11. Pria Penguntit

***

Mata Sherin dan Devan bersirobos tatap. Wajah

pria itu tampak datar namun tetap saja terlihat

mempesona dan menggoda. Rombongan mereka

tiba di depan pintu dimana saat ini Sherin tengah berdiri dengan canggung.

"Selamat siang Tuan Devan.. Tuan Abraham.."

Sherin menyapa dengan suara sedikit bergetar

dan tangan yang membelit bagian bahu untuk menahan gaunnya agar tidak terbuka. Namun

mata tajam Devan menangkap adanya gelagat

tidak beres. Wajah gadis itu terlihat kesal dan

muram. Alis Devan mengernyit begitu melihat

sosok Brian muncul di belakang Sherin.

"Selamat siang Nona Sherin. Tuan Brian..apa

yang terjadi dengan model anda.? Kenapa dia

terlihat kacau begini.?"

Aham bertanya dengan tatapan penuh selidik ke

arah Sherin dan Brian. Dia merasa ada yang tidak

beres baru saja terjadi. Sementara Devan masih

dalam posisi menatap tajam wajah Sherin penuh interogasi. Brian tampak menegakkan badannya.

"Selamat siang Tuan Elajar..Tuan Abraham. Tidak

ada apa-apa, hanya ada sedikit masalah saja. Semuanya aman dan terkendali.! Senang sekali

bisa bertemu anda berdua di tempat ini."

Sahut Brian sambil menundukkan kepalanya

di hadapan Devan dan Aham dengan senyum

setenang mungkin. Sherin melirik marah ke arah

Brian. Dia benar-benar benci sandiwara pria itu.

"Owhh saya kira terjadi sesuatu. Kebetulan, kami

sedang ada kunjungan kerja ke tempat ini. Baik,

kalau begitu lanjutkan, kami harus pergi. Mari..

Tuan Elajar , kita lanjutkan survei nya.."

Aham mempersilahkan Devan untuk kembali

berjalan. Dev melirik sekilas kearah Sherin yang

masih menundukkan kepalanya. Kemudian dia

kembali berjalan tenang bersama rombongan itu.

Para crew yang ada di sekitar koridor langsung

heboh membicarakan kehadiran Devan di tempat

itu. Ini sesuatu yang sangat tidak terduga.

"Ya Tuhan.. mimpi apa semalam bisa melihat

Tuan Elajar secara real. Apalagi beliau bersama

dengan Tuan Aham.. bisa-bisa diabetes nih kita

di suguhi pemandangan yang kelewat manis tadi."

"Iya benar, ternyata aslinya Tuan Devan itu lebih

tampan dan gagah dari gambar atau video. Bikin

gak nahan saat melihatnya."

Itulah celotehan para crew yang masih bertahan

dan berdiam diri di sudut ruangan karena melihat

keberadaan Brian di depan ruangan.

Sherin menghela nafas berat mendengar apa

yang di perbincangkan oleh para crew. Pria yang

kini berstatus sebagai suaminya itu, akan selalu

menciptakan kehebohan di manapun dia berada.

Akhirnya Sherin berpaling pada Brian.

"Aku harap, tidak ada lagi kejadian yang sama.

Kau sudah berubah Brian. Aku tidak mengenali

dirimu yang dulu lagi.!"

Desis Sherin sambil kemudian masuk kembali

ke dalam ruangan. Brian menatap kesal ke arah

Sherin, kemudian melangkah pergi dengan hati

yang dongkol. Dia akan memastikan, suatu saat

nanti semua keinginan nya harus terwujud.

Sherin berdiri di depan cermin sambil menatap pantulan dirinya. Wajahnya masih terlihat tidak bergairah. Laki-laki brengsek itu sudah merusak

mood nya. Tidak ada jalan lain, dia harus segera

membereskan sisa kontrak pekerjaan kemudian

keluar dari manejemen Starlight.

Dia mencoba membenahi gaun yang di pakainya. Namun matanya mengerjap ketika tiba-tiba ada

satu bayangan masuk ke dalam ruangan. Sherin

terkejut saat melihat sosok Devan kini sudah

berdiri tegak di belakang nya. Pria itu tampak

mengibaskan tangan membuat pintu ruangan

tertutup rapat dan terkunci.

Mata mereka kini bertemu lewat pantulan cermin.

Devan berjalan tenang ke arah Sherin yang hanya

bisa terdiam, tidak mampu bergerak. Pria itu kini berdiri tepat di belakang Sherin.

"Tuan Devan..kenapa kau kesini.? Bagaimana

kalau ada yang melihatmu masuk.?

