12. Bertubi-tubi

***

Sherin bersiap menghindar, namun Devan sudah terlebih dahulu menyambar tubuhnya. Semua

orang kini menatap bengong saat melihat Devan mengangkat tubuh Sherin ke dalam pangkuannya sambil merentangkan tangan ke arah tiang lampu yang tiba-tiba tertahan dengan posisi miring. Ini

adalah sesuatu yang terjadi di luar logika.

Mata Sherin tak kalah terkejut melihat apa yang

di lakukan oleh Devan. Pria itu mendorong telapak

tangannya hingga membuat tiang lampu tersebut

kembali ke posisi semula. Dia berdiri tegak masih

dalam posisi menggendong Sherin ala bridal style.

Kedua mata mereka saling menatap kuat, tangan

Sherin berada di leher kokoh Devan.

"Ba-bagaimana kau melakukan nya.?"

Bibir Sherin berucap sedikit gemetar. Mata Devan fokus pada wajah Sherin yang sedikit pucat itu.

"Hanya sedikit tipuan mata saja.!"

Jawab Devan santai sambil melangkah tenang,

lalu dengan hati-hati dia mendudukkan Sherin di

atas properti yang akan menjadi latar berikutnya.

Mata mereka masih saling melihat. Sherin menarik tangannya dari leher Devan.

"Terimakasih.. sudah menyelamatkan ku."

"Aku adalah suami mu Sherin.."

Mata Sherin mengerjap. Pria ini seolah tidak

pernah ragu mengucapkan kalimat itu. Tangan

Devan bergerak merapihkan gaun Sherin yang

sedikit terbuka di bagian bahu nya. Wajahnya

tampak datar dan tenang.

"Tuan Elajar..Miss Sherin.. kalian tidak apa-apa.?"

Kanaya, Aham dan sang potografer mendekat

kearah keduanya. Sherin tersenyum canggung.

Devan kini berdiri, tapi tatapannya masih tertuju

pada wajah Sherin.

"Saya tidak apa-apa.. Terimakasih Tuan Devan.

Anda sudah menyelamatkan saya."

Sahut Sherin sambil menundukkan kepalanya di

hadapan Devan. Kanaya mengecek kondisi fisik

Sherin. Vincent dan Margaret serta para crew

segera mengurungnya dan memastikan semua

baik-baik saja.

"Kau harus pastikan tidak ada lagi kejadian yang

bisa membahayakan keselamatan nya!"

Devan berucap tegas pada sang potografer dan

team produksi yang berdiri sambil menundukkan

kepala di hadapannya.

"Baik Tuan Devan..kami akan lebih berhati-hati."

Sahut sang potografer dengan perasaan terkejut

yang tidak jua sirna dari otaknya. Ada tanda tanya

besar di benak semua orang melihat reaksi tidak

biasa yang di perlihatkan oleh presiden Universal

Media Group itu. Sherin adalah model dari agensi

lain, tapi kenapa Tuan Elajar bereaksi seolah-olah

dia berada di bawah naungannya.?

Sementara Roman dan dua bawahannya kini

mengecek keadaan. Crew yang tadi melakukan kesalahan tampak gemetar. Dia tidak bisa lari

dari tempat ini karena pengawal pribadi Devan

sudah bersiaga. Mau tidak mau orang itu kini di

cokok oleh Roman kemudian di bawa ke ruangan

lain untuk di mintai keterangan.

Akhirnya pemotretan kembali berlanjut setelah

situasi dan kondisi kembali kondusif.

"Dia benar-benar cantik dan berbakat. Sayang

sekali kalau karirnya tidak di kembangkan.! Ada

kans buat dia untuk lebih maju di kancah global."

Kanaya berucap dengan mata berbinar indah.

Aham merengkuh bahu Naya dengan posesif.

"Semua orang punya jalannya sendiri untuk bisa

meraih impian ataupun kesuksesan nya."

Ujar Aham dengan tenang. Naya melirik, dia agak

risih dengan perlakuan suaminya itu yang tidak

pernah melihat situasi apalagi saat ini ada Devan

di sebelah mereka. Namun nampaknya pria yang selalu bersikap datar dan tenang itu saat ini

sedang fokus ke depan.

Devan memperhatikan Sherin dengan seksama.

Setiap gerak geriknya yang memukau, setiap

detail keindahan fisiknya yang membius, dan

semua kelebihan nya yang terlihat begitu menarik

di matanya. Senyuman dan lirikan nya mampu

membuat mata Devan tak bisa teralihkan. Ada

sesuatu yang membuat hatinya gelisah dan tidak tenang saat ini. Tapi sore ini dia harus terbang ke

luar negeri karena akan ada rapat tahunan di

Universal Ambers Studio..

