20. Hari Pertama

***

Sosok itu membuka mantel dan menyimpannya

di sofa. Untuk sejenak, dia tampak mengamati

kamar berukuran standar itu. Wajah nya tampak

berubah dingin dengan rahang sedikit mengeras.

Kemudian dia mengamati sosok Sherin yang

sedang berbaring miring dengan wajah yang

tenang. Wanita ini benar-benar kuat, tidak ada

trauma ataupun ketakutan yang membekas.

Dia membuka jas dan dasi yang di pakainya.

Kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Tidak

lama sudah terlihat menjalankan ibadah sholat

isya di sudut ruangan yang tidak terlalu besar itu.

Beberapa saat kemudian sosok itu beranjak,

naik ke atas tempat tidur berukuran sedang itu.

Tempat tidur yang kurang layak bagi dirinya. Dia

berbaring menghadap ke arah Sherin yang begitu

tenang dan lelap dalam tidurnya. Matanya yang

tajam dan penuh daya pikat, menatap lekat wajah teramat cantik itu dengan gejolak perasaan yang

tidak mampu terjabarkan.

"Aku hampir saja kehilangan mu Sherin.."

Desis sosok itu yang tiada lain adalah Devan.

Perlahan dan hati-hati dia menarik tubuh Sherin

ke dalam rengkuhannya dan memeluk nya erat.

Matanya kini terpejam rapat, mencoba mencari ketenangan atas desakan amarah yang sampai

saat ini masih menguasai dirinya. Dia sudah memastikan, esok hari, para tikus itu harus

mendapatkan karma atas apa yang telah di

perbuat nya dan harus berakhir tragis.

Devan melonggarkan pelukannya, di tatapnya

kembali wajah Sherin yang masih tidak sadar

akan kehadirannya itu. Matanya kini jatuh di

bibir ranum merah alami itu yang masih sangat

terasa bagaimana lembut dan manisnya. Darah

di tubuhnya berdesir hebat, ada dorongan hasrat

dan gairah yang menerjang dirinya saat ini. Satu

hari meninggalkan wanita ini, jiwanya sungguh

tidak tentram. Ini sesuatu yang baru kali ini di

rasakan nya. Sangat aneh dan di luar dugaan.

Dengan hati-hati dan sedikit gemetar, dia mulai

melabuhkan bibirnya di bibir ranum itu, kemudian ********** lembut dan tenang. Berusaha untuk

menikmati setiap inchi dari kelembutannya yang mampu menyebarkan rasa manis dan aroma

wangi lembut khas yang telah membuatnya ketagihan. Senikmat inikah sentuhan intim itu.?

Seumur hidup, baru wanita inilah yang mampu

membawanya pada pengalaman luar biasa ini.

Semakin lama ciuman Devan semakin kuat dan

memanas hingga membuat Sherin terbangun.

Dengan reflek dia menggigit kuat bibir pria itu

hingga Dev terpaksa melepaskan ciumannya.

"Hei..kenapa kau menggigitku..!"

Devan menggeram sambil mengusap bibirnya

yang mengeluarkan darah segar. Mata Sherin

kini membulat terkejut, raut wajahnya langsung

terlihat getir dengan pendaran rasa bersalah.

"Dev.. maaf.. aku kira siapa tadi..!"

"Kau pikir ada pria lain yang masuk ke kamar

ini.? Apa kau pikir aku akan membiarkan hal

itu terjadi.?"

Devan menajamkan matanya. Sherin tersenyum

kecut, lalu mendekat, dan perlahan meraih bibir

Devan kemudian mengusapnya lembut serta

menekan lukanya. Keduanya saling pandang

lekat dengan sorot mata yang sama-sama tidak terbaca. Namun ada sesuatu yang membuat

hati mereka merasa nyaman saat ini, tiada lain

karena kehadiran satu sama lain di sisinya.

"Ya maaf..itu tadi reflek saja karena terkejut."

"Kau harus membayar ganti rugi sekarang.!"

"Hahh.. ganti rugi apaan.? Memangnya aku

sudah melakukan apa.?"

"Kau sudah membuatku terluka, ini tidak bisa

di maafkan."

"Lalu, aku harus ngapain.? Melakukan jahitan

pada lukamu ini begitu.?"

