Setelah diantar oleh helikopter dari kapal menuju bandara, dua wanita cantik itu akhirnya naik pesawat menuju Seoul. Tapi entah mengapa perasaan Vania sejak tadi tidak karuan, seperti ada sesuatu yang akan terjadi menimpanya.
"San kenapa yah perasaan aku dari tadi rasa nya tidak enak?"ucap Vania
"Mungkin kamu butuh istirahat Van, wajah kamu kelihatan nya sangat kelelahan."ucap Sandra
"Benar juga kata kamu, kalau begitu aku tidur saja sekarang."ucap Vania yang kemudian menutup matanya untuk beristirahat, mengingat perjalanan yang akan mereka tempuh memakan waktu sebanyak satu jam.
Bukan hanya wajah nya yang tampak kelelahan, tetapi seluruh tubuh nya terasa sangat lelah dan remuk setelah di gempur habis - habisan oleh Jovan semalaman.
Setelah satu jam berada di atas udara, pesawat yang mereka tumpangi akhirnya mendarat di Bandar Udara Internasional Incheon.
"Van, bangun kita sudah mau sampai, pesawat nya sebentar lagi landing ini."ucap Sandra membangunkan Vania yang masih terlelap
"Syukurlah, aku mau cepat sampai rumah dan tidur sepuasnya."ucap Vania
Mereka tidak membawa banyak barang, jadi mereka langsung keluar dari bandara karena supir nya sudah menunggu di depan pintu keluar.
Saat mereka keluar dari pintu bandara banyak sekali wartawan yang langsung berlari menyerbu Vania dengan banyak pertanyaan yang mengejutkan.
"Apa anda punya hubungan spesial dengan pewaris Leonard Company?"
"Kenapa anda menjadi orang ketiga di hubungan Jovan leonard dan Tasya?"
"Apa anda sengaja naik ke ranjang Jovan Leonard agar mendapat kontrak kerja sama?"
"Apa anda menjebak Jovan Leonard?
Begitulah kira - kira pertanyaan yang di ajukan oleh wartawan pada Vania dengan kilat lampu kamera yang terus menyilaukan mata wanita itu.
Bukan hanya itu saja banyak kata - kata kasar dan umpatan yang terlontar dari beberapa orang yang berada di hadapan nya. Ada juga yang tertawa sinis menghinanya, Vania benar - benar di hakimi dan di permalukan.
"Ternyata dia iblis berwajah malaikat."
"Ja*lang"
"Pantasan terkenal ternyata suka naik ke ranjang orang - orang berpengaruh"
"Piala bergilir"
"Pelakor"
"Pasti sering di pakai sama om - om"
Vania di buat syok ketika mengetahui bahwa hubungan satu malam antara diri nya dengan Jovan terekspos begitu cepat ke media.
Vania hampir saja terjatuh ketika wartawan secara membabi buta menarik tangannya ketika dia berusaha untuk pergi dari kerumunan itu.
"Kami akan adakan konferensi pers, jadi untuk saat ini tolong biarkan kami pergi."ucap Sandra dengan suara yang sedikit meninggi
"Tapi kami butuh klarifikasi sekarang."ucap salah satu wartawan
"Apa kalian tidak lihat kondisi Vania sekarang, saya bisa tuntut kalian semua kalau terjadi sesuatu dengan Vania disini."ucap Sandra karena Vania sudah terlihat sangat pucat
Setelah mendengar perkataan Sandra, semua wartawan itu akhirnya mundur secara teratur, yang pasti mereka tidak ingin membahayakan nyawa orang lain dan berurusan dengan pihak berwajib nantinya.
Sandra akhirnya bisa membawa Vania pergi dari tempat itu, dengan di bantu supir karena tubuh Vania sangat lemah.
Di Kamar Jovan
Menonton siaran langsung di tv membuat Dave dan juga Jovan geram ketika ada wartawan yang tertangkap kamera dengan sengaja menarik Vania yang hendak pergi dan membuat wanita itu hampir saja terjatuh.
"wanita yang malang."ucap Dave merasa kasihan
"Itu karena kebodohannya sendiri, dia seorang publik figur bagaimana bisa dia pergi tanpa pengawalan sama sekali."ucap Jovan mulai merasa prihatin dengan Vania, tapi dia juga merasa kesal karena wanita itu pergi tanpa ada pengawal
"Mungkin selama ini aman - aman saja dan kejadian seperti ini baru pertama kali dia alami. Sial kenapa mereka tidak punya etika dalam bertanya."ucap Dave ketika pertanyaan itu seperti nya terlalu menghakimi pihak Vania, dan pertanyaan yang mereka ajukan langsung membuat Vania pucat pasi
Ketika mereka masih sibuk mengomentari perihal siaran langsung yang menayangkan wajah Vania, handphone Jovan berdering dan yang menelpon diri nya tidak lain adalah papa nya.
"Halo pa"ucap Jovan
"Kamu dan Dave pulang sekarang juga, papa tunggu kalian berdua di rumah."ucap Albert dan langsung mengakhiri panggilan telepon nya
"Apa yang uncle katakan?"ucap Dave
"Papa bilang kita harus pulang sekarang dan papa nungguin kita di rumah."ucap Jovan
"Aku juga?"ucap Dave
"Iya kamu juga harus pulang Dave, sepertinya papa sedang marah besar dan mau tidak mau kita harus menuruti kemauannya."ucap Jovan
"Mampus. Kamu pulang sendiri saja Jo, aku tidak mau ikut - ikutan."ucap Dave, dia takut terkena imbas dari masalah Jovan.
"Terserah kamu saja, tapi tadi papa jelas nyebut nama kamu juga buat pulang ke rumah."ucap Jovan
"Ya sudah kalau begitu aku ikut kamu pulang, dari pada nanti di keluarin dari kartu keluarga. Tapi aku tidak mau terlibat sama masalah kamu Jo."ucap Dave
"Oh tidak bisa, kamu sudah terlibat sama masalah ini dan kamu harus bantuin aku buat jelasin semua nya ke papa."ucap Jovan
"Ingat Jo semua nya tidak ada yang gratis."ucap Dave
"Oke kamu tenang saja, ayo kita pergi."ucap Jovan
Jovan dan Dave pun pulang, mereka tidak mau berlama-lama dan membuat papa nya semakin marah.
#rev
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Ern_sasori
lanjutkan aku penasaran Iki thor
2021-12-09
1
Fajar Fhan
lanjut Thor😁😁😁
2021-12-06
1