Beberapa hari kemudian, Reyhan masih setia berjalan di dalam hutan terlarang itu. Tiba-tiba tanpa diduga ia bertemu penyihir dan langsung saja penyihir itu tanpa basa-basi menyerang Reyhan. Awalnya Reyhan bingung, karena penyihir itu memiliki sihir elemen apinya, sedangkan dirinya tidak memiliki sihir elemen sama sekali.
Reyhan mencoba berkonsetrasi dan mengeluarkan 20 cahaya portal, dan mengeluarkan pedang dan tombak, lalu ia menyerang penyihir itu.
Penyihir itu mati mengenaskan, seluruh tubuhnya tertancap beberapa pedang, bahkan ada 2 pedang yang menancap ke kepala dan tembus ke belakang. Awalnya serangan pertama bisa dihindari, namun serangan kedua dan seterusnya, penyihir itu kesulitan dan mati dalam seketika.
Saat ini Reyhan bingung tentang nama sihirnya yang bisa mengeluarkan banyak pedang dan tombak dalam waktu bersamaan. Tapi ia masa peduli, yang terpenting ia menggunakan kekuatannya demi kebaikan.
Reyhan tidak ingin mencari keuntung dari kekuatannya, karena kekuatan yang ia miliki sudah cukup. Terkadang ia merasa merinding saat merasakan kekuatan barunya. Karena saat ia menggunakan kekuatan barunya, ibaratkan ia melihat ruang kekayaan tiada batas di dalam cahaya yang ia keluarkan.
Waktu terus berjalan, tak terasa ia hidup sendiri di hutan terlarang. Ia sudah merasa puas selama setahun berkeliling di hutan terlarang, dan kini ia sudah berumur 18 tahun. Awalnya ia mengira hutan terlarang menyeramkan seperti yang dibicarakan oleh orang-orang. Justru menurutnya hutan terlarang itu sangat menyenangkan. Tumbuhan langka dan hewan langka semua hampir ada di dalam hutan terlarang.
Bahkan Reyhan sangat terkejut melihat banyak rempah-rempah di hutan terlarang. "Bisa-bisanya ada rempah-rempah disini."
Reyhan mengambil dan memasukan rempah-rempah itu ke dalam cahaya, dimana ia cahaya itu adalah ruang kekayaan tiada batas. Terkadang juga ia merasa teknik bela diri taekwondo dan muay thai yang ia miliki sia-sia. Tapi tetap saja meskipun ia memiliki kekuatan tiada batas, ia tetap berlatih fisik, karena ia berfikir, suatu saat nanti pasti kemampuan teknik bela diri yang ia miliki pasti dibutuhkan.
.
.
Waktu terus berjalan, ia berniat keluar dari hutan terlarang. "Seperti aku harus segera keluar dari hutan ini. Pemilik tubuh ini pasti merindukan sosok ibundanya."
Reyhan berjalan, menulusuri hutan itu. Ia sudah hafal area hutan terlarang. Banyak sekali hewan-hewan besar banya yang takut mendekatinya. Kini ia sudah melewati perbatasan hutan terlarang dan hutan buruan. Hutan buruan ini terkenal banyak sekali hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diburu dan dijual di pasar. Entah pasar dari Kerajaan atau pasar dari pedesaan, mereka semua memburu kebutuhannya di hutan buruan itu.
Reyhan mulai menyadari bahwa ia hanya memakai zirah warna emas di bagian bawah, lebih tepatnya ia hanya bertelanjang dadanya. Saat Reyhan ingin mencari kulit hewan untuk menutupi tubuhnya. Tiba-tiba cahaya ruang kekayaannya muncul dan mengeluarkan jubah warnah merah. Reyhan hanya menghela nafasnya, kalo tau ia punya jubah, kenapa tidak dari dulu ia mengambilnya di cahaya kekayaannya.
Reyhan kembali melanjutkan perjalanannya, tak lama kemudian ia mendengar suara pertarungan di hutan buruan. Karena rasa penasarannya ia lun mendekati sumber suara itu. Reyhan melihat ada 3 orang yang berpakaian seperti prajurit sedang melawan para penjahat 10 orang, tapi jika di dunia saat ia tempati sebut saja 'bandit'.
Reyhan yang awalnya melihat saja, ia pun segera membantu 3 orang itu untuk melawan 10 bandit. Reyhan loncat dari tanah dengan sedikit tenaganya, ia melompat ke atas langit, dan berencana turun di tengah-tengah mereka.