"Kau harus membayar nya dengan bibirmu.!"

"Devaann.. apaan sih kamu ini, gak mau.!"

Sherin menarik dirinya dari hadapan Devan

yang langsung melingkari pinggangnya kuat.

Kemudian memeluk tubuh nya dengan erat

hingga membuat Sherin meringis.

"Jangan membantah ku Sherin, ingat.. aku

punya hak penuh atas dirimu. Dan kau tidak

di perbolehkan menolaknya.!"

Sherin memalingkan wajahnya yang kini sudah

di penuhi semburat merah hingga membuat

Devan bertambah gemas dan tidak sabaran.

"Ayo..bayar ganti ruginya sekarang.!"

Tantang Devan dengan senyum miring penuh

kelicikan. Sherin menatap Devan dengan raut

wajah kesal sekaligus bingung dan tegang.

"Tunggu apalagi.? Aku menunggumu sekarang."

"Tapi Dev.. kenapa harus dengan cara seperti

ini, aku akan mengoleskan salep saja ya.."

"Sherindaa.. jangan membuatku kesal.!"

"Baiklah.. aku bisa apa lagi.."

Decak Sherin sambil kemudian memejamkan

mata dengan wajah yang benar-benar memerah.

Devan ikut deg-degan, mata mereka kembali

saling pandang kuat.

"Terimakasih..karena kau telah menyelamatkan

nyawaku tadi. Aku tidak tahu apa yang akan

terjadi seandainya kamu tidak datang tadi.."

"Jangan bicara lagi, aku tidak akan membiarkan

hal buruk apapun terjadi padamu."

Desis Devan sambil mempererat pelukannya

membuat tubuh mereka semakin merapat. Dan

kehangatan itu berubah mulai membara. Wajah

mereka hanya berjarak sejengkal saja. Sherin

tampak sangat tegang, dia mulai mendekatkan

wajahnya. Devan juga tidak kalah tegangnya.

Dengan gemetar, Sherin mendaratkan bibirnya

di bibir Devan yang langsung memejamkan mata.

Ini benar-benar gila, sentuhan lembut bibir Sherin

mampu memberi efek dahsyat yang membuat

aliran darah nya terbakar seketika. Jiwa Devan

seolah kosong dan hanya berisi satu bayangan

saja, bayangan wanita yang kini ada di depannya.

Tidak lama keduanya sudah terhanyut dalam

panasnya percumbuan. Sherin sudah mulai bisa

mengimbangi keliaran permainan bibir Devan.

Keduanya seakan tidak ingin melepaskan diri

dari segala kenikmatan ini sedetikpun. Ini hal

yang terlalu sayang untuk di lewatkan.

Keduanya semakin lama semakin panas dan liar. Suara decakan erotis seiring desahan lembut

kini terdengar dari mulut Sherin di saat tangan

Devan mulai bergerilya, masuk ke balik gaun

tidurnya dengan mengelus lembut punggung

nya yang memilki kulit sehalus sutera itu.

"Dev.. sudah cukup.. jangan di teruskan.!"

Setelah cukup lama akhirnya pagutan itu lepas.

Mereka berusaha meraih udara untuk mengisi

kekosongan di dalam paru-paru nya. Namun

tidak lama bibir Devan sudah berselancar lagi

dengan gerakan yang lebih lembut dan memuja

hingga menerbangkan seluruh jiwa Sherin. Dan

ciuman Devan kini mulai turun ke leher jenjang

Sherin yang sangat menggoda itu. Tangannya

juga mulai bergerilya ke bagian depan tubuh

Sherin hingga mencapai dua bukit kembarnya

yang sangat indah, padat berisi dengan ukuran

yang sangat proporsional bagi seorang model.

Tubuh Sherin bergetar hebat seakan tersengat

arus listrik. Dan Devan pun tidak kalah gemetar.

Tubuh bagian bawah nya kini sudah menegang

sempurna, meminta bagian untuk di puaskan.

Akhirnya Devan meyakini satu hal yang selama

ini berusaha di buktikan nya. Ternyata..wanita

inilah yang mampu membuat fisiknya bereaksi,

hingga bisa membangkitkan hasrat nya yang

selama ini tidak pernah di rasakan pada wanita

lain, selain wanita yang notabenenya adalah

adik sepupunya sendiri.

