Vania beserta Sandra dan iris akhirnya sampai di Paris, setelah menempuh perjalanan selama dua belas setengah jam. Mereka sampai di Paris pada pukul 14.00 waktu setempat, karena Paris dan Korea memiliki perbedaan waktu sekitar delapan jam.
Mobil yang mereka tumpangi memasuki pekarangan rumah milik keluarga louis. Rumah mewah nan megah itu tampak sangat indah walaupun dilihat dari jarak yang jauh karena jarak antara gerbang dan rumah cukup jauh, hal itu sukses membuat Sandra terpukau dan menyadari bahwa Vania berasal dari keluarga kaya raya di Paris.
"Beruntung nya aku, ternyata sahabat ku ini berasal dari keluarga kaya raya."celetuk Sandra bercanda
"Yang kaya itu, nenek dan kakek Louis bukan aku Sandra."ucap Vania
"Tapi semua ini akan menjadi milik nona nantinya"ucap iris tersenyum ramah
"Apa kakek dan nenek tidak punya cucu yang lain selain aku?"ucap Vania
"Mereka punya dua cucu lagi, keduanya merupakan anak kembar dari tante anda Evalyn Louis."ucap iris menjelaskan
"Dimana tante Evalyn dan keluarganya tinggal? Apa mereka tau kalau aku kembali ke Paris untuk menemui kakek dan nenek?" ucap Vania.
Sebenarnya Vania merasa tidak enak hati jika nanti semua warisan keluarga Louis di berikan padanya dan dia juga takut nanti ada unsur kecemburuan diantara mereka semua.
"Apa nona khawatir mereka tidak menerima nona kembali ke paris dan merasa cemburu jika semua warisan jatuh ke tangan nona?"ucap iris menebak
"Ya mungkin seperti yang anda katakan."ucap Vania sedangkan Sandra hanya menyimak pembicaraan keduanya
"Anda tenang saja nona, tante anda sangat bahagia setelah mendengar tuan besar Louis ingin bertemu dengan anda. Tante anda juga sudah menikah dengan pria kaya yang berasal dari Australia dan sekarang mereka tinggal di sana, jadi anda tidak perlu merasa tidak enak hati."ucap iris yang mencoba memahami perasaan Vania
"Aku hanya merasa tidak adil saja untuk mereka kalau semua nya menjadi milik ku nantinya dan seakan - akan aku kembali ke Paris hanya untuk mengincar harta warisan keluarga Louis "ucap Vania
"Semua ini memang sudah menjadi hak anda nona, karena anda adalah putri tunggal dari tuan Sean Louis"ucap iris
"hmm baiklah."ucap Vania mengakhiri percakapan mereka setelah mobil yang mereka tumpangi sudah terparkir di depan rumah mewah itu.
"Mari masuk nona, sepertinya kakek dan nenek anda sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anda."ucap iris karena sejak tadi banyak sekali pesan yang dikirimkan oleh nyonya Louis yang menanyakan keberadaan mereka.
"Baik lah aku juga sudah tidak sabar untuk bertemu kakek dan nenek, ayo san."ucap Vania sambil mengikuti iris
Saat mereka masuk, mereka langsung di sambut oleh sepasang suami istri yang tidak lain adalah kakek dan nenek Louis. Sepasang suami istri itu tampak sangat gembira ketika melihat cucu nya datang.
Pria tua yang sedang duduk di kursi roda itu pun langsung menekan tombol kursi rodanya yang canggih untuk maju mendekati sang cucu. Kakek Louis membuka tangan nya lebar - lebar untuk memeluk Vania, dan langsung di sambut pelukan oleh Vania.
"Kek maafkan Vania, karena sudah buat kakek kecewa waktu itu."ucap Vania sambil memandang kakeknya dengan air mata yang mulai mengalir deras
"Bukan kamu yang salah sayang, ini semua karena kesalahan kakek. Maaf waktu itu kakek terlalu amat sangat egois saat menghadapi papa kamu, maupun kamu yang masih berusia 5 tahun."ucap kakek Will Louis sambil meneteskan air mata penyesalannya
"Vania sudah maafin kakek, jadi sekarang kita jangan ungkit - ungkit lagi masalalu yah kek. Mulai sekarang kita lupain semuanya."ucap Vania yang tidak ingin kakeknya terbebani dengan penyesalan masalalu nya.
