12. Terlalu Manis untuk ditolak

Setelah mengantarkan Freya kembali kerumahnya , Elang langsung saja duduk dimeja makan , perutnya benar benar lapar karena ketika makan dengan Freya, selera makan Elang lenyap .

bagaimana tidak , masa seorang pria usia menjelang dua puluh tiga tahun, yang katanya galak harus kalah dengan gadis yang baru bulan kemari tujuh belas tahun.

sebagai laki laki , ia merasa harga dirinya terluka seujung jempol .

Papa Tyo hanya menatap datar pada putra sulungnya yang katanya baru pulang kencan.

Mama Clara sebenarnya kepo, cuma karena melihat wajah Elang yang sedang kesal , ia mengurungkan niatnya.

" bagaimana kencannya mas ? jadi Freya nembak Mas Elang ? " tanya Benua sembari mengunyah makanannya tetapi tidak melihat wajah kakaknya.

Papa Tyo dan Mama Clara menghentikan kunyahannya menunggu jawaban yang akan keluar dari bibi Elang.

" bagaimana kau tau ? " sembur Elang dengan suara tidak senangnya. urusan kencan dan ungkapan cinta jadi konsumsi publik ? sungguh memalukan , artis bukan ? publik figur ? apa lagi.

" ketiga wanita itu berbisik kasak kusuk dikelas , bagaimana aku dan Leon ,tidak tahu , apalagi keponakan kamu tuch, Quina ,sudah cocok menjadi host acara katakan cinta " Benua tetap cuek ngoceh , padahal wajah Elang sudah memerah menahan marah bercampur malu.

Papa Tyo tergelak kencang .

" ya ampun Lang, kamu memalukan Papa saja , masa pria model kamu , kalah cepat dengan perempuan ,cih " Papa Tyo mengejek

Elang memutar bola matanya malas .

" jadi benar ,Freya nembak kamu ?" Mama Clara ingin mendengar penegasan .

Elang tersenyum kecil .

" kamu menerimanya ? "Mama Clara masih bertanya.

" Ma, dari senyumnya saja sudah terbaca , memang selama ini ,perempuan mana yang bisa naik diboncengan motor Mas Elang selain kak Regina dan Freya ? gak ada kan ? " Benua mencibir .

" Mas Elang.."Mama Clara masih memanggil pelan dengan wajah butuh jawaban .

" dia terlalu manis untuk ditolak kan ,Ma ? " jawab Elang dengan senyum simpul

" terus kenapa wajahmu tadi tidak enak untuk dilihat ? " tanya Papa Tyo.

" sebel aja Pa, harusnya aku yang nembak dia , ini kenapa kebalikannya " saut Elang bersungut .

Papa Tyo dan Mama Clara tergelak .

" biasa aja ,Mas, mungkin karena kelamaan nunggu dari Mas Elang, makanya dia yang berinisiatif ,sama sajakan ? yang penting ....jadian " ujar Benua terkekeh .

*

*

Freya tiduran diatas kasur , sembari bernyanyi kecil mengikuti lagu yang diputar melalui ponselnya. saat Gaia

masuk kedalam kamar.

" Frey , gimana tadi ? sukses ? " tanya Gaia ikutan naik diatas ranjang duduk bersila.

" dibilang sukses enggak, dibilang gagal , sepertinya enggak juga " jawabnya memejamkan mata dengan bibir tersenyum membayangkan bagaimana wajah Elang tadi yang cemberut saat Freya menembaknya.

lalu kepala Elang mengangguk pasrah kala Freya bertanya " mau kan Mas Elang jadi pacar aku "

momen jadian yang jauh dari kata romantis

" ada bahasa yang lebih rumit dari pada itu gak ? " sembur Gaia kesal .

" saat aku menembaknya tadi ,ia kelihatan kesal sih " Freya terkikik.

" kenapa kau tidak mau menunggu dulu sih , Frey , ketika Mas Elang meminta izin pada Mama untuk mengajakmu keluar , harusnya kau sudah bisa memperhitungkannya " Gaia memukulkan bantal ke badan Freya saking gemasnya .