Decak kekaguman kini meluncur dari mulut para

crew saat proses pengambilan gambar selesai,

lalu mereka melihat keindahan gambar-gambar

yang di hasilkan. Dalam setiap take nya, sosok

Sherin seolah hidup dan menyatu dengan barang

yang ingin di presentasikan nya pada konsumen.

Penjiwaannya dapat, dia seolah mampu berbicara lewat gerak dan bahasa tubuhnya..

Sherin menatap kosong ke arah tempat Devan

berdiri tadi, karena pria itu kini sudah tidak ada.

.

***

.

Akhirnya kerjaan hari ini kelar juga. Setelah itu

Sherin bersama Vincent dan Margaret meluncur

ke sebuah mall terbesar di pusat kota karena

malam ini Sherin harus tampil di acara fashion

show produk aksesoris ternama dari beberapa

brand perhiasan besar. Dan selama dua tahun

ini Sherin menjadi brand ambassador dari salah

satu perusahaan perhiasan ternama yang malam

ini akan menampilkan produk baru.

Tiba di dalam mall, lagi-lagi Sherin di buru oleh

para wartawan. Tak ketinggalan, para fans juga

ikut menyerbu nya. Margaret dan Vincent tampak

kewalahan meladeni para fans yang membludak,

bahkan saling dorong dengan sesamanya hanya

karena ingin memotret wajah cantik sang model.

Sherin mundur mepet ke dekat lift. Beberapa

security datang dan berusaha mengamankan

situasi. Para wartawan tampak semakin maju

dan beringas membuat Sherin merasa gerah.

"Owhh..masih berani berkeliaran di tempat

umum seperti ini kau rupanya model 2 milyar..!!"

Tiba-tiba saja dari arah berlawanan, datang satu

orang perempuan muda berpakaian seksi dan

glamor bersama beberapa orang wanita lainnya

yang tidak kalah mentereng nya.

Orang-orang langsung menyingkir begitu melihat

kedatangan wanita itu yang kini berjalan cepat menyerbu kearah Sherin yang terlihat bengong

dan bingung. Bukankah wanita ini..

"Hei..j*l*ng.! sudah merasa lebih cantik ya kamu

dariku hingga berani menggoda suamiku.! Ngaca dong, kamu itu hanyalah wanita dengan predikat model bookingan, dasar menjijikkan..!!"

Plak !

Tanpa aba-aba wanita dengan bibir merah darah

itu langsung saja melayangkan tamparan keras

ke wajah Sherin sampai dia berpaling kencang.

Mata Vincent dan Margaret membulat sempurna

dan seketika terbakar emosi. Sementara Sherin

masih memegangi wajahnya yang kini memerah

dan terasa panas. Orang-orang menutup mulut

dengan wajah yang terlihat bengong.

"Hei.. Nyonya, tolong jaga ya sikap anda .! Kita

ini sedang berada di area umum. Anda tidak

bisa bersikap dan berbicara seenaknya saja.!"

Margaret maju dengan tatapan nyalang di penuhi

oleh kemarahan dan rasa tidak terima. Namun

wanita itu ternyata lebih garang lagi, dia tampak

mendorong Margaret dan menyingkirkannya.

"Minggir kamu, model mu ini yang m*r*han.!

Dia sudah memeras harta suami ku.! Cihh, dasar

model menjijikkan.! Cari uang tuh yang halal

dong, jangan menjual tubuh hanya demi uang.!"

Gertak wanita itu sambil kembali mengangkat

tangannya. Namun kali ini Sherin tidak tinggal

diam, dia segera mencengkeram tangan wanita

itu dengan kuat kemudian maju ke hadapannya.

"Kau sudah salah besar dengan menuduhku

sebagai wanita penggoda suami mu Nyonya.

Aku bahkan tidak mengenal suami mu itu !"

Desis Sherin sambil mengunci tangan wanita

itu yang kini berjingkat karena merasakan

kalau pergelangan tangannya semakin sakit.

"Kau tidak bisa mengelak wanita murahan.! Aku

punya bukti transaksi pembelian tubuhmu yang

sangat menjijikkan itu.! Lepaskan tanganku.!"

Wajah Sherin tampak bereaksi sedikit keras.

Dengan sedikit kencang, dia mendorong tangan wanita itu hingga tubuhnya hampir terjerembab

ke belakang kalau tidak di tahan oleh teman- temannya.

