"Aku hanya mengira kamu orang jahat." jawab perempuan itu.
"Kau mengira aku orang jahat ?" sahut Reyhan, ia melihat mata perempuan untuk mencari kebohongan, dan ternyata tidak ada kebohongan sama sekali.
"Aku tampan-tampan begini, kamu mengira aku orang jahat ?" lanjutnya.
"Hahh...??" sahut perempua itu terkejut.
"Cukup terkejutnya, kamu siapa ?" tanya Reyhan.
"Lepas dulu rantai ini, baru aku kasih tau siapa aku." jawab perempuan itu terlihat sedikit angkuh.
"Tidak !! Yang ada kamu akan melarikan diri." kata Reyhan.
"Mana mungkin aku bisa melarikan diri, sedangkan temanku tertidur, mana mungkin aku pergi tanpa temanku." balas perempuan itu.
"Teman ?" sahut Reyhan.
"Teman yang mana, kamu hanya sendiri." lanjutnya.
"Astaga.., itu tuh temanku." ucap perempuan itu sambil menunjuk ke arah singa menggunakan dagunya.
Reyhan melihat arah yang ditunjukan ke arah seekor singa yang barusan ia lawan, Reyhan mengangguk-angguk kepalanya. Lalu ia melepas perempuan itu dari rantainya. Perempuan itu merasa senang akhirnya bisa terlepas dari ikatan rantai yang menurutnya sangat sakit, padahal ia hanya bergerak sedikit, seketika rantai itu mengerat.
Perempuan itu segera mengambil tongkatnya dan berjalan menuju singanya yang masih tertidur. Lalu matanya tertuju ke arah cahaya di dekat Reyhan, cahaya itu muncul, lalu rantai yang bekas mengikatnya, masuk ke dalam cahaya itu. Perempuan itu begitu terkejut melihat yang menurutnya sangat langka, bahkan belum ada orang yang bisa melakukan seperti itu.
Lalu perempuan itu melihat sekelilingnya, ia terkejut. "Kemana pedang-pedangmu ?"
"Apa ?" sahut Reyhan sambil memakai kembali jubah merahnya kembali.
"Itu pedang yang tadi keluar dari cahaya-cahayamu tadi." jawab perempuan itu.
"Telah hilang dan pergi kembali ke asalnya." jawab Reyhan asal.
Perempuan itu terkejut melihat pedang-pedang dan tombak-tombak di sekelilingnya memudar seperti butiran debu keemasan. Ia pun juga baru menyadari pada laki-laki dihadapannya, karena rambutnya pendek, setahunya laki-laki pada umumnya berambut panjang dan diikat. (Umum di zaman kuno)
"Siapa kamu ?" tanya Reyhan, mengalihkan pembicaraan, karena ia juga masih penasaran dengan perempuan yang ada di depannya.
Perempuan itu tersadar dari lamunannya. "Aku Xiu Juan, aku seorang petualang."
_____________________________________________
TOKOH VISUAL.
Xiu Juan. (17th)
Keahlian :
- Bela Diri, Berpedang, & Berburu.
- Sihir Elemen : Api & Tanah.
Hewan Spiritual :
- Singa.
.
.
_____________________________________________
"Lalu kenapa kamu tadi, tiba-tiba penyerangku ?" tanya Reyhan.
"Bukannya aku sudah kasih tau, aku mengira kau itu orang jahat." jawab perempuan itu bernama Xiu Juan dengan kesal.
"Seharusnya kau bertanya dulu baik-baik." balas Reyhan.
"Huhhh... Baiklah maafkan aku." jawab Xiu Juan.
Reyhan masih curiga kepada perempuan yang ada dihadapannya. Padahal awal pertemuannya dengan Xiu Juan ada aura kegelapan. "Kemana auramu ?"
Xiu Juan mengernyit dahinya. "Auraku ?"
"Sebelum kau menyerangmu aku merasakan aura kegelapan darimu." kata Reyhan.
Xiu Juan mengangguk-angguk kepalanya seakan ia mengerti apa yang dimaksud oleh laki-laki dihadapannya. "Itu bukan auraku."
"Lalu, kenapa tadi aura kegelapan itu muncul darimu ?" tanya Reyhan.
"Itu aura milik temanku." jawab Xiu Juan sambil menunjuk sahabat singanya yang sedang tertidur.
"Sahabatku ini adalah hewat spiritual, jika sudah terjalin kontrak, maka aura dari hewan spiritual itu, bisa juga muncul dari majikannya." lanjutnya menjelaskan.
"Jadi kau majikan dari singa ini ?" tanya Reyhan sambil menunjuk singa yang sedang tertidur.
