5. Sakit Tak Berdarah

***

Kantor pusat Starlight Management..

Dengan berat hati, hari ini Sherin terpaksa datang

ke kantor Brian. Ada beberapa hal yang harus dia

urus dengan manager nya dan harus di serahkan

pada Brian sebagai CEO. Laporan pekerjaan yang selama satu minggu ini telah di jalankan nya.

Namun ketika tiba di lobby kantor, dia langsung

di serbu oleh para wartawan yang sudah menanti

kedatangannya dari pagi. Setelah keluar dari

tahanan kantor polisi, Sherin memang langsung terbang keluar kota, jadi para wartawan itu

belum bisa mewawancarai nya.

"Mbak Sherin..tolong jelaskan pada kami, ada hubungan apa sebenarnya antara anda dengan

Pak Arnold.! Benarkah anda wanita sampingan beliau.?"

"Iya tolong jelaskan Mbak. Kalau itu benar, jadi

selama ini anda sudah mengkhianati Tuan Brian.?"

"Benar Mbak. Kami dengar-dengar, anda sudah

memeras Pak Arnold selama ini. Apakah benar,

sekarang tarif bookingan anda semakin tinggi.?"

"Tolong beri penjelasan Mbak. Apa prestasi

anda selama ini hasil manipulasi.? Kami dengar

anda sudah mengambil jalan pintas untuk bisa

segera naik level.!"

Deg !

Jantung Sherin seakan berhenti berdetak saat

ini juga. Tuhan..apalagi ini.? Apakah semuanya

masih terus berlanjut.? Semua fitnah keji itu

masih mencoba merajam harga dirinya. Apa

salahnya sebenarnya.? Kenapa ujian itu terus

saja datang merundung nya.!

Sherin mundur dengan wajah yang terlihat pias,

dia tidak kuasa mendengar lontaran pertanyaan

yang terus menyudutkan dirinya dengan segala

fitnahan dan hinaan di luar batas.

Vincent dan Margaret sang manager maju ke

hadapan Sherin. Menghadang para wartawan

yang semakin merangsek maju. Mereka berdua

tampak merentangkan tangan dan mencoba

untuk menenangkan para wartawan.

"Kawan-kawan tolong.. jangan menyudutkan

model kami. Kalian tidak bisa sembarangan

memberikan statement ataupun pemberitaan

yang belum terbukti kebenarannya. Kami bisa

melaporkan kalian atas pasal pencemaran

nama baik .!"

Tegas Margaret dengan wajah yang terlihat

berang. Baru hari ini dia bisa kembali bersama

dengan Sherin, karena satu minggu ke belakang

dirinya sedang sibuk menangani ajang pencarian

model baru.

"Tolong berikan kami pernyataan mbak Sherin.

Diam anda akan semakin memperkuat dugaan

orang tentang kebenaran semua isu yang kini

merebak di masyarakat."

"Benar, anda tidak bisa terus bungkam mbak.

Kami butuh pernyataan langsung dari mulut

anda tentang semua kebenarannya.!"

"Kami juga mendengar keluarga Mcknight lebih memilih Stella untuk menjadi calon menantu di banding anda yang penuh dengan skandal.!"

Bukannya mengerti, para wartawan itu malah

semakin menggila. Mereka kembali mencecar

Sherin dengan berbagai perkataan menyakitkan

hingga membuat mata Sherin mulai memanas.

Para wartawan semakin maju mendekat kearah

Sherin yang kini sudah diamankan oleh para

security menuju ke bagian dalam ruangan.

Tak ingin terus berlanjut meladeni kegilaan

para pencari berita itu, Sherin memilih kabur

dari desakan para wartawan di kawal oleh para security sampai dia berhasil masuk ke dalam

lift. Sherin menjatuhkan dirinya di atas lantai lift

sambil menundukkan kepala dan memejamkan

mata berusaha menguatkan dirinya.

