Jing Mi menceritakan pertemuannya dengan Putra Mahkota Rey Hann Wan kepada Selir May Lee, yang dimana Rey Hann ternyata masih hidup. Awalnya Selir May Lee tidak percaya, tapi Jing Mi berusaha meyakinkannya dan akhirnya Selir May Lee percaya dan ia merasa senang jika Putra Mahkota Rey Hann masih hidup, meskipun Rey Hann tidak lahir dari rahimnya, tapi ia juga menyayanginya.
"Kita harus memberitahukan ini kepada Permaisuri Xia." kata Selir May Lee, ia juga bahagai ternyata Putra Mahkota Rey Hann masih hidup.
Selir May Lee dan Putri Jing Mi segera menyudahi pembicaraan mereka. Mereka berdua pergi keluar dari kediaman Selir May Lee dan diikuti oleh pelayan pribadi mereka. Mereka pergi menuju Kediaman permaisuri Xia. Beberapa selang akhirnya mereka telah sampai di Kediaman permaisuri Xia.
Ternyata di dalam kediaman permaisuri Xia mereka bertemu dengan selir Bao Yu. Selir Bao Yu sedang menemani permaisuri Xia di kamar. Selir May Lee dan Putri Jing Mi mendekati mereka.
"Salam yang mulia permaisuri." ucap Selir May Lee dan Putri Jing Mi bersamaan.
Permaisuri Xia hanya mengangguk kepalanya. "Adik, kau cukup memanggilku kakak saja tak perlu seperti itu."
Lalu mata permaisuri Xia mengalihkan pandangannya ke arah Putri Jing Mi. "Begitu pun juga kepadamu putri Jing Mi, kau hanya cukup memanggilku ibunda juga."
Selir May Lee dan Putri Jing Mi pun mengiyakan ucapan permaisuri Xia. Selir May Lee dan Putri Jing segera duduk di tepi kasur bersebelahan dengan selir Bao Yu.
"Ada apa adik dan putri Jing datang kemari ?" tanya permaisuri Xia, begitu juga dengan selir Bao Yu.
Selir May Lee melirik ke arah Putri Jing Mi, Jing Mi yang dilirik pun paham. "Sebenarnya, hamba ingin memberi tahu kepada ibunda Xia bahwa..."
"Bahwa apa ?" tanya permaisuri Xia.
"Putra Mahkota Rey Hann masih hidup." jawab Putri Jing Mi.
Selir Bao Yu terkejut mendengar ucapan Putri Jing Mi, sedangkan permaisuri Xia hanya menyipitkan matanya kepada mata Putri Jing Mi untuk melihat kebohongan atau tidak.
"Apa kau yakin dengan apa yang kau bicara ?" tanya permaisuri Xia.
"Hamba yakin ibunda Xia, saat pulang dari Kerajaan Ho, hamba bertemu dengan Putra Mahkota Rey Hann." jawab Putri Jing Mi dengan tegas.
Permaisuri Xia tersenyum. "Seperti perasaanku, bahwa putraku masih hidup, ia tak mungkin mati."
"Bisa kau menceritakan pertemuanmu dengan Putra Mahkota ?"
Putri Jing Mi menceritakan kepada Permaisuri Xia tentang pertemuannya dengan Putra Mahkota Rey Hann. Ia menceritakan sedetail mungkin, dari ia di cegah oleh sekelompok bandit, sampai-sampai ia pun ia menceritakan perubahan yang ada di dalam diri putra mahkota Rey Hann menurut pandangannya. Dari segi penampilan, gaya bertarung, sikap dan cara berbicaranya.
Permaisuri Xia tersenyum mendengar cerita Putri Jing Mi, tapi ia merasa sedih karena Putra Mahkota Rey Hann tidak pulang bersama Putri Jing Mi. Putri Jing Mi menjelaskan bahwa putra Mahkota Rey Hann belum bisa pulang karena ada beberapa hal yang harus ia urus.
"Tapi kata Kakak Rey Hann bilang "lihat saja nanti", waktu hamba menanyakan apakah ia akan hadir di perayaan ulang tahun Putri Mahkota Lin Wei." kata Putri Jing Mi, Permaisuri Xia hanya bisa mengela nafasnya, ia menerima keputusan putra mahkota.
"Apa perlu hamba beritahu kepada yang mulia Raja ?" tanya Putri Jing Mi.
Mendengar pertanyaan dari Putri Jing Mi, Selir May Lee dan Selir Bao Yu menatap ke arah permaisuri Xia, seakan meminta persetujuan.
Permaisuri Xia mengerti dari tatapan dari selir May Lee dan Selir Bao Yu, ia pun menjawab. "Kita tidak perlu kasih tau, kemungkinan jika kita kasih tau, belum tentu yang mulia Raja percaya."
"Bukankah kalian sudah paham dengan sifat yang mulia Raja ?" tanya permaisuri Xia.
Selir May Lee, selir Bao Yu, dan Putri Jing Mi hanya bisa diam dan mengangguk kepalanya. Mereka semua paham sifat Raja Wan yang tak mudah percaya. Raja Wan hanya percaya jika memang ada bukti nyata yang ada di depan matanya.
.
.
Hari sudah mendekati gelap malam. Disisi lain, di kediaman Putri Mahkota Lin Wei Wan. Saat ini Putri Mahkota Lin Wei hanya bisa menatap jendela kamarnya, ia terdiam dan memikirkan perayaan ulang tahunnya yang ke 20 tahun. Dan juga dimana Raja Wan, sang ayah akan mengumumkan dan meresmikan bahwa Pangeran Jian Heeng mengisi kedudukan Putra Mahkota, mengganti Rey Hann Wan, yang tak lain adik kandungnya.
"Sudah setahun lebih." gumannya.
Saat ini Putri Mahkota Lin Wei memikirkan adik kandunhnya, Rey Hann. Ia masih tidak percaya bahwa adik kandungnya telah dinyatakan tewas. Meski ia selalu dingin dan tak pernah memperhatikan memperhatikannya, tapi di dalam lubuk hatinya, ada rasa penyesalan karena ia selalu dingin kepada Putra Mahkota Rey Hann.
Putri Mahkota Lin Wei teringat kembali, dimana saat Putra Mahkota Rey Hann selalu ramah kepada siapapun. Saat ia selalu besikap dingin, Putra Mahkota Rey Hann selalu membalas senyuman tulus.
"Andai engkau masih hidup adikku, aku akan bersikap hangat kepadamu." gumannya.
.
.
Disisi Lain Di lapangan pelatihan terlihat sepasang gadis kembar yang baru saja selesai berlatih untuk meningkatkan sihir elemennya. Sepasang gadis kembar itu bernama An Niu Wan dan Zhu Niy Wan. Mereka berdua putri kembar Raja Wan dari Selir Bao Yu.
An Niu Wan sebagai Putri Kerajaan Wan setelah Putri Mahkota Lin Wei Wan. Putri An Niu memiliki bakat sihir elemen Api. Sedangkan Putri Zhu Niu memiliki bakat sihir elemen Tanah. Mereka berdua selalu kompak dalam melakukan sesuatu, namun terkadang mereka juga jarang kompak hanya karena masalah sepele.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Otaku
kebiasaan cewek klo dah ditinggal pergi baeu nyesel/Facepalm/
2024-04-05
0
fifid dwi ariani
trus semangat
2023-10-05
0
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor, Tetap Semangat yaaa... ulangannya janganlah yang susah²....😛😀💪👍👍👍
2023-06-09
0