" hei ....bukankah kalian yang mendorongku untuk mengungkapkan perasaanku duluan karena jika terus menunggu nya kelamaan ? " ujar Freya tidak terima .

" setidaknya kau menunggu sebentarlah , setalah mau pulang, kalau tidak ada tanda tanda baru kau tembak ,jangan katakan ....ketika kalian baru sampai ,kau langsung menembaknya " Gaia menyipitkan bola matanya menatap Freya dengan seksama.

kepala Freya mengangguk dengan mulut menyeringai lebar

" Freyaaaaaa.....kenapa kau tidak sabaran sich, gagal romantis dong " Gaia menatap jengah .

" nanti nanti juga bakalan romantis ,percaya dech ! " jawab Freya santai

" walaupun dia terlihat kesal , yang pentingkan kami sudah jadian ,di perjalanan saat pulang tadi, aku terus memeluk pinggangnya dengan erat , dia tidak menolak , aku bisa mendengar dengan jelas debaran jantungnya. dan kau tahu ....ketika aku turun didepan rumah , ia menatapku begitu lembut , walaupun bibirnya tetap cemberut , rasanya ingin ku gigit aja tuch bibir " Freya terkikik kikik.

" jangan jangan kau sudah berniat akan menyosor duluan " Gaia sudah kuatir dengan tindakan nekat Freya.

Freya tergelak

" gara gara kau mengatakan itu , justru aku jadi kepengen merasakan bagaimana rasanya saat Mas Elang menciumku " mata Freya terpejam berhkayal

" Freyaaaaaaa...." Gaia berteriak kencang .

lalu " buk " sebuah bantal mendarat mulus diwajah Freya agar ia menghilangkan pikiran terkutuknya .

*

*

teriakan Gaia yang cukup kencang dan memang kamar mereka yang tidak kedap suara ,membuat Adam yang sedang duduk sendiri di balkon lantai dua, terkejut dan hampir menjatuhkan ponselnya.

ia berdecak kesal mendengar keributan kedua adiknya. kalau sudah bercerita , pasti berteriak teriak , padahal yang dibahas tidak jauh dari pria yang itu itu saja .

terkadang Adam tidak habis pikir,memikirkan dirinya sendiri, bagaimana bisa selama usianya sudah berjalan dua puluh empat tahun ,tidak ada satu wanita pun yang menarik dan menggelitik hatinya selain Regina .

masih banyak gadis yang lebih cantik dari pada Regina dikampusnya , seperti Bella ,tetapi sikapnya tidak secantik.wajahnya.

mungkin seperti itu juga yang dirasakan Freya terhadap Elang.

ia sangat menyukai Elang dari kelas satu SMU , terkadang tingkah noraknya membuat Adam sebagai pria dan juga kakak Freya, begitu malu.

pasti sedang menceritakan pria dingin itu , cih ,apa menariknya cowok seperti Elang ? sehingga Freya begitu tergila gila padanya .

Adam bergumam dalam hati .

netranya menatap beranda rumah sebelah yang cukup lengang . biasanya kalau malam malam begini , Ayah Gunawan sering menghabiskan waktunya bercengkrama dengan Ibu Maya, sekarang tidak kelihatan .

Adam meraih ponselnya.

💌 Adam

Sweetheart.. belum tidurkan ? masih sore, aku ingin ngobrol , bisa menemuiku ditaman samping rumahmu ?

Adam langsung mengirimkan pesannya

Regina yang sedang tiduran di sofa sambil menonton TV. melihat notifikasi pesan masuk pada ponselnya yang diletakkan diatas meja , segera meraihnya,

bibirnya tersenyum .langsung duduk membalas pesan .