"Bisa dibilang seperti itu, hanya saja aku lebih menganggapnya sebagai temanku." jawab Xiu Juan.
"Ya sudah kalo begitu. Kuperingatkan, jika kau bertemu dengan orang asing, lebih baik kau bertanya dulu jangan asal main serang. Kecuali jika orang asing itu tiba-tiba menyerangmu, baru kau balas kembali." kata Reyhan panjang lebar.
Reyhan berniat meninggalkan Xiu Juan yang masih menemani singa itu tertidur. Namun Reyhan mengehentikan langkah kakinya, karena Xiu Juan memanggilnya.
"Kau mau kemana ?" tanya Xiu Juan.
"Aku mau pergi, apa pedulimu." jawab Reyhan dingin dan tanpa membalikan tubuhnya.
"Apa aku boleh ikut denganmu ?" tanya Xiu Juan penuh harap, karena ia penasaran dan tertarik kepada Reyhan.
"Terserah." jawab Reyhan dingin.
Xiu Juan segera membangunkan singanya, lalu singanya terbangun. Awalnya singa mengaum kepada Reyhan dan akan menyerang. Singa itu marah karena Reyhan menyerang dengan meluncurkan tombak dan tercantap tubuhnya hingga tembus.
Tapi Xiu Juan segera menenangkannya, dan menjelaskan bahwa semuanya sudah damai, dan ia juga menjelaskan bahwa Reyhan telah menyembuhkan lukanya. Akhirnya singa itu kembali tenang, Xiu Juan mengajak singanya untuk mengikuti Reyhan pergi. Sang singa hanya patuh dengan kata-kata majikannya.
Hari sudah mendekati tengah malam. Reyhan berjalan kaki menuju wilayah Kerajaan Wan untuk pulang. Tapi sebelum itu ia berencana mencari penginapan, ia tidak mungkin langsung pulang ke istana Kerajaan, karena ia tidak sendiri.
Reyhan berjalan bersama perempuan berjubah hitam, yang sebelumnya ia lawan. Perempuan itu tak lain, Xui Juan dan bersama hewan kontraknya. Xiu Juan menunggangi singa besarnya dan mengikuti Reyhan dari belakang. Xiu Juan baru menyadari bahwa ia belum mengetahui siapa laki-laki yang sedang ia ikuti.
"Namamu siapa ?" tanya Xiu Juan.
"Reyhan." jawab Reyhan dingin, tanpa menoleh, kepalanya terus fokus kepandangan kedepan, dan tetap melangkahkan kakinya.
"Dingin sekali dia." batin Xiu Juan.
"Kalo boleh tau, tadi sihir elemen apa ?" tanya Xiu Juan, karena ia sangat penasaran kepada Reyhan.
Xiu Juan tak penah melihat sihir yang digunakan Reyhan yang menurutnya sihir jenis apa. Karena setahunya bagi orang yang memiliki sihir elemen, antara Api, Air, Petir, Tanah, Angin dan sejenisnya.
"Apa sihir elemen milikmu adalah besi ?" tanya Xiu Juan asal.
"Aku tak punya sihir elemen." jawab Reyhan.
"Mustahil, di dunia ini semua orang pasti punya sihir elemen." balas Xiu Juan.
"Meskipun itu juga untuk keperluan masing-masing." lanjutnya sambil nyengir kuda.
"Tapi kenyataannya aku tidak memiliki bakat sihir elemen pada diriku." jawab Reyhan.
"Lalu tadi apa ? Kenapa kau bisa mengeluarkan banyak jenis senjata ?" tanya Xiu Juan.
"Itu hanya anugrah yang kumiliki." jawab Reyhan bohong, tapi ia masih bisa menyembunyikan kebohongan karena ia pernah menyamar saat bertugas waktu di kehidupan sebelumnya di dunia modernnya.
Dengan polosnya, Xiu Juan percaya begitu saja. Di dalam batin Reyhan tersenyum tipis melihat kepolosan yang ada pada di diri Xiu Juan. Dipikirannya, ia juga penasaran dengan perempuan yang benama Xiu Juan ini. Tapi ia segera menepisnya, karena ia teringat, dimana ia mengenal wanita di kehidupan sebelumnya waktu di zaman modern.
Tak lama ia akan memasuki wilayah Kerajaan Wan, dan telihat kota di dalamnya. Reyhan pun sedikit menoleh kepalanya ke belakang dan melirik ke arah singa besar yang masih ditunggangi oleh Xiu Juan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus sukses
2023-10-05
0
Yadi
ini yg kedua kalinya gue ngulang.. gue baca novel ini pada tahun 2021.. sekarang 2023 🤣🤣
2023-09-05
0
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍🙏
2023-06-09
0