Reyhan hanya mengela nafasnya, ia tau bahwa ini semua adalah akal-akalan saudara tirinya, pangeran Jian Heeng Wan. Ia sudah paham sifat saudara saudarinya yang menjauhinya cuma hanya terlihat berbeda dan tak memiliki bakat sihir elemen sama sekali.
.
.
Kerajaan Wan.
Dalam istana semua pelayan sedang mempersiapkan ruangan aula besar untuk perayaan ulang tahun putri mahkota, yang bernama Li Wei Wan, lebih tepatnya Kakak kandung Putra Mahkota Rey Hann Wan. Putri Mahkota Lin Wei selalu hangat hangat kepada keluarga Kerajaan, bahkan kepada saudari tirinya. Ia tidak terlalu suka kepada pangeran Jian Heeng Wan, adik tirinya. Putri Mahkota paham sikap dibalik senyuman pangeran Jian.
Sebenarnya waktu kecil, Putri Lin Wei menyayangi, adik kandungnya, putra mahkota Rey, hanya saja karena melihat sifat Raja Wan sang Ayah selalu dingin tak pernah memberi perhatian kepada putra mahkota, ia menjadi ikut dingin kepada adiknya. Ditambah putra mahkota Rey tidak memiliki bakat sihir elemen, ia semakin tidak peduli kepada adiknya.
Putri Lin Wei menyayangi adik-adik tirinya, mereka selalu kompak dalam melakukan sesuatu. Ia memiliki warna rambut hitam, dan warna merah di matanya seperti Raja Wan. Ia mewarisi kecantikan wajah ibundanya, permaisuri Xia He Shin. Hanya saja ia tak mewarisi warna rambut rambut e seperti permaisuri Xia, hanya putra mahkota Rey yang mewarisi warna rambut pirang keemasan.
Saat ini putri mahkota Lin Wei Wan berjalan bersama pelayan pribadinya menuju kediaman permaisuri Xia.
"Hormat yang mulia permaisuri." ucap Lin Wei.
"Cukup panggil ibunda putriku." balas permaisuri Xia.
"Baik ibunda." jawab Lin Wei.
Pelayan pribadi permaisuri Xia dan pelayan Lin Wei pergi keluar dari kamar kediaman permaisuri Xia. Lin Wei mendekati permaisuri Xia dan duduk bersamaan di tepi ranjang.
"Ada putriku, sampai dirimu datang kediaman ibunda ?" tanya permaisuri Xia.
"Hamba masih khawatir dengan kesehatan ibunda." kata Lin Wei.
"Tidak perlu khawatir, ibunda sudah sehat kembali." jawab permaisuri Xia, seketika wajahnya bersedih.
"Ibunda kenapa ?" tanya Lin Wei khawatir, karena melihat wajah permaisuri Xia bersedih.
"Ibunda hanya merindukan adikmu, ibunda masih yakin adikmu masih hidup." jawab permaisuri Xia.
"Sudah ibunda jangan bersedih, hamba juga yakin pasti adik masih hidup."
Putri Lin Wei juga merasakan sedih ketika mendapat kabar bahwa adik kandungnya (putra mahkota Rey Hann Wan) telah dinyatakan tewas. Putri Lin Wei memang selalu dingin kepada Rey Hann, hanya saja dibalik sikap dinginnya, ia masih menyayangi adiknya. Ia bersikap dingin karena terpengaruh ucapan Raja Wan. Raja Wan menganggap Putra Mahkota Rey Hann, anak yang tidak berguna karena dari Kerajaan, Bangsawan. Bahkan ketiga saudarinya juga bersikap sama dengannya.
Raja Kong Lin Wan memiliki sihir elemen Api dan Petir, dan Permaisuri Xia He Shin hanya bisa memiliki satu elemen, yaitu Air. Sedangkan kedua selir Raja Wan sama-sama memiliki sihir elemen Tanah.
Raja Wan memiliki 2 anak dari permaisuri Xia, yaitu Putri Mahkota Lin Wei Wan dan Putra Mahkota Rey Hann Wan. Dari 2 anak itu hanya Putri Mahkota Lin Wei Wan yang memiliki sihir elemen, Air dan Petir.
Raja Wan juga memiliki 2 anak dari Selir Pertama (May Lee Ho), yaitu Pangeran Jian Heeng Wan dan putri Jing Mi Wan. Pangeran Jian Heeng memiliki sihir elemen Api dan Tanah. Sedangkan Putri Jing Mi Wan hanya memiliki sihir elemen tanah.
Dan yang terakhir Raja Wan juga memiliki putri kembar dari Salir Ledua (Bao Yu), yang pertama bernama An Niu Wan dan Zhu Niu Wan. An Niu Wan hanya memiliki sihir elemen Api, sedangkan Zhu Niu Wan memiliki sihir elemen Tanah.
