8. Tamu Kehormatan

***

Sherin membuka mata saat Devan mengakhiri

ciuman lembut di kening nya. Keduanya kembali

saling pandang dalam diam. Dengan sedikit ragu, Sherin meraih punggung tangan Devan kemudian mencium nya lembut. Ada desiran halus yang merambat dan mengaliri seluruh aliran darah

mereka tanpa di sadari keduanya.

Devan menatap lekat wajah cantik wanita yang

sudah sah menjadi istrinya itu. Ya..kini statusnya

adalah suami dari wanita ini. Semuanya terjadi

dengan cepat tanpa ada kendala yang berarti.

Dia bisa dengan mudah meyakinkan Tuan Amran

untuk merestui pernikahan mereka walaupun

pria tua pemilik beberapa rumah sakit besar

itu tahu pernikahan ini hanyalah sementara.

Akhirnya semua proses selesai..

Dan tampaknya Tuan Natakusumah tidak ingin

membuang waktu lagi.

"Tuan Elajar.. semuanya sudah selesai. Jadi

aku rasa kita harus berpisah sekarang !"

Tuan Amran kini bangkit berdiri di bimbing oleh

asistennya serta dua orang pengawal pribadinya.

Sherin ikut berdiri dengan cepat. Tanpa basa-basi

lagi, dia menyerbu kearah lelaki tua itu, kemudian

memeluknya erat seraya menumpahkan air mata.

"Kakek..terimakasih sudah merestui pernikahan

ini. Dan maaf, Sherin selalu membuat kakek

kecewa."

Lirih Sherin di tengah isak tangisnya. Tuan Amran memejamkan matanya kuat. Dia menahan diri

untuk tidak balas memeluk cucunya itu. Tangan

nya tampak terkepal kuat dengan posisi tubuh

sedikit kaku. Sesungguhnya hatinya saat ini

hancur lebur. Namun segala keangkuhan dan

ego diri mengalahkan perasaannya.

"Jalani pilihan hidup mu dengan baik. Ini sangat

memalukan.! Kau rela menjalani pernikahan

kontrak ini hanya demi obsesi gila mu. Darah

wanita itu ternyata lebih dominan dalam dirimu daripada darah Natakusumah.!"

Ucap Tuan Amran dengan suara beratnya. Dada

Sherin langsung terasa sesak, dia melepaskan

pelukannya. Matanya kini menatap hancur

wajah kakek yang sangat di puja nya itu.

"Sekali lagi maafkan Sherin. Dan terimakasih..

kakek sudah hadir mendampingi di sini."

"Aku hanya melaksanakan kewajiban ku. Dan

sekarang, semuanya sudah tuntas. Kau bebas

pergi tanpa harus menyandang gelar sebagai

anggota keluarga Natakusumah lagi. !"

Tegas Tuan Amran sambil melirik sekilas kearah

Sherin dan Devan. Setelah itu, dia berjalan keluar

dari ruangan meninggalkan Sherin yang terdiam

dalam mode syok berat. Apakah Kakeknya itu

ingin mengeluarkan dirinya dari silsilah keluarga.?

"Dia sangat mencintaimu. Rasa kecewanya

sama besar dengan rasa sayangnya padamu.!"

Dev berucap sambil merapihkan jasnya. Sherin

menghela nafas berat. Dia melirik kearah Devan, menatap pria itu, pria yang sekarang ini sudah berstatus sebagai suaminya.

"Aku sudah mengecewakan nya. Tapi dia tidak

sadar, aku keluar dari rumah karena apa. Bukan

karena lebih memilih bersama ibu ku.!"

"Aku tahu, paman dan bibi mu orang-orang yang

takut kehilangan dunia. Mereka ingin mengambil

apa yang seharusnya menjadi milikmu.!"

"Padahal aku tidak pernah menginginkan itu

semua. Mereka tidak perlu ketakutan.!"

"Kalau kau mau, aku bisa dengan mudah

membuat mereka terusir dari rumah keluarga

besar Natakusumah hari ini juga.!"

Sherin menggeleng pelan sambil tersenyum

miring. Dia meraih tas nya karena ponselnya

bergetar dari tadi.

"Hallo Margaret, aku.."

"Sherin..kamu dimana sekarang.? Kita sudah

ada di lokasi nih. Satu jam lagi pemotretan

sudah harus di mulai.! Kamu bisa terlambat.!"

