Bab 17

Dua bulan berlalu..

Sesuai dengan rencananya bertepatan dengan hari ulang tahun Toni, Vania akan menyebarkan semua bukti tentang kebusukan Toni dan juga anak nya Tasya.

Wanita cantik itu sekarang sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke Korea. Tujuan nya pulang ke tempat kelahiran yaitu Korea selatan , karena hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahan kedua orang tuanya. Dia ingin mengunjungi makam papa dan mama nya karena itu adalah rutinitas nya setiap tahun.Bukan hanya itu saja, vania juga ingin mengambil beberapa bukti yang masih berada di dalam brankas miliknya.

Entah kenapa saat menyemprotkan parfum ke tubuhnya, Vania merasa mual padahal itu adalah parfum favorit nya yang sering dia gunakan. Menutup mulutnya menggunakan telapak tangan, wanita itu langsung berlari kedalam kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perut nya.

hoek Hoek begitulah kira - kira suara Vania yang terdengar dari kamar mandi.

Pintu kamar Vania terus terbuka, nenek yang melewati kamar Vania tanpa sengaja mendengar suara sang cucu yang terus muntah dan suaranya itu berasal dalam kamar mandi. Tanpa menunggu lama wanita yang sudah berusia enam puluh tahun itu langsung masuk dan menggedor pintu kamar mandi.

"Tok tok tok. Vania ini nenek sayang, kamu baik - baik saja kan?"ucap wanita tua itu

"Sabar nek."ucap Vania yang sedang melepaskan bajunya yang sudah terlanjur terkena semprotan parfum dan beberapa saat kemudian Vania keluar dari kamar mandi.

"Sayang kenapa wajah kamu jadi pucat begini, apa kamu sakit?"ucap nenek saat melihat wajah cucunya yang tampak pucat pasi dengan keringat yang terus menetes padahal suhu di kamar itu sangat dingin.

"Entahlah nek, aku mual dan tiba - tiba muntah mungkin sedang masuk angin."ucap Vania

"Apa kamu punya riwayat sakit maag?

Mungkin itu yang membuat kamu jadi begini."ucap nenek sambil membawa Vania duduk di ranjang

"Sebenarnya aku tidak punya riwayat penyakit maag, mungkin jadi begini karena akhir - akhir ini aku banyak pikiran dan stres nek."ucap Vania

"Apa menstru*asi mu lancar beberapa bulan terakhir ini?"ucap sang nenek, karena stres juga dapat menganggu kedatangan tamu bulanan itu.

"Lancar nek."ucap wanita itu berbohong dan wajah nya tiba tiba berubah menjadi panik tapi berusaha dia sembunyikan dari sang nenek

"Apa sebaiknya kamu batalkan saja keberangkatan hari ini ke korea, melihat kondisi mu seperti ini membuat nenek khawatir."ucap wanita tua itu berterus terang

"Aku baik - baik saja nek, setelah minum obat masuk angin pasti sakit nya juga hilang."ucap Vania

"Baiklah jika itu keputusan kamu, nenek tidak bisa melarang lagi. Tapi kamu harus membawa beberapa pengawal untuk ikut bersama kamu ke Korea."ucap nenek

"Tapi aku tidak suka di kawal nek, aku tidak suka di ikuti banyak orang."ucap Vania

"Baiklah mereka akan berada jauh dari kamu tanpa kelihatan bahwa mereka sedang mengawal."ucap nenek, sambil menghembuskan nafas beratnya karena dia takut terjadi sesuatu dengan cucunya.

"Kalau yang ini aku setuju."ucap vania yang tidak membantah lagi, karena dia pun mengerti perasaan wanita tua itu.

"Kalau begitu nenek keluar dulu, segeralah berpakaian dan turun untuk makan bersama."ucap nenek kemudian berlalu pergi dari kamar Vania.

Setelah kepergian sang nenek, wanita cantik itu termenung menatap cermin di depannya. Beberapa perubahan terjadi pada tubuhnya, seperti payud*ra yang tampak lebih besar dari sebelum nya dan juga badan yang sedikit lebih berisi.

