2. Terkejut

***

Apartemen Flamboyan Suite di pusat kota..

"Aku harus keluar dari tempat ini sekarang juga

Vint. Ini bukan tempat yang cocok untukku.!"

Sherin berbicara sambil merapihkan semua

pakaiannya ke dalam koper. Vincent terpaksa

membantunya walau dia tidak mengerti apa

sebenarnya yang terjadi. Pulang dari kantor

Starlight Management, wajah cantik gadis itu

tampak muram. Dan sekarang dia memaksa

ingin keluar dari apartemen yang selama ini

di tempati nya.

Apartemen ini merupakan fasilitas yang di

sediakan oleh perusahaan untuk model-model

papan atas yang bernaung di management nya.

"Apa sebenarnya yang terjadi Beb.? Apa kau

sudah melihat sendiri kebusukan kekasih dan

adikmu yang tidak tahu diri itu.?"

"Selama ini aku mencoba untuk tetap percaya

padanya. Tapi sekarang, semuanya nyata di

depan mataku sendiri.!"

"Stella akan melakukan apapun untuk dapat

menyingkirkan mu dari hadapannya. Selama

ini kau sudah terlalu banyak mengalah Sherin."

"Kau benar, dan sekarang semuanya aku rasa

sudah cukup. Aku tidak akan mengalah lagi.!"

"Apa kau akan kembali ke rumah Kakek mu.?"

"Itu bukan rumahku. Aku tidak punya hak untuk

tinggal di rumah itu."

"Ohh My God Sherin.. Kenapa kamu harus terus

hidup dalam ketidakjelasan begini sih.! Kamu

itu cucunya Natakusumah.!"

Sherin menghentikan aktivitasnya. Dia tampak termenung, pandangannya jelas mengambang.

Dan matanya terlihat mulai memanas.

"Sudah, jangan banyak bicara. Malam ini aku

numpang dulu di tempat mu. Besok kita harus

ke luar kota. Setelah selesai, aku akan mencari kontrakan baru."

Ujar Sherin sambil kembali merapihkan barang

miliknya di masukan ke dalam tas besar. Vincent

tersenyum senang, wajahnya yang lebih terlihat

cantik daripada tampan itu tampak bahagia.

"Kenapa harus mencari kontrakan, kamu bisa

tinggal di rumahku selama-lamanya kalau mau."

"Hussh.. kita ini bukan muhrim Vincent, walau

bagaimanapun kita berdua berbeda gender."

"Owhh.. jadi kamu masih menganggap ku

sebagai seorang pria, begitu.? "

"Tentu saja, kau kan memang seorang pria.!"

"Kalau begitu, menikahlah denganku.!"

Sherin kembali menghentikan kegiatannya. Dia

melirik kearah Vincent, kemudian berdiri tegak

sambil bertolak pinggang di hadapannya dengan

sesungging senyum miring terukir di bibirnya

"Kau harus mengalahkan aku dulu, setelah itu,

baru deh bisa berkata dengan gentle untuk

mengajakku menikah."

"Ishh.. ngeri banget sih syaratnya.! Mending

pasrah deh kalau begitu."

Keluh Vincent sambil cemberut kesal. Sedang

Sherin tersenyum puas seraya menepuk bahu

Vincent. Akhirnya mereka berdua kembali pada

kegiatannya. Dan tidak lama semuanya selesai.

Tidak banyak barang yang di bawa oleh Sherin.

Hanya yang bersifat pribadi saja, karena pada dasarnya semua barang yang ada di lemarinya

adalah hasil pemberian Brian.

Akhirnya, Sherin benar-benar keluar dari tempat

itu. Dia tidak mungkin lagi tinggal di apartemen

milik pria yang sudah mengkhianati cintanya.

Dan Brian hanya bisa menjatuhkan dirinya lemas diatas sofa saat dia datang menyusul ke tempat

itu yang sudah dalam keadaan kosong. Dia hanya

bisa mengumpat kesal.

