Karena terburu - buru, Dave dan juga Vania tidak menyadari jika ada orang lain yang sedang berdiri di depan kamar Jovan. Wanita itu tersenyum bahagia setelah berhasil mengambil gambar dan video saat Dave dan juga Vania keluar dari kamar.
Sebelum menekan bel yang berada di depan kamar Jovan, Tasya terlebih dahulu mengirimkan video dan foto Vania bersama Dave ke Rio untuk disebar luaskan.
Ting tong Ting tong
begitulah bunyi bel di depan kamar Jovan yang barusan di tekan Tasya dan beberapa saat kemudian Jovan membukakan pintu kamarnya.
"Sayang, tadi aku tungguin kamu loh buat sarapan bareng tapi kamu nya tidak kunjung datang. Aku juga sudah berusaha telpon kamu berulang kali tapi tidak diangkat, terus pesan ku juga tidak kamu balas."ucap Tasya
"Maaf yah sayang, dari tadi hp ku masih di charge. Tadi juga banyak sekali wartawan yang datang ke kamar dan menuduh aku punya hubungan spesial sama Vania."ucap Jovan jujur
"Bisa - bisanya mereka menuduh kamu seperti itu, padahal mereka sudah tahu tentang hubungan kita."ucap Tasya pura - pura kesal
"Aku juga bingung sama para wartawan yang begitu gampangnya percaya dengan orang yang telah membuat dan menyebarkan rumor tentang aku dan juga wanita itu."ucap Jovan
"Mereka benar - benar membuat kamu membuang waktumu saja. Sayang apa kamu mau makan, kalau kamu lapar biar aku pesankan makanan buat kamu."ucap Tasya yang ingin segera memberi komando agar berita tentang Jovan dan Vania segera dirilis oleh Roy.
"Aku memang sedang lapar sayang, sejak tadi aku menahan lapar karena terus diganggu oleh para wartawan itu."ucap Jovan berbohong agar Tasya keluar dari kamarnya, padahal bisa saja dia menelpon pihak restoran untuk mengantarkan sarapannya ke kamar tanpa perlu memesan secara langsung. Dia melakukan ini semua agar dia bisa bebas berbicara saat menelpon sepupunya Dave.
"Baik lah kalau begitu aku kebawa dulu buat pesan makanannya."ucap Tasya dan berlalu pergi dari kamar itu.
Kepergian Tasya dari kamar nya, membuat Jovan bisa bernapas lega. Dia mengambil kesempatan ini untuk menelpon Dave dan dia juga bisa berbicara langsung dengan Vania.
Sebenarnya Jovan ingin langsung meminta maaf
pada Vania perihal kata - kata kasar yang dia lontar kan terhadap wanita itu dan juga perihal fakta yang baru saja dia temukan di tempat tidur, tapi rasanya tidak mungkin dia meninggalkan kamarnya sedangkan sebentar lagi Tasya akan kembali untuk mengantarkan makanan untuk nya.
Di kamar Dave
Handphone Dave terus berdering menandakan ada panggilan masuk. Pria yang baru saja kembali dari tempat landasan helipad untuk mengantarkan Vania pergi itu pun akhirnya mengangkat panggilan, saat melihat nama yang tertera di handphone nya itu.
"Ada apa Jo? Kenapa kamu telpon aku lagi?"ucap Dave langsung menanyakan maksud dari Jovan yang menelponnya.
"Dimana Vania?"ucap Jovan
"Baru juga tadi ketemu tapi sekarang kamu sudah langsung tanyain dia, jangan bilang kalau kamu kangen sama Vania."ucap Dave bercanda
"Jaga mulut lemes kamu itu, jangan ngomong yang tidak tidak. Dimana wanita itu sekarang?"ucap Jovan karena takut Vania mendengar perkataan Dave dan membuat Jovan malu.
"Jangan bilang kalau kamu takut aku melakukan sesuatu pada Vania?Tapi tenang saja jo, aku juga tidak mungkin mengambil wanita yang semuanya sudah sepenuhnya menjadi hak milik lo" Ucap Dave bercanda tapi sedikit sinis kepada sepupunya itu, dia ingin menunjukan bahwa dia sudah mengetahui sesuatu tentang hubungan Jovan dan juga Vania.