^^^💌Regina^^^

^^^ngobrol apa ? kita tiap hari ketemu , Dam.^^^

💌Adam

sebenarnya aku hanya ingin melihatmu ,dan menikmati senyummu

^^^💌Regina^^^

^^^gombal kamu ,Dam.^^^

Adam tergelak sendiri , ia sangat menyukai Regina yang tidak pernah terbuai dengan rayuan Adam, tiap kali Adam mengeluarkan beribu kata manis, Regina hanya menanggapinya dengan senyuman.

^^^💌Adam^^^

^^^ayolah Sweetheart...sebentar saja .anggap saja sebagai bekalku untuk membawa bayangan mu dalam mimpi indahku.^^^

Adam ngakak sendiri , ia yakin jika Regina tidak akan mau menuruti keinginannya .ia sangat suka melihat senyuman Regina jika Adam menggodanya.

💌Regina

simpan rayuanmu itu , Dam , aku sedang konsentrasi menonton film favoritku.

^^^💌Adam^^^

^^^baiklah Sweetheart , lanjutkan kegiatanmu, aku menantimu besok pagi. seperti biasa.^^^

Adam menutup ponselnya , ia sudah hapal betul bagaimana sifat Regina, ia tidak akan membalas pesannya kembali .

Adam masih bertahan duduk di balkon, menatap jauh , sebatas jangkauan terakhir pandangannya"

▫️

▫️

▫️

...🌻🌻🌻🌻🌻...

Terpopuler

Comments

Lihayati Khoirul

Lihayati Khoirul

nofel yg paling jadi kesukaanku padahal aku udah baca .
maka baca ulang gak ada bosennya.
lucu benua, gaia kalau ngomong.
gini buat senyum senyum sendiri dr PD nofel pelakor Mulu buat emosi

2022-10-13

1

smile

smile

kamar nya pindahan yg aja jendelanya tembus k tetangga sebelah

2021-12-08

0

Dwi setya Iriana

Dwi setya Iriana

duduk dk balkon sambil lihat ke arah ru.ah sebelah oooooo nikmatnya hidup yg di rasalan adam