Sherinda..selama ini wanita itu memang sangat

keras dan teguh dalam segala hal. Bahkan dirinya tidak pernah bisa menyentuh nya selama 4 tahun menjalin hubungan. Dan hal inilah yang membuat hatinya perlahan melemah. Dia lelah menghadapi

sikap angkuh Sherin. Kekasihnya itu terlalu kuat

dalam menjaga diri serta kehormatannya

"Kau tidak akan bisa lepas begtu saja dariku

Sherin. Kau adalah aset yang sangat berharga

untuk kemajuan perusahaan ku.!"

Desis Brian dengan senyum smirk. Di ambang

pintu apartemen muncul sesosok gadis cantik

berpakaian seksi yang langsung nyelonong

masuk, lalu mengecek seisi apartemen.

"Owhh Kak Sherin malang.. Kasihan banget sih

nasibmu. Kau selalu saja berulah dan semua

itu hanya membawamu pada kesulitan."

Lirih gadis itu dengan wajah yang terlihat sedih

dan muram. Brian mendekat padanya, tanpa

basa-basi dia segera menarik tangan gadis itu

menuju ke dalam kamar yang biasa di tempati

oleh Sherin.

"Brian..mau apa kamu.? Hei.. Brian.."

"Bukankah ini yang kau inginkan baby.? Apa

kau pikir aku bisa tahan melihatmu berpakaian

seperti ini.? Kenapa kau selalu menggodaku

Stella sayang.."

"Aku datang untuk melihat kondisi kakakku

yang sangat angkuh itu sayang, bukannya

ingin menggoda mu."

"Jangan mencari alasan Nona Stella Muller.."

"Brian..kamu nakal ya..! Ingat ya sayang, kamu

harus selalu menuruti semua keinginanku.!"

"Tentu saja baby, apapun akan aku berikan

untuk wanita yang sangat aku cintai.!"

Desis Brian. Stella hanya bisa pasrah saat Brian melepas semua kain yang menempel di tubuh

mereka. Dan tidak lama sudah terdengar suara desahan serta erangan dari dalam kamar yang

baru beberapa jam lalu di tinggalkan oleh

Sherin tersebut..

***

Berkecimpung di dunia hiburan bagai naik

roller coaster. Naik turun dengan ritme cepat

dan adrenalin tinggi. Begitupun persaingan di

dunia modeling. Walau dari luar terlihat seolah menyenangkan, glamor dan cenderung terkesan memukau serta menarik, namun sesungguhnya persaingan di dalamnya tidak akan pernah terbayangkan. Sangat panas, hingga terkadang memaksa para pelakunya untuk bekerja keras

tanpa mengenal lelah.

Begitupun yang di rasakan oleh seorang model

cantik, Sherinda Maheswari Natakusumah..yang

selama ini bernaung di bawah agensi model

terkenal berlebel Starlight Management..

Gadis berusia 25 tahun itu sudah meniti karir di

dunia modeling sejak duduk di bangku SMP. Dia

sudah bekerja keras selama ini dengan berbagai pengorbanan yang tidak mudah hingga akhirnya

bisa mencapai posisi sebagai super model di agensinya dan kini namanya sudah cukup di

perhitungkan di dunia internasional.

Sherin terjun ke dunia yang penuh dengan resiko

ini, selain karena kecintaannya pada bidang ini,

juga agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Karena ketidakadilan dalam keluarga

memaksa dirinya tersingkir. Orang tidak akan

tahu, bagaimana kerasnya perjuangan dia dalam membangun karirnya dari nol hingga bisa seperti sekarang ini. Dia juga mencoba membentengi

diri agar tidak terperosok ke dalam kehidupan

glamor yang sejauh ini seringkali di perlihatkan

oleh sebagian besar model yang sudah populer.

Dua hari ini Sherin di sibukkan dengan semua

pekerjaan luar kota yang terus saja datang tiada

henti. Dia seolah tidak punya waktu untuk rehat,

benar-benar seperti robot.

