14. first Kiss

***

Mungkin ini akan menjadi titik kejatuhan, karir

seorang Sherin di dunia modeling..

Karena tidak lama setelah dia pergi dari gedung

Starlight, pihak manajemen kembali melakukan

konferensi pers. Mereka mengumumkan tentang

pemecatan secara tidak hormat dan pemutusan

kontrak oleh pihak starlight terhadap Sherin di

sertai dengan surat blacklist atas karir modelling seorang Sherinda Maheswari di Starlight.

Dunia maya langsung geger dengan kabar ini.

Para pengamat dunia modeling ramai-ramai

memberi statement dan penilaian atas kabar

yang menghebohkan ini. Nama Sherin kembali

menjadi trending topik di berbagai media massa.

Sementara itu, saat ini Sherin sedang berada di

rumah Vincent. Mereka berdua ikut memantau

perkembangan yang terjadi.

"Ini gila Sher, mereka sudah benar-benar gila.!

Kamu di blacklist Sherin.! Kamu masuk daftar

hitam sekarang.! agensi mana coba yang akan

mau merangkul kamu kalau begini.!"

Vincent terlihat mencak-mencak melihat semua

berita di media online. Sherin terdiam, wajahnya

terlihat datar dan tidak terbaca. Ya..sekarang dia

sudah berakhir. Dia benar-benar tidak menyangka

kalau Brian akan memberikan daftar hitam untuk

dirinya. Pria itu benar-benar ingin menjegal jalan

nya ke depan. Rasa sakit sekaligus kecewa, kian menghantam jiwanya saat ini. Kenapa Brian tega melakukan semua ini..??

Sherin menarik nafas dalam-dalam, dia meraih

ponselnya yang bergetar. Dan Margaret lah yang

kini mencoba menghubungi nya.

"Iya Margaret, apa kau sudah mengurus semua

administrasi nya ? Aku ingin semuanya selesai

hari ini juga."

"Sherin..maaf.. perusahaan telah membekukan

aliran dana yang masuk ke rekening atas namamu

dengan alasan untuk membayar biaya penalti."

"Apa.?? Berapa persen yang mereka ambil.?"

"Me-mereka.. menarik semua dana Sherin.. Jadi

saat ini kamu tidak punya sisa dana sedikit pun."

Deg !

Wajah Sherin langsung saja memucat. Dadanya

saat ini terasa sesak. Air mata tiba-tiba mendesak

ingin tertumpah. Vincent tampak menatap cemas.

"Maafkan aku Sherin, aku tidak bisa membantu

memperjuangkan hak-hak mu.!"

Kembali terdengar suara Margaret dengan nada

yang di penuhi penyesalan dan kesedihan.

"Ya Tuhan.. kedzaliman macam apa ini ? Jadi..

jerih payahku selama ini tidak berarti apa-apa.

Mereka yang menikmati hasilnya.??"

Suara Sherin tercekat di tenggorokan, air mata

sudah tidak mampu lagi di bendung nya. Rasa

sakit yang dirasakannya membuat dia jatuh

dalam keterpurukan. Sherin melempar ponsel

kemudian merebahkan tubuhnya ke sandaran

sofa. Dia membiarkan air mata mengalir untuk

mengurangi rasa sakitnya. Sementara Vincent mencoba menghubungi Margaret kembali

untuk memperjelas semuanya.

Setelah beberapa saat...

"Vint, apa kamu masih menyimpan file yang

waktu itu aku berikan.?"

Akhirnya Sherin bangkit. Dia tidak bisa terus

seperti ini, menyesali keadaan tidak akan bisa

mengubah apapun.

"Semuanya aku simpan Sher. Lalu, sampai kapan

kamu akan berdiam diri seperti ini.?"

"Mereka adalah orang-orang yang terhubung

denganku Vincent. Aku tidak tega kalau harus

menghancurkannya. "

"Jadi kamu akan membiarkan semua ini terus

terjadi.? Sebenarnya hatimu terbuat dari apa sih.?"

Sherin tersenyum getir. Dia beranjak dari tempat

duduknya, kemudian melangkah masuk ke kamar

sebelah yang biasa di pakainya kalau menginap

di rumah Vincent. Dia harus menenangkan diri

dengan sholat Dzuhur dan berdoa. Sementara

Vincent masih sibuk dengan pantauannya.

Beberapa waktu kemudian Vincent di kejutkan

dengan telepon berturut-turut dari beberapa

agen yang mengaku sebagai asisten sutradara,

sekretaris perusahaan, dan beberapa agensi

model yang menawarkan pekerjaan pada Sherin.

Namun semuanya hanya membuat Vincent

naik darah saja, karena jenis pekerjaan yang

di tawarkan tidak jauh dari hal berbau seks.