2021-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 1. Prolog.
2 2. Jangan menggangguku
3 3. Apa kau tidak membeku ?
4 4. Kesurga pun kau boleh ikut
5 5. Kecelakaan yang disengaja
6 6. Lebih rela
7 7. Kenapa kau manis sekali
8 8. Dia pengecualian
9 9. Boleh aku mengejar mu
10 10. Tidak ada Adam, Elang pun jadi
11 11. Mau gak jadi pacarku
12 12. Terlalu Manis untuk ditolak
13 13. Menunggu di Eksekusi
14 14. Apakah aku tadi bermimpi
15 15. Rancana
16 kembali ke judul omku suamiku
17 16.Kecewa
18 17. Adam yang kecewa
19 18.Aditya
20 19. Do'a Gaia
21 20. Aku ini laki laki
22 21. Keputusan
23 22. Bekal kenangan
24 23. First Kiss
25 24. Saat waktunya telah tiba
26 25. Mendapatkan piring cantik
27 26 . Kalah cepat
28 27. Aku pergi untuk kembali
29 28. Tercyduk
30 29. Berangkat
31 30. Cita cita
32 31. Merindukan rumah
33 32. Cara cerdas Gaia
34 33. Dilema
35 34. Aku akan mendukung mu
36 35. Cinta memang Egois
37 37. Melempar ke Laut.
38 38. Jadi Obat Nyamuk
39 39. Romantika kehidupan
40 40. Seperti Inikah Rasanya
41 41. Kebingungan Elang
42 42. Susah untuk menghentikannya
43 43. Masuk terlalu dalam
44 44. Ancaman Ibu
45 45. Kau Bebas
46 46. Mau kabur? ayo kuantar
47 47. Sudah tidak tahan
48 48. Baru mau tapi belum
49 49. Janji
50 50. Latihan saja dulu
51 51. Tidak tahu malu
52 52. Apa tidak bosan
53 53. Nikah euy....( sedikit nostalgia )
54 54. Datang di saat yang tepat
55 55.Kau menyakitiku
56 56. Telinga kamu masih perawan
57 57. Kalian berdua sama saja
58 58. Abang yang akan bertanggung jawab
59 59. Kabut kesedihan
60 60. Sensasi yang berbeda
61 61. Layu sebelum berkembang
62 62. Belum jadian sudah patah hati
63 63. Apakah aku kena serangan Jantung
64 64. Terlalu Liar
65 65. Calon besan yang seimbang
66 66. Meyakinkan
67 67. Jangan kau keluarkan semua tenagamu
68 68. Maafkan aku Pa !
69 69. Dua musuh yang bahagia
70 70. Lebih menarik dari pada selebriti
71 71. Curhatan Quina
72 Silsilah keluarga
73 72. Kepulangan Alek
74 73. Permainan
75 74.Bagaimana Rasanya
76 75. Jangan bunuh diri ya !
77 76. Kala Gaia membalas dendam
78 77. Menempel seperti ulat.
79 78. Kau mau mencobanya ?
80 79. Hanya kesenangan
81 80.Calon Menantu masa depan
82 81. Kalau Boleh Serakah
83 82. Aku akan selalu ada untuknya
84 83.Aku ingin pacaran denganmu
85 84. Om mau jadi pacarku ?
86 85. Aku ingin sekali membencimu.
87 86. Yang Tua dulu
88 87. Jangan terlalu manis
89 88. Sudah Kadaluarsa
90 89. Kissing in the Air
91 90. Kesepakatan
92 91. Pengikut semakin bertambah
93 92. Patahkan sayapnya
94 93. Main rumah rumahan
95 94. Lupa dengan anak sendiri
96 95. Quina ketularan Kepo
97 96. Memikirkan dengan baik
98 97. Leon mulai beraksi
99 98. Sama saja
100 99. Pelengkap penderita
101 100. Analisa Regina
102 101. Ada beruang ngamuk
103 102. Sedikit bicara banyak berbuat
104 103. Ternyata bukan yang pertama
105 104. Yang muda yang bercinta
106 105. Menahan godaan
107 106. Nanti juga dibuka lagi
108 107. Berjalan pun kau mampu
109 108. Aku menyukai panggilan itu
110 109. Kucing kecil yang liar
111 110. Pindah rumah
112 111. Keceplosan
113 112. Tuan putri.
114 113. Gara gara Astuti
115 114. Merencanakan
116 115. Ketahuan
117 116. Mencari perlindungan
118 117. Rasa yang luar biasa
119 118. Virus berita bahagia
120 119.Jamu penambah stamina
121 120. Sebenarnya dia mau kemana sih
122 121. Sarang Harimau
123 122. Cemas
124 123. Ice Bear
125 124. Jangan mengulangi kesalahan yang sama
126 125. Mencintaimu dengan caraku
127 126. Menambah ramuan
128 127. Ajakan bulan madu
129 128. Keinginan Damar
130 129. Berdua denganmu
131 130. Berita Bahagia yang disembunyikan
132 131. Menyusul
133 132. Asas manfaat
134 133. Berlibur ke Afrika
135 134. Suami pelit
136 135. Saksi nyata
137 136. Cinta tidak memandang fisik.
138 137. Liburan sudah berakhir
139 138. Kau memang putraku
140 139. Harapan
141 140. Elang mengidam
142 141. Anda belum beruntung
143 142. Rasa yang panas
144 143. Adik untuk Jagad
145 pengumuman
146 144. Daster, eh lingerie
147 145. Medan Magnet
148 146. Impian hari tua
149 147. Rencana mudik
150 148. Masih tentang mudik
151 149. Aku yang hamil dia yang sensi
152 150. Tantangan
153 151. Uneg uneg.
154 152. Seperti membagi warisan
155 153. Mendadak Romantis
156 154. Semua gara gara Elang.
157 155. Merubah panggilan
158 156. Tidak ada yang sempurna
159 157. Ide Aditya
160 158. Modus Damar
161 159. Mansion impian
162 160. Yang jadi majikan itu siapa
163 161. Menjual Planet Bumi
164 162. Kita tunggu saja
165 163. Mengutarakan
166 164. Merusak kenangan
167 165. Menduga sedang berselingkuh
168 166. Jawabannya besok pagi
169 167. Mudik
170 168. Sekali lagi dapat sirup
171 169. Belajar menjadi ibu yang kejam.
172 170. Rindu itu berat
173 171. Terlalu bahagia
174 172. Belajar cara merayu
175 173. Pindah kemana ?
176 174. Terlalu mencintai
177 175. Cuma tes tester
178 176. Seperti es krim
179 177. Kenangan manis
180 178. Pindah ke mansion.
181 179. Dunia hayalan
182 180. Jatuh cinta kembali
183 181. Mantan lebih berbahaya
184 182. Bendera menyerah.
185 183. Aku cuma ngeprank
186 184. Kenapa enggak bilang dari kemarin
187 185. Emansipasi ( End )
188 Pengumuman.
Episodes

