Bab 13

Hari sudah mulai gelap. Jovan bangun dari tidurnya dan bergegas mandi karena sore ini dia harus menjemput Vania dan membawa Vania ke rumah keluarganya sesuai dengan permintaan kedua orang tuanya.

Jovan mengetuk kamar Dave, karena sudah seharusnya pria itu sudah siap untuk pergi bersama Jovan menjemput Vania. Alasan Jovan mengajak Dave pergi bersamanya karena Vania cukup baik dan tampak tidak terlalu canggung saat bersama Dave.

"Dave, Dave bangun Dave tok tok tok"ucap Jovan sambil menggedor kamar Dave begitu keras, dia sadar betul kalau saat ini sepupunya itu masih menikmati mimpi yang panjang.

Tak lama kemudian Dave membuka pintu kamarnya dengan wajah khas baru bangun tidur, pria itu tampak kesal dengan Jovan yang terus menerus menggedor pintu kamar nya.

"Tidak pagi tidak sore, kamu selalu mengganggu waktu tidur ku."ucap Dave yang kembali mendaratkan tubuhnya di atas tempat tidur king size nya.

"Apa kamu lupa sama janji kamu sendiri, yang katanya mau temenin aku jemput vania. Cepetan bangun dan kita pergi sekarang."ucap Jovan sambil menarik kaki Dave dan menyeretnya turun dari kasur empuk itu.

"Jo masa aku pergi dengan keadaan yang belum mandi dan berantakan kaya begini?"ucap Dave sambil memperhatikan kondisinya yang berantakan

"Siapa suruh kamu tidak tepat waktu, kamu mandi nanti saja setelah kita jemput Vania. Cepat ganti baju, aku tunggu kamu di mobil. Waktunya cuman lima menit, kalau sampai lewat dari lima menit berarti hadiah kamu hangus."ucap Jovan

"oke"ucap Dave.

Dave tidak ingin menyianyiakan waktu, jadi dia langsung berlari ke kamar mandi. Berhubung waktu yang di berikan Jovan cukup lama, pria itu akhirnya menyempatkan diri untuk mandi walaupun mandinya sedikit lebih cepat di bandingkan biasanya.

Setelah memakai pakayan Dave langsung berlari menuju mobil karena sekarang waktunya sudah menunjukan tinggal satu menit lagi.

Dave pun bisa bernapas sedikit lega setelah berhasil masuk kedalam mobil dan pastinya dia tidak akan kehilangan hadiah yang telah di janjikan oleh Jovan padanya. Setelah Dave masuk kedalam mobil, Jovan akhirnya menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Vania.

Setelah sampai di alamat tujuannya, Jovan memarkirkan mobilnya di depan rumah milik Vania, sesuai dengan alamat yang dikirim kan oleh Renata mama nya. Tapi keadaan rumah itu sangat sepi seperti tidak berpenghuni dan tidak ada satu mobil pun yang terparkir di garasi.

"Sepi sekali rumah nya, jangan bilang mama salah kasih alamat?"ucap Jovan saat turun dari mobil

"Apa jangan - jangan Vania lagi keluar Jo , mobilnya saja tidak ada di parkiran."ucap Dave

"Kita coba tekan bel nya dulu, bisa saja orang nya ada di dalam."ucap Jovan kemudian memencet bel yang ada di dekat pintu masuk. Tak lama kemudian, seorang wanita setengah baya membuka pintu rumah itu.

"Bi benar ini rumah nya Vania Rizh?"ucap salah satu pria setelah wanita setengah baya itu membuka pintu rumah, yang jelas bukan Jovan yang bertanya tetapi Dave

"oh iya benar tuan ini rumah nya nona Vania, ada yang bisa saya bantu?"ucap wanita bernama Ratmi

"Vania nya ada?"ucap Dave

"Nona vania sedang tidak ada di rumah tuan."ucap Ratmi

"Kemana dia pergi bi, kami ingin bertemu dia sekarang."Ucap Dave

"Saya kurang tau nona Vania pergi kemana tuan. Beliau hanya berpesan melalui pesan singkat agar saya tinggal di rumah ini untuk sementara waktu bersama keluarga saya"ucap Ratmi

"Bibi tidak berbohong kan?"ucap Jovan akhirnya

"Tidak tuan, nona Vania belum pernah pulang ke rumah sejak beberapa hari lalu tapi kalau anda tidak percaya silahkan cek saja ke dalam."ucap Ratmi

Setelah di persilahkan untuk mengecek ke dalam rumah oleh bi Ratmi, kedua pria bertubuh tinggi itu pun tidak segan - segan untuk langsung masuk dan mengecek sendiri.

