Pertarungan Reyhan dan Pangeran Jian Heeng sudah terlewat 10 menit. Hari sudah mulai sedikit gelap malam.
Pertarungan antara Reyhan dan Pangeran Jian Heeng terus berjalan. Mereka berdua terus bertarung dengan gaya pertarungan pedang mereka masing-masing. Gerakan Pangeran Jian Heeng tidak kalah cepat dengan Reyhan.
Semua orang-orang yang melihatnya terheran-heran melihat gaya berpedang milik Reyhan. Cara bertarung Reyhan sangat berbeda lain dari yang lain. Dengan satu pedangnya yang ia gunakannya di tangan kirinya. Pedangnya Reyhan terlihat posisinya terbalik menghadap ke belakang.
Wajah Reyhan masih terlihat datar. Sebelumnya Reyhan yang mereka kenal, wajahnya selalu terlihat terburu-buru. Tidak seperti sekarang terkesan tenang dan damai. Berbeda dengan Pangeran Jian Heeng kondisi saat ini, ia terus membabi buta dalam serangannya dengan gesit.
.
.
10 menit kemudian.
Pertarungan Reyhan dan Pangeran Jian Heeng masih belum selesai. Raja Wan, mentri-mentri, dan para pengawalnya terpaku.Bahkan Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya juga terpaku melihat pertarungan mereka berdua.
Sekarang posisi mereka berdiri dan diam di tempat mereka. Semua orang-orang yang melihat dan mengintip terheran-heran. Pangeran Jian Heeng yang terkenal gesit dalam bertarungan bruntal, kini dengan mudahnya ditangkis oleh Reyhan.
Kecepatannya juga bisa diimbangi oleh Reyhan. Bahkan yang bikin mereka terheran-heran lagi, Reyhan masih bisa terlihat datar di raut wajahnya. Pertarungan terlihat seimbang, belum ada tanda-tanda kelelahan dari Pangeran Jian Heeng dan Reyhan.
.
.
.
.
Pangeran Jian Heeng terlalu nafsu menyerang, karena menginginkan kematian Reyhan. Ia terpaksa merapal mantra, lalu tanah sekelilingnya bergetar. Sedikit demi sedikit tanahnya terngkat dan menyebar dimana berbentuk bola. Tak terhitung Bola tanahnya berterbangan di sekeliling Pangeran Jian Heeng di udara.
Seketika bola tanahnya diselimuti api, teerciptalah bola tanah api dalam jumlah tak terhitung dan siap menyerang. Semua orang-orang melihat itu terkejut, karena sihir yang digunakan Pangeran Jian Heeng saat ini bertanda dirinya mulai serius. Meski serius tapi bukan berarti itu jurus pamungkasnya.
"Hujan tanah api". Itulah sebutannya dipikiran bagi yang melihatnya. Karena jumlahnya sulit jika dihitung. Keberuntungan bagi lawan yang bisa menghindari jurus itu. Tapi belum ada yang pernah bisa menghindari serangannya.
Karena Pangeran Jian Heeng pernah melawan prajurit milik musuh dengan jurus itu. Prajurit milik musuh tidak bisa menghidar, melainkan memilih bertahan hingga serangan Hujan Tanah Api berhenti. Saat jurus itu terhenti habis, semua prajurit milik musuh tewas.
.
.
Semua melihat Pangeran Jian Heeng yang sudah mulai serius terkejut tak main. Apalagi digunakan hanya untuk memperebutkan posisi Putra Mahkota Kerajaan Wan.
"Apa Pangeran Jian Heeng berniat membunuh Putra Mahkota Rey Hann ?"
.
.
"Menyerahlah saudaraku, aku tak ingin kau terluka." ucap Pangeran Jian Heeng memasang wajah pura-pura memelas.
Reyhan tidak menjawab, melainkan ia menghela nafasnya.
Dan ia membuang pedangnya dan bersamaan muncullah 2 cahaya di lagi disisi kanan kirinya, lalu keluarlah 2 tombak yang sama dalam bentuk dan panjangnya. Reyhan mengambil kedua tombak itu dengan kedua tangannya, setelah itu ia memasang kuda-kuda dan siap menerima serangan.
Semua yang melihat dan mengintip Reyhan melebarkan matanya, tak habis pikir. Coba bayangkan, Bola Tanah Api yang sudah siap menyerang, sedangkan sang lawan siap menerima serangan. "Mengajukan bunuh diri ?" batin mereka.
Tubuh Reyhan gemetaran.
Dari jarak Pangeran Jian Heeng dapat melihat tubuh Reyhan gemetaran, lalu ia tersenyum. Ia mulai berfikir kalai Reyhan sedang gemetaran karena ketakutan melihat kekuatannya. Dalam batin Pangeran Jian Heeng, ia tertawa.
"Sudaraku, aku memberi pilihan, jatuhkan kedua senjatamu itu bertanda kau menyerahlah. Jika kamu masih mempertahankan posisimu, maka kau memilih meneruskan pertarungan ini." ucap Pangeran Jian Heeng tegas.
