"Lo gak apa-apa?" tanya seorang pemuda berbaju kuning di depannya.
"Iya gak apa-apa kok. Listrik memang padam ya?" tanya Ela sedikit gugup.
"Iya, sengaja di padamu sebentar karena di Desa Hara ada pohon tumbang menimpah tiang listrik yang baru di pasang." jelas laki-laki tersebut.
"Dah beres Bos." jelas Temannya.
Entah ada berapa orang preman yang ingin membegal Ela, tetapi yang pasti Warga setempat sangat membantu Ela.
"Mbak rumahnya dimana kalau boleh tau?" tanya salah satu orang yang menolongnya.
"Masih satu gang lagi dari sini Kak." jelas Ela sedikit merasa lega.
"Oalah masih jauh ya, yaudah kalau gitu nanti biar di kawal aja pulangnya ya. takutnya nanti malah ada yang begal lagi sebelum sampe rumah." jelas warga tersebut.
Ela hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. Hatinya masih gelisah dan masih takut akan terjadi hal yang sama.
"Ki kamu kan yang punya motor lampunya hidup, kawal Mbak ini supaya gak kejadian lagi. Rumahnya masih satu Gang dari sini." Jelas salah satu warga kepada pemuda berbaju kuning.
Pemuda itu langsung menghidupkan motornya dan mengawal Ela dari belakang sampai depan rumahnya.
Sesampainya di rumah Ela, listrik pun hidup kembali. Betapa terkejutnya Riky mengetahui bahwa wanita yang ia pantau dari tadi hampir menjadi korban pembegalan.
Wajah Riky tidak terlihat jelas karna ia memakai masker hitam. Setelah Ela memarkirkan motornya di garasi, Ela menghampiri Riky untuk berterima kasih sembari bertanya "Terimakasih ya kak udah mau kawal sampai ke rumah. kalau boleh tau, siapa namanya?"
Mata Riky membulat sempurna. Akhirnya dirinya bisa kembali berbicara dengan Malaikat penolongnya. mungkin hal ini seimbang dengan yang Ela lakukan saat 15 tahun yang lalu.
Riky pun menjawab, "Iya sama-sama, nama saya Riky kalau begitu saya pamit ya."
Setelah Riky meninggalkan rumah Ela, Ela kemudian masuk kedalam untuk bebesih.
...~•~●~•~...
Keesokan harinya, Ela kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasa tetapi kali ini Ela harus berjalan sendiri karena kedua pangerannya sedang sakit.
...~•~●~•~...
Setelah pulang dari kampus, Ela pergi kesebuah toko buku di Mall terbesar untuk mencari referensi tugas Photografi.
"Yang mana ya? ini atau ini yang bagus?" Ela bergumam karena ia tidak tahu harus memilih buku yang mana.
"Yang ini lebih cocok ke photografi. Di jamin nilai kamu pasti bagus." tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Ela sembari mengambil buku yang ada di tangan Ela.
"Oh gitu ya. Loh?" Ela terkejut karena bisa bertemu dengan pemuda yang mengawalnya sampai ke rumah.
"Hahaha, kebetulan sekali ya kita bisa bertemu disini." timbal Riky.
Diiringi anggukan kepala saja dan Riky juga memberi tahu buku-buku apasaja yang harus di beli supaya nilainya seimbang.
...~•~●~•~...
Ela mengajak Riky makan di sebuah Resto mie ayam terenak yang ada disini.
"Lo kok bisa tau sih banyak tentang photografi di DKV sih? atau mungkin lo lulusan DKV ya?" tanya Ela penuh semangat.
"bukan lulusan tapi pernah kuliah di DKV. sayangnya harus keluar dan gak ngelanjutin lagi." jelas Riky sembari tersenyum.
Ela belum menyadari kalau Riky yang ini sama dengan Riky yang merundung Ado.
"Kalau mau buku-buku yang lain kamu bisa kerumah aja, atau bilang aja buku apa yang mau di pinjam nanti saya antarkan kerumah."
Ela hanya mengiyakan diiringi dengan anggukan karena ia sedang menikmati makanan tersebut sambil berfikir 'kok mukanya kayak gak asing gitu ya.'
Sedangkan Riky pun sama sedang membatin, 'Semoga dia gak sadar dengan sikap saya ke Ado Waktu itu.'
20 Menit mereka makan bersama sembari berbincang-bincang tentang tugas kuliah, tiba-tiba datang seorang wanita yang menghampiri Riky.
"Astaga Riky gua cariin dari tadi lo malah asik makan di disini, Sama cewe lagi!"
"Astaga iya maaf saya lupa."
"Oh iya la, kenalin ini Cila sepupu saya." lanjut Riky mengenalkan wanita tersebut.
Ela hanya bisa tersenyum manis sembari mengulurkan Tangannya diiringi dengan perkenalan, "Ela."
