"Jika kau ingin bertarung denganku, maka dengan senang hati kulayani." ucap Reyhan tegas.
Orang berjubah hitam itu terkejut melihat banyak cahaya, ditambah setiap dari cahaya itu mengeluarkan banyak jenis pedang dan jenis tombak. Reyhan mengarahkan tangan kanannya ke arah orang berjubah itu.
Satu bersatu pedang dan tombak meluncur menyerang orang berjubah itu seperti anak panah. Orang itu kewalahan, ia masih menumpangi singa besarnya, dengan segera ia dan singanya berlari untuk menghindari serangan Reyhan.
Jiwa semangat Reyhan semakin membara, ia pun langsung juga menggerakan pedang-pedangnya meluncur satu persatu untuk menyerang orang berjubah itu. Orang itu menggunakan sihir elemen Tanahnya dalam bentuk perisai agar tidak terkena serangan. Reyhan pun semakin jadi meluncurkan Semua pedang-pedangnya, bahkan tombak-tombaknya juga diluncurkan.
Reyhan tidak tanggung-tanggung menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan perisai musuhnya. Perisai tanah milik musuh pun hancur. Orang itu tetap menghindari serangan Reyhan yang bertubi-tubi tiada habis. Bahkan singanya juga merasa kewalahan untuk menghindari serangan Reyhan.
Orang berjubah itu segera membalas serangan Reyhan, sambil menunggangi singanya yang berlari ke arah Reyhan, dengan tongkatnya ia merapal mantra sihir, dan muculnya di dihadapan Tanah berbentuk bola. Dan munculah Api menyelimuti bola tanah itu, semakin besar bola api itu. Orang itu melempar bola apinya ke arah Reyhan.
Reyhan yang mendapat serangan dari orang berjubah itu, ia berusaha menghentikan gerakan bola api itu yang datang ke arahnya. Dengan serang pedang dan tombak bertubi-tubi, akhirnya bola api itu hancur. Seketika orang berjubah muncul dan lompat kearah Reyhan dari punggung singanya. Tangan sudah diselimuti tanah dan api, dan siap untuk menghanjar Reyhan.
Karena jaraknya sangat dekat, Reyhan tidak sempat menghindar dari serangan kejutan dari orang berjubah itu.
Buaghh !!
Reyhan terpukul keras, dan tubuhnya terpental, orang berjubah hitam itu merasa puas dengan serangan yang dihasilnya. Reyhan yang tergeletak di tanah dengan lukanya, tapi dalam sekejap lukanya, dan ia segera bangun. Orang berjubah hitam itu terkejut tak main melihat tubuh Reyhan meregenerasi, ditambah Reyhan masih bisa memunculkan dua cahaya, dan keluarlah dua pedang dari dua cahaya itu.
Jiwa pertarung Reyhan semakin menjadi-jadi saat memegang kedua pedangnya di tangan kanan dan kirinya dan ia mulai memasang kuda-kuda. Orang berjubah itu melihat cara Reyhan memegang kedua pedangnya yang menurutnya asing. Reyhan memegang pedang di tangan kanan Reyhan terlihat posisinya terbalik menghadap ke belakang. Sedangkan pedang yang ada di tangan kirinya dipegang cara biasa, lebih tepatnya posisinya menghadap depan.
Orang berjubah itu segera berlari ke arah Reyhan, Reyhan pun juga berlari ke arah orang berjubah itu. Mereka saling menyerang dan menangkis, tak ada celah dari Reyhan, orang itu kewalahan melawan gaya bertarung Reyhan. Tiba-tiba singa besar milik orang berjubah itu, menyerang Reyhan dari belakang.
Orang berjubah itu tersenyum melihat singanya melakukan serangan dari belakang Reyhan.
JLEB !!
Mata orang itu terbelalak terkejut melihat singanya tiba-tiba terjatuh ke tanah. Tubuh singa itu tertancap tombak yang tiba-tiba keluar dari cahaya yang muncul dari punggung Reyhan dan menyerang singanya. Orang berjubah itu menghentikan serangannya, kini ia melihat Singanya yang kini berusaha bangun.
"Bangunlah !!" teriak orang berjubah itu.
Reyhan terkejut mendengar teriakan orang berjubah itu seperti perempuan. "Kau perempuan ?"