Mata wanita itu melotot penuh angkara murka.

Dengan cepat dia mengeluarkan sesuatu dari

dalam tasnya. Sebuah cek senilai 2 milyar serta

surat perjanjian aneh di atas materai yang di tandatangani langsung oleh kedua belah pihak,

yaitu Sherinda dan Arnold Poernomo.

"Kalian bisa lihat sendiri kan buktinya..?? Model

ini sudah menjual dirinya pada suamiku.! Ini

adalah bukti akurat.! Dia sudah memeras suami

ku.! Dan sekarang hubunganku dengan suamiku

jadi kacau gara-gara wanita j*l*ng ini.!!"

Teriak wanita itu sambil menenteng kertas cek

dan surat perjanjian kontrak es*k-es*k.! Para

wartawan langsung heboh dengan mengambil

gambar bukti-bukti itu. Dan semua orang tampak

semakin menutup mulutnya tidak percaya.

Sherin mundur, apa-apaan ini, darimana datang

nya kertas-kertas tidak jelas itu.? Wajahnya kini

berubah memucat. Vincent dan Margaret ikut

mundur, merangkul Sherin yang sedikit goyah.

"Mbak Sherin.. semua bukti sudah ada. Kami rasa

sebaiknya anda bicara jujur saja sekarang. Siapa

sebenarnya orang yang sudah menjadi mucikari

anda, agar bisa segera di proses hukum.!"

Para wartawan kembali mendesak maju sambil

melontarkan pertanyaan menohok dan semakin

menyudutkan. Wajah Sherin kini semakin tidak terbaca. Dia benar-benar tidak menduga hal ini.

"Aku pastikan..Kamu akan merasakan ganjaran

yang setimpal atas apa yang telah kamu lakukan

selama ini pada kehidupan rumah tanggaku.

Dasar wanita murahan.. !"

Teriak wanita tadi yang di aamiini oleh teman-

temannya sambil menatap jijik ke arah Sherin.

Tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Sherin segera melangkah pergi setengah berlari dari tempat itu.

.

***

.

Sherin berusaha menguatkan dirinya. Dia duduk

lemas di kursi meja rias. Vincent tampak ikut

duduk di sampingnya. Orang-orang yang ada di

ruangan make up itu kini terlihat kasak-kusuk.

Mereka semua sedang mengecek ponselnya

masing-masing sambil sesekali melirik ke arah

Sherin yang sedang menundukkan kepalanya.

Wajah-wajah mereka tampak terkejut. Jadi..

gosip yang beredar itu benar adanya.?

"Owhh.. tidak di sangka, tinggi juga ya tarif mu

Miss Sherinda.!"

Sherin tersentak, dia mendongakkan kepalanya.

Di sebelahnya kini berdiri Pamela Duff bersama

beberapa model top lainnya. Mereka sedang

tersenyum aneh ke arahnya. Antara mengejek,

merendahkan, takjub atau entah apalagi..

"Kalian hanya tinggal memilih, mau percaya..

atau anggap berita itu sebagai pansos dari

seseorang yang ingin eksis di dunia maya.!"

Ujar Sherin sambil menarik napas dalam-dalam

dan mulai menegakkan badannya. Dia tidak boleh terus larut dalam masalah ini. Pamela mendekat, kemudian mencondongkan tubuhnya.

"Sayang nya..bukti itu cukup akurat Miss Sherin.

Owhh..hiks..ini sebenarnya berita buruk untukku.

Karena kau adalah saingan terberat ku yang paling

ideal, dan sekarang namamu perlahan akan jatuh

lalu meredup. Kau bahkan belum merasakan gemerlapnya dunia persaingan internasional.!"

Desis Pamela dengan raut wajah yang terlihat

sangat menyesal dan mengasihani Sherin. Tapi

Sherin masih tampak tenang tak terpengaruh.

"Jangan khawatir Miss Pamela. Hidupku ada

dalam ketentuan Tuhan.. apapun yang terjadi,

semua terjadi atas kehendak Nya."

"Owhh..Sherin, aku sarankan, sebaiknya kau

jangan membawa dan menyebut nama Tuhan..

selagi dirimu dalam keadaan kotor, bagiku itu terdengar sedikit menggelikan.!"

Decak Pamela sambil mengibaskan tangannya,

lalu tertawa renyah kemudian berlalu keluar dari

ruangan itu. Sherin memejamkan matanya kuat.