"Iya Margaret.. aku berangkat sekarang. "

"Cepat ya, nanti malam jadwal Fashion Night..

Kamu kebagian tampil sebagai pembuka."

"Iya bawel.. aku tahu, aku berangkat sekarang."

Sherin mengakhiri pembicaraan. Dia kembali

melirik kearah Devan yang juga sedang

menatap tajam dirinya.

"Maaf..aku harus pergi sekarang. Ada jadwal

pemotretan sampai sore."

"Aku akan mengantarmu ke lokasi."

"Tidak perlu, aku bawa mobil sendiri.!"

Cegah Sherin sambil kemudian meraih tangan

Devan, menciumnya sebentar, setelah itu dia

berlalu keluar dari ruangan meninggalkan Dev

yang berdiri mematung dan membeku. Wajah

tampan Devan tampak sedikit memerah.

"Roman, tempatkan dua orang pilihan untuk

mengawasi semua kegiatannya.!"

"Baik Tuan Muda, laksanakan.!"

Akhirnya setelah semua urusan selesai, Devan

pergi dari kantor yang sudah menjadi saksi pengucapan ijab kabul pernikahan nya itu.

***

Hari ini Sherin di sibukkan dengan pemotretan

untuk majalah fashion yang cukup ternama. Dia

terlihat sangat bersemangat hingga membuat

semua crew berdecak kagum dengan semua

hasil nya yang sangat memukau. Walau nama

Sherin sedang jadi pergunjingan di media sosial,

karena kasus penggerebekan hingga membuat

dia harus mendekam di dalam tahanan, namun

hal itu tidak mengurangi antusiasme para crew

untuk mengerjakan projek ini.

Banyak crew dan karyawan dari majalah tersebut

yang meminta tanda tangan dan fhoto bareng.

Seperti biasa, Sherin selalu melayani permintaan

para fans nya dengan ramah dan sabar. Dia juga

tidak pernah pandang bulu, semua mendapat

perlakuan yang sama darinya.

"Okay, cut..! "

Sang fotografer mengakhiri kegiatannya seraya

mengacungkan dua jempol. Dia terlihat sangat

puas dengan hasil kerja hari ini. Performa Sherin

tidak pernah mengecewakan.

"Terimakasih kerjasamanya ya Mbak Sherin..

Hasilnya mantap-mantap semua. Saya sangat

puas dengan hasilnya. Semoga kerjasama kita

bisa berlanjut."

Ucap pemilik majalah tersebut sambil berjabat

tangan dengan Sherin yang tersenyum manis.

"Sama-sama Bu Aliya, saya senang kalau anda

puas dengan hasil kerja saya."

"Tentu saja. Anda adalah model yang sangat

berbakat. Seharusnya sekarang ini sudah ada

di kancah internasional."

"Doakan saja ya Bu.. semuanya butuh proses."

"Tentu, saya juga yakin.. semua isu yang kini

sedang beredar tidaklah benar. Jadikan semua

itu sebagai rintangan yang akan membawa

anda pada kesuksesan.!"

"Terimakasih atas dukungannya. Biarlah, orang

bisa menilai sendiri yang sebenarnya terjadi.

Saya sudah biasa menghadapi tantangan

seperti ini."

Sahut Sherin di sambut anggukan kepala sang

owner yang terlihat sangat mengagumi sosok

Sherin yang humble dan ramah. Wanita ini juga

sangat tenang dalam menghadapi segala

permasalahan yang kini sedang menimpanya.

Akhirnya semua selesai walaupun sedikit ngaret.

Kini Sherin segera meluncur ke lokasi lain karena

dia harus tampil di acara fashion Night..Malam

ini akan banyak super model yang tampil, sebab

busana yang akan di pamerkan merupakan hasil

rancangan para designer kondang tanah air.

Tiba di lobby gedung tempat berlangsungnya

acara, lagi-lagi dia di serbu oleh para wartawan

yang sudah menantinya. Sherin terpaksa harus

main kucing-kucingan mengingat saat ini dia

sudah sangat terlambat datang, jadi tidak ada

waktu untuk meladeni kegilaan mereka.

"Kak Sherin cepatlah, model lain sudah ada di

ruangan briefing. Kakak sudah di tunggu dari

tadi oleh panitia dan para desainer."

Seorang pengatur acara segera membimbing

Sherin memasuki ruangan khusus tempat di

adakan nya meeting crew begitu dia sampai

di backstage.

