3. Hancur

***

Duarr..!!

Bagai tersambar petir di siang bolong, wajah

Sherin langsung saja memucat. Jelas terlihat

kalau dia sangat terkejut dengan kabar ini.

"A-apa tunangan, Brian dan Stella.? Apa aku

tidak salah dengar.?"

Sherin berucap gemetar sambil kemudian

berdiri, membagi tatapan tajam pada semua

orang yang ada di tempat itu.

"Sherin..! Jaga sopan santun mu.! Kita sedang

berhadapan dengan keluarga terhormat.!"

Tuan Hendrik membentak setengah emosi.

Sementara Nyonya Kinar hanya bisa terdiam,

menatap dan memegang tangan Sherin dengan

sorot mata penuh dilema.

"Ohh, jadi ini maksud kalian menyuruhku

datang ke tempat ini.? Agar aku melihat dan mendengar sendiri semua rencana besar ini.?"

Sherin seolah tidak mendengarkan bentakan

ayah tirinya itu, dia meraih tas nya. Kemudian

menatap tajam ke arah Brian dan Stella.

"Tuan Brian O'Neil Mcknight..apa kau sudah merencanakan semua ini.? Jadi kau sudah

tidak menganggap keberadaan ku.?"

Sherin bertanya dengan tatapan yang berubah

sinis. Brian tampak berdiri, keduanya kini saling menatap kuat. Ada sedikit keraguan di mata

pria itu, tapi dia mencoba menyamarkannya.

"Sherin..aku merasa, hubungan kita selama ini

tidak lah sehat. Kau selalu membuatku kecewa.

Kau berkhianat di belakangku dengan semua

kasus dan skandal mu.!"

"Apa.?? Ya Tuhan..Aku tidak percaya kalau kau

sendiri yang mengatakan semua ini Brian.!"

"Itu kenyataannya Sherin. Maaf, aku rasa kau

bukanlah wanita yang tepat untuk jadi menantu

di keluarga Mcknight.! Nama baikmu sudah

sangat tercemar.!"

Wajah Sherin kini memucat, dia mundur dua

langkah. Tubuh nya hampir saja limbung saat

mendengar perkataan Brian barusan. Tatapan

matanya yang tajam kini semakin menghujam

wajah pria yang selama 4 tahun ini selalu setia mengisi seluruh ruang di dalam hatinya itu.

"Brian..aku benar-benar tidak menyangka,

kau tega mengatakan semua ini padaku.!"

"Sudahlah Sherin, kita akan membicarakan

semua masalah ini besok di kantor."

"Setidaknya, kalau kau merasa jadi pria sejati,

sebelum memutuskan semua ini, perjelas dulu

hubungan kita Tuan Brian yang terhormat..!!"

Tegas Sherin dengan wajah yang terlihat mulai

memerah menahan serbuan berbagai rasa yang

memenuhi dadanya. Air mata kini sudah mulai

mendesak ingin keluar. Tapi sekuat tenaga dia

mencoba menahannya.

"Woww..putri sambung mu sungguh tidak punya

attitude Tuan Hendrik.! Saya jadi percaya pada

isu yang beredar, kalau dia memperoleh semua

popularitas nya dengan jalan yang tidak benar.!

Untung saja putraku segera tersadar kalau dia

bukan pilihan yang tepat.!"

Lagi-lagi, jantung Sherin seakan di robek dan di

toreh benda tajam mendengar ucapan Nyonya

Laila yang jelas-jelas menghina dirinya. Sherin

memejamkan matanya rapat menahan desakan

air mata yang seolah protes ingin terjun keluar.

"Maaf Nyonya Besar Mcknight.. Saya mungkin

tidak berattitude..Tapi sebagai seseorang dengan

kehormatan yang sangat tinggi, saya sarankan

sebaiknya anda menjaga lisan dan ucapan anda

terlebih dahulu agar tidak menyakiti orang lain."

"Hei.. lancang kamu ya.! Sampai kapanpun aku

tidak akan sudi menerima calon menantu yang

tidak bisa menjaga diri dan kehormatannya.!"