Sherin bertanya, sambil menggeser posisi tubuh

agak ke depan sedikit. Devan mengikutinya, maju mendekat, hingga kini tubuh mereka sedikit rapat.

"Apa yang baru saja kalian lakukan barusan.? Apa

pria itu mengganggu mu.? Atau mungkin, kalian

baru saja mengenang masa lalu.?"

Wajah Sherin tampak bereaksi tidak suka. Mata

nya yang cantik mendelik kesal. Mata mereka

saat ini masih saling menatap lewat cermin.

Tangan Devan bergerak menarik rensleting

gaun yang di kenakkan oleh Sherin yang belum terpasang sempurna.

"Aku hanya melakukan, apa yang seharusnya

di lakukan Tuan.! Lalu, kenapa kau bisa tiba-tiba

ada di tempat ini.?

"Jangan mengalihkan perhatian Nona Sherin.

Dan jangan memanggilku dengan sebutan Tuan.!"

Tubuh Sherin berjingkat begitu Devan menarik

rensleting itu perlahan. Jari-jarinya menyentuh

kulit tubuh Sherin membuat matanya terpejam.

Ada ketegangan yang kini melandanya, namun

anehnya dia tidak juga mampu bergerak.

"Ada urusan apa kau datang ke sini Dev.?"

Bibir Devan terangkat sedikit mendengar apa

yang baru saja di ucapkan oleh Sherin. Dev..?

Lumayan.. itu terdengar manis dan..menggigit.

"Aku mengikuti mu.! Masalahnya, kau sedikit

liar, jadi harus terus di awasi.!"

Wajah Sherin langsung saja bersemu merah.

Dia membiarkan Devan melakukan apa yang

di inginkan nya. Dan yang lebih anehnya lagi,

dirinya tidak bisa menolak perlakuan pria ini.

"Aku bukan anak kecil lagi Tuan, kau tidak perlu

mengawasi ku.! Aku juga tahu posisi ku."

"Kau tidak bisa di biarkan lengah sedikit saja.

Akan selalu ada nyamuk yang mengganggu

di sekitarmu.!"

"Aku bisa menjaga diriku sendiri. Jadi kau tidak

perlu repot-repot mengirimkan penguntit untuk

mengikuti setiap kegiatan ku Tuan Devan."

Devan menyeringai tipis..Owhh..ternyata wanita

ini tidak bisa di kelabui rupanya, lumayan.!

"Baiklah. Kita akan lihat, sampai dimana kau

bisa mengatasi semuanya sendirian.! Apa aku

perlu melakukan sesuatu pada mantan mu itu.?"

Sherin mengerjap, mata mereka saling menatap

untuk mengirimkan sinyal. Tatapan keduanya

saling menjerat satu sama lain.

"Aku akan melihat dulu, sampai dimana orang

itu akan terus mempersulit jalanku.!"

Devan tersenyum miring. Wanita ini benar-benar

menarik. Dia segera mengakhiri kegiatannya. Kini gaun cantik itu sudah melekat sempurna di tubuh Sherin. Tangan Devan meraih rambut Sherin yang

tergerai indah di bawah pundaknya, kemudian di

sampirkan ke sebelah kiri hingga lehernya yang

jenjang terekspos di depan matanya.

"Aku akan pergi ke luar untuk urusan pekerjaan.

Mulai malam ini, kau akan tinggal di tempatku.

Jadi, nanti malam kau langsung pulang kesana."

Sherin tampak sedikit bereaksi. Dia memutar

badannya, dan kini mereka saling berhadapan.

"Kau akan pergi, berapa lama.?"

"Kenapa, kau akan merindukan ku.?"

Hahh..rindu..?? Lelucon macam apa itu. Mereka

baru saja saling mengenal. Tidak mungkin lah

ada bahasa itu diantara mereka.

"Dasar konyol, kita ini baru saja saling mengenal.

Bagaimana mungkin aku merindukan mu Tuan."

"Tapi faktanya kita adalah suami istri Nona."

Kembali, wajah Sherin tampak memerah. Dia

memalingkan wajahnya ke arah lain. Tiba-tiba

tangan Devan menarik pinggang Sherin hingga

tubuh mereka merapat. Sherin kembali di landa

ketegangan saat Devan mendekatkan wajahnya.

Wajah tampan dengan daya tarik luar biasa itu

kini ada di hadapannya. Tidak di sangka, dirinya

akan menjadi orang yang terhubung langsung

dengan pria yang sangat mempesona ini.

