Setelah Vani selesai memakai pakayan nya, tiba-tiba hp nya berdering yang menandakan bahwa ada panggilan masuk.
"Hallo San" ucap Vania
"Van kamu dimana sekarang, ini ada wartawan yang cariin kamu ke kamar Jovan." ucap Sandra yang panik, karena pagi tadi dia sempat ke kamar Vania mau ngajak sarapan bareng, tapi kamar itu kosong.
Sandra tidak sengaja mendengar para wartawan yang kebetulan di undang untuk meliput kerjasama antara GZR Models dan juga Leonard company, membicarakan tentang hubungan gelap antara Vania dan juga Jovan di restoran yang ada di kapal itu.
"Apa? Tolong bantu aku San" ucap Vania yang juga ikutan panik
"Jadi kamu beneran lagi sama Jovan sekarang?" ucap Sandra terkejut mendengar pernyataan Vania
"Iya nanti aku jelasin semuanya. Tapi tolong ngulur waktu mereka, biar mereka tidak cepat sampai disini." ucap Vania yang kemudian mematikan ponselnya dan langsung berlari ke luar kamar mandi.
Jovan kebingungan melihat Vania yang tampak terburu-buru membersihkan tempat tidurnya, mengisi semua barangnya kedalam tas dengan panik.
"Kamu kenapa jadi panik begitu?" ucap Jovan mulai santai sambil melihat gerak gerik Vania seperti orang yang sedang mencari ide
"Tolongin aku ada wartawan yang mau kesini, aku takut mereka bakal mergokin kita berdua."ucap Vania
"Bukannya itu memang tujuan kamu, biar aku bisa bertanggung jawab dan kamu bisa jadi nyonya muda dari keluarga Leonardo." ucap Jovan
"Aku tidak pernah berniat nikah sama kamu, dan aku juga tidak mau karir ku hancur hanya karena gara-gara ini." ucap Vania dengan air mata yang sudah mau menetes
"ya sudah aku akan bantuin kamu, ayo." ucap Jovan yang sebenarnya tidak tega melihat Vania yang sudah mau menangis dan dia langsung menarik tangan Vania untuk keluar dari kamarnya melalui jendela.
Mereka berjalan ke kamar yang berada di sebelah kamar Jovan yang kebetulan sedang di pakai oleh sepupunya Jovan yaitu Dave.
"Dave Dave buka" ucap Jovan sambil menggedor jendela kamar Dave
"Kenapa sih Jo, masih pagi juga sudah gedor-gedor pintu kamar ku" ucap Dave yang berteriak dari dalam kamar.
"Aku bakal kasih kamu hadiah mobil, kalau kamu buka jendelanya sekarang." ucap Jovan menawarkan karena sepupunya itu cukup matre 🤣
Tak berselang lama jendela kamar itupun terbuka, dan munculah sosok yang tidak kalah tampan dari Jovan, tapi tidak bisa mengalahkan ketampanan Jovan.
"Cantik banget Jo, lebih cantik dari pada pacar kamu si Tas Tas itu" ucap Dave saat melihat Vania dari atas hingga bawah
"Sudah, kamu tidak usah banyak drama. Aku mau titip dia di sini dan satu lagi nama pacar ku itu Tasya bukan tas tas Dave " ucap Jovan
"Kalau yang cantik begini kamu titipkan ke aku sih, tidak akan mungkin aku tolak. Sepuluh orang pun, bakal aku terima dengan senang hati." ucap Dave
"oke kalau begitu, jangan lupa kamu bantu dia buat balik ke kamarnya." ucap Jovan kemudian berbalik dan pergi meninggal Vania dan juga Dave
Vania tampak ketakutan saat hendak masuk ke dalam kamar Dave, karena dia takut kejadiannya bersama Jovan terulang kembali dengan pria ini.
"Tenang saja aku tidak sebejat jovan ko, kamu aman sama aku." ucap Dave meyakinkan Vania dan setelah beberapa saat akhirnya Vania pun mau masuk ke kamar itu untuk bersembunyi.
Di kamar jovan
Setelah mengantarkan Vania ke kamar Dave, Jovan mulai memeriksa kembali tempat tidur karena takut ada barang milik Vania yang ketinggalan. Tapi betapa terkejutnya dia saat melihat bercak darah yang tampak sudah mulai mengering yang tercetak jelas pada seprai yang berwarna putih itu.
"Oh Tuhan ternyata dia masih virgin, apa yang harus aku lakukan sekarang." ucap Dave sambil mengacak rambutnya ke belakang
Tak berselang lama pintu kamarnya pu di ketuk dari luar.
Tok tok tok
Ceklek bunyi pintu yang di buka oleh jovan
"Ada apa, kenapa kalian kesini dengan membawa kamera, apa kalian tidak mengerti tentang privasi saya?" ucap Jovan
"Bukan begitu tuan, hanya saja kami mendapat informasi bahwa anda mempunyai hubungan gelap dengan model Vania Rizh dan kami hanya ingin memastikan apakah wanita itu berada disini bersama anda atau tidak." ucap salah satu wartawan menjelaskan
"Informasi macam apa itu? sejak kapan saya suka bermain wanita, bukannya kalian juga tau kalau saya sekarang sedang menjalin hubungan dengan Tasya Miller " ucap Jovan
"Maafkan kami tuan telah mengganggu waktu anda, kalau begitu kami akan kembali" ucap salah satu wartawan itu
"Sebentar, karena kalian sudah kesini dan saya tidak mau ada kecurigaan lainnya nanti sebaiknya sekarang kalian masuk dan periksa sendiri kamar saya" ucap Jovan mempersilahkan wartawan untuk masuk kedalam kamarnya
"Apa ada wanita di kamar saya?" ucap Jovan setelah para wartawan itu masuk ke dalam kamarnya
"Maaf tuan karena kami telah berprasangka buruk terhadap anda" ucap para wartawan itu kemudian pergi
#Rev
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
lusika
saran ngga usah diksih emod ngga pnting menggangu aja
2022-05-19
0
X'tine
sebel banget sama si Tas tas... semoga jovan cepat tau kelicikan pacarnya si Tas tas..
2022-05-17
1
X'tine
sebel banget sama si Tas tas... semoga jovan cepat tau kelicikan pacarnya si Tas tas..
2022-05-17
0