Waktu sudah menjelang magrib saat Sherin tiba

di bandara setelah terbang dari luar kota karena mendapat telepon dari ibunya yang mengatakan bahwa dia harus pulang malam ini juga. Tidak

biasanya, ibu yang tidak pernah peduli padanya

itu menghubungi nya. Selama ini, yang ada di

mata ibunya hanyalah Nona Muda Stella Muller,

buah pernikahannya dengan suami keduanya.

Sherin di suruh langsung datang ke restauran langganan keluarga. Ibunya itu hanya berkata

bahwa ada hal penting yang ingin di sampaikan.

"Kau pulang saja Vint, aku akan pulang naik

taksi nanti. Besok kita bertemu di kantor."

Ucap Sherin pada Vincent yang terlihat ragu

untuk meninggalkan majikannya itu.

"Apa kau yakin semuanya baik-baik saja.?"

"Jangan khawatir, aku pastikan semuanya

akan baik-baik saja. Sudah sana pulang."

"Tapi Sher.. ayah sambung mu itu tidak bisa di

percaya. Aku tidak yakin padanya. Aku takut

ada kakak sambung mu juga di sana."

Vincent tetap ragu untuk meninggalkan area

restauran. Dia menatap berat ke arah Sherin

yang sedang merapihkan penampilannya.

"Memangnya apa yang kau takutkan? Sudah

sana. Aku akan menangani nya dengan baik."

"Tapi Sherin.. bagaimana kalau mereka.."

"Vincent Marthinus.. percaya padaku deh.!"

Vincent saling pandang dengan Sherin yang

terlihat menatapnya sedikit gerah. Akhirnya

pria kemayu itu menggedikan bahunya.

"Baiklah, hati-hati di dalam. Telepon aku kalau

ada apa-apa. Sampai jumpa besok di kantor."

Sahut Vincent sambil kemudian melajukan

mobilnya meninggalkan area restauran. Sherin

tampak menegakkan badannya, kemudian

melangkah tenang masuk ke dalam restauran

sambil mencoba memasang senyum manis

yang mampu membuat mata para pengunjung

lain mau tidak mau mengarahkan fokus mereka

pada kemunculannya.

Ada banyak pengunjung yang terlihat mulai

bergunjing menggosipkan Sherin. Isu miring

lagi-lagi menerpa nya dirinya beberapa hari ini,

ketika berita tentang dirinya yang kena grebek

di dalam kamar hotel bersama pengusaha

terkenal merebak di masyarakat.

"Nona Sherin..mari ikuti saya, keluarga anda

sudah menunggu di ruangan biasa."

Sambut manager restauran sambil kemudian

membimbing gadis pemilik tubuh indah nan

mempesona itu menuju ruangan VVIP.

Namun, apa yang kini terlihat dalam ruangan

itu membuat wajah Sherin berubah terkejut

dan tidak nyaman. Bagaimana tidak, saat ini

dia melihat Brian duduk berdampingan mesra

dengan Stella. Lalu ada ibunya bersama ayah sambung nya. Dan ada kedua orang tua Brian

juga yang terlihat menatap tidak suka pada kedatangannya.

Mata Sherin langsung bersirobos tatap dengan

mata Brian yang terlihat sangat dingin. Tak ada sambutan hangat ataupun respon positif dari

laki-laki yang masih berstatus sebagai kekasih

nya itu. Ada luka tidak kasat mata yang kini

menggores lubuk hati Sherin. Dia benar-benar

tidak nyaman melihat pemandangan yang

ada di depan matanya itu.

"Sherin..kau sudah datang.? Ayo duduk.!"

Nyonya Kinar, ibu Sherin menunjuk kursi yang

ada di dekatnya. Raut wajah wanita paruh baya

itu tampak rumit, namun ada seberkas kerinduan

yang masih tersisa dalam sorot matanya. Sherin menarik nafas panjang, dia mencoba untuk tetap tenang kemudian perlahan melangkah.

"Loh, jadi anda mengundang dia juga Nyonya

Kinar, untuk apa ya? Bukankah yang memiliki kepentingan di sini adalah putri bungsu anda.?"

