Dua pria tampan yang menggunakan kacamata hitam turun dari mobil Rolls Royce Sweptail. Mereka akhirnya sampai di rumah setelah menempuh perjalanan udara selama satu jam.
Entah mengapa, kali ini mereka begitu tidak percaya diri untuk masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan kedua orang tua nya.
Apalagi rumah itu tampak sepi tidak seperti biasanya. Mau tidak mau dan suka tidak suka, mereka harus tetap menghadapi amukan dari Albert sang papa.
"Ayo Dave kita masuk."ucap Jovan
"Jo, sumpah kenapa rumah nya jadi seram begini? "ucap Dave setelah mereka berdua membuka pintu rumah, dan di rumah itu tidak tampak satu orang pun yang berlalu lalang seperti biasanya
"Kamu tidak berpikir untuk kabur dari sini kan Dave?"ucap Jovan menaruh curiga pada sepupunya itu
"Mau kabur juga pasti ketangkap Jo."ucap Dave
"Kita keruang kerja papa sekarang."ucap Jovan
Jovan dan juga Dave berjalan masuk kedalam ruangan kerja, di sana tampak Renata dan Albert yang sedang duduk menatap mereka berdua tanpa ekspresi.
"Pa, ma" ucap Jovan
"Duduklah."ucap Albert, Jovan dan Dave pun mengikuti perintah sang papa.
Kedua pria itu sudah seperti tersangka yang sedang diinterogasi di kantor polisi. Ruangan kerja itu sangat hening karena tidak ada satu orang pun yang mengeluarkan suara, hingga akhirnya Albert bertanya.
"Jelaskan sekarang kenapa kalian bisa tidur dengan wanita yang sama?" ucap Albert
Pertanyaan Albert membuat Dave dan juga Jovan terkejut, karena berita tentang mereka semakin liar di dunia maya.
"Yang tidur sama Vania cuman jo pa."ucap Jovan jujur
"Benar kamu tidak terlibat Dave?" ucap Albert
"Benar uncle."ucap Dave
"Terus ini apa Dave?"ucap Albert sambil menunjukan video ketika Dave dan juga Vania keluar dari kamar
"Semua itu tidak seperti yang uncle pikirkan. Aku cuman bantuin Jovan, karena pagi itu ada wartawan yang mau menggerebek kamar Jovan dan Jovan pun menitipkan Vania di kamar aku. Video itu di ambil mungkin saat aku mau mengantarkan Vania ke helipad."ucap Dave
"Pa, aku di jebak. Minuman yang aku minum malam itu sepertinya sudah di campur dengan obat perangsang dan malam itu aku hilang kendali. Entah bagaimana malam itu Vania juga sudah berada di dalam kamar saat aku masuk."ucap Jovan menjelaskan
"Apa ada orang yang patut kalian curigai?"ucap Albert
"Untuk sementara hanya seorang pria yang menyamar menjadi bartender pa, dan wajahnya pun tidak kelihatan dengan jelas karena semua rekaman cctv sudah di hapus."ucap Jovan
"Uncle dari kejadian malam itu hanya Tasya yang baik - baik saja dan tidak di jebak. Aku curiga wanita itu yang bekerja sama dengan bartendernya."ucap Dave yang membuat jovan melototi nya
"Pa, Tasya tidak mungkin terlibat sama semua kejadian ini, dia tidak mungkin menjebak pacarnya sendiri. Aku malah berpikir kalau Vania yang berusaha menjebak dan naik keranjang ku."ucap Jovan
"Jo tidak semua yang mencium dan memeluk itu baik, terkadang dengan cara itu mereka bisa menusuk mu lebih dalam."ucap Renata pada putranya
"Besok kamu harus melakukan konferensi pers bersama Vania dan Dave. Kamu harus bilang kalau kamu dan Vania sudah bertunangan secara diam - diam dan untuk keberadaan Vania di kamar Dave itu karena kamu ingin menyembunyikan Vania agar hubungan kalian tidak terekspos ke media. "ucap Albert
"Tapi pa, semua orang sudah tau kalau aku itu pacaran sama Tasya."ucap Jovan yang tidak setuju dengan ide papa nya
"Bilang saja kamu bertunangan dengan Vania karena sudah di jodohkan keluarga dan kamu belum punya kesempatan untuk mengatakan semua nya pada wanita itu."ucap Albert
"Pa, sekali berbohong kita akan terus berbohong kedepannya untuk menutupi semua kejadian ini."ucap Jovan yang sebenarnya tidak ingin menyakiti hati Tasya
"Siapa bilang ini sebuah kebohongan? Keputusan mama dan papa sudah bulat, kamu harus bertanggung jawab dengan menikahi Vania."ucap Renata.