Tuhan.. apa ini.?? Sehina inikah diriku di mata

dunia luar.? Apa salahku sebenarnya.? Tolong..

berilah hamba kekuatan untuk menghadapi

semua kedzaliman ini Tuhan..

Lirih batin Sherin sambil mencoba untuk berdiri

kembali walaupun sedikit limbung. Sekuat dan

setegar apapun dia, ada saatnya dia jatuh dan

tidak mampu menahan tekanan. Selama ini,

walau faktanya dia masih memiliki keluarga,

namun dirinya seolah hidup sebatang kara.

Sherin menarik nafas berat saat keluar dari lift.

Baru saja terbebas dari para pemburu berita,

kini dia harus kembali berhadapan dengan

seseorang yang sebenarnya sangat ingin di

jauhi dan di hindari nya. Dia mulai melangkah

menuju ruangan Brian di ujung koridor.

Namun, belum sempat dia mengetuk pintu,

tangannya tiba-tiba saja di tarik oleh Brian yang

datang dari arah lain dan langsung di seret paksa menuju ke dalam ruangan yang lebih privat.

"Brian, lepaskan tangan ku ! Kenapa kamu membawaku kesini.?"

Sherin menghempaskan pegangan tangan Brian

hingga terlepas. Namun belum sempat dia sadar

atas apa yang terjadi, Brian sudah mendorong

tubuhnya dan menjatuhkannya keatas sofa besar

yang ada di belakangnya. Kemudian dengan cepat

dia menindih dan mengurung tubuh Sherin serta memaksa mencium bibirnya. Sherin terkesiap

dan terkejut dengan serangan dadakan itu.

"Emmhh.. Brian..lepaskan aku..apa yang kau

lakukan.? Lepaskan.! Brian..!!"

Teriak Sherin sambil mencoba mendorong dada

Brian yang terlihat malah semakin ganas. Dia

kembali menyergap bibir Sherin yang selama ini

ingin sekali di cicipi nya. Namun Sherin meronta

dan mendorong tubuh Brian yang langsung

terjerembab ke belakang.

"Kau sudah gila Brian.! Sebenarnya apa yang

ada di pikiranmu saat ini.? Kau sudah berniat

melecehkan ku.!"

Seru Sherin sambil bangkit. Namun dalam satu

gerakan cepat, tiba-tiba Brian memeluk erat

tubuh Sherin dan mengunci gerakan tangannya

kemudian merebahkan kembali tubuh Sherin

di atas sofa dengan menghimpit kedua kakinya

hingga kini Sherin tak bisa berkutik.

"Aku adalah pemilik tubuh mu ini Sherin. Aku

yang sudah membuat mu ada di mata dunia.

Tapi kenapa kamu tidak pernah membiarkan

aku menyentuh mu.! "

Sherin mencoba berontak dengan menggerakkan

tangannya yang dikunci oleh tangan Brian. Mata

mereka saling menatap kuat. Ada kabut gairah

yang kini mendesak, memaksa Brian melakukan

semua tindakan kekerasan ini. Dia benar-benar

kalap, gejolak perasaan yang sangat kompleks

membuat dia tidak bisa mengendalikan dirinya

begitu melihat kemunculan Sherin.

"Kau tahu benar prinsip hidupku Brian.!"

"Aku tidak percaya lagi padamu Sherin! Kamu

berani mengkhianati kepercayaan ku. Kau menjual

dirimu tanpa sepengetahuan ku. Apa kurangnya

aku di matamu.? Tahukah kamu kalau aku sangat memujamu? Kau adalah obsesi ku selama ini.!"

Sherin terhenyak. Ternyata laki-laki ini masih

belum percaya sepenuhnya padanya. Padahal

dia tahu sendiri, semua isu itu tidak benar sama

sekali, semuanya adalah ulah seseorang.

"Brian..! Aku tidak percaya kamu masih saja

termakan isu itu. Kau tidak percaya padaku.!"