Sherin bertahan untuk tidak merespon apa yang

di lakukan oleh pria itu. Kedua tangannya kini

terkepal kaku sambil berusaha menjauh. Namun matanya kembali terpejam saat aroma wangi membuai yang menguar dari tubuh gagah Devan menerpa indra penciumannya.

"Mulai sekarang, belajarlah menjadi seorang istri

yang baik dan benar Nyonya Elajar.."

Bisik Devan berat sambil menyentuhkan bibirnya

di daun telinga Sherin dengan seringan laba-laba

yang membuat mata Sherin semakin terpejam

rapat. Tubuhnya terserang panas dingin. Tuhan..

pria ini sungguh sangat berbahaya..!

Namun tidak lama Sherin membuka matanya

saat merasakan suhu hangat dari tubuh Devan menghilang begitu saja. Dia tertegun, matanya

kini menatap bingung. Hufft.. dasar pria aneh.!

Lagi-lagi suaminya itu telah menghilang tanpa

jejak. Sepertinya dia memang pesulap.!

***

Sesi pemotretan untuk Stella berakhir. Gadis itu

tampak mendumel karena dia harus mengulang

pengambilan gambar sampai berkali-kali. Tidak

tahu apa, kalau dirinya ini adalah model paling di

incar oleh beberapa potografer.?

Mata Stella menatap tidak suka saat melihat

kemunculan Sherin ke tempat itu. Kakaknya itu

tampil dengan sangat elegan dan good looking

di setiap detail penampakannya. Benar-benar

sangat memukau. Orang-orang dari perusahaan

Az Zahwa tampak terkesima melihat penampilan super model itu.

"Kau pikir bisa mengalahkan ku di sini.? Jangan

mimpi Kakakku sayang. Aku akan memastikan

bahwa kau akan segera tersingkir dari dunia modeling.!"

Stella berbisik di telinga Sherin saat dia mendekat

dengan memasang wajah ramah dan bersahaja.

Tidak banyak yang tahu memang, kalau kedua

model cantik itu sebenarnya kakak beradik.

"Lakukan apapun yang ingin kau lakukan Stella.

Tapi ingat, hasil tidak akan pernah mengkhianati

usaha. Aku akan menyerahkan segalanya pada

yang Maha Mengatur."

"Jangan sok suci kamu, semua orang tahu siapa

Sherinda Maheswari.. model++ 2 milyar. Pantas

bagi Mama enggan mengakui mu sebagai anak.

Karena kau memang sangat memalukan.! "

Wajah Sherin memerah, mendengar nama ibunya

di sebut, hatinya bagai teriris. Namun Sherin tetap

bersikap tenang dan santai. Mereka berdua kini

saling menatap, Sherin tersenyum lembut.

"Adikku Stella Muller.. kau boleh mendapatkan

seluruh kasih sayang Mama. Tapi aku yakin, cinta

di hati seorang ibu tidak akan pernah terhapus

oleh apapun untuk anak-anak nya."

Giliran wajah Stella yang kini terlihat kesal,

tangannya melayang di udara, namun Sherin

sudah lebih dulu meraih dan memegangnya

kuat hingga membuat Stella meringis kesakitan.

"Jangan kamu kira aku tidak tahu apa yang telah

kalian lakukan padaku. Kau dan ayahmu telah melakukan segala cara untuk menyingkirkan ku."

Desis Sherin dengan tatapan tajam yang mampu merontokkan keangkuhan jiwa Stella, wajahnya

tampak semakin memerah.

"Kau..!! jangan asal bicara ya kamu.!"

"Miss Sherin.. apa anda sudah siap.?"

Terdengar teriakan sang fotografer, semua orang

saat ini sedang memperhatikan interaksi antara

kedua model yang sedang bersitegang itu. Sherin

mengacungkan jempol nya sambil tersenyum.Dia melepas cengkeraman nya, setelah itu menepuk

halus pipi kanan Stella yang kini menahan ledakan emosi dengan mengetatkan rahangnya.

Sherin berjalan meninggalkan Stella yang hanya

bisa mengepalkan tangannya. Gadis itu segera

melangkah keluar dari ruangan itu dengan wajah

yang terlihat sangat kesal.

"Okay kita ready semua ya.."

Sang potografer memberi aba-aba. Dan semua

orang kembali bersiap di posisi. Termasuk Sherin

yang sudah siap, duduk di atas bangku properti

yang telah di sulap sedemikian indah menjadi

tempat yang terlihat etnik nan eksotis.

"Tunggu sebentar Bang Edwin.!"

Semua orang melirik kearah kemunculan Naya

dan Monica yang baru saja masuk ke dalam

ruangan tersebut.