" Apa maksud kamu Dave?"Ucap Jovan pura - pura tidak mengerti dengan yang Dave katakan, karena menurutnya mungkin saja maksud Dave bukan tentang hubungan satu malam antara dirinya dengan Vania.
"Kamu tidak usah pura - pura bego Jo, aku sudah tahu semuanya."ucap Dave
"Apa wanita itu yang sudah cerita semua nya ke kamu? Tolong kamu jaga rahasia ini, jangan sampai masalah ini sampai ke telinga papa sama mama."ucap Jovan
"Awal nya aku memang sudah curiga, tapi akhirnya aku tanya langsung ke Vania . Karena tidak mungkin seorang pria dan wanita tidak melakukan apapun saat berada dalam satu kamar semalaman. Apalagi ditambah saat melihat Vania yang susah berjalan dan banyak sekali tanda yang kamu buat di lehernya."ucap Dave
"Aku cuman mau ingatin kamu buat jaga rahasia ini dari mama dan papa. Dimana wanita itu sekarang? "ucap Jovan mengingatkan Dave dan kemudian kembali pada maksud awal dia menelpon Dave
"Dia sudah lebih dulu kembali ke seoul, karena tidak mau dijadikan target untuk dijebak lagi."ucap Dave
"Apa kamu tau siapa yang sudah menjebak aku dan dia?"ucap jovan
"Aku tidak tahu pasti, siapa orang yang sudah menjebak kamu. Tapi ada orang yang aku curigai, dan aku yakin, kamu tidak akan percaya kalau aku sebut nama orang yang aku curigai ini tanpa bukti."ucap Dave karena dia tau pasti sepupunya tidak akan percaya dengan apa yang dia katakan jika tanpa bukti yang jelas
"Kalau begitu tolong kamu cari buktinya, dan periksa semua rekaman cctv."ucap Jovan
"Pasti akan aku lakukan, karena menurut ku kejadian ini sangat janggal dan pastinya sudah di rencanakan sejak lama. Kenapa tadi kamu nyari Vania?"ucap Dave
"Aku mau ngomong sesuatu sama dia, tapi berhubung dia nya sudah pulang biar nanti saja."ucap Jovan
"Yasudah kalau begitu aku mau periksa rekaman cctv di ruang kontrol dulu."ucap Dave
"Oke aku butuh secepatnya."ucap Jovan
Disaat yang bersamaan di tempat lain, wanita ular itu juga sedang membicarakan sesuatu dengan sang kekasih.
"Segera rilis beritanya dan sebarkan semua video itu, aku ingin segera melihat kehancuran wanita itu."ucap Tasya
"Aku sudah kirim semuanya ke media, dan tinggal beberapa saat lagi bom itu akan meledak."ucap Roy
"Hahaha sungguh aku sudah tidak sabar lagi menantikan semua ini, dan melihat wajah anggota keluarga leonardo yang akan menanggung malu."ucap Tasya
"Tapi kamu juga harus berhasil memprovokasi Jovan agar membenci Vania dan menyalahkan semua kejadian ini pada Vania."ucap Roy
"Kamu tenang saja, Jovan akan selalu percaya sama apa yang aku katakan dan aku bisa pastikan bahwa Jovan juga tidak akan bertanggung jawab pada wanita itu."ucap Tasya yakin
"Kamu benar - benar licik sayang."ucap Roy
"Bukannya jodoh itu cerminan dari diri sendiri"ucap Tasya yang mengakui bahwa mereka sama - sama licik.
"Kamu harus secepat nya kembali ke kamar Jovan dan membuka tv di kamarnya."ucap Roy
"Oh iya hampir aja aku lupa membawakan makanan untuk pria itu."ucap Tasya kemudian mengakhiri panggilan teleponnya
#rev
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Shuhairi Nafsir
bodohnya Jovan dibutakan oleh cinta Si Tasya. pria seperti Jovan harus diajari supaya buncin dan mengalami penyakit bawaan wanita hamil.
2022-05-18
1
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
gk sbr nunggu karma mereka ber2.. 🤭🤭
2022-03-24
0
R⃟ Ratu𝓦⃟֯ ❀🌷🌷🐊
lanjut Thor
2021-11-26
0