Tidak, dia tidak boleh menangis.! Semua gosip

itu tidak benar adanya, jadi untuk apa dia harus

menangisi keadaan.

"Mbak Sherin, anda di panggil Mr Nom. Ada

yang harus di bahas sebelum acara di mulai.!"

Tiba-tiba saja ada seorang staf dari perusahan

perhiasan yang telah mengontraknya. Sherin dan

Vincent tampak saling pandang. Sementara itu,

Margaret saat ini sedang berkoordinasi dengan

pihak manajemen Starlight yang tadi langsung

menghubungi begitu berita besar itu meledak.

Beberapa saat kemudian...

"Maaf Miss Sherin..dengan berat hati kami harus

memutus kontrak kerjasama kita mulai saat ini

juga. Ini demi nama baik perusahaan kami.!"

Wajah Sherin langsung saja memucat. Matanya

menatap tidak percaya pada berkas pemutusan

kontrak yang ada di depannya.

"Apa anda yakin Mr Nom.? Hanya karena berita

yang beredar di luaran yang belum tentu benar,

anda langsung memutuskan semua ini ?"

Sherin menatap tajam wajah pria oriental itu

yang sebenarnya terlihat ragu dan berat.

"Para direksi yang memutuskan semua ini. Saya

tidak bisa mempertahankan ada secara sepihak.

Miss Stella akan menjadi pengganti anda.!"

Tegas pria itu, bersamaan ke dalam ruangan

muncul Stella dengan managernya. Wajah

gadis itu tampak berbinar senang. Matanya

langsung menatap Sherin penuh ejekan.

"Hallo Miss 2 milyar..Uuhh..maaf banget ya, kau terpaksa harus menyerahkan kontrak eksklusif

ini padaku.! Lagipula, kau memang sudah tidak

layak lagi, kau sudah kadaluwarsa.!"

Decak Stella sambil menyudutkan bibirnya. Hati

Sherin benar-benar sakit, perih dan teriris. Dia memejamkan mata lalu menghela nafas berat. Kemudian berdiri tegak di hadapan Mr Nom

yang menatapnya dalam kebimbangan.

"Baiklah..saya terima keputusan kalian. Dan,

terimakasih atas kerjasamanya selama ini.!"

Sherin berjabat tangan dengan pria itu kemudian

berlalu keluar dari ruangan tanpa ada keinginan

untuk melayani kegilaan Stella. Vincent terdiam,

mengekori langkah Sherin yang terlihat sedikit

limbung dan tak bertenaga. Hatinya ikut sakit,

kenapa kepahitan terus saja datang menimpa

majikannya ini. Apa yang harus dia lakukan ?

Sherin memutuskan untuk segera pulang ke

rumah kontrakan nya. Dia butuh waktu untuk

menenangkan dirinya. Namun begitu sampai,

dia tertegun saat rumah itu tergembok dan ada

tulisan di kontrakan..Ya Tuhan..apalagi ini.?

Sherin mendudukkan dirinya di atas pilar jalan

yang ada di depan rumah kontrakan nya itu.

Waktu sudah semakin merayap malam. Dia

menunduk dan meremas kepalanya yang kini

terasa sedikit berat.

Namun tidak lama dia mengangkat wajahnya

ketika tiba-tiba datang beberapa mobil hitam

ke hadapannya. Dia berdiri, menatap waspada

pada kedatangan mobil-mobil ber plat aneh itu.

Dari dalam mobil keluar beberapa bayangan

yang langsung mengurungnya. Sherin mundur,

tatapan nya kian tajam. Namun belum sempat

dia menguasai keadaan, dua orang diantaranya

kini bergerak cepat menyergap Sherin yang

langsung mundur menghindar. Sherin berjibaku meladeni permainan mereka, yang kelihatannya orang-orang cukup terlatih. Dua orang lagi maju membantu yang lain, lalu yang satu lagi bergerak cepat membekap mulut Sherin dari arah belakang.

Sherin berusaha untuk tetap sadar dan tidak

terjatuh, namun akhirnya dia tak kuasa, tubuhnya terhuyung, lalu jatuh terkulai dalam rengkuhan seseorang yang baru saja keluar dari dalam mobil..

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Inooy

Inooy

koq y sejauh ini wanita tangguh nya g keliatan2 jg, malah kesan nya pasrahan begitu..🤦‍♀️

2025-03-24

0

Nuryati Yati

Nuryati Yati

pasti kerjaan Stella

2025-03-29

0

Ummu Inani

Ummu Inani

kemana sih pengawal urusan suaminy@

2024-10-27

0

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!