Sentak Nyonya Laila dengan wajah memerah

menahan emosi. Tuan Adam segera menarik

tangan istrinya itu dan menenangkannya.

"Tante, aku mohon tenanglah..Tante tidak boleh terbawa emosi. Tante adalah wanita yang sangat terhormat. Saya atas nama Kak Sherin mohon

maaf karena telah bersikap lancang."

Stella berucap lembut dengan raut wajah yang

terlihat sangat sedih dan menyesal. Nyonya Laila tampak berubah tenang, dia memaksakan diri tersenyum ke arah Stella .

"Sungguh.. kalian berdua bagai langit dan bumi.

Kau begitu lembut dan sopan Stella sayang.."

Ucapnya kemudian sambil melirik sinis ke arah

Sherin yang lagi-lagi hanya bisa menarik nafas

berat. Adiknya itu benar-benar ratu drama. Dia mencoba untuk menekan dirinya agar tetap kuat

dan meredam emosi sekaligus menahan rasa

sakit yang kini mencabik jiwanya.

"Baiklah Brian, kalau ini pilihanmu, aku tidak

akan pernah menghalangi. Silahkan, teruskan.!"

Akhirnya Sherin berucap tegas sambil kembali

menegakkan tubuhnya. Untuk sesaat dia tampak

membagi pandangan pada semua orang yang

terlihat membisu, menatap diam ke arahnya.

Setelah itu dia membalikan badan, mengambil

langkah seribu, kemudian berlalu pergi keluar

dari tempat itu.

"Sherin.. tunggu ! kamu mau kemana.?"

Nyonya Kinar bangkit, tapi di cegah oleh Tuan

Hendrik. Begitupun dengan Brian, dia terlihat

bergerak ingin menyusul Sherin, namun Stella

segera mencegah dengan menarik tangannya

dan memeluknya dari belakang.

"Sudahlah sayang.. urusan kita lebih penting.

Nanti saja kita urus masalah Kak Sherin."

Lirih Stella sambil mengelus bahu Brian penuh

dengan kelembutan dan kehangatan membuat

Brian terpaksa duduk kembali dengan tampang

wajah yang tidak terbaca.

Sherin melangkah cepat keluar dari restauran itu

tanpa memperhatikan lagi lingkungan sekitarnya.

Dan tanpa sengaja dia bertubrukan cukup keras dengan seseorang begitu mencapai pintu depan. Karena dalam posisi tidak siap, tubuhnya tampak terhuyung ke belakang, untung saja sosok yang di tabraknya sigap. Dia segera menangkap pinggang ramping Sherin, dan kini posisi mereka mirip

adegan dalam film romantis.

Untuk sesaat mata mereka saling berbenturan

tatap. Seakan terhipnotis, keduanya tidak bisa melepaskan pandangan itu begitu saja. Sayang

sekali wajah pria itu tertutup masker. Jadi, yang terlihat kini hanya mata elang nya saja. Mata

yang memiliki tatapan setajam ujung pedang

hingga mampu merontokkan iman seorang

wanita dalam sekali pandang saja.

"Maaf Tuan..saya sedang terburu-buru. Sekali

lagi maafkan kecerobohan saya."

Akhirnya Sherin yang tersadar duluan. Dengan

gerakan cepat dan ringkas dia menegakkan

badannya. Setelah itu menundukkan kepalanya

sedikit di hadapan sosok tinggi itu. Kemudian

tanpa basa-basi lagi, dia kembali berjalan keluar

dari area restauran meninggalkan sosok tinggi

itu yang kini menatap lurus ke arah kepergian

Sherin. Ada sorot aneh yang tergambar jelas

dari tatapan matanya.

"Tuan Muda, anda tidak apa-apa.?"

Tanya seseorang yang baru saja datang menyusul

pria tinggi itu setelah selesai memarkir mobilnya.

Pria tinggi gagah itu tampak mengibaskan jas nya,

lalu memakai kembali kacamata hitam nya tanpa

melepas masker yang menutupi wajahnya.

"Aku tidak apa-apa.! Kita masuk sekarang. Apa

kau sudah memastikan kalau Mom sudah ada

di tempat ini.? Aku tidak ingin membuang waktu "

Sahut pria itu dengan suara baritonnya sambil

melangkah tenang masuk ke dalam restauran

itu dengan aura kehadiran yang sangat kuat.

