidak akan

pernah menemukan pengganti nya.."

Desis Devan sambil membanting tablet kearah

jok samping. Dia melempar tatapannya ke luar

jendela. Ada ekspresi berbeda yang kini terlukis

di wajah high class nya. Model bookingan.??

Cihh.! ternyata wanita itu sama saja dengan wanita-wanita lainnya.

"Pantau terus perkembangan model itu.! Cari

tahu kebenaran rumor yang beredar.!"

"Baik Tuan muda."

Sahut Roman dengan alis sedikit terangkat. Ini

sesuatu yang cukup janggal, tidak biasanya sang

Tuan Muda tertarik pada kehidupan seseorang.

Apalagi ini seorang wanita dengan segala image

negatif yang sedang di sandang oleh nya.

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Nazwaputri Salmani

Nazwaputri Salmani

Baca ulang lagi kangen sheren sama devan

2024-06-02

3

Dwi Handayani

Dwi Handayani

iaku baca novel ini sdh ke tiga kalinya.aku suka dg ceritanya.aku mencari lanjutan dri cerita ini tpi ternyata tdk ada.thor tdk melanjutlan cerita.tentang anak serin.raya dan almayra

2024-05-18

1

vidhy01

vidhy01

aku cari lagi akhirnya bisa baca ulang lagi di tahun 2024☺️😀

2024-05-02

2

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!