Dengan terburu-buru Sherin masuk ke dalam

ruangan tersebut.

"Karena Miss Pamela bisa hadir di acara kali ini,

jadi kita putuskan saja..dia yang akan menjadi

model pembuka pada acara fashion night kali

ini, di dampingi oleh Miss Stella dari Starlight Management..!"

Terdengar suara seorang pria yang merupakan

ketua panitia acara. Sherin yang baru saja tiba

di dalam ruangan tampak mematung seketika. Orang-orang kini melirik dan menatap kearahnya.

"Baiklah.. kita setuju..!!"

Sambut beberapa orang desainer. Tapi banyak

juga yang memilih diam, masih menatap ke arah

keberadaan Sherin yang kini melangkah tenang.

"Miss Sherin.. anda terlambat 15 menit. Anda

tahu sendiri peraturan di dunia fashion bukan.?"

Ketua panitia berucap tegas seraya menatap

datar kearah kedatangan Sherin.

"Maaf Pak Helmi, saya ada sedikit kendala."

Sherin menundukkan kepalanya di hadapan

pria 40 tahunan yang berwajah tegas itu. Model

lain tampak menatap beragam padanya. Ada

yang sinis, tapi ada juga yang mengagumi nya.

Sherin merupakan model senior yang banyak

di idolakan oleh para model lain. Baik itu yang

berbeda ataupun satu management.

"Karena anda datang terlambat, terpaksa..kita

harus menempatkan posisimu sebagai model

penutup untuk acara malam ini.!"

Tegas ketua panitia yang membuat sebagian

orang tampak langsung keberatan. Mereka kini

saling berbisik mencoba untuk protes. Namun

Sherin sendiri tampak nya tenang-tenang saja.

Sedangkan Stella dan para model top lainnya

terlihat tersenyum puas.

"Tidak apa-apa. Saya siap di tempatkan di posisi manapun, yang penting acara malam ini berjalan sukses dan lancar. Terimakasih Pak Helmi."

Sherin berucap dengan tenang. Para model yang

levelnya ada di bawah Sherin dan memuja dirinya masih saja terlihat keberatan. Akhirnya meeting selesai. Semua balik ke ruangan masing-masing.

Karena Sherin tidak jadi tampil sebagai model

pembuka, dia kini berpindah ke ruangan lain.

Ruangan sang desainer yang daftar terakhir di

acara malam ini. Ada 10 desainer yang ikut serta

dalam event cukup bergengsi ini. Dan mereka

hanya di beri kesempatan untuk memamerkan

5 saja hasil rancangannya.

Namun jangan salah, para model lain tidak ada

yang tahu kalau desainer terakhir ini merupakan desainer ternama kelas internasional. Hanya saja

dia jarang menampilkan rancangannya di pentas

lokal. Sherin dan 4 model lainnya kini sudah ada

di dalam ruangan.

"Kak Sherin, aku rasa ini tidak adil untuk mu.

Kakak seharusnya tampil sebagai pembuka."

Protes seorang model yang berasal dari agensi

yang sama, Starlight Management. Ada 4 orang

model yang terpilih untuk ikut andil dalam event bergengsi ini yang berasal dari Starlight.

"Tidak apa-apa, santai saja. Tampil di akhir juga

sama pentingnya dengan tampil di awal."

"Tapi menurut ku kak Sherin jauh lebih baik dari

Miss Pamela deh, walaupun dia berasal dari

Universal Models.."

Sambung model lain dan langsung di setujui

oleh yang lainnya. Sherin hanya bisa tersenyum

mendengar ocehan mereka. Dia segera bersiap

diri sembari menunggu kemunculan desainer

yang anehnya sampai saat ini belum datang juga.

"Miss Manda, ini dia model-model yang nanti

akan membawakan hasil rancangan anda."

Sang pengatur acara memperkenalkan Sherin

dan para model lainnya pada desainer yang baru

saja tiba ke dalam ruangan. Mata Sherin beradu

tatap dengan mata desainer itu. Untuk sesaat

keduanya tampak saling pandang.

"What, Miss Raihana Amanda Moolay..? Jadi

kamu akan membawakan baju rancangan nya

Sher.? Woww..this is amazing.."

Vincent memekik manja sambil berjingkrak saat melihat kedatangan sang desainer cantik nan

seksi itu. Siapa yang tidak mengenal Amanda

Moolay..Pemilik butik ternama Amandavis..