Reyhan tidak menjawab ataupun menjatuhkan kedua tombaknya, tetapi tubuhnya tetap gemetaran, tapi ia tetap diam dalam posisinya. Ia terus mempertahankan kuda-kudanya. Pangeran Jian Heeng melihat itu tersenyum jahat.
.
.
"Baiklah saudaraku. Jika kau memilih meneruskan pertarungan ini ? AKU, PANGERAN JIAN HEENG WAN, SERIUS MENYERANGMU !!" ucap Pangeran Jian Heeng lantang.
Reyhan diam, tubuhnya terus gemetaran. Tubuhnya bergetar tak main. Meski bergetar bukan berarti ia takut melihat jurus milik Pangeran Jian Heeng. Melainkan ia merasakan sensasi kenikmatan luar biasa.
Jiwa petarungnya bersemangat 45, ia tak ragu untuk melewatkan dan merasakan moment ini. Ia yakin ia akan baik-baik saja, jika diingat, ia memiliki sihir penyembuhan diri/regenerasi. Sudah dipastikan ia takan mudah terluka kena serangan jurus Hujan Tanah Api milik Pangeran Jian Heeng.
Tapi ia tak boleh terlalu cepat memakai sihir regenerasinya. Meski terkena serangan, ia tetap akan menerima dan menangkis semua serangan dari Pangeran Jian Heeng. Supaya tidak ada yang melihat, jika dirinya akan menggunakan sihir penyembuhan diri/Regenerasi.
.
.
.
.
Pangeran Jian Heeng memulai menyerang jurus Hujan Tanah Api miliknya. Reyhan dengan cepat menghidar dan menangkis dengan kedua tombaknya dari semua serangan itu.
Duar. Duar. Duar. Duar.
.
.
.
Hujan Tanah Api milik Pangeran Jian Heeng terus menyerang tanpa henti. Dan Reyhan tetap bergerak cepat menghidar dan menangkis semua serangan milik Pangeran Jian Heeng.
Duar. Duar. Duar. Duar.
.
.
.
Duar. Duar. Duar. Duar.
.
.
.
Sekelilingnya terkena serangan milik Pangeran Jian Heeng. Ketika satu serangannya mengenai tanah, maka terjadilah ledakan yang dapat membuat luka serius. Semua pengawal yang mempunyai sihir elemen Tanah, segera membuat pelindung yang tebal untuk melindungi Raja Wan dan Para mentri dari percikan kecil dari efek ledakan serangan milik Pangeran Jian Heeng.
Disisi Putri Jing Mi dan Putri Zhu Niu juga l menciptakan pelindung dari sihir Tanah. Dengan pelindung Tanah milik mereka berdua, Putri Mahkota Lin Wei dan Putri An Niu dapat berlindung pada mereka berdua.
Disisi Putra Mahkota KunLi Wong juga menggunakan Sihir elemen Airnya menjadi Es untuk pelindungnya. Karena ia juga kena efek serangan milik Pangeran Jian Heeng. Seketika terlihat panik, pikirannya tertuju Putri Mahkota Lin Wei.
Lalu di balik pelindung esnya, Putra Mahkota KunLi Wong, sedikit mengintip untuk melihat keadaan Putri Mahkota Lin Wei. Ia merasa lega karena gadis pujaannya juga terlindungi berkat sihir pelindung Tanah milik Putri Jing Mi dan Putri Zhu Niu.
Duar. Duar. Duar. Duar.
.
.
.
Duar. Duar. Duar. Duar.
.
.
.
Serangan milik Pangeran Jian Heeng terus menyerang. Hingga akhirnya terhenti, dan terlihat tanah di wilayah terbuka itu sangat berantakan. Sekelilingnya banyak lubang yang kecil dan lubang besar bekas serangan Pangeran Jian Heeng.
.
.
.
Tak ada tanda-tanda kehidupan dari Reyhan. Tempat Reyhan terakhir bertahan, ia tidak terlihat, karena hanya ada debu-debu yang menyelimuti tempat itu. Semua orang-orang yang melihatnya terkejut tak percaya. "Apa dia benar-benar membunuh Putra Mahkota ?". Itulah isi pikiran mereka.
.
.
Hati Raja Wan sedih, tak hanya dia, bahkan Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya juga bersedih, karena belum sempat memintah maaf. Sedangkan Pangeran Jian Heeng memasang wajah pura-pura sedih. Tapi dalam batinnya tertawa.
Tiba-tiba terlihat cahaya-cahaya muncul. Seketika debu-debu sekitarnya menghilang. Mereka menatap kearah cahaya-cahaya itu dan terkejut.
Mata mereka terlebar tak percaya melihat sosok Reyhan berada diatara cahaya-cahaya berbentuk seperti portal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Udahlah langsung hajaarr ajaaahh... membosankan ngadepin semut gineee...oerlu berapa episode seeehh.... lanjuuuuutt 😛😀💪👍👍👍🙏
2023-06-10
1
Hades Riyadi
pertarungannya kelamaan dan terkesan ga seruuu.... bertanding dengan pangeran licik getooo....pake lamaaa dan pura-pura lageeee...😛😀💪👍👍👍
2023-06-10
0
siti fatimah
keren abis
2022-04-15
0