Setelah masuk ke dalam kamarnya, kesadaran jovan benar-benar sudah sangat menurun di tambah lagi dorongan gairah yang begitu besar dari dalam tumbuh nya sudah mulai mencapai puncak.
Tak ingin berlama-lama menyiksa diri dengan merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya, dia pun langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
Bukannya gairahnya semakin menurun setelah diguyur air, tapi malah semakin memuncak ketika samar-samar dirinya melihat seorang gadis yang sedang berendam di dalam bathtub, begitupun dengan seorang gadis yang juga sedang menatapnya dengan penuh damba.
Berbeda dengan biasanya, saat dalam keadaan sadar orang akan berteriak saat melihat lawan jenis yang bukan pasangannya berada di dalam satu ruangan yang sama dalam keadaan naked. Tapi karena pengaruh obat mereka berdua saling mendekat dan berciu*man dengan penuh naf*su.
Tidak hanya sampai disitu saja, mereka pun melanjutkan aktifitas nya ditempat tidur. Jovan membawa jevania menuju tempat tidur dengan menggendong ala bridal style.
"Sayang kamu sangat cantik dan seksi malam ini" ucap jovan sambil membelai wajah Vania sebelum melakukan penyatuan
"Kamu juga sangat tampan sayang"ucap Vania sambil mengecup bibir jovan
Setelah itu jovan benar-benar membuat Vania menjerit. Erangan-erangan erotis menggema di kamar itu, entah sudah berapa kali mereka melakukan penyatuan dan benda mati di kamar itu menjadi saksi bisu, dimana kedua orang itu saling menyatu bermandikan peluh.
Mereka benar-benar melakukan hubungan suami istri, tapi yang menjadi masalah mereka bukanlah pasangan suami istri yang sah di mata agama maupun negara. Mereka melakukan hubungan terlarang dalam keadaan tidak sadar.
Sedangkan di kamar lain, gelak tawa sepasang kekasih yang merasa berhasil menjebak vania dan juga Jovan menggema. Sebelumnya mereka telah memberikan obat perangsang kedalam minuman yang di minum Jovan dan juga jevania.
"Akhirnya kita berhasil menjebak mereka sayang." ucap Rio sambil memeluk Tasya
"Kita tinggal menunggu berita yang akan menggemparkan dan dapat menghancurkan karir Vania." ucap Tasya sambil tersenyum licik
"Tapi rencana kita akan kembali gagal, kalau Jovan bersedia bertanggung jawab kepada Vania." ucap Rio
"Kita akan pikirkan nanti untuk masalah ini, aku akan berusaha menghasut Jovan" ucap Tasya
Keesokan harinya
Vania merasakan sakit luar biasa di kepalanya, badannya pun terasa remuk semua. Dia pun mulai membuka mata dan betapa terkejut dia saat mendapati dirinya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
Dia terus menelisik kamar yang menurutnya sangat asing baginya, dan tiba-tiba dia menangkap sesosok pria yang sedang berdiri sambil merokok melihat ke luar jendela.
"Sial apa yang telah terjadi semalam" ucap Vania dalam hati sambil melihat seluruh tubuhnya yang ternyata telah di penuhi kissmark, dan akhirnya dia pun berteriak.
"Ahhh.... apa yang kamu lakukan pada ku pria brengsek." ucap vania kemudian melempar bantal ke arah pria yang sedang berdiri menghadap ke luar.
Sebelum bantal itu menghantam dirinya, pria itu yang tidak lain adalah Jovan pun berbalik dan menangkap nya.
"Kenapa kamu melakukan semua ini ke aku?"ucap Vania yang tampak tersentak saat melihat Jovan
"Kenapa jadi kamu yang bertanya, seharusnya aku yang bertanya dan aku juga yang butuh penjelasan dari kamu. Kenapa kamu bisa ada di kamar ini?" ucap jovan menelisik
"hmm aku benar - benar tidak tahu dan aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa berada di kamar kamu sekarang." ucap vania kebingungan
"hahaha kamu tidak perlu ngeles, ternyata benar kata Tasya kalau kamu itu suka naik ke ranjang pria-pria kaya." ucap jovan berjalan mendekati vania dengan tatapan merendahkan
"Jangan asal ngomong kamu ya. Yah aku baru ingat sekarang, jangan-jangan Tasya yang sudah menjebak aku disini. Karena setelah aku minum minuman itu, aku jadi tidak bisa mengendalikan diri dan kesadaran ku juga ikut menurun" ucap vania
"Sekarang kamu mau fitnah Tasya di depan ku? Jangan-jangan malah kamu yang mau menjebak, dengan ngasi obat perangsang ke minuman ku."ucap Jovan
"Apa kamu sudah gil*a, yang jelas aku tidak mungkin menjebak diri ku sendiri." ucap vania dengan wajah kemerahan karena emosi nya mulai memuncak
"Aku juga terpengaruh dengan obat perangsang, jadi tidak mungkin Tasya menjebak pacarnya sendiri untuk tidur dengan wanita lain." ucap Jovan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah vania.
"Oke kalau begitu aku anggap ini tidak pernah terjadi dan kamu tidak perlu tanggung jawab." ucap vania sambil menatap mata Jovan
"Maaf aku tidak suka berhutang budi pada orang asing, jadi berapapun yang kamu minta bakal aku bayar sekarang juga." ucap Jovan kembali menjauh dari hadapan jevania
"Hah asal kamu tau, aku bukan pela*cur tuan Jovan yang sangat terhormat." ucap vania dengan suara yang mulai meninggi dan dia juga merasa sangat miris.
"Disini hanya ada kita berdua, jadi kamu tidak perlu jual mahal di depan ku. Aku akan kasih apapun yang kamu mau dan berapapun yang kamu minta." ucap Jovan
"Sekalipun kamu kasih semua harta kekayaan keluarga kamu ke aku, itu semua tidak akan pernah bisa membayar harga diri seorang Vania Rizh" ucap vania dengan tatapan tajam
"Oh begitu, jadi kamu mau nya apa? Tapi sepertinya aku bisa simpulkan sekarang, kalau kamu sebenarnya mau aku nikahin kan? hahaha jangan mimpi terlalu tinggi Vania. Mana mungkin aku mau menikahi wanita yang sudah sering menjadi piala bergilir."ucap Jovan dengan tertawa mengejek
"Terserah kamu mau bilang apa tentang aku, yang pasti aku anggap tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita." ucap vania kemudian mengambil pakayan nya dan masuk ke kamar mandi untuk memakainya sambil menahan rasa sakit di bagian intinya
#Rev
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Alejandra
Emang nggak tau dia klau dia yang pertama untuk Vania...
2023-08-06
0
X'tine
jovan nich buta karena cinta,,
2022-05-17
2
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
ishhh johan ini ud ketutup x ya mata batinnya gr2 cinta .. 😅😅
2022-03-24
1