"Sudah Tuan muda, Nyonya Besar sudah ada di

dalam. Hanya saja Tuan besar tidak bisa datang, karena Tuan sepuh sedang kurang sehat."

"Besok pagi aku akan mengunjungi nya."

Kembali sahut si pria tinggi. Tiba di dalam, dia

di sambut oleh manager restauran yang datang

dengan tergopoh-gopoh.

"Tuan Muda, selamat datang di restauran kami.

Sebuah kehormatan anda sudi berkunjung ke sini. Mari, saya akan mengantar anda ke ruangan."

Sambut manager restauran dengan sikap yang

sangat hormat dan segan. Pria itu tampak datar

saja, dia kembali berjalan tenang menuju ruangan sesuai dengan petunjuk dari sang manager.

Tiba di dalam ruangan khusus, pria itu tampak

terdiam sesaat. Dia melihat, di sana sudah ada seorang wanita setengah baya dengan tampilan

super elegan. Dan ada seorang gadis cantik

berkulit putih, berambut panjang yang sedang

duduk anggun tumpang kaki, memperlihatkan

betis indahnya yang sedikit terbuka di balik

gaun mewahnya.

"Ohh Devan putraku, selamat datang sayang."

Sambut sang wanita elegan sambil merangkul

erat pria muda itu yang kini membuka masker

penutup wajahnya. Dan mata indah gadis cantik

tadi tampak terkesima begitu melihat bagaimana

rupa asli dari pria muda itu. Dia seakan hilang

kendali diri begitu melihatnya.

Mata elang si pria muda langsung jatuh pada

sosok cantik yang kini berdiri menyambutnya

dengan senyum menawan nan menggoda dan

tatapan yang terlihat begitu mendamba.

"Apalagi yang Mom lakukan.?"

Tanya pria itu atau Devan dengan suara yang

sangat berat sambil mengangkat tangannya

saat melihat gadis tadi kini mendekat padanya.

Sontak saja gadis itu langsung membeku di

tempat dengan raut wajah yang terlihat kecewa.

"Devan sayang duduklah dulu, kita bicarakan

ini baik-baik. Kenalkan, dia adalah Miss Vania,

putri rekan bisnis Mom dari Singapur.."

"Mom, bukankah aku sudah menegaskan, soal

jodoh biar aku sendiri yang menentukan.!"

"Mom tahu sayang, tapi sekarang, kamu sudah

tidak muda lagi. Umurmu saat ini sudah sangat

pantas untuk berumah tangga."

"Mom, jangan pernah melakukan apapun lagi.!

Atau aku tidak akan menikah sama sekali.!"

"What.? Devan..yang Mom lakukan selama ini..

semuanya demi kebaikanmu ke depan sayang.

Mom hanya ingin kamu mendapatkan wanita

terbaik yang menjadi pendamping mu.."

"Cukup sampai disini saja Mom. Aku tidak akan

pernah memberi toleransi lagi.!"

Tegas Devan dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat dingin penuh rasa tidak suka atas apa

yang di lakukan oleh ibunya itu. Wajah Nyonya

elegan itu tampak sangat kecewa. Semuanya

ternyata sia-sia saja. Sudah berpuluh-puluh

wanita ia bawa ke hadapan putra nya ini dengan harapan akan ada satu diantaranya yang terpilih

untuk menjadi calon pendamping hidupnya.

Namun hasilnya nihil, putranya itu seolah tidak

tertarik sama sekali pada semua gadis mumpuni

yang telah di sodorkannya. Padahal para gadis

itu bukanlah gadis-gadis sembarangan.

"Dev sayang, Mom mohon..untuk yang terakhir

kali..Cobalah untuk menghabiskan waktu satu

jam saja dengan Vania. Dia sudah jauh-jauh

datang ke sini loh. Kasihan dia sayang."

Nyonya elegan itu meraih tangan Devan dengan

raut wajah penuh permohonan. Tapi ekspresi

wajah Devan malah semakin terlihat dingin.

