Beberapa saat setelah mereka menikmati minuman beralkohol yang di pesan oleh Tasya, kepala Vania mulai terasa berputar dan pusing. Tidak berbeda jauh dengan Vania, Jovan juga merasakan hawa panas dari dalam tubuhnya.
"Sebaik nya *aku segera kembali ke kamar sebelum aku benar-benar terkapar disini, dan ini bisa membuat aku malu. Kenapa kepalaku semakin lama terasa sangat pusing dan terus berputar, sepertinya ada yang salah dengan minuman ini."gumam Vania dalam hati sambil mencoba menghilangkan rasa pusingnya*.
"Kamu kenapa van?" ucap Tasya sengaja bertanya pada Vania yang tampak linglung.
"Kayanya aku kurang enak badan, aku pamit duluan balik ke kamar yah" ucap Vania
"Apa perlu aku panggil Sandra, biar wanita itu saja yang mengantar mu kembali ke kamar?" ucap Tasya sok baik
"Tidak perlu sya aku baik - baik aja kok, aku duluan yah" ucap Vania yang memang tidak mau menyusahkan Sandra, yang mungkin saja sudah tidur sekarang. Tanpa dia sadari kartu akses kamarnya sudah di tukar Tasya dengan kartu akses kamar milik Jovan.
Vania berjalan sempoyongan karena kesadaran nya sudah mulai menurun, dia berjalan menuju kamar sesuai dengan kartu akses yang dia ambil dengan susah payah dari dalam tas nya.
"Sepertinya ini bukan kartu akses kamar yang aku tempati tadi, karena seingat ku nomor kamar yang tadi dan sekarang berbeda atau karena aku mabuk jadi salah membacanya" gumamnya sendiri dalam hati sambil mengusap-usap kedua matanya yang sudah mulai kabur. Seingat Vania nomor kamarnya 305 dan sekarang tiba-tiba berubah menjadi 405.
Tanpa berpikir panjang lagi, Vania akhirnya masuk ke dalam kamar milik jovan menggunakan kartu akses yang di bawanya. Lama kelamaan hawa panas mulai menguasai tubuhnya dan mau tidak mau dia harus secepatnya berendam di dalam air dingin.
Setelah kepergian Vania, Jovan juga sudah tidak bisa menahan hawa panas dari dalam tubuhnya. Sejak tadi dia berusaha menahan karena tidak mau terlihat lemah di depan wanita yang tidak dia kenal.
"Sayang sepertinya aku juga harus segera kembali ke kamar sekarang." ucap Jovan
"Memangnya kamu kenapa sayang, apa terjadi sesuatu dengan kamu?" ucap Tasya yang tampak sangat khawatir
"Badan ku rasanya sangat gerah, sepertinya aku harus segera kembali ke kamar dan berendam dengan air dingin." ucap Jovan dengan wajah yang sudah mulai memerah.
"Ayo aku antar kamu ke kamar." ucap Tasya dan kemudian mereka berjalan menuju kamar Jovan
"Sayang sepertinya kartu akses kamar ku hilang, tolong kamu telpon resepsionis untuk mengantarkan kartu cadangan untuk ku" ucap Jovan setelah mereka sampai di depan kamarnya dan saat mau mengambil kartu kamarnya ternyata tidak ada.
"Tunggu sebentar yah" ucap Tasya kemudian mengambil hp dan menelpon resepsionis.
Setelah beberapa saat ada pelayan yang menghampiri mereka dan memberikan kartu kamar milik Jovan.
"Apa kamu mau aku temani, kamu kelihatannya sedang tidak baik-baik saja?" ucap Tasya berpura pura. Dia sudah tau pasti Jovan tidak pernah mau berada dalam satu kamar dengan nya, karena takut dengan ancaman dari mama nya.
Yah mama Renata pernah mengancam Jovan karena takut anaknya berbuat nekat karena tidak mendapat restu untuk berhubungan dengan Tasya.
Flashback on
"Jo, kamu jangan pernah berpikir untuk melakukan hal yang tidak-tidak dengan Tasya demi mendapat restu dari mama dan papa. Mama tidak mau kamu mengambil jalan pintas dengan menghamili kekasih mu agar mendapat restu dari kami. Jika hal itu terjadi, maka kamu tidak akan pernah bertemu dengan mama lagi untuk selamanya"ucap mama Renata.
"Ma maksud mama apa?" ucap Jovan pada mamanya
"Jangan kamu pikir mama tidak tahu jalan pikiran kalian anak jaman sekarang. Kebanyakan dari kalian akan menghalalkan segala cara untuk mendapat restu dari orang tua, salah satunya dengan hamil dan menghamili di luar ikatan pernikahan.
"Ma, Jo tidak pernah kepikiran sampai kesitu ma" ucap Jovan
"Iya kamu memang tidak berpikir sampai kesitu, tapi bisa saja wanita licik yang menjadi pacarmu itu punya rencana jahat untuk menjebak mu" ucap mama Renata
"Kenapa mama selalu berpikiran buruk tentang Tasya, dia bukan gadis yang seperti mama pikirkan"ucap Jovan tetap membela kekasihnya.
"Terus saja kamu membela dia, tapi ingat pesan mama kalau sampai kamu melakukan hal itu, berarti kamu benar-benar ingin melihat mama mati." ucap mama Renata
"Mama tenang aja, Jovan akan ingat terus pesan mama dan Jovan janji tidak akan melakukan hal itu, tapi Jovan akan tetap berusaha mendapatkan restu mama dan papa." ucap Jovan sambil memegang tangan mama Renata"
Flashback off
"Tidak usah sayang, aku baik - baik saja. Kamu tau kan ancaman dari mama buat aku?" ucap Jovan menolak berada di kamar yang sama dengan Tasya.
"Ya sudah aku juga tidak mau memperkeruh hubungan kalian dan membuat mama kamu jadi salah paham. Aku ke balik ke kamar dulu yah." ucap Tasya kemudian pergi meninggalkan Jovan
\#*rev*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Pandanacita82 cita
hadiiirrr thorrr
2022-05-16
0
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
emg sih tasya ini ishh greget... 😐😐
2022-03-24
0
Siti Maysaroh
lanjut Thor
2021-03-07
0