Akhirnya Jovan bisa merasa lega setelah kepergian para wartawan yang entah dari mana mendapatkan informasi tentang dirinya yang menghabiskan malam bersama dengan Vania.
Setelah melihat bercak darah di seprai membuatnya mau tidak mau harus kembali bertemu dengan Vania untuk meminta maaf tentang ucapannya tadi yang sangat kasar terhadap wanita itu.
Tapi sebelum menemui Vania yang sekarang berada di kamar Dave, Jovan memilih untuk mandi terlebih dahulu karena setelah menemui Vania, dia juga ingin langsung menemui kekasihnya.
Di Kamar Tasya
"Sial,kenapa sudah jam segini belum ada berita tentang mereka yang keluar?" ucap Tasya yang sedang menanti kan berita tentang Vania dan Jovan.
Tak ingin berlama-lama menunggu tanpa kepastian, dia pun akhirnya menelpon Rio.
"Kenapa sampai sekarang belum ada berita tentang mereka berdua?" ucap Tasya tanpa basa-basi, saat lawan bicara nya sudah mengangkat telpon. Dia kesal karena berita yang dia nanti-nantikan belum juga muncul
"Rencana kita gagal."ucap Rio
"Bagaimana bisa Rio? Rencana yang sudah aku susun dengan susah payah gagal begitu saja."ucap Tasya dengan suara yang meninggi karena kesal
"Ini semua karena wartawan nya terlambat ke kamar Jovan. Mereka pergi ke kamar Jovan setelah sarapan, jadi kemungkinan besar keduanya sudah sadar, dan Vania sudah pergi dari kamar itu." ucap Rio menjelaskan agar kekasihnya itu mengerti.
"Kalau tahu akhirnya akan jadi begini, seharusnya kamu saja yang menyamar jadi wartawan." ucap Tasya kesal
"Tapi tenang saja, rencana kita tidak akan gagal begitu saja karena di depan kamar jovan ada cctv. Kita bisa memanfaatkan nya untuk menjadi barang bukti dan aku harus segera pergi ke ruang kontrol untuk ngambil rekaman itu." ucap Rio yang sudah mulai mendapatkan ide.
"Kamu memang paling bisa aku andalkan, tapi kamu harus hati- hati awas ketahuan. Kalau begitu aku harus ke kamar jovan untuk mengulur waktunya, biar dia tidak pergi ke ruang kontrol untuk menemukan rekaman cctv itu." ucap Tasya kemudian mengakhiri pembicaraan mereka.
Berbeda dengan Tasya yang kesal kemudian kembali menemukan ide untuk menghancurkan karir Vania. Di kamar Dave, Vania tertunduk lesu memikirkan nasib nya.
Melihat keadaan Vania yang sepertinya sedang banyak pikiran,membuat Dave pun akhirnya mengajak vania untuk bicara karena penasaran.
"Van, boleh aku tanya sesuatu ke kamu? Tapi kalau kamu belum siap juga tidak masalah, kamu bisa abaikan saja pertanyaan ku dan kamu tidak perlu menjawab nya." ucap Dave
"Tanya saja apa yang ingin kamu ketahui, aku akan menjelaskan dan menjawab semampuku." ucap Vania
"hmmmmm kamu dan Jovan begituan?"ucap Dave sambil mengkodekan sesuatu dengan tangannya dan hanya di jawab dengan anggukan oleh Vania
"Apa kamu dan Jovan punya hubungan spesial?" ucap Dave penasaran karena antara Jovan dan juga Vania tampak tidak terlalu akrab.
"Aku tidak punya hubungan apapun dengan Jovan." ucap Vania karena memang dia baru saja mengenal Jovan semalam saat di kenalkan oleh Tasya.
"Terus bagaimana bisa kalian berdua melakukan itu?Maaf sebelum nya, apa baru pertama kali kamu melakukan hubungan seperti ini?" ucap Dave yang ingin mengetahui sesuatu karena menurutnya ada yang janggal dengan kejadian ini.