"Hai Miss Sherin.. senang bertemu dengan mu.

Tidak disangka, ternyata kita berjodoh kali ini."

Sambut sang desainer atau Amanda Moolay.

Mereka berdua saling berangkulan hangat.

"Alhamdulillah.. aku senang banget, di plot di

bagian akhir, ehh tenyata bisa membawakan

hasil mahakarya mu Miss Manda.."

Sahut Sherin setelah mereka saling melepas

rangkulan. Sementara Vincent dan Margaret

tampak masih terdiam melongo. Yang lain

pun tampak terdiam, masih terkesima.

"Hahaha.. bisa aja kamu ya. Okay.. sekarang ayo

kita bersiap gais..Aku benar-benar tidak sabar,

ingin melihat penampakan hasil rancanganku

saat sudah melekat di tubuh model secantik

dan sesempurna Miss Sherin."

"Anda terlalu berlebihan Miss Manda."

"Panggil saja aku Kak Manda, rasanya itu akan

terdengar lebih nyaman.. bagaimana..?"

Mereka saling pandang, lalu tertawa bersama

sambil kembali berangkulan hangat. Karuan

saja Vint dan yang lainnya semakin bengong.

Namun tidak lama persiapan pun di lakukan. Di

awali dengan memoles wajah para model terlebih dahulu oleh MUA yang sengaja di bawa sendiri

oleh Amanda. Dia tidak menggunakan MUA

yang telah di siapkan di tempat itu.

Dan kini..acara peragaan busana yang biasa di

gelar setiap 3 bulan sekali itu di buka. Saat ini,

di dalam ruangan yang mengelilingi panggung

runway..sudah di penuhi oleh para pengunjung.

Mereka bukanlah orang-orang dari kalangan

biasa, mereka rata-rata para pengusaha, serta

para konglomerat yang mengerti dunia mode.

Malam ini juga sangat spesial, karena banyak

pengusaha besar yang hadir. Entah apa motif

mereka. Yang terdengar dari selentingan orang

adalah karena kehadiran super model Sherinda

Maheswari dan Pamela Duff. Dua super model

yang terkenal dapat menghipnotis semua mata.

Acara sudah di mulai dengan pembukaan dari

pembawa acara. Di belakang panggung runway,

para model tampak sudah siap dengan busana masing-masing yang malam ini mengambil tema

elegan party.. Para model itu tampak memukau

dengan gaun-gaun indah dan glamor plus riasan

wajah yang terlihat menawan.

Para pengamat dunia mode dan pengunjung

kini bertepuk tangan meriah begitu melihat kemunculan sang model pembuka di atas

panggung. Pamela Duff..dia tampil elegan dan memukau membawakan night dress yang sangat mewah dan glamor hasil rancangan seorang

desainer top. Semua mata tampak terpaku dan

terpesona kearahnya.

Dalam kemeriahan itu, di pintu masuk ruangan

muncul satu sosok tinggi gagah yang membuat

mata para pengunjung terkesima seketika.

"Tuan Elajar.. dia datang juga..??"

Para pengunjung kini berbisik tak percaya. Ini

sangat mengejutkan. Tidak biasanya sang raja

media massa datang ke acara ini. Apa karena

seorang Pamela Duff.?? Mata mereka semua

seolah tidak bisa lepas, menatap sosok gagah

yang sangat berbeda itu.. Dia bagaikan bulan

yang mampu mengalihkan semua perhatian.

Termasuk perhatian dari super model yang kini

ada di atas panggung runway.. Matanya yang

cantik tampak menatap lurus kearah keberadaan sosok yang baru saja datang itu. Sosok elegan

itu yang tiada lain adalah Devan di sambut

hormat oleh ketua panitia serta para pengusaha

lain yang ada di tempat itu.

Kemudian, dengan segala kehormatan, dia di

tempatkan di kursi utama yang ada di ujung

panggung runway..

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Nuryati Yati

Nuryati Yati

Devan hadir mau lihat istri nya

2025-03-29

0

andi hastutty

andi hastutty

Manda adik iparnya Mayra yeye.
ngga apa2 Sherin terakhir yg pasti pangeran sudah datang untuk melihatmu

2023-10-18

1

Sri Wulan

Sri Wulan

gak pernah bosan KK baca karyamu...sampe ngulang² terus bacanya..

2022-11-11

0

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!