Selama ini, sampai usianya mencapai 30 tahun,

baru wanita inilah yang mampu membuat inti

tubuh nya berdiri tegak. Dan..wanita inilah

yang dia cari dan dia butuhkan selama ini.

"Emmhh..Dev..hentikan..besok aku ada jadwal

pemotretan dengan pakaian sedikit terbuka.."

Sherin berucap lemah dan gemetar seiring rasa

nikmat yang kini datang menyerbu dan menjalari seluruh tubuhnya karena permainan bibir Devan

di lehernya serta remasan kuat tangan pria itu

di dadanya. Semua rasa nikmat asing ini mampu merontokkan sendi-sendi kekuatan di tubuhnya.

Devan terhenyak, dia menghentikan aksinya mencumbu leher Sherin, untung saja dirinya

belum memberikan stempel kepemilikan di

leher indah istrinya itu.

Keduanya saling pandang dengan hasrat dan

gairah yang sama-sama sudah memuncak.

Mata mereka sudah terlihat mulai berkabut.

"Sebenarnya aku menginginkan mu sekarang.

Tapi aku tahu, kalau aku memaksa memiliki

dirimu, akan jadi masalah nantinya.."

Bisik Devan dengan suara yang sangat berat

menahan gejolak hasrat yang sudah semakin

naik dan membakar aliran darah nya. Tangan

nya bergerak mengelus lembut wajah Sherin

yang terlihat memerah itu.

"Maaf.. karena profesi ku.. kau harus berdamai

dengan semua jadwalku. Ini memang tidak adil

untuk mu Dev."

Lirih Sherin dengan nada yang sedikit menyesal.

Entah kenapa, dia pun hampir saja ikut terhanyut

dalam suasana panas yang tadi tercipta. Ini hal

aneh memang, mereka begitu berhasrat dan sama-sama ingin memilki, padahal hubungan

ini terjalin tanpa adanya perasaan apapun

diantara mereka.

"Tidak apa, aku memahami kondisi mu. Kalau

aku memaksa memiliki mu sekarang, maka

aku yakin..besok pagi kau tidak akan bisa

bangun dan beraktifitas.!"

Desis Devan sambil kembali ******* lembut

bibir Sherin yang sudah membengkak itu. Lagi,

Devan terpaksa harus menahan segala hasrat

dan keinginannya, karena dia tahu pasti apa

yang di butuhkan oleh seorang model seperti

Sherin. Dia tidak bisa menjamahnya sesuka hati,

ada hal yang harus selalu di perhitungkan dalam setiap tindakan yang nanti diambilnya terhadap

tubuh yang sangat berharga milik istrinya ini.

Beberapa saat kemudian mereka sudah saling

memeluk dan saling memberi kehangatan.

Masih dalam keadaan menahan segala hasrat, keduanya mencoba memejamkan mata. Devan mengurung tubuh Sherin dalam pelukan posesif

nya. Dia harus memastikan, wanita ini berada

dalam perlindungannya, sehingga nyamuk pun

tidak akan mampu mengganggunya.

***

Sherin membuka mata perlahan saat adzan

subuh terdengar sayup-sayup berkumandang.

Dia meregangkan otot-otot nya sambil berdoa

dan bersyukur atas segala anugerah Tuhan

yang masih memberinya usia sampai detik ini.

"Dev.. kemana dia.? Apa dia sudah keluar.?"

Sherin tertegun saat melihat tempat tidur di

sebelahnya sudah dalam keadaan kosong. Dia

segera turun dari tempat tidur. Hari ini banyak

jadwal yang harus di jalaninya. Di mulai dari

olahraga bersama, sarapan pagi bersama,

sampai dengan pemotretan yang rencananya

akan di lakukan di tepi hutan di dekat air terjun.

Sekitar jam 7 pagi, semua peserta sudah ada

di halaman belakang. Olahraga ini sengaja di

lakukan di lingkungan outdoor untuk memindai

fisik para peserta sekaligus menempanya. Ada

banyak model yang mengeluh dengan kondisi

suhu udara yang sangat ekstrim itu. Mereka

harus berusaha keras untuk beradaptasi.

