Pada pukul setengah lima pagi, sampailah Vania bersama keempat pengawal nya di bandara Incheon Korea selatan. Wanita cantik itu menggunakan hoodie berwarna hitam, kacamata, masker dan tidak lupa memakai topi. Semua usaha dia lakukan untuk menutupi dirinya, agar tidak ada yang orang mengenalinya.
Vania bisa bernafas lega setelah sampai di rumah nya, wanita itu masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu karena dia mengetahui kodenya. Saat Vania masuk, bi Ratmi yang sedang bersih - bersih terkejut melihat sang pemilik rumah akhirnya kembali.
"Non, non kemana saja selama ini?"ucap Ratmi langsung pada majikan yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri. Dia langsung mendekati Vania dan memeluknya karena selama ini wanita itu sangat khawatir dengan keadaan Vania, apalagi setelah melihat berita di media online mau pun tv.
"Aku berlibur untuk menenangkan diri bi dan aku akan pindah. Bibi ikut lah dengan ku dan ajaklah Riri?"ucap Vania mengajak wanita setengah baya itu bersama anaknya
"Apa tidak masalah kalau kami ikut pindah bersama nona?"ucap Ratmi tidak enak hati. Wanita itu tidak ingin membebankan Vania, apalagi lagi dia tahu kalau karir Vania sudah hancur sekarang dan yang pasti majikan nya itu sudah tidak punya pekerjaan lagi.
"Tidak sama sekali bi, bibi dan Riri sudah aku anggap seperti keluarga jadi ikut lah dengan ku."ucap Vania
"Baiklah nona, kalau begitu bibi akan bilang pada Riri tapi kemana kita akan pergi?"ucap Ratmi
"Kita akan pindah ke Paris bi, disana ada kakek dan nenek ku." ucap Vania
"Jadi nona masih punya keluarga, apa mereka akan menerima kami disana?"ucap Ratmi
"Tenang saja bi, mereka akan menerima bibi dan Riri karena kalian orang baik."ucap Vania
Saat sedang berbincang, tv yang berada di depan mereka menyiarkan berita tentang Jovan Leonardo yang hendak menikahi Tasya Orlan. Melihat wajah Jovan di tv, membuat Ratmi teringat kembali pada pria yang datang mencari Vania.
"Nona, pria ini pernah datang mencari nona sehari sebelum dia melakukan konferensi pers."ucap Ratmi
"Hah, apa dia mengatakan sesuatu bi?"ucap Vania
"Dia tidak meninggalkan pesan apapun, dia hanya ingin bertemu dengan nona saat itu juga."ucap Ratmi
"Apa setelah itu, dia datang mencari ku lagi bi?"ucap Vania
"Tidak lagi nona."ucap Ratmi jujur
"Baiklah bi, aku memang tidak punya urusan dengan mereka. Aku mau ke kamar dulu bi, mau istirahat sebentar."ucap Vania yang kemudian pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua.
Wanita setengah baya itu hanya bisa memandang iba pada Vania. Dia tahu betul Vania pasti sangat terpukul dengan berita - berita yang menghancurkan karir nya. Walaupun Ratmi tahu tentang berita yang sangat menggemparkan itu, tapi dia tidak berniat sama sekali untuk menanyakan langsung pada Vania karena dia tidak ingin mengorek luka majikan nya
Vania menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur yang telah dia tinggalkan selama dua bulan ini, walaupun begitu tempat tidurnya tetap rapih dan tidak ada debu sedikit pun yang menempel karena pasti Ratmi sering membersihkannya.
Bukannya tidur, wanita itu malah menyalakan tv yang ada di kamarnya. Entah kenapa dia merasa penasaran dengan berita tentang pernikahan Jovan dan juga Tasya.
Tepat pada saat itu juga munculah wajah Renata Leonardo yang merupakan mama nya Jovan di layar televisi. Wanita itu sekarang sedang di wawancara oleh beberapa orang dengan pertanyaan seputar pernikahan putranya.