"Aku lelah dengan sikap angkuh mu ini Sherin.!

Aku baru akan percaya dengan membuktikannya

sendiri. Jadi..berikan dirimu padaku sekarang..!"

Desis Brian yang semakin terlihat kesetanan.

Dia merobek pakaian bagian atas Sherin yang langsung memekik seraya membulatkan mata

melihat kegilaan yang diperlihatkan oleh pria

yang sampai saat ini masih di cintanya itu.

"Brian hentikan.! Jangan gila kamu.! Lepaskan

aku..ahhh.. Brian..!!"

Sherin berteriak sambil mengerahkan seluruh

tenaganya untuk keluar dari kebrutalan Brian

yang sudah berhasil menarik atasannya sampai terbuka setengahnya.

"Aku akan membayar tubuh mu ini berapapun

yang kamu minta. Kamu mau rumah, mobil

atau apapun akan aku berikan Sherin.!"

Sherin semakin terhenyak.. ternyata selama ini

Brian hanya terobsesi saja padanya. Dia tidak

memiliki perasaan apapun. Hatinya kian terasa

berdenyut nyeri, sakit bukan main.

"Aku benar-benar tidak menyangka kalau kamu

hanya mempermainkan ku selama ini Brian.!"

Tanpa pikir panjang lagi, Sherin menggerakkan

kakinya menendang dan mengirimkan hantaman

kuat ke ulu hati Brian hingga membuat tubuh pria

itu terjungkal jatuh dari atas sofa. Dia tampak

meringis memegangi perutnya yang kini terasa

sakit dan membuat tenaganya hilang .

"Aku pernah mencintaimu..Tapi kamu tidak bisa memberikan kenyamanan padaku seperti yang

di berikan oleh Stella ku.!"

"Owhh ya.. tentu saja. Dia memang lebih lihai

dariku. Dia akan memberikan apapun yang kau

minta. Mulai saat ini, diantara kita sudah tidak

ada hubungan apa-apa lagi.! Kau bisa bebas

melakukan apapun di belakangku.!"

Ucap Sherin dengan sedikit gemetar menahan

serbuan air mata. Dia menarik atasannya yang

sudah sobek itu.

"Apa Kau pikir bisa semudah itu lepas dariku.!

Tidak Sherin sayang..Kau tidak akan pernah bisa

lepas dariku. Karena aku tidak akan pernah melepaskan mu.!"

Desis Brian sambil mencoba bangkit dengan

sempoyongan. Mata mereka saling menatap.

"Kau benar-benar sudah tidak waras Tuan

Mcknight..! Aku menyesal mengenalmu.!"

Geram Sherin sambil meraih tas nya, di pakai

untuk menutupi tubuh bagian atasnya yang

terbuka. Untuk sesaat dia kembali menatap

tajam kearah Brian yang juga sedang menatap

dirinya sambil menyandarkan tubuhnya ke

ujung meja kerja yang ada di ruangan itu.

"Margaret akan mengurus laporan kerjaku

sekaligus surat resign ku dari tempat mu ini.!"

Ujar Sherin tegas yang membuat Brian tampak

menyeringai tipis. Dia mencoba menegakkan

badannya sambil tersenyum miring.

"Kau tidak akan bisa keluar dari perusahaan ini

begitu saja Sherin. Kamu masih terikat kontrak

untuk beberapa tahun ke depan.!"

Ujarnya dengan tatapan tajam dan sinis. Wajah

Sherin tampak memerah. Dasar pria licik.!

"Kau benar-benar licik dan kejam Brian. Selama

ini aku sudah mengalah. Memberikan semua

kontrak eksklusif pada Stella, wanita pilihanmu

itu. Dan aku rela tersisih, hanya untuk kebaikan

perusahaan mu..!"

Decak Sherin sambil mengusap kasar air mata

yang masih tersisa. Cukup, hanya kali ini saja

dia menjatuhkan air mata, tidak ada lain kali.