"Sepertinya ada orang lain yang dengan sengaja mencampurkan sesuatu ke dalam minuman ku. Karena setelah aku minum minuman itu, aku jadi tidak bisa mengontrol diri ku sendiri dan kesadaran ku pun ikut menurun. Hal inilah yang menyebabkan aku salah masuk ke dalam kamar milik Jovan dan aku juga baru pertama kali melakukan hubungan seperti ini." ucap Vania menjelaskan perihal kejadian semalam
"Sepertinya kecurigaan kamu itu memang benar adanya, pasti ada orang lain yang telah dengan sengaja memasukan obat perangsang ke dalam minuman kamu dan juga Jovan. Aku juga yakin kalau rencana ini sudah di siapkan oleh seseorang sejak lama." ucap Dave menimpali
"Kenapa kamu begitu yakin, kalau Jovan tidak terlibat dalam peristiwa ini."ucap Vania
"Jika waktu itu Jovan dalam keadaan sadar, dia tidak akan mungkin menyentuh wanita manapun, sekalipun wanita itu adalah Tasya. Kamu juga harus tau kalau kamu adalah wanita pertama yang tidur dengan nya.
Satu lagi, kalau seandainya tidak ada yang mencampur sesuatu kedalam minuman nya, Jovan tidak akan pernah mabuk secepat itu karena toleransi alkohol dalam tubuhnya sangat tinggi." ucap Dave menjelaskan panjang lebar, bukan berarti dia mau membenarkan kelakuan sepupu nya itu tapi memang itu kenyataan nya dan Vania harus tau itu.
"Semalam, Tasya yang mengajak ku minum bersama dengan nya dan juga Jovan. Apa kamu akan percaya kalau aku bilang ini adalah rencana Tasya, dan dia yang sudah menjebak aku dan Jovan?" ucap Vania bertanya pada Dave
"Aku percaya karena wanita itu sangat licik dan kejam, dia bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuan nya." ucap Dave karena dia memang sudah tau semua kelakuan pacar dari sepupunya itu
"Terimakasih sudah mau percaya dengan ucapan ku, tapi kenapa kamu tidak mengatakan semuanya ke Jovan kalau Tasya itu licik?" ucap Vania bingung.
"Bukan karena aku tidak mau mengatakan, tapi memang Jovan itu keras kepala dan dia tidak akan percaya kalau tidak melihat secara langsung dengan sama mata kepalanya sendiri." ucap
Dave
"Tapi kenapa dia gampang sekali percaya dengan apa yang dikatakan Tasya?"ucap Vania
"Cinta itu buta Van, jadi apapun yang dikatakan oleh Tasya dia pasti akan percaya." ucap Dave
"Dasar pria bodoh." ucap Vania tiba-tiba dan celetukannya itu membuat Dave tertawa
"Hahaha dia memang bodoh Van. Ngomong-ngomong, apa Jovan mau bertanggung jawab ke kamu?" ucap Dave kembali penasaran
"Tidak usah bahas yang itu Dave. Aku hanya butuh bantuan dari kamu buat keluar dari sini. Sebaiknya aku pulang sekarang, aku tidak ingin berlama-lama lagi di tempat ini karena aku takut ada rencana lain yang akan dia mainkan lagi."ucap Vania serius
"Oke aku akan membantu mu. Sabar aku telpon pilot nya dulu untuk menyiapin helikopternya buat kamu." ucap Dave yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Vania yang menandakan bahwa dia setuju.
Saat Dave menelpon dan berbicara dengan pilot,Vania pun tidak membuang waktunya. Dia juga langsung menelpon sandra yang merupakan sahabat sekalian asistennya untuk pulang bersama. Setelah selesai berbicara dan mengakhiri teleponnya dengan pilot, Dave pun mengajak Vania untuk keluar dari kamarnya.
"Ayo, sekarang aku antar kamu ke helipad." ucap Dave karena kebetulan helikopternya udah siap.
"Apa wartawannya sudah pergi?" ucap Vania khawatir
"Diluar sepi, sudah tidak ada orang lagi." ucap Dave yang kebetulan sempat memeriksa keadaan sebelum mengajak Vania pergi dari kamarnya.
"Kalau begitu ayo, kebetulan sahabat ku juga sudah menunggu ku di helipad." ucap Vania, mereka berdua pun keluar dari kamar itu menuju helipad. Tanpa mereka sadari ada yang memotret mereka dan kejadian itu juga terekam oleh cctv yang sekarang sedang di copy oleh Rio.
"Rencana kita akhirnya berhasil sya, dan ini akan jauh lebih menggemparkan dari pada rencana kita yang kemarin." gumam Rio dalam hati, saat melihat Tasya mengacuhkan jempol lewat cctv.
#Rev
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
My love
mulai lupa ceritanya klau gk baca bab atas
2021-11-05
1
Wenda Tan
lanjut thor😍😍😍😍😍
2021-11-02
1