Pemandangan yang indah di pagi hari yang

cukup cerah dengan cuaca dingin menggigit.

Dimana di taman belakang hotel, barisan para

wanita dengan tubuh indah dan wajah yang

memikat berbalut pakaian olahraga serba ketat

tengah melakukan olahraga bersama. Gerakan

mereka begitu gemulai, menarik dan menggoda.

Hingga membuat mata para pengunjung hotel

lainnya serta warga sekitar di paksa untuk

menikmati pemandangan ekslusif ini.

Selain mata orang-orang yang tidak penting,

mata para juri pun tidak pernah lepas menilai

seluruh gerak gerik para peserta kompetisi itu.

Akhirnya sekitar pukul itu 10 pagi, para peserta

berkumpul di parkiran dengan mengenakkan

celana jeans biru di padu kaos putih, plus jaket

denim warna biru. Mereka terlihat segar dan

mempesona dengan segala keindahan polesan

wajah profesional di sesuaikan dengan situasi,

kebutuhan dan kondisi yang akan di hadapi.

Mata orang-orang terlihat terpana saat melihat

kemunculan Sherin. Dia mengenakan topi cantik

dan kacamata hitam yang melengkapi segala

tampilannya yang sudah sangat memukau itu.

Mata Steve dan beberapa staf direksi terlihat

terpaku melihat penampilan peserta yang satu

ini, sangat istimewa dan berbeda. Walau para

peserta kompetisi ini memiliki kecantikan di

atas rata-rata, namun aura kemilau terang yang terpancar dari sosok peserta yang satu ini

mampu membuatnya begitu berbeda dan unik

sehingga menarik mata semua orang untuk

terus fokus dan menatap kearahnya.

"Okay.. gaiiss..kita akan melakukan pengambilan

gambar pertama di alam terbuka untuk sesi ini.!

Semua siap kan.? Tidak ada kendala..?"

Miss Manola memberi arahan dan memastikan

kesiapan semua peserta yang kini berbaris rapi

di halaman depan.

"Siap Miss.. kita ready semua..!!"

Sambut para peserta dengan kompak dan penuh

semangat. Pamela dan Stella yang kebetulan

berbaris di sebelah Sherin tampak melirik gerah

ke arah gadis itu.

"Jangan karena sudah berhasil menangani

masalah kemarin, lantas kau jadi besar kepala

Miss 2 milyar. Kita akan lihat, apakah kau masih

bisa mengangkat wajahmu itu malam ini.!"

Desis Pamela di telinga Sherin yang hanya bisa

mengernyitkan alisnya. Tapi dia berusaha untuk

tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan.

"Aku tidak pernah merasa lebih baik dari orang

lain, tapi aku akan terus berusaha untuk lebih

baik dari sebelumnya.!"

Sahut Sherin dengan kepala tegak dan sikap

yang sangat santai. Pamela berdecak sebal

dengan ekspresi wajah yang terlihat gerah.

"Ternyata.. dalam keadaan seperti ini pun, kau

tidak bisa menghentikan aktivitas panasmu

itu ya Miss Sherin..! Sungguh mengejutkan.!"

Kembali Pamela berdecak sambil kemudian

melenggang pergi masuk ke dalam kendaraan

yang sudah di siapkan. Sherin menautkan alis

nya bingung, tapi dia tidak ingin ambil pusing.

Rombongan kini berangkat ke tempat tujuan

dengan menggunakan kendaraan mini bus

yang sengaja di kirim oleh pihak perusahaan.

Management memastikan tidak akan terjadi

masalah lagi yang dapat mengganggu jalannya

kompetisi bergengsi ini.

Tiba di tempat tujuan, semua peserta tampak

berdecak kagum melihat segala keindahan alam

yang tersaji di depan mata. Air terjun warna biru

nan eksotis di padu dengan kemurnian nuansa

hutan perawan di lengkapi gegapnya pepohonan

yang masih alami dan lestari. Tidak tersentuh

oleh tangan-tangan jahil manusia.

Tapi suhu udara di tempat ini sangatlah ekstrim,

berada di bawah normal. Dan inilah yang akan

menjadi tantangan utama untuk semua peserta.