"Dasar orang-orang tidak beradab.! Mereka

kira bos gue cewek apaan.? Awas saja, minta

di kasih pelajaran rupanya mereka !"

Umpat Vincent dengan wajah kesal setengah

mati. Ponsel nya kembali berdering dengan

nyaring membuat dia mendelik kesal.

"Heh.. mau apalagi kalian ? Mau menawarkan

pekerjaan panas sama bos gue, no.! sorry ya..

dia bukan cewek murahan, selama ini kalian

hanya termakan isu yang menyesatkan. "

"Hallo, ini dengan asisten Mr Steve dari agensi Universal Models.. apa saya bisa bicara dengan

Miss Sherin sekarang.?"

"What.?? Universal Models..??"

Mulut Vincent menganga, dia tampak bengong.

Kemudian menjauhkan ponsel untuk melihat

nomor yang tertera di layar.

"Hallo..apa saya bisa bicara dengan Miss

Sherin sekarang.?"

"Hai.. saya adalah asistennya. Bagaimana..

ada yang bisa saya bantu.?"

"Ohh baiklah. Saya hanya ingin memberi kabar

untuk Miss Sherin, barangkali dia berminat, di

Universal Models sedang di adakan event yang

sangat penting dan menarik. Ada penjaringan

khusus untuk duta model yang akan di kirim ke

Universal Models Competition.. Dan ajang ini

bebas di ikuti oleh model dari agensi manapun

termasuk Miss Sherin yang sudah out dari

agensi sebelumnya.!"

"What.?? Ini adalah event yang sangat penting.

Baiklah.. nanti akan saya sampaikan pada Bos

saya, terimakasih atas informasinya ya.."

Vincent menutup telepon sepihak tanpa sadar.

Dia begitu excited. Universal Models..? Siapa

yang tidak tertarik untuk masuk agensi ini.

"Sheriiinn... aku ada kabar baik untuk mu.."

.

***

.

Malam hari yang hening di dalam apartemen

mewah milik Tuan Muda Kertaradjasa..

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam

saat Devan tiba di dalam apartemen miliknya

itu. Sesegera mungkin dia membereskan semua

urusan nya di luar negeri agar bisa cepat kembali

ke tempat ini. Hanya dalam waktu satu hari saja, berbagai masalah datang dan menumbangkan

karir seorang Sherin di dunia modeling.

Untuk sesaat dia tampak menarik nafas berat. Matanya menatap tajam ke lantai atas. Aneh,

jantung nya tiba-tiba saja berdebar kencang.

Ada perasaan aneh yang tidak di mengertinya

yang kini menguasai hati serta jiwanya begitu

menyadari di dalam apartemen miliknya ini ada penghuni lain. Seumur-umur, baru kali ini dia memasukkan seorang wanita ke dalam tempat tinggalnya. Bahkan ibu dan adiknya pun belum

pernah di ijinkan untuk datang ke tempat ini.

Begitu masuk ke dalam kamar pribadinya, Dev

tampak mematung sebentar saat melihat sosok

cantik nan menggiurkan yang berhasil membuat harinya di luar negeri kacau itu tengah meringkuk manja di atas sofa, bukan di atas kasur empuk miliknya.

Devan melepas dasi dan jas yang di pakaiannya, kemudian berjalan mendekat kearah keberadaan Sherin. Dia berjongkok rendah di hadapan gadis

itu, lalu menatap tenang wajah cantik itu dengan seksama. Di telusuri nya seluruh keindahan tiada

tara itu di setiap detailnya dengan bibir yang

terangkat manis.

"Kau sangat cantik dan menarik. Sayang sekali..

aku bukanlah laki-laki pertama untukmu Sherin.."

Desis Devan sambil memainkan rambut yang

jatuh di wajah Sherin. Hatinya kian tidak tentu.

Ada getaran aneh yang membuat jiwanya

semakin terasa gelisah hingga mendorong

dirinya untuk mendekat dan mendaratkan satu

kecupan lembut di kening Sherin yang tiba-tiba

saja terbangun dan membuka matanya, lalu mengerjap dan..

"Siapa kamu.. hei.. lepaskan..!!"

Sherin terkejut, kemudian dalam satu gerakan

cepat dia menendangkan kakinya ke perut

Devan yang reflek menahan nya dengan telapak

tangan kirinya. Mata Sherin melebar, wajahnya

kini memucat dengan senyum getir dan merasa

bersalah. Dia mencoba menarik kembali kakinya

yang masih di pegang kuat oleh Devan.

"Dev.. kau rupanya, kapan datang.?"

Ucap nya masih dalam upayanya untuk menarik

kembali kakinya. Sedang mata Devan saat ini

masih menatapnya tajam, dan rasanya seolah

mampu menembus ke dalam tubuh Sherin

hingga dia merasakan panas dingin.