Renata memanfaatkan kejadian ini untuk memisahkan Jovan dari Tasya karena menurutnya Jovan lebih cocok dengan Vania, apalagi wanita itu tidak memiliki rekam jejak yang buruk
"Tapi ma, bagaimana mungkin aku menikah tanpa saling mencintai."ucap Jovan
"Lama kelamaan kamu akan bisa mencintai Vania, dia tidak memiliki kekurangan apapun apalagi Vania juga lebih dari segalanya di banding pacar kamu itu."ucap Renata dan Jovan akhirnya memilih untuk diam karena pada akhirnya dia juga tidak akan pernah menang berdebat dengan sang mama
"Kamu harus jemput Vania dan bawa dia ke rumah ini, kita akan membicarakan semuanya saat makan malam nanti."ucap Albert
"Kamu dengar apa kata papa mu kan Jo?"ucap Renata
"Iya ma nanti Jo jemput, tapi Jo harus nyari alamat rumah nya dulu."ucap Jovan sedikit malas
"Kamu tidak perlu mencari Jo, karena mama sudah mendapatkan alamat lengkap nya Vania."ucap Renata semangat dan langsung mengirimkan alamat Vania ke hp Jovan
"Ma, bukan mama kan yang jebak Jovan?"ucap Jovan curiga karena mama nya sangat semangat dalam memisahkan Jovan dengan Tasya
"Buat apa mama menjebak kamu. Kalau dari awal mama kenal sama Vania, sudah pasti mama akan langsung menjodohkan dan menikahkan dia sama kamu, tidak perlu pake drama - drama seperti ini."ucap Renata santai
"hahahaha kamu memang sudah ditakdirkan buat nikah sama Vania bro."ucap Dave dan langsung mendapatkan jitakan di kepalanya dari Jovan
"Ma, pa kalau gitu Jo pulang ke mansion dulu mau istirahat, nanti sore baru Jo ke rumah Vania."ucap Jovan berpamitan
"Iya silahkan tapi jangan pernah berpikir untuk lari dari tanggung jawab Jo."ucap Albert
"Mama ngerti ko kamu capek bekerja semalaman jadi kamu butuh istirahat. Tapi ingat jangan sampai kamu kabur, karena kalau sampai itu terjadi mama tidak akan pernah anggap kamu anak lagi."ucap Renata
"Bagaimana tidak capek aunty dua - duanya masih nol kilometer, pacepak cepak cepak jeder."ucap Dave yang membuat Albert menggelengkan kepalanya karena kelakuan absurd ponakan nya itu, dan Renata tertawa kegirangan mengejek Jovan yang akhirnya membuat Jovan kesal.
"Kamu mau ikut aku atau mau lanjut gosip sama mama?"ucap Jovan yang kemudian berdiri mau meninggalkan ruangan kerja Albert
"Aku ikut kamu Jo , bye aunty uncle"ucap Dave sambil berlari mengikuti Jovan keluar
Setelah kepergian Jovan dan Dave tinggal Renata dan Albert sendirian di ruangan itu.
"Tuhan sangat baik memberikan musibah yang menguntungkan."ucap Renata bersyukur
"Menurut mama siapa kira - kira yang sudah jebak Jovan dan Vania?"ucap Albert pada sang istri
"Yang jelas sama seperti kata Dave, kalau Tasya yang melakukan ini semua. Mungkin saja dia ingin balas dendam dengan menghancurkan nama baik kita karena sudah tidak merestui hubungannya dengan Jovan dan dia juga mungkin ingin merusak karir Vania"ucap Renata
"Apa kita perlu mengirimkan hadiah ke wanita itu sebagai ucapan terimakasih?"ucap Albert
"Itu yang telah aku pikirkan sayang, aku ingin membuat wanita itu merasa kesal karena usahanya bukan untuk menghancurkan kita tapi malah menguntungkan."ucap Renata
#Rev
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
awesome moment
ortu yg pengertian
2025-03-30
0
X'tine
bagus aunty,, kasih hadiah 🎁✨ tanda terima kasih aja ke Tas tas
2022-05-17
2
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
hadiahnya apa ya kira2... 😅😅😅😅
jgn yg bgs2 ya uncle n aunty.. 🤭🤭
2022-03-24
1