Apakah mereka sanggup melawan suhu ekstrim

ini dan mampu memunculkan serta mengeskplor

segala keindahan alam di tempat ini.?

Kru produksi dan team lapangan ternyata sudah

ada di tempat itu bersama beberapa juri pria.

"Okay.. sekarang.. bersiap semuanya.. kita akan

melakukan sesi fhoto bersama. Setelah itu baru

giliran fhoto perorangan dengan kostum yang

sudah di siapkan oleh panitia..Come on gaiiss..

Bersiap semuanya.. cepat-cepat..!!"

Miss Manola memberi instruksi pada para model

agar segera mengambil posisi untuk sesi fhoto bersama. Mereka semua berdiri di belakang air

terjun eksotis itu lalu berpose seindah dan se

natural mungkin agar menyatu dengan alam.

Setelah itu para model masuk ke dalam tenda

yang sudah tersedia untuk mengganti kostum

sesuai dengan ketentuan. Kostum warna-warni

yang bisa di kolaborasikan dengan kondisi alam

dan pemandangan sekitarnya.

Tidak berselang lama, terdengar kegaduhan dari

arah parkiran ketika ada suara mobil yang baru

saja datang ke tempat itu. Semua model dan kru produksi serta para staf direksi tampak terkesima

saat melihat kemunculan sosok tinggi gagah

yang baru saja keluar dari mobil paling depan.

Sosok gagah perkasa itu mengenakkan setelah mewah yang melekat pas di tubuh tinggi tegap

nya. Di lengkapi kacamata hitam mahal yang bertengger manis di hidung mancungnya. Dia

terlihat sangat bersinar dan menyilaukan.!

Bahkan mampu membuat tubuh para model

wanita memanas dalam sekejap dengan segala fantasi liar yang membawa mereka terbang ke

alam khayalan. Dan yang lebih parahnya lagi,

bagi Stella dan Pamela, sosok paripurna itu

mampu membuat tubuh inti mereka bereaksi

keras dan berdenyut hebat serta langsung

basah seketika. Mereka benar-benar meleleh.

"Presiden El.. selamat datang.."

Para staf dan juri serta semua jajaran yang

bertanggungjawab dalam ajang ini langsung

berbaris menyambut kehadiran sosok istimewa

itu seraya membungkukkan badan penuh hormat.

Bersamaan dengan kemunculan Sherin dari

dalam tenda karena sesaat lagi giliran dia

melakukan pengambilan gambar...

Sosok gagah itu yang tiada lain adalah Devan

tampak mengabaikan sambutan para bawahan

nya. Karena matanya saat ini sedang fokus pada

satu titik, pada wanita super cantik bak bidadari

yang saat ini mengenakkan gaun panjang motif

floral warna kuning koral yang terbuka sedikit

bagian atasnya, hingga keindahan leher dan

dadanya otomatis terekspos dan terpampang

nyata di depan mata.

Mata mereka bertemu, terjerat dan terkesima..

Keduanya sama-sama saling memandangi satu

sama lain dengan sorot mata penuh kekaguman

dan memuja satu sama lain. Ada binar berbeda

yang terlukis dari keindahan mata mereka..

binar yang mewakili perasaan yang saat ini

sama-sama sedang berbunga dan bermekaran..

***

Bersambung...

.

.

.

Note:

Sabtu-Minggu jadwal rehat ya zeyeeng...

jadi gak usah di tunggu.. karena aku gak

bakalan muncul..mau semedi dulu..😂🤭

Salam hangat penuh cinta untuk kalian

semuaahh readers kuuhh..🥰🥰🤗🤗**

Terpopuler

Comments

Ayuna Kamelia

Ayuna Kamelia

perasaan si devan ngintil mulu dah🤣
takut bininya ilang

2024-03-05

1

andi hastutty

andi hastutty

uh Devan ngintipin trus istrinya 🤣

2023-10-18

0

Fitriani Abdullah

Fitriani Abdullah

imajinasiku
4 bidadari 1.song hye gyo
2.dilraba dilmurat
3.tzuyu
4.Alisha menyonok
sedang imajinasiku para cowok tertampan
1,Takhon
2.hendry cavil
3.crish hamswort
4.temothee chalemeet
sungguh membuat bergetar🤗🤗

2023-09-13

0

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!