"Miss Sherin akan membawakan produk yang

ini. Kebetulan, produksi nya baru saja selesai.

Jadi, dia hanya akan melakukan pemotretan

untuk produk ekslusif ini saja."

Semua orang terperangah begitu melihat satu

set berlian kuning dengan desain yang sangat

mewah dan menakjubkan.

"Nyonya Kanaya..ini berlian yang sangat indah

dan berharga.. apa saya pantas untuk menjadi

model iklannya.?"

Sherin tampak terpaku melihat berlian indah itu.

Kanaya tersenyum lembut sambil menatap

tenang wajah cantik Sherin.

"Tentu saja kau sangat pantas. Sudah, jangan

ragu. Ayo team..ganti barangnya.!"

"Baik Bu Kanaya."

Team produksi langsung bergerak mengganti

perhiasan yang sudah di kenakkan Sherin dengan

yang baru saja di bawakan oleh Kanaya. Semua

orang semakin terpesona melihat penampilan

Sherin saat ini dengan objek baru nya.

"Benar-benar cantik dan memukau..Luar biasa.!"

Decak sang potografer sambil menggelengkan

kepala saat mengintip titik fokus. Setelah ready,

Sherin kembali pada posisi semula. Dan akhirnya proses pengambilan gambar pun di lakukan.

Seperti biasa, potografer mengambil gambar

Sherin dalam berbagai pose serta posisi secara

detail. Untuk menonjolkan keindahan barang

yang menjadi objek promosi.

Namun, suasana tiba-tiba gaduh saat ke dalam ruangan muncul Devan dan Aham. Untuk sesaat orang-orang tampak mematung dan menganga.

Merasa tidak percaya, kenapa tiba-tiba saja bisa melihat sosok Tuan Elajar di tempat ini.? Kanaya menyambut kedatangan mereka berdua dengan ramah dan senyum penuh kebahagiaan.

"Sayang.. apa kalian sudah selesai.?"

Naya bertanya pada Aham sambil menunduk

sedikit di hadapan Devan yang membalasnya

dengan sopan. Naya mempersilahkan mereka

untuk duduk, tapi kedua pria itu memilih berdiri.

"Kita sudah selesai, tapi entah kenapa.. Tuan

Devan meminta untuk mengintip ke tempat ini.."

Jawab Aham dengan senyum miring penuh arti.

Sepertinya dia sudah bisa membaca situasi. Naya

mengernyitkan alisnya, dia melirik kearah Devan

dan Sherin, bibirnya kini tersenyum mengerti.

Sementara Sherin sendiri tampak terkejut melihat kemunculan Devan. Suaminya itu masih ada di

tempat ini.? Devan tampak berdiri tegak bersama Aham di salah satu sudut ruangan. Matanya kini

saling melihat dengan Sherin yang masih tidak

bisa fokus. Hingga akhirnya Devan mengedipkan matanya pada Sherin memberi isyarat agar dia kembali pada kegiatannya.

Sontak saja Sherin tersipu, wajahnya langsung bersemu merah. Dia menarik nafas pelan, entah kenapa, tiba-tiba saja ada dorongan energi baru

yang membuatnya kian bersemangat. Dan proses pengambilan gambar pun di lanjutkan kembali.

Devan berdiri tenang, melipat kedua tangannya

di dada. Gaya nya terlihat begitu menawan dan

mempesona, membuat fokus para crew terpecah.

"Okay..kita ganti latar sekarang.!"

Teriak sang potografer sambil mengacuhkan

jempol. Sherin bergerak ke lokasi sebelahnya.

Namun tiba-tiba saja tiang lampu yang berada

di sudut lokasi mendadak oleng karena tertarik

oleh kabel listrik yang di bentangkan seorang

crew produksi.

"Mbak Sherin awass..!"

Beberapa crew berteriak histeris sambil

membelalakkan mata saat melihat tiang yang

cukup besar dan tinggi itu akan menimpa tubuh

Sherin yang sedang berjalan dan berpindah ke

lokasi sebelahnya.

Devan terkesiap, jantung nya serasa jatuh saat

ini juga. Dengan gerakan cepat dia melesat ke

arah keberadaan Sherin..

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Nuryati Yati

Nuryati Yati

aahhh so sweet😍

2025-03-29

0

Rohayani Faisal

Rohayani Faisal

udh baca ke 3x nya...ngga bosen bosen

d tunggu karya selanjutnya author kesayanganku😍😍😍

2025-01-23

3

Ar Fana

Ar Fana

selalu bikin candu baca novel kakak

2024-03-25

2

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!