"Akan aku berikan apapun untuk Stella ku.."

Ujar Brian dengan kekehan kecil yang datang

bagai siraman air garam pada luka hati Sherin

dan semakin mengiris lubuk hatinya.

"Baiklah.. Silahkan kalian nikmati kebahagiaan

yang semu ini. Aku memang tidak berdaya saat

ini. Tapi ingat, Tuhan tidak pernah tidur.."

Ucap Sherin sambil kemudian melangkah pergi

dari ruangan itu seraya membanting pintu cukup keras. Brian menatap kepergian Sherin dengan

raut wajah berubah dingin dan membesi.

"Kau masih sangat mencintai ku Sherin sayang.

Dan aku pastikan kau akan kembali padaku.!"

Desis nya dengan seringai tipis penuh arti. Dia menggerakkan badannya yang kini terasa remuk.

Sial.! inilah salah satu benteng kokoh yang di

miliki Sherin dan tidak bisa di tembus nya. Dia

tidak akan pernah bisa memiliki Sherin dengan

cara kasar seperti ini.

***

Sherin melajukan mobilnya dengan kecepatan

tinggi di dera rasa hancur dan tidak terima atas

apa yang terjadi dengan dirinya. Setelah cukup

jauh, dia menepikan mobilnya di pinggir jalan

yang cukup sepi, kemudian merebahkan kepala

ke sandaran jok sambil memejamkan matanya

rapat mencoba menenangkan diri.

Namun baru beberapa saat dia memejamkan

mata, tiba-tiba saja pintu mobilnya di ketuk dari

luar dengan keras membuat Sherin tersentak

kaget. Dan matanya semakin melebar begitu

menyadari mobilnya sudah di kelilingi oleh

beberapa pria bertubuh besar dan berpakaian hitam-hitam.

"Keluar..! Atau kami akan menghancurkan

mobil ini sekarang juga.!!"

Salah seorang yang tadi mengetuk pintu kini

berbicara lantang dengan tampang sangar dan

nada suara yang terdengar emosi. Dengan sedikit ragu, akhirnya Sherin keluar dari dalam mobil.

"Siapa kalian.? Ada urusan apa denganku.?"

Tanya Sherin yang langsung waspada karena

para pria bertubuh besar itu kini merapat dan

mendekat kearahnya.

"Jangan banyak bicara, sebaiknya anda ikut

kami sekarang juga.!"

"Ikut dengan kalian, kemana.? Aku tidak punya

urusan dengan kalian.!"

"Kami memang tidak punya urusan, tapi klien

kami yang punya urusan dengan anda..!"

Geram sang pimpinan sambil mengeluarkan

pisau lipat dari balik pakaiannya membuat

Sherin terkesiap. Dia mundur hingga merapat

ke badan mobil.

"Siapa yang menyuruh kalian.? Di bayar berapa

kalian untuk menculik ku.?"

"Ini adalah bisnis Nona. Kau akan tahu sendiri

nanti. Ayo bawa dia sekarang juga.!"

Titah si pimpinan pada bawahannya. Namun

sebelum mereka bergerak, Sherin sudah lebih

dulu mengirimkan tendangan pada beberapa

pria yang mencoba merangsek maju hingga

tubuh mereka kini mundur sambil meringis

kesakitan.

Sherin mundur sambil memasang kuda-kuda

dan menatap tajam kearah para pria itu yang

terlihat terkejut sesaat.

"Ayo lumpuhkan gadis itu, cepat.!!"

Teriak pimpinan penjahat yang terlihat geram.

Bawahannya kini maju menyerang Sherin yang

berlari ke tempat yang lebih leluasa. Dan tidak

bisa di hindari, akhirnya terjadilah pertarungan

yang cukup sengit antara Sherin melawan 6 pria

tinggi kekar itu. Sebuah pemandangan yang

cukup menggelikan sebenarnya.