"Nyonya apa benar Tasya orlan sedang mengandung pewaris leonard company berikutnya?"ucap wartawan
"Hmm entahlah saya juga tidak tahu, apakah anak itu benar - benar anaknya Jovan atau tidak."ucap Renata datar
"Bagaimana bisa anda mengatakan seperti itu sedangkan tuan Jovan sudah mengkonfirmasi nya?"ucap wartawan kebingungan
"Yah biarkan saja dulu sampai anak itu lahir dan kami akan melakukan tes DNA."ucap Renata
"Kenapa anda mengatakan seperti itu nyonya, apa anda tidak takut jejak digital akan membuat cucu anda membenci anda nantinya?
"Hah karena seratus persen aku yakin anak yang di kandung wanita itu bukan cucu ku."ucap Renata
"Jika begitu kenapa keluarga anda setuju untuk menikahkan tuan Jovan dan juga Tasya?"ucap wartawan semakin kepo
"Kalau itu, biar saja putra ku yang keras kepala itu yang menjawab."ucap Renata kemudian pergi
Orang yang sedang menonton siaran itu langsung tersenyum saat mengingat sesuatu, bisa saja anak yang di kandung Tasya adalah anak dari pengacara tua itu. Vania langsung beranjak dari tempat tidur menuju brankas untuk mengambil beberapa bukti yang sebelumnya telah dia kumpulkan.
Vania secepat mungkin mengirim bukti pada Sandra, karena jujur saja dia ingin menghancurkan kebahagiaan Tasya yang sedang berada di awan sekarang.
"Halo, san sebarkan berita itu malam hari sesuai dengan waktu Korea."ucap Vania menelpon Sandra
"Kenapa kamu terlihat buru - buru, apa ada momen menarik yang terjadi di sana?"ucap Sandra
"Wanita licik itu sekarang sepertinya sedang bahagia karena sebentar lagi akan menikah dengan pria brengsek itu."ucap Vania
"What, tapi kenapa beritanya mendadak banget?"ucap Sandra
"Tasya orlan sedang mengandung, tapi mama nya pria itu dengan jelas dan tegas mengatakan bahwa dia yakin kalau itu bukan cucu nya."ucap Vania
"wow, nyonya Renata pasti semakin kesal jika melihat video yang akan kita sebarkan nanti."ucap Sandra
"Aku juga berpikir begitu, dan sepertinya anak itu memang milik pengacara tua."ucap Vania
"Hahaha setelah ini mari kita berpesta untuk merayakan kemenangan kita."ucap Sandra
"San"ucap Vania dengan nada sedikit lemas
"hei kenapa kamu jadi lemas begini, bukan nya kita harus bahagia sekarang? Apa yang terjadi katakan."ucap Sandra
"San, kak ivon dokter kandungan kan?"ucap Vania yang pastinya membuat Sandra terkejut
"Apa kamu hamil?"ucap Sandra dengan suara yang cukup bisa memekakkan telinga
"Hei bisa kamu pelankan sedikit suara mu, jangan sampai kakek dan nenek mendengarnya."ucap Vania
"Oke baiklah. Sekarang kamu jawab pertanyaan ku, apa benar kamu sedang mengandung?"ucap Sandra merubah suara sedikit lebih pelan
"Aku belum yakin tapi aku hanya mengira - ngira nya saja "ucap Vania
"Pergilah ke Roland hospital, nanti aku akan mengirimkan kontak nya ka ivon ke kamu."ucap Sandra
"Tapi bagaimana cara nya agar aku bisa melarikan diri dari pengawal - pengawal ini, untuk sementara waktu aku ingin merahasiakan semuanya dari nenek dan kakek."ucap Vania
"Berilah mereka makan dan masukan obat tidur ke dalamnya."ucap Sandra memberikan ide
"Oke aku akan mencobanya saat sarapan nanti."ucap Vania
#Rev
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
X'tine
ide yg cermerlang san, good job ha ha ha
2022-05-17
1
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
siap2 dimulai pengahancuran di mlm hr...
gk sbr nunggunya..🤣🤣
2022-03-24
1
My love
lanjut kakak author 😍😘 yang semangat 💪💪💪💪
2022-02-16
0