Updated 188 Episodes

1
1. Prolog.
2
2. Jangan menggangguku
3
3. Apa kau tidak membeku ?
4
4. Kesurga pun kau boleh ikut
5
5. Kecelakaan yang disengaja
6
6. Lebih rela
7
7. Kenapa kau manis sekali
8
8. Dia pengecualian
9
9. Boleh aku mengejar mu
10
10. Tidak ada Adam, Elang pun jadi
11
11. Mau gak jadi pacarku
12
12. Terlalu Manis untuk ditolak
13
13. Menunggu di Eksekusi
14
14. Apakah aku tadi bermimpi
15
15. Rancana
16
kembali ke judul omku suamiku
17
16.Kecewa
18
17. Adam yang kecewa
19
18.Aditya
20
19. Do'a Gaia
21
20. Aku ini laki laki
22
21. Keputusan
23
22. Bekal kenangan
24
23. First Kiss
25
24. Saat waktunya telah tiba
26
25. Mendapatkan piring cantik
27
26 . Kalah cepat
28
27. Aku pergi untuk kembali
29
28. Tercyduk
30
29. Berangkat
31
30. Cita cita
32
31. Merindukan rumah
33
32. Cara cerdas Gaia
34
33. Dilema
35
34. Aku akan mendukung mu
36
35. Cinta memang Egois
37
37. Melempar ke Laut.
38
38. Jadi Obat Nyamuk
39
39. Romantika kehidupan
40
40. Seperti Inikah Rasanya
41
41. Kebingungan Elang
42
42. Susah untuk menghentikannya
43
43. Masuk terlalu dalam
44
44. Ancaman Ibu
45
45. Kau Bebas
46
46. Mau kabur? ayo kuantar
47
47. Sudah tidak tahan
48
48. Baru mau tapi belum
49
49. Janji
50
50. Latihan saja dulu
51
51. Tidak tahu malu
52
52. Apa tidak bosan
53
53. Nikah euy....( sedikit nostalgia )
54
54. Datang di saat yang tepat
55
55.Kau menyakitiku
56
56. Telinga kamu masih perawan
57
57. Kalian berdua sama saja
58
58. Abang yang akan bertanggung jawab
59
59. Kabut kesedihan
60
60. Sensasi yang berbeda
61
61. Layu sebelum berkembang
62
62. Belum jadian sudah patah hati
63
63. Apakah aku kena serangan Jantung
64
64. Terlalu Liar
65
65. Calon besan yang seimbang
66
66. Meyakinkan
67
67. Jangan kau keluarkan semua tenagamu
68
68. Maafkan aku Pa !
69
69. Dua musuh yang bahagia
70
70. Lebih menarik dari pada selebriti
71
71. Curhatan Quina
72
Silsilah keluarga
73
72. Kepulangan Alek
74
73. Permainan
75
74.Bagaimana Rasanya
76
75. Jangan bunuh diri ya !
77
76. Kala Gaia membalas dendam
78
77. Menempel seperti ulat.
79
78. Kau mau mencobanya ?
80
79. Hanya kesenangan
81
80.Calon Menantu masa depan
82
81. Kalau Boleh Serakah
83
82. Aku akan selalu ada untuknya
84
83.Aku ingin pacaran denganmu
85
84. Om mau jadi pacarku ?
86
85. Aku ingin sekali membencimu.
87
86. Yang Tua dulu
88
87. Jangan terlalu manis
89
88. Sudah Kadaluarsa
90
89. Kissing in the Air
91
90. Kesepakatan
92
91. Pengikut semakin bertambah
93
92. Patahkan sayapnya
94
93. Main rumah rumahan
95
94. Lupa dengan anak sendiri
96
95. Quina ketularan Kepo
97