Dalam keadaan itu, dari arah belakang, tiba-tiba

muncul sebuah mobil mewah warna hitam. Dan

tidak lama, ada seorang pria tinggi tegap yang

keluar dari arah kursi penumpang.

Dalam gerakan cepat tak terlihat, pria tinggi itu

melesat kearah Sherin yang mulai terdesak.

Tepat di saat Sherin terkena tendangan di bagian

perutnya. Tubuh Sherin terdorong ke belakang

dan terjatuh dalam rangkulan pria tinggi tegap

tadi yang setengah wajahnya tertutup masker.

Kini, tubuh Sherin ada dalam rangkulan kuat

pria itu. Untuk sesaat keduanya malah saling

melihat dan menatap kuat, terbius oleh jeratan

ketajaman mata masing-masing..

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Amilawati

Amilawati

sherinn bisa apa cuman wanita lemah,kenapa waktu mereka begituan TDK kamu vidio baru sebarin,cuman bisa diam dn menahus Cemen mati ajh sonoh

2024-08-21

0

andi hastutty

andi hastutty

brian keterlaluan dengan wanita pengen cekik deh.
untung ada Devan yg nolong pasti suruhan Brian tu penjahat

2023-10-18

0

ren_iren

ren_iren

lagi lagi....
terpesona...