"Coba saja kalau kau melakukan hal seperti

tadi pada semua laki-laki yang ingin mencoba

mendekatimu.!"

Desis Dev sambil kemudian menarik tangan

Sherin hingga tubuh mereka bertubrukan dan

wajah mereka kini saling berhadapan, dekat..

Mata mereka saling menatap kuat di sertai

deru nafas yang tiba-tiba saja tidak beraturan.

"A-apa maksudmu.? Aku.. aku tidak mengerti."

Sherin mencoba menarik tangannya dari

genggaman Devan, tapi pria itu malah semakin

menguncinya, dan kini tangan yang satu lagi

bergerak menarik pinggangnya. Tubuh Sherin

semakin panas dingin, dan mulai menegang

saat Devan mendekatkan wajahnya.

"Kenapa kamu harus membiarkan tubuh mu

ini tersentuh oleh pria yang tidak memiliki hak

untuk menyentuh mu Sherin.? Kenapa kamu

tidak bisa menjaga kesucian dirimu.?"

Deg !

Jantung Sherin rasanya lepas dari tempatnya.

Jadi..pria ini sedang mempertanyakan hal yang

paling berharga dari dirinya.? Mata Sherin kini

mengerjap, ada desakan air mata yang tiba-tiba

memaksa ingin keluar, kenapa rasanya begitu

sakit.? Di ragukan kesuciannya oleh pria ini,

rasanya bahkan lebih sakit daripada di caci

dan di campakan oleh Brian, tapi kenapa ??

Bukankah pernikahan ini juga sejatinya hanya

di atas kertas saja ?!

"Kau.. kau meragukan ku Dev.? Kalau begitu..

buktikan sekarang juga, apakah keraguan mu

itu benar atau tidak."

Lirih Sherin sambil memejamkan matanya. Dia

terpaksa berbicara demikian, seolah menantang Devan untuk membuktikan keraguannya karena desakan perasaan sakit hati yang kini lagi-lagi mengiris bathin nya. Kenapa semua orang harus

selalu meragukannya. Devan tersenyum dalam

diam, walau sebenarnya perasaan nya tiba-tiba

saja berdebar tidak karuan.

"Apa kau menantang ku.? Baiklah.. malam ini

juga kita akan membuktikan semuanya.!"

Desis Devan sambil kemudian mengangkat tubuh

Sherin yang reflek melilitkan tangannya di leher

Devan. Mata mereka tidak lepas saling pandang

dalam pancaran mata yang tidak terbaca. Devan

berjalan perlahan menuju tempat tidur.

Dengan hati-hati Devan merebahkan tubuh Sherin

di atas tempat tidur. Kembali, mata mereka kini

saling menatap, ada ketegangan yang semakin

melanda, bukan hanya Sherin, tapi juga Devan.

Bisakah mereka melakukan semua ini dengan

terpaksa, hanya karena ingin membuktikan satu

hal.? Sherin memejamkan matanya saat Devan

bergerak naik, kemudian mengurung dirinya.

"Kau yakin kita akan melakukannya sekarang.?"

Sherin membuka mata, ada kebimbangan yang

kini tergambar dari raut wajahnya. Keduanya

saling menatap, saling melihat dan mencoba

untuk meyakinkan diri.

"Aku hanya tidak ingin kau meragukan ku terus.

Aku tahu, kau tidak bisa membuktikan apakah

isu itu benar atau tidak, jadi hanya inilah caraku

satu-satunya untuk membela diri.!"

Wajah Devan tampak berubah aneh, ternyata..

wanita ini tahu benar apa yang di lakukan nya

selama ini dan apa yang mengganjal di hatinya.

Devan menarik dirinya, kemudian tanpa kata

dia turun dari atas tempat tidur, dan melangkah..

"Jangan ragu Dev, bukankah kau satu-satunya

pria yang memiliki hak atas diriku.?"

Sherin berbicara lembut dan terdengar seperti

buluh perindu di telinga Dev yang membuatnya

langsung memejamkan matanya. Sebenarnya

saat ini hasrat Devan sudah menggebu, tapi dia

merasa tertohok oleh ucapan Sherin barusan.

Sherin bangkit, lalu berbaring miring di atas

tempat tidur, posisi yang sangat menantang sebenarnya. Tapi Devan sudah terlanjur down,

dia malah memilih melangkah masuk ke dalam

kamar mandi. Huhh..selamat..Sherin mengusap dadanya yang tadi sempat bermarathon hebat.

Sungguh dia tidak sanggup kalau di hadapkan

pada situasi seperti tadi lagi.