"Jadi cuman kakek saja nih yang di peluk, nenek nya di cuekin?"ucap nenek yang berpura-pura mode ngambek pada Vania
"Maaf aku lupa kalau ada nenek disini."ucap Vania kembali membalas candaan sang nenek sambil berjalan mendekati dan memeluk nenek nya
"Sudah lama nenek menantikan momen bahagia seperti ini sayang, akhirnya kita bisa berkumpul lagi "ucap nenek
"Iya nek, Vania juga bersyukur bisa berkumpul lagi sama nenek dan kakek."ucap Vania, kemudian dia melepaskan pelukannya dan memperkenalkan Sandra pada nenek dan kakek nya.
Setelah mereka berkenalan dan saling melepas rindu, mereka melanjutkan nya dengan makan siang bersama untuk merayakan kedatangan vania. Hidangan - hidangan mewah yang di masak oleh chef terkenal di Paris pun di sajikan, mereka semua terlihat sangat bahagia.
*****
Berbeda dengan Vania yang sedang bahagia karena bertemu dengan keluarganya di Paris, Jovan sekarang merasa sangat di tekan oleh papanya. Setelah makan malam yang gagal, mereka kembali membahas tentang konferensi pers yang akan dilakukan Jovan esok harinya.
"Papa tidak mau tau, walaupun Vania menghilang kamu harus tetap melakukan semuanya sesuai dengan rencana awal kita."ucap Albert
"Pa, wanita itu sepertinya bekerja sama dengan rival kita, bagaimana bisa kita tetap melindunginya."ucap Jovan
"Apa kamu punya bukti Jo, kalau Vania bekerja sama dengan salah satu rival kita?"ucap Albert menantang
"Aku memang tidak punya bukti pa, tapi dengan Vania menghilang tanpa jejak. Aku semakin yakin kalau wanita itu yang menjebak ku."ucap Jovan tetap kekeuh dengan pendirian dan pemikirannya
"Baru kali ini papa lihat kamu meyakini sesuatu tanpa adanya bukti, bukan nya kamu sangat percaya bukti nyata Jo?"ucap Albert menyindir putra nya itu.
"Tapi untuk kali ini aku yakin pa."ucap Jovan
"oke kalau begitu, kamu juga harus percaya kalau papa bilang Tasya bisa saja adalah dalang atas kejadian yang menimpa kamu dan Vania. Bukan begitu Dave?"ucap Albert
"Aku juga berpikir begitu uncle."ucap Dave setuju dengan apa yang Albert katakan. Dave juga curiga Tasya adalah dalang dari semua permasalahan ini, hanya saja dia tidak mempunyai bukti yang bisa membuat Jovan percaya
"Aku tidak akan percaya kalau Tasya adalah dalangnya."ucap Jovan
"Kamu terlalu dibutakan oleh cinta Jo. Ingat Jo bisa saja nanti Vania hamil, jadi jangan sampai jejak digital tentang statement buruk yang kamu buat untuk Vania membuat kamu dibenci oleh anak mu sendiri."ucap Albert
"Itu mustahil pa, kami melakukan nya hanya sekali dan tidak mungkin wanita itu langsung hamil."ucap Jovan
"Tidak ada yang mustahil untuk Tuhan Jo. Tapi terserah kamu saja, karena kalau sampai kamu merubah rencana awal kita berarti kamu harus berhadapan dengan mama."ucap Albert
"Kamu pasti ingat ancaman dari aunty kan Jo, jadi tidak usah berbuat macam - macam karena aku tidak mau terlibat."ucap Dave
"Sudahlah aku pusing."ucap Jo kemudian berlalu pergi ke kamar tidur nya
#rev
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
awesome moment
mmg cinta tu bikin butA
2025-03-30
0
MyLoveis060592
bodoh apa bego sih kamu tu Jo... ih kesel juga liat sikapnya😒😒
2022-05-18
1
X'tine
makan tuch cinta jo,, aku kog ikut kesal sama sikap jo nich, author..
2022-05-17
1