96. Memikirkan dengan baik
98
97. Leon mulai beraksi
99
98. Sama saja
100
99. Pelengkap penderita
101
100. Analisa Regina
102
101. Ada beruang ngamuk
103
102. Sedikit bicara banyak berbuat
104
103. Ternyata bukan yang pertama
105
104. Yang muda yang bercinta
106
105. Menahan godaan
107
106. Nanti juga dibuka lagi
108
107. Berjalan pun kau mampu
109
108. Aku menyukai panggilan itu
110
109. Kucing kecil yang liar
111
110. Pindah rumah
112
111. Keceplosan
113
112. Tuan putri.
114
113. Gara gara Astuti
115
114. Merencanakan
116
115. Ketahuan
117
116. Mencari perlindungan
118
117. Rasa yang luar biasa
119
118. Virus berita bahagia
120
119.Jamu penambah stamina
121
120. Sebenarnya dia mau kemana sih
122
121. Sarang Harimau
123
122. Cemas
124
123. Ice Bear
125
124. Jangan mengulangi kesalahan yang sama
126
125. Mencintaimu dengan caraku
127
126. Menambah ramuan
128
127. Ajakan bulan madu
129
128. Keinginan Damar
130
129. Berdua denganmu
131
130. Berita Bahagia yang disembunyikan
132
131. Menyusul
133
132. Asas manfaat
134
133. Berlibur ke Afrika
135
134. Suami pelit
136
135. Saksi nyata
137
136. Cinta tidak memandang fisik.
138
137. Liburan sudah berakhir
139
138. Kau memang putraku
140
139. Harapan
141
140. Elang mengidam
142
141. Anda belum beruntung
143
142. Rasa yang panas
144
143. Adik untuk Jagad
145
pengumuman
146
144. Daster, eh lingerie
147
145. Medan Magnet
148
146. Impian hari tua
149
147. Rencana mudik
150
148. Masih tentang mudik
151
149. Aku yang hamil dia yang sensi
152
150. Tantangan
153
151. Uneg uneg.
154
152. Seperti membagi warisan
155
153. Mendadak Romantis
156
154. Semua gara gara Elang.
157
155. Merubah panggilan
158
156. Tidak ada yang sempurna
159
157. Ide Aditya
160
158. Modus Damar
161
159. Mansion impian
162
160. Yang jadi majikan itu siapa
163
161. Menjual Planet Bumi
164
162. Kita tunggu saja
165
163. Mengutarakan
166
164. Merusak kenangan
167
165. Menduga sedang berselingkuh
168
166. Jawabannya besok pagi
169
167. Mudik
170
168. Sekali lagi dapat sirup
171
169. Belajar menjadi ibu yang kejam.
172
170. Rindu itu berat
173
171. Terlalu bahagia
174
172. Belajar cara merayu
175
173. Pindah kemana ?
176
174. Terlalu mencintai
177
175. Cuma tes tester
178
176. Seperti es krim
179
177. Kenangan manis
180
178. Pindah ke mansion.
181
179. Dunia hayalan
182
180. Jatuh cinta kembali
183
181. Mantan lebih berbahaya
184
182. Bendera menyerah.
185
183. Aku cuma ngeprank
186
184. Kenapa enggak bilang dari kemarin
187
185. Emansipasi ( End )
188
Pengumuman.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!