Dari seluruh anggota Kerajaan, hanya Putra Mahkota Rey Hann Wan. Raja Wan hanya bisa mendiaminya jika Putra Mahkota Rey Hann tidak berbuat masalah. Tapi waktu dimana putra mahkota Rey Hann dituduh meracuni permaisuri Xia. Raja Wan sangat murka, sebenarnya ia ingin memberi hukuman penggal, tapi mengingat bahwa Rey Hann adalah putra pertamanya, ia tidak jadi memberi hukuman penggal. Raja Wan memberi hukuman kepada Rey Hann untuk diasingkan selama setahun di pedesaan masyarakat biasa. Raja Wan melakukan itu supaya Rey Hann merasa malu ketika melihat masyarakat biasa juga bisa menggunakan sihir elemen.
Beberapa hari kemudian Raja Wan memberi perintah kepada salah satu pengawal untuk memantau Rey Hann. Tapi kabar yang bawa pengawal itu setelah kembali adalah kabar duka. Pengawal itu menemukat jasad para pengawal putra mahkota Rey Hann tewas. Sedangkan jasad putra mahkota Rey Hann tidak ditemukan. Ditambah kondisi permaisuri Xia sedang dalam keadaan masa pengobatan dari racun pelumpuh.
Setengah tahun sebelumnya, permaisuri tidak bisa bergerak, ia terus berbaring di ranjang tidurnya, ia hanya bisa mendengar dan memenjam membuka matanya. Hampir setengah tahun terlewati, keadaan permaisuri Xia sudah membaik, bahkan kedua selir Raja Wan yang dibantu oleh para pelayannya dan tabib. Mereka rutin merawat dan menjaga permaisuri Xia dengan telaten hingga keadaannya membaik.
Permaisuri Xia sudah bisa bangun dari ranjangnya dan menggerakan anggota tubuhnya. Hanya saja ia masih belum diperbolehkan untuk berjalan keluar dari kediamannya. Hati Permaisuri Xia hancur saat mendengar bahwa putra kesayangnya dinyatakan telah tewas. Permaisuri Xia tetap tegar, ia tidak percaya berita itu jika ia tidak melihat jasad putra mahkota Rey Hann dengan matanya sendiri.
Raja Wan juga berencana saat perayaan ulang tahun putri mahkota, ia akan mengumumkan pengangakatan pangeran Jian Heeng Wan menjadi Putra Mahkota. Karena semua Bangsawan dan Kerajaan tetangga juga mengetahui berita putra mahkota Rey Hann telah tewas dibunuh.
Sebelumnya kehidupan Putra Mahkota Rey Hann Wan selalu mendapat tatapan dingin dari Raja Wan, bahkan sifatnya berpengaruh kepada semua anak-anaknya sehingga mereka memberi jarak kepadanya. Dari usia mereka kecil sampai remaja, masih saja selalu dingin kepada Rey Hann, tapi apa balasan dari Rey Hann ? Ia selalu membalas dengan senyuman tulus yang ja miliki, ia memiliki hati lembut seperti ibundanya, permaisuri Xia He Shin.
Ditambah Pangeran Jian Heeng Wan, ia merasa tidak adil, karena dimana Rey Hann tidak memiliki sihir elemen sama sekali di posisi Putra Mahkota. Sedangkan dirinya yang memiliki 2 sihir elemen, hanya si posisi Pangeran. Jadi Jian Heeng selalu memberi rasa benci kepada Rey Hann, ia berencara menjatuhkan Rey Hann dengan cara menyuruh pengawal setia memberi racun pelumpuh pada cemilan bulan kepada permaisuri Xia, dan menyimpan botol berisi racun itu di kediaman Rey Hann.
Dan waktu Rey Hann Wan akan dikirim ke tempat pengasingan, Jian Heeng mengirim pembunuh bayaran untuk membunuhnya. Setelah mendapat kabar dari pembunuh bayarannya bahwa Rey Hann tewas jatuh ke jurang hutan terlarang, itu kabar yang cukup puas menurut Jian Heeng. Selama setahun lebih posisi mahkota kosong setelah kabar tewasnya Rey Hann menyebar. Dan baru mendengar Raja akan mengangkatnya menjadi Putra Mahkota saat perayaan ulang tahun putri mahkota, ia merasa sangat senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Sak. Lim
terus bgga lo kira uda sukses rencana lo songong
2023-12-31
0
Sak. Lim
itulah goblokkkk naaaaaaif idioooooot pikirin picik
2023-12-31
0
fifid dwi ariani
trus Ceria
2023-10-05
0