Cila membulatkan matanya, kemudian ia menarik kursi yang ada di belakangnya sambil berkata. "Ela D'Rain ya?"
Ela hanya tertawa karna tebakannya dari tadi ternyata benar.
"Hahahaha kan bener ini Cila Rahayu anak SMP 31 kan ya?" tanya Ela sembari tersenyum.
"Iya bener, astaga akhirnya ketemu temen lama hahaha. ini mah Ki temen saya SMP," jelas Cila.
Kebetulan yang tidak terduga membuat Riky gembira dan takut. Riky takut kalau Ela menyadari dirinya adalah perundung Ado.
Riky juga sangat takut kalau Ela sampai tahu, sebenarnya yang membuat Ado menderita sekarang ini adalah ulahnya.
Tetapi saat Cila dan Ela asyik mengobrol, Riky membatin dan membuat janji kepada dirinya sendiri.
'Kelakuan yang saya buat kemarin itu, adalah kelakuan saya yang terakhir dan saya tidak akan melakukannya lagi kecuali ke orang-orang yang ingin melukai Ela dan Dia.'
Setelah perbincangan yang sangat menyenangkan, mereka meninggalkan Resto tersebut sembari menuju ke tempat parkir.
Di tengah perjalanan, Ela dan Riky memilih jalur yang berbeda karna Ela ingin menemui Ado dahulu.
Ado sedang berada di Panti Asuhan dekat dengan puskesmas saat tragedi Ela membela Ado.
Sesampainya di Panti, Ela menemui petugas penjaga Panti ini dan barulah ia masuk kedalam.
"Assalamualikum," sapa Ela.
"Waalaikumsalam, nah ada kakak cantik. sini kakak cantik," panggil Ado yang sedang menggendong anak balita.
Ela pun bermain bersama anak - anak Panti dan Ado juga mengajak Ela berkeliling tempat ini. ia memberitahukan Ela kalau ia pernah tinggal di tempat ini dan sering bermain di ruang buku walau belum bisa membaca.
"Nah sekarang Ruang bacanya udah besar dan buku-buku disini udah banyak karena masih ada sepantaran saya yang sedang kuliah juga." jelas Ado.
"Terus ini Taman, dulu saya sama Riky sering berantem disini sampai umma Kewalahan misahin kami." lanjut Ado ke luar ruangan.
Mendengar penjelasan Ado, Mata Ela membulat. Dirinya baru menyadari kalau Riky yang ia temui tadi dan yang menolongnya adalah Riky yang sama saat ia sedang merundung Ado.
Ela baru saja mengingatnya dan membatin 'Pantesan dari tadi kayak gak asing gitu mukanya, ternyata dia orang yang sama.'
"Kenapa la?" Suara lembut Ado membuyarkan lamunan Ela.
"Enggak kenapa-kenapa kok."
"Bohong, mikirin Apasih? coba cerita." ucap Ado yang mengajak Ela duduk di bangku Taman.
"Ih enggak bohong loh. Gua tuh cuma mikir gimana caranya nyelesaiin tugas Photografi. Soalnya nyari objek untuk 2 foto lagi itu susah." jelas Ela yang mengalihkan pembicaraan.
Ado pun mengangguk-anggukan kepalanya sambil berfikir dan Ado mulai mendapatkan ide secara tiba-tiba.
"Kenapa gak coba kamu ambil foto disini, tetep pakai konsep yang kamu mau tetapi pakai anak-anak disini. jadi, kamu gak perlu keluar jauh kan." Seru Ado.
"Ih iya juga ya, coba aku liat dulu konsep yang udah aku catat."
Ela melihat konsep konsep yang sudah di catat dan ia juga membaca buku yang ia beli tadi sambil mematangkan konsep miliknya.
sampai Sore tiba, Ela dan Ado menyelesaikan tugas mereka bersama.
Ela dan Ado memutuskan untuk kembali kerumah masing-masing. Sebelum pulang mereka berpamitan ke Umma Lisa dan juga Anak-anak Panti.
Seperti biasa, Ado mengantarkan Ela sampai di depan rumahnya kemudian kembali melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.
...~•~●~•~...
Di tengah perjalanan, Ado melihat seseorang sedang berdiri menyandarkan pundaknya di depan Mobil Jeep dengan tangan melingkar di dadanya.
Ado sedikit khawatir karna ia tau siapa orang itu dan sebelum Ado melewatinya, Ado dihadang orang tersebut.
jantung Ado berdegup kencang dan tangannya mulai gemetaran.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Bunda Abizzan
Riki dasarnya anaknya baik, tapi kebenciannya pada Ado, sungguh keterlaluan.
Nyimak selanjutnya
2022-07-06
2
Bunda Abizzan
Ela dam Dia? Maksudnya?
2022-07-06
1
Bunda Abizzan
Baik warga nya..
2022-07-06
1