2023-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 1. Terjebak
2 2. Terkejut
3 3. Hancur
4 4. Tak Terduga
5 5. Sakit Tak Berdarah
6 6. Tawaran Menarik
7 7. Sah
8 8. Tamu Kehormatan
9 9. Mengawasi
10 10. Gangguan Kecil
11 11. Pria Penguntit
12 12. Bertubi-tubi
13 13. Titik Nadir
14 14. first Kiss
15 15. Candu
16 16. Interview
17 17. Pria Tua Aneh
18 18. Trouble
19 19. Almost
20 20. Hari Pertama
21 21. Behind The Scene
22 22. Serangan Balik
23 23. Mengunjungi Villa
24 24. Jalan Malam
25 25. Hot Couple
26 26. Perih
27 27. Kau Datang Dev
28 28. Mengguncang
29 29. Babak Belur
30 30. Izinkan Aku...
31 31. Memilikimu
32 32. Gempar
33 33. Mati Kutu
34 34. Langkah Awal
35 35. Gebrakan Pertama
36 36. Syok Berat
37 37. Manis Dan Pahit
38 38. Syuting Perdana
39 39. Langit Runtuh
40 40. Intimidasi
41 41. Mimpi Yang Nyata
42 42. Romantic Morning
43 43. Jalan Sore
44 44. Serangan Pagi
45 45. Couple Session
46 46. Pukulan Telak
47 47. Tak Akan Aku Lepas
48 48. Pertemuan Tak Terduga
49 49. Jatuh Dan Kalah
50 50. The Winner Is..
51 51. Gelisah
52 52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53 53. Kemelut Bersambut
54 54. Aksi Jalanan
55 55. Merajuk
56 56. New Season
57 57. The First Moment
58 58. Shocking News
59 59. Funeral
60 60. King Sadat
61 61. Ambers Palace
62 62. Tamu Tak Di Undang
63 63. Tangguh Luar Dalam
64 64. Tampil Gemilang
65 65. Sister In Law
66 66. Kesibukan Baru
67 67. Underpass Attack
68 68. Injured
69 69. Terlalu Manis
70 70. Intimidasi Tak Berarti
71 71. Kerusuhan Pagi Hari
72 72. Apa Yang Terjadi ?
73 73. Angin Segar
74 74. Ibu Mertua Tersayang
75 75. Surprise The Star
76 76. Duel Maut
77 77. Meradang
78 78. Cooling Down
79 79. Mrs Owner
80 80. Sweet Morning
81 81. Beginning To End
82 82. Quarantine Area
83 83. Spesial Guest
84 84. High Class Dinner
85 85. Dark Eye
86 86. The Second Day
87 87. Finally
88 88. Declaration Of Love
89 89. Ripe Attack
90 90. Hypnotized
91 91. The Final Battle
92 92. End Of Game
93 93. Miss Supermodel
94 94. Kedatangan Little Prince
95 95. Dia, Istriku
96 96. Mrs Commisioner
97 97. Back To The Family
98 98. Pada Akhirnya
99 99. Wedding Party
100 100. Monopoli Duo Cilik
101 101. Semua Akan Indah
102 102. Matt & Clara
103 103. Little Queen
104 104. Happy Ending part 1
105 105. Happy Ending Part 2
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Terjebak
2
2. Terkejut
3
3. Hancur
4
4. Tak Terduga
5
5. Sakit Tak Berdarah
6
6. Tawaran Menarik
7
7. Sah
8
8. Tamu Kehormatan
9
9. Mengawasi
10
10. Gangguan Kecil
11
11. Pria Penguntit
12
12. Bertubi-tubi
13
13. Titik Nadir
14
14. first Kiss
15
15. Candu
16
16. Interview
17
17. Pria Tua Aneh
18
18. Trouble
19
19. Almost
20
20. Hari Pertama
21
21. Behind The Scene
22
22. Serangan Balik
23
23. Mengunjungi Villa
24
24. Jalan Malam
25
25. Hot Couple
26
26. Perih
27
27. Kau Datang Dev
28
28. Mengguncang
29
29. Babak Belur
30
30. Izinkan Aku...
31
31. Memilikimu
32
32. Gempar
33
33. Mati Kutu
34
34. Langkah Awal
35
35. Gebrakan Pertama
36
36. Syok Berat
37
37. Manis Dan Pahit
38
38. Syuting Perdana
39
39. Langit Runtuh
40
40. Intimidasi
41
41. Mimpi Yang Nyata
42
42. Romantic Morning
43
43. Jalan Sore
44
44. Serangan Pagi
45
45. Couple Session
46
46. Pukulan Telak
47
47. Tak Akan Aku Lepas
48
48. Pertemuan Tak Terduga
49
49. Jatuh Dan Kalah
50
50. The Winner Is..
51
51. Gelisah
52
52. Kehebohan Di Tempat Syuting
53
53. Kemelut Bersambut
54
54. Aksi Jalanan
55
55. Merajuk
56
56. New Season
57
57. The First Moment
58
58. Shocking News
59
59. Funeral
60
60. King Sadat
61
61. Ambers Palace
62
62. Tamu Tak Di Undang
63
63. Tangguh Luar Dalam
64
64. Tampil Gemilang
65
65. Sister In Law
66
66. Kesibukan Baru
67
67. Underpass Attack
68
68. Injured
69
69. Terlalu Manis
70
70. Intimidasi Tak Berarti
71
71. Kerusuhan Pagi Hari
72
72. Apa Yang Terjadi ?
73
73. Angin Segar
74
74. Ibu Mertua Tersayang
75
75. Surprise The Star
76
76. Duel Maut
77
77. Meradang
78
78. Cooling Down
79
79. Mrs Owner
80
80. Sweet Morning
81
81. Beginning To End
82
82. Quarantine Area
83
83. Spesial Guest
84
84. High Class Dinner
85
85. Dark Eye
86
86. The Second Day
87
87. Finally
88
88. Declaration Of Love
89
89. Ripe Attack
90
90. Hypnotized
91
91. The Final Battle
92
92. End Of Game
93
93. Miss Supermodel
94
94. Kedatangan Little Prince
95
95. Dia, Istriku
96
96. Mrs Commisioner
97
97. Back To The Family
98
98. Pada Akhirnya
99
99. Wedding Party
100
100. Monopoli Duo Cilik
101
101. Semua Akan Indah
102
102. Matt & Clara
103
103. Little Queen
104
104. Happy Ending part 1
105
105. Happy Ending Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!