"I'm so sorry Mom..Aku tidak punya waktu untuk mengurusi masalah seperti ini. Maaf Nona Vania,

kau harus kecewa. And.. for you Mom, don't do

that again.!"

"Devan, wait.. Devaan..!"

Nyonya elegan tadi berteriak memanggil Devan

yang berlalu acuh keluar dari ruangan yang

sudah membuatnya merasa pengap itu.

"Apa yang Mom inginkan sebenarnya. Ini gila.!

Aku lelah menghadapi semua perbuatannya.!"

Geram Devan sambil kembali memakai masker

dan kacamatanya. Sang asisten tampak berjalan

di belakangnya, mengikuti langkah Tuan nya

yang sedang terbakar emosi.

Sementara itu, Sherin saat ini berjalan menyusuri

trotoar jalan yang hanya di terangi lampu-lampu

temaram dan berhias gegapnya pohon cemara

serta hembusan angin malam yang menembus

kulit tubuhnya. Saat ini dia hanya berbalut setelan berbahan tipis tanpa jaket. Dia berjalan dengan

menundukkan kepala, mencoba menahan segala

rasa sakit dan kecewa yang kini mematahkan

hati dan jiwanya. Namun dia tidak menangis.

"Brian.. Aku benar-benar tidak menyangka kalau

kamu akan melakukan semua ini padaku. Aku

kira selama ini hatimu tulus menyayangiku. Tapi ternyata, kau sama saja dengan laki-laki lain.!"

Sherin bergumam sambil menendang apa saja

yang ada di depannya untuk meluapkan segala

rasa sakit yang kini menghancurkan jiwanya

hingga tanpa sadar menimbulkan bunyi benturan keras memecah keheningan. Tak jarang ada bunyi

klakson yang terdengar ketika ada kendaraan

yang lewat dan terkena lemparan barang yang

di tendangnya. Namun ada juga yang mencoba

menawarkan tumpangan.

Dia benar-benar tidak menduga, kalau malam ini

akan menjadi malam kehancuran bagi hubungan

nya dengan Brian yang sudah di bina nya selama

4 tahun ini. Selama ini hubungan nya dengan

Brian memang tidak seperti kebanyakan

pasangan lain, karena dirinya terlalu sibuk di

dunia modeling.

Namun, Brian tahu pasti, semua kegilaannya

pada dunia kerja semata-mata dia lakukan untuk

kemajuan perusahaan dan nama besar Starlight

Management.. hingga bisa seperti sekarang ini.

Selama ini dia sudah mengorbankan seluruh

masa mudanya, tanpa kesenangan, tanpa hura-

hura, tanpa memory indah sebagai remaja hanya

demi membangun nama besar agensi model

milik Brian di kancah dunia. Tapi.. sekarang,

rasanya semua pengorbanannya itu percuma

saja, semua sia-sia saja bagi dirinya.

"Hallo Nona cantik.. kenapa malam-malam

begini sendirian saja.? Bagaimana kalau kami menemani mu.?"

Sherin terperanjat dan seketika menghentikan langkahnya saat mendengar ada suara serak di depannya. Dia mengangkat wajah, dan melihat

ada 4 sosok pria jalanan dengan penampilan

yang sangat kacau serta mulut berbau alkohol

yang kini sedang berdiri setengah sempoyongan mengurung dirinya.

"Ikutlah dengan kami Nona cantik. Kita akan

bersenang-senang malam ini. Kita bisa saling

memberi kehangatan.."

Kembali salah seorang dari 4 pria jalanan itu

berucap dengan seringai kecil di bibirnya yang

tiada henti menenggak minuman dari botol

yang di pegang nya..

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Nuryati Yati

Nuryati Yati

ngapain sih Sherin msih ngarepin Brian yg jelas2 udh bercumbu di dpn mata

2025-03-28

0

end

end

perempuan bodoh banyak menye2 z kira da tegas awalx in melow

2024-10-24

1

Rosita Hendriyani

Rosita Hendriyani

lha gmn toh Sherin, bukankah kamu melihat sendiri Brian bercumbu dg Stela di hari sebelumnya. Kok msh mengharapkan yg baik???? piye toh Thor???

2024-09-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!