Tidak berselang lama Devan sudah keluar dari

kamar mandi. Dia tampak mengenakkan piyama

tidur warna putih, sangat mempesona dengan

rambut setengah basahnya. Mata Dev mencari

keberadaan Sherin yang menghilang dari atas

tempat tidur. Kemana wanita itu.??

Akhirnya dia memutuskan untuk mencari angin

dan berdiri di pinggir balkon. Menatap hamparan

kota yang di hiasi gemerlapnya lampu malam.

"Minumlah.. agar kau lebih tenang."

Dev melirik, memandang Sherin yang tengah

berdiri di sampingnya sambil menyodorkan

segelas madu jahe merah.

"Apa itu.? Aku tidak terbiasa minum minuman

aneh atau jamu-jamuan.!"

"Ini bisa meredakan segala rasa lelahmu."

"Yang bisa meredakan rasa lelahku bukanlah

itu, tapi ada yang lain.."

Sherin menautkan alis bingung sambil mundur

saat Devan maju mendekat. Devan meraih gelas

berisi madu jahe itu lalu menghirup nya sesaat. Namun tidak lama dia meletakkan gelas itu di

atas meja bulat di belakang mereka.

"Devan.. apa yang kau inginkan.?"

Tubuh Sherin membentur dinding balkon saat

Devan semakin mendekat. Matanya menatap

tajam wajah tampan suaminya itu yang kini

menarik tubuhnya ke dalam rengkuhan nya

kemudian mendekapnya erat. Tubuh Sherin

membeku, irama detak jantungnya tiba-tiba

saja tidak beraturan. Tuhan.. pria ini memeluk

dirinya.? Devan memeluknya.?

Sherin masih terdiam tanpa membalas pelukan

itu, dia benar-benar syok di telan ketegangan.

Sampai akhirnya Devan melepaskan pelukannya.

Kini tangannya perlahan meraup wajah Sherin, menatap nya lekat dengan sorot mata yang

sangat kompleks dan tidak terjabarkan.

"Mulai saat ini, jagalah kehormatan mu hanya

untuk ku.! Dan aku tidak akan membiarkan mu berjalan sendirian.!"

Desis Devan berat sambil kemudian mengecup

lembut kening Sherin yang memejamkan mata.

Tidak lama keduanya saling pandang lekat, dan

seolah ada tarikan khusus, bibir mereka mulai

mendekat, semakin dekat..dan..akhirnya saling memagut lembut sedikit ragu dan gemetar.

Pyarr..!!

Seolah ada seribu bintang yang pecah dalam

otak mereka. Keduanya terhenyak sesaat, apa

ini, semanis dan selembut inikah ciuman ini.?

Sungguh, ini adalah kenikmatan nyata yang tak terbantahkan. Devan menggila, ciumannya kini

lebih intens dan bermain, namun dia mencoba

untuk tetap lembut dengan menikmati cecapan

per cecapan yang sangat memabukkan itu. Ini

benar-benar gila, bibir Sherin sangat manis dan selembut kapas, membuatnya tidak rela untuk

melepaskannya barang sedetikpun.

Lama-kelamaan permainannya semakin liar dan panas. Dia semakin menekan dan menjelajah.

Sherin yang belum berpengalaman sedikit kaget.

Dia tidak bisa mengatur nafasnya, dan mulai

megap-megap. Hal itu membuat otak Devan

berputar selagi dia melancarkan aksinya. Ini

sedikit aneh, kenapa permainan Sherin terkesan

kaku dan sangat awam. Dirinya juga memang

tidak berpengalaman, tapi setidaknya dia tahu

teknik berciuman yang menyenangkan.

Akhirnya Devan melepaskan pagutannya saat

Sherin sudah benar-benar kehabisan nafas.

Gadis itu tampak menghirup udara sebanyak-

banyaknya untuk mengisi paru-parunya. Devan

menatap kuat wajah Sherin yang memerah,

terlihat semakin cantik dan menggemaskan..

"Kenapa permainan mu sangat kaku.?"

Sherin mendongak, mata mereka kini bertemu.

Dengan wajah yang semakin memerah Sherin

melepaskan diri dari rengkuhan Devan, lalu

berlari ke dalam kamar..

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Khoerun Nisa

Khoerun Nisa

seharusnya jgn trus mengungkit ttng kesucian devbiar dlm hati aja nnti pas wktunya akn jdi supries buatnya

2024-12-10

0

Ummu Inani

Ummu Inani

tau ah, aneh, katanya serba tahu, tapi ko ga diselidiki ya?

2024-10-27

0

ANNTIE

ANNTIE

sekelas Devan g tau klo itu cmn rumor. pdhl dia bisa dg mudah menyelidikinya. tapi y ketidaktahuan devan menjadi hal yg menarik

2024-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!