Mereka berpikir, mungkin saja Vania sedang tidak ingin keluar untuk menemui mereka dan sayang nya ternyata yang di katakan oleh bi Ratmi adalah benar.

Jovan dan Dave tidak menemukan sosok Vania di dalam rumah, padahal mereka sudah mengecek semua ruangan yang di rumah itu.

"Jo sepertinya bibi itu tidak berbohong."ucap Dave berjalan menghampiri Jovan setelah mereka berdua berpencar mencari Vania di setiap ruangan.

"Mungkin saja dia pergi ke rumah asistennya, apa perlu kita mencari alamat asistennya dan kita menyusul kesana."ucap Jovan menebak

"Kita tidak punya banyak waktu dan satu - satu nya cara adalah menelpon Vania secara langsung." ucap Dave yang kemudian meminta nomor handphone Vania dari bi Ratmi.

Ketika Dave menelpon, bukan Vania yang mengangkat nya melainkan operator yang berbicara dari sebrang sana. Berulang kali dia mencoba tapi hasil nya tetap nihil dan akhirnya Dave menyerah.

Kedua pria itu pun pamit pulang pada bi Ratmi, karena tidak ada gunanya mereka berlama - lama di rumah itu sedangkan sang pemiliknya sedang tidak berada di rumah.

Jovan pun akhirnya memilih untuk melacak nomor Vania menggunakan laptop nya di dalam mobil sedangkan Dave menyetir mobil mengikuti arahan dari Jovan yang sudah menemukan titik keberadaan handphone Vania.

"Sepertinya dia membuang handphone nya untuk menghilangkan jejak nya disini. Wanita itu pasti sudah pergi jauh keluar dari kota ini."ucap Jovan setelah sampai di danau yang merupakan titik terakhir dari sinyal handphone vania.

Dia memilih untuk langsung menelpon Sam orang kepercayaan keluarganya untuk mengecek semua akses keluar kota maupun keluar negeri baik darat, laut dan juga udara agar dia bisa tau kemana Vania pergi.

"Hallo Sam cek semua data penumpang atas nama Vania Rizh, kalau sudah ketemu hubungi saya."ucap Jovan to the poin

"Baik tuan saya usahakan."ucap Sam

Hari sudah mulai gelap tapi belum ada juga informasi dari sam tentang keberadaan Vania. Tidak biasanya Sam selama ini mencari informasi, hal ini justru membuat pikiran Dave menjadi negatif.

"Jo, Vania tidak mungkin bunuh diri di danau ini kan?"ucap Dave yang jelas membuat Jovan langsung melihat ke arah nya.

"Sangat tidak mungkin wanita itu bunuh diri, kalau dia terus bersama asistennya."ucap Jovan karena titik terakhir sinyal asisten Vania juga berada di danau yang sama, yah Jovan juga meminta nomor asisten Vania pada Ratmi.

*****

Di rumah Tasya terdapat sebuah karangan bunga yang sangat besar dengan tulisan ucapan terimakasih dan nama pengirim nya terlihat jelas yaitu Mrs Leonard.

Tasya sangat kesal saat mendapat sebuah foto yang di kirim oleh asisten rumah tangga nya, bagaimana tidak rencana yang dia susun dengan susah payah hanya di anggap candaan oleh Renata mama dari Jovan.

Bukan hanya karangan bunga saja, Renata juga mengirimkan kartu ucapan yang berisi " Terimakasih a sudah membuat saya lebih mudah memisahkan Jovan dari anda"

"Sial kenapa wanita tua ini selalu membuat ku kesal"ucap Tasya yang sedang bersantai di pinggir kolam renang kapal pesiar.

Tasya pun mengirimkan pesan kepada asisten rumah tangga untuk membuang dan membakar karangan bunga yang di kirim Renata

#Rev

Terpopuler

Comments

Ilan Irliana

Ilan Irliana

ucapan trimksh'y bkn'y mobil mewah mlh karangan bunga..hihi...dikira rumh Tasya pemakaman x ach...wkwk...emnk enk loe Tas..

2023-05-09

0

X'tine

X'tine

good aunty.. 👍 ha ha ha

2022-05-17

2

♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂

♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂

🤣🤣🤣

bgs aunty hadiahnya.. 🤭🤭

2022-03-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!