Semua bandit dan 3 prajurit terkejut melihat Reyhan yang tiba-tiba muncul dari langit. "Siapa kau ?"
10 bandit bertanya kepada Reyhan secara bersamaan. Saat Reyhan akan menjawab, salah satu dari 3 prajurit itu berucap. "Putra Mahkota ?"
Reyhan mengernyit dahinya. "Kau mengenaliku ?"
"Hamba dan teman hamba prajurit dari Kerajaan Wan." jawabnya.
Reyhan sedikit terkejut, ketika Reyhan akan bertanya lagi, tiba-tiba para bandit menyerangnya dengan sihir elemennya.
"Yang mulia awas !!" sahut prajurit Kerajaan Wan panik, karena ia mengerti bahwa putra mahkota tidak memiliki sihir elemen.
Reyhan yang sudah menyadari akan hal itu, ia segera menghindar dengan gesit. Reyhan ingin mengunakan kekuatan barunya, tapi ia urungkan, karena tak menjamin jika 3 prajurit itu merahasiakan setelah melihat kekuatan barunya.
Jadi Reyhan memutuskan menggunakan teknik muay thai-nya. Dengan mudah ia menghabisi dan mematahkan tulang-tulang 3 dari 10 orang bandit, dan tersisa 7 bandit lagi. Reyhan dengan mudahnya ia menghindar serangan pedang dan sihir dari para bandit itu. 3 prajurit Kerajaan Wan melihat cara bertarungan yang di lakukan Reyhan sangat terkejut karena menurut mereka cukup berbeda. Reyhan segera mengambil 2 pedang bekas para bandit yang tergeletak di tanah.
Jiwa petarungnya semakin menjadi saat ia memegang kedua pedang di kedua tangan kanan dan kirinya, dan memasang kuda-kuda. Para bandit dan 3 prajurit Kerajaan Wan melihat Reyhan seperti itu merasa heran. Ditambah cara Reyhan memegang kedua pedang di kedua tangannya. Pedang yang ada di tangan kanan Reyhan terlihat posisinya terbalik menghadap ke belakang. Sedangkan pedang yang ada di tangan kirinya dipegang cara biasa, lebih tepatnya posisinya menghadap depan.
"Hey, sepertinya dia tidak bisa menggunakan senjata tajam." ucap salah satu bandit mengejek.
Sedangkan ketiga prajurit Kerajaan Wan hanya bisa diam. Mereka tak yakin kalau putra mahkota (Reyhan) akan menang. Karena mereka bertiga melihat cara Reyhan memegang kedua pedangnya terlihat aneh. Ditambah mereka mengerti bahwa putra mahkota salah satu manusia yang tidak bisa menggunakan sihir elemen di dunia ini (dimensi ini).
Tanpa menjawab perkataan para bandit, Reyhan maju dengan gesit.
1,
Tebasan pertama telah memisahkan salah kepala bandit dari tubuhnya, dan masih tersisa 6 bandit lagi. Reyhan mendekati bandit yang terdekat, ia melompat dan memutar tubuhnya.
2,
3,
Reyhan berhasil menebas 2 kepala bandit dari tubuhnya. Dan tersisa 4 bandit lagi. Tapi saat ia mendekati para bandit itu, tiba-tiba salah satu dari dari keempat bandit itu menyerang dengan elemen petirnya.
Tapi Rehyan berhasil menghindarinya, Reyhan langsung mendekati keempat bandit itu dan menyerangnya. Terjadilah pertaruang 4 lawan 1, ketiga prajurit Kerajaan Wan hanya bisa diam membisu ketika melihat perubahan yang terjadi pada putra mahkota (Reyhan). Dulu yang terkenal mengampuni lawannya, tapi sekarang terlihat sangat-sangat berbeda.
4,
5,
6,
Reyhan berhasil membunuh para bandit, dan kini tersisa tinggal satu bandit lagi.
"Siapa dirimu ?" tanya bandit itu, karena ia terlihat takut, padahal ia tadi berhasil menyerang dan meninggalkan luka di lengan Reyhan.
Namun nyalinya menciut saat melihat luka Reyhan menutup kembali dan sembuh seperti tidak terjadi ada pertarungan. Begitu juga dengan ketiga prajurit Kerajaan Wan yang melihat itu hanya bisa diam tanpa berkata apa-apa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Hilmiya Kasinji
hmmm...hebat
2024-05-20
0
Anak Umak
bisu kek nya MC nya ni, gk ada dialog ap?
2024-03-08
1
rizky nandala
lanjut
2023-12-30
0