"Apa kamu ada disini?"ucap wanita itu bertanya sambil mengusap perut nya.

"Apa yang harus aku lakukan jika kamu benar - benar ada dan tumbuh di dalam rahim ku."ucap Vania sambil menutup matanya dan kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar.

Mendengar ucapan nenek yang menanyakan tentang tamu bulanan nya membuat Vania sadar jika sudah dua bulan wanita itu tidak pernah menstru*si, pembalutnya pun masih utuh di dalam bungkusan dan beberapa bulan terakhir nafsu makan nya juga sangat meningkat.

Berhubung waktu keberangkatan sebentar lagi, wanita itu pun langsung turun untuk sarapan bersama kakek, nenek dan juga Sandra. Kali ini Vania pulang ke Korea tanpa di temani oleh Sandra, karena dia ingin Sandra mengambil kendali dari Paris untuk menyebarkan semua bukti saat dia mengirimnya dari Korea nanti.

Setelah sarapan wanita itu pun berpamitan untuk pergi. Tapi sang kakek menyadari sesuatu saat melihat wajah Vania, meski wanita itu telah memakai lipstik dengan warna terang untuk menyamarkan wajah pucat nya.

"Vania, kamu sakit?"ucap kakek khawatir melihat cucunya.

"Hanya sedikit tidak enak badan kek."ucap Vania, karena dia yakin nenek nya belum menceritakan kepada kakeknya,

"Apa sebaiknya kamu tunda saja keberangkatan mu, kakek akan memanggil dokter untuk memeriksa kamu sekarang."ucap kakek

"Maaf kakek, aku tidak ingin menunda nya. Tapi kakek tenang saja, aku akan memeriksakan kesehatan ku setelah sampai di Korea."ucap Vania

"Kakek jadi ingat papa mu, kalian adalah orang yang tidak bisa di ganggu gugat keputusannya."ucap pria tua yang duduk di kursi roda sambil tersenyum, karena mengingat putra satu-satunya yang telah tiada.

"Bukankah kami mewarisi semua nya dari kakek?"ucap Vania menggoda kakeknya

"Yah itu benar sayang. Kalian mewarisi itu dari nya, karena nenek tidak seperti itu."ucap nenek meledek suaminya

"Sudah waktu nya berangkat Vania."ucap kakek mengalihkan pembicaraan membuat nenek, Sandra dan juga Vania tersenyum

"Apa kakek tidak akan melarang ku?"ucap Vania lagi

"Kamu sudah besar, kamu berhak menentukan pilihan mu sendiri. Carilah dokter terbaik, karena kakek tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan mu."ucap kakek

"Baiklah terimakasih kakek, aku akan mengingat pesan kakek."ucap Vania sambil memeluk kakeknya

"Hati - hati dan cepatlah kembali, jangan berlama-lama di kota itu."ucap nenek kemudian mencium kedua pipi vania

"Pergilah dan beberapa pengawal akan menjagamu."ucap kakek

"Kakek ini terlalu banyak, cukup dua wanita dan dua pria saja."ucap Vania ketika melihat ada sepuluh orang pengawal yang terdiri dari lima orang wanita dan lima orang pria itu berdiri di dekat mobil

"Kalian pergilah bersama cucuku dan jaga dia dengan baik."ucap kakek pada ke empat pengawal yang dipilih

"Kakek, nenek, Sandra. Aku pergi dulu."ucap Vania yang kini telah berada di dalam mobil

"Kabari aku jika sudah sampai di Korea."ucap Sandra

"Tenang saja, aku akan menghubungi mu."ucap Vania kemudian melambaikan tangan pada tiga orang yang sangat dia sayangi dan mobil roll Royce putih yang di tumpangi nya pun keluar dari gerbang rumah milik keluarga Louis menuju bandara.

#rev

Terpopuler

Comments

♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂

♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂

mari hancurkan van.. semangatt..

buat caby.. semangat.. ❤❤

2022-03-24

1

Ika

Ika

jgn lama-lama Thor up-nya 🙏

2022-02-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!