Nyonya Laila, ibunya Brian berucap dengan nada

ketus dan terlihat jelas kalau dia tidak menyukai kehadiran Sherin di tempat itu.

Deg !

Jantung Sherin rasanya seperti terhantam benda keras. Ada apa ini sebenarnya.? Dia cukup tahu,

ibunya Brian tidak begitu menyukainya, karena

berbagai isu miring yang selalu menerpanya.

Selain itu wanita yang selalu berpenampilan Wah

itu juga tidak menyukai Sherin karena dia tidak

pernah berpenampilan mewah nan glamor di

situasi santai seperti ini, gadis itu lebih suka

tampil sederhana dan apa adanya.

"Aku yang meminta nya datang Tan..Aku ingin

dia menjadi saksi peristiwa penting malam ini."

Stella berucap sambil tersenyum lembut ke arah

Nyonya Laila yang langsung memasang wajah

cerah ceria begitu mendengar suara halus gadis

cantik berpenampilan glamor itu.

"Owhh..baiklah sayang kalau itu kemauan mu."

Sahut Nyonya Laila dengan senyum seribu watt

nya. Hati Sherin semakin tidak nyaman. Matanya

kini menatap tajam wajah tampan Brian yang

duduk di hadapannya. Tapi pria itu sepertinya

sengaja menghindari kontak mata dengan nya.

"Tante tidak keberatan kan kalau Kak Sherin

ada di sini.?"

Stella kembali meyakinkan sambil memegang

tangan Brian yang terlihat menggenggam balik

tangan nya. Nyonya Laila tersenyum lembut.

"Tentu tidak Stella sayang, asalkan itu bisa

membuatmu bahagia.."

Hati Sherin semakin berdenyut sakit. Sungguh,

ini adalah kepahitan nyata yang terjadi di depan

matanya langsung. Stella tersenyum lembut

sambil melirik sekilas ke arah Sherin.

"Terimakasih ya Tante sayang.."

"Sama-sama sayang.."

Kedua wanita itu sama-sama tersenyum cerah.

Sherin memalingkan wajahnya ke sembarang

arah sambil menarik nafas dalam-dalam.

"Baiklah Tuan Hendrik, kita langsung saja pada

pokok pembahasan sebelum berlanjut pada

acara makan malam. "

Tuan Adam Mcknight terdengar berbicara di

sambut anggukan kepala Tuan Hendrik yang

terlihat sangat antusias.

"Tentu saja Tuan Mcknight.. Jadi kita putuskan

saja. Untuk lebih mempererat hubungan antara

dua perusahaan, kita akan menjodohkan putra

putri kita. Kelihatannya, mereka berdua juga

sudah saling cocok satu sama lain."

Sambut Tuan Hendrik sambil melirik kearah dua

sejoli yang duduk berdampingan tersebut. Sherin tampak terkejut bukan main mendengar ucapan

ayah sambung nya itu. Dia kembali menatap

tajam kearah Brian penuh interogasi, tapi pria

itu lebih memilih memalingkan pandangannya

pada wanita yang duduk anggun di sampingnya.

"Kalau begitu, mari kita sepakati saja. Mereka

berdua, Brian dan Stella akan bertunangan satu minggu lagi.."

Sambung Nyonya Laila dengan semangat 45

dan wajah yang terlihat sumringah.

Duarr..!!

Bagai tersambar petir di siang bolong, wajah

Sherin langsung saja memucat. Jelas terlihat

kalau dia sangat terkejut dengan kabar ini..

Bertunangan, Brian dan Stella.??

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Nuryati Yati

Nuryati Yati

ngapain kaget Sherin laki2 mcm Brian buang aja ke laut

2025-03-28

0

Rohayani Faisal

Rohayani Faisal

kaka ...ditunggu karyamu selanjutnya

2025-01-22

0

Dzakiya Sakhi

Dzakiya Sakhi

ayo donk kak bikin karya baru lagi.....
semangat kak!!!!!

2024-01-16

5

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!