Orang berjubah itu terdiam mendengar pertanyaan dari Reyhan. Ia segera mengebuah tongkatnya menjadi pedang dan berlari menyerang Reyhan. Reyhan dengan mudahnya menghidar jauh dari orang berjubah itu. Reyhan melihat orang itu sudah tidak menyerangnya lagi, tapi orang itu berlari ke arah singanya yang sudah terdiam dam tak bergerak karena tombaknya menembus tubuh singa besar itu.
Dengan cepat Reyhan mengeluarkan rantainya dari cahaya ruang kekayaannya.
Ujung rantainya meluncur ke arah orang berjubah itu, dan mengikatnya.Orang berjubah itu sudah tidak bisa bergerang melangkah, karena tubuhnya terikat rantai milik Reyhan. Tubuh, tangan, dan kakinya mencoba meronta-ronta untuk lepas dari rantai itu. Yang ada semakin ia bergerak, semakin erat rantai mengikatnya.
Reyhan berjalan mendekati orang berjubah hitam itu. Orang berjubah itu segera menyembur serangan sihir elemen api dari mulut. Reyhan mendapat serangan itu, ia hanya menggunakan cahaya ruangnya, dan membelokan serangan semburan api dari orang berjubah itu. Orang berjubah itu terkejut melihat Reyhan dengan mudah membelokan serangannya. Reyhan pun berjalan semakin dekat dihadapan orang berjubah itu.
"Menyerahkanlah." ucap Reyan dingin, dan melepas kain jubah yang menutup kepalanya.
Reyhan terkejut melihat wajah orang berjubah hitam itu ternyata seorang perempuan. Bahkan mukanya sangat cantik, tapi Reyhan segera mengkondisikan rasa terkejutnya dan menjadi dingin lagi. Reyhan pun mengintrogasikan perempuan di hadapannya, ditambah cahaya-cahaya ruang kekayaannya muncul melingkari perempuan itu, dan mengeluarkan pedang-pedangnya ke arah perempuan itu.
"Apa tujuanmu ? Kenapa kau tiba-tiba menyerangku ?" tanya Reyhan dingin.
Perempuan itu tidak menjawab, hanya memasang wajah dingin ke arahnya. Reyhan pun mengeluarkan cahayanya didekat kepala singanya perempuan itu dengan pedang, sebagai tanda peringatan. Sedamgkan perempuan itu terkejut melihanya dan menangis. Reyhan melakukan itu hanya agar perempuan itu mau menjawab dan berkata jujur.
"Jangan sakiti temanku, kumohon hanya dia yang kupunya." kata perempuan itu.
Reyha melihat sorot mata perempuan itu untuk mencoba mencari kebohongan, hal hasil Reyhan menghilangkan, cahaya-cahayanya yang melingkari perempuan itu. Reyhan juga menghilangkan cahaya yang ada di dekat kepala singa. Reyhan pun juga menghilangkan tombak yang masih menembus tubuh singa besar itu. Lalu ia menggunakan kekuatan regenerasinya untuk menyembuhkan luka singa itu. Dan si singa besar itu hanya tertidur.
Perempuan itu terkejut tak main melihat apa yang di lakukan oleh Reyhan. Tapi Reyhan tetap mengikat tubuh perempuan itu dengan rantai miliknya.
"Jawab pertanyaanku, aku tidak akan mengulang pertanyaanku ketiga kalinya." ucap Reyhan tegas tapi berkesan dingin.
Perempuan itu menelan salivanya. Tapi melihat penampilan Reyhan yang bertelanjang dada, ditambah tato garis merah di dadanya, dan rambutnya yang tidak panjang, itu menurutnya sangat tampan. Ia bahkan terpesona penampilan Reyhan.
Tapi ia mencoba menepis pikirannya tapi sulit, apalagi jantungnya berdebar karena saat ini Reyhan sudah ada dihadapannya. Bahkan sebelumnya saat ia menyerang Reyhan, matanya terkadang melirik tubuh Reyhan, ia terpesona bentuk tubuh six packnya.
"Apa tujuanmu ? Kenapa kau tiba-tiba menyerangku ?" tanya Reyhan dingin.
"Aku hanya mengira kamu orang jahat." jawab perempuan itu.
"Kau mengira aku orang jahat ?" sahut Reyhan, ia melihat mata perempuan untuk mencari kebohongan, dan ternyata tidak ada kebohongan sama sekali.
"Aku tampan-tampan begini, kamu mengira aku orang jahat ?" lanjutnya.
"Hahh...??"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Abing Blues 82
belepotan hadeeeh 😂
2024-04-07
0
fifid dwi ariani
trus Ceria
2023-10-05
0
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍
2023-06-09
0