"Maaf yang mulia Raja, hamba ingin memberitahu bahwa diluar ada..." belum selesai pengawal itu berbicara, terdengar suara langkah kaki masuk ke dalam aula besar Kerajaan.
Tap.
Tap.
Tap.
Tap.
Suara langkah kaki terdengar di telinga semua orang-orang yang ada di aula Kerajaan, pandangannya beralih ke arah sumber suara langkah kaki itu. Terlihat laki-laki berjalan, dengan memakai jubah merah. Yang lebih mencolok lagi warna rambutnya, pirang keemasan hanya saja rambutnya pendek. Dan warna matanya merah seperti Raja Wan dan anak-anaknya.
Benar laki-laki itu adalah Putra Mahkota Rey Hann Wan, lebih tepatnya itu hanya tubuhnya yang sudah ditempati rohnya Reyhan. Semua orang-orang di aula Kerajaan terpaku melihat kedatangannya. Permaisuri Xia menatap putra kandungnya yang selama ini dinyatakan telah tewas, matanya sudah berkaca-kaca. Begitu juga dengan Selir May Lee dan Selir Bao Yu, mereka berdua terkejut sekaligus senang.
Permaisuri Xia ingin sekali memeluknya tapi ia urungkan karena ia harus menjaga sikapnya sebagai permaisuri Kerajaan. Begitu juga dengan saudari-saudarinya melihat Rey Hann yang masih hidup, An Niu dan Zhu Niu terkejut melihatnya. Mereka berdua tidak menyangka bahwa kakaknya masih hidup.
Terutama Putri Mahkota Lin Wei, hatinya merasa senang, apa yang ceritakan Putri Jing Mi semua sesuai kemyataannya bahwa Putra Mahkota, Rey Hann masih hidup. Sedangkan Putri Jing Mi, dia tersenyum melihat Rey Hann datang di acara perayaan. Awalnya ia kahwatir dan ragu bahwa Rey Hann tidak akan datang. Namun kenyataannya Rey Hann benar-benar datang.
Raja Wan melihat laki-laki yang berjalan ke arahnya, ia terpaku melihat kedatangannya. Rey Hann, sang Putra Mahkota telah kembali pulang setelah dinyatakan tewas saat pemberangkatan ke tempat pengasingan. Apalagi perubahan penampilan rambutnya, meski warna rambutnya masih pirang keemasan seperti permaisuri dan memiliki warna merah dimatanya seperti miliknya. Tapi rambutnya sudah yang tidak panjang seperti dulu, atau seperti pada laki-laki dewasa yang rambutnya panjang pada umumnya.
Semua orang-orang di aula Kerajaan Wan, mereka juga terdiam melihatnya. Ditambah lagi penampilannya yang sudah berubah, dan terlihat seperti pemimpin yang tegas dan berwibawa saat berjalan memasuki aula Kerajaan. Setelah berada dihadapan Raja Wan, permaisuri dan selir-selirnya. Lalu Reyhan berlutut dengan lutut kaki kirinya menyentuh lantai aula.
"Salam yang mulia Raja Wan." ucap Reyhan tegas dan berkesan dingin.
Semua anggota kerajaan Wan terkejut mendengar suara Putra Mahkota Rey Hann. Mereka yang selama ini mengenal Rey Hann dari kecil sampai sebelum dituduh melakukan kejahatan, ia selalu berkesan hangat, dan tak pernah dingin.
.
.
"Apa kuucapkan benarkan ?" batin Reyhan.
Lalu Raja Wan kembali sadar dari diamnya, lalu ia berdehem. "Bangunlah putraku."
"Putraku ? Yang benar saja. Kau menganggapku sebagai putramu, ayolah, hey aku sebenarnya lebih tua darimu." batin Reyhan.
Reyhan masih merasa konyol, Bisa-bisanya ia dianggap pria yang umurnya lebih muda darinya. Di dunia modern, sebelum tewas dan berpindah dimensi, ia sudah berumur 45 tahun dan berstatus duda. Dan kali ini ia menempati tubuh seorang remaja yang masih berumur 18 tahun. Tapi mau gimana lagi, pemilik tubuh ini adalah putra dari Raja yang saat ini ada dihadapannya. Mau tak mau ia terpaksa harus menghormatinya.
Reyhan pun berdiri, dan menghadap ke arah Raja Wan. Sedangkan disisi Raja Wan melihat pandangan Reyhan seperti berubah. Tapi ia menepis pikirannya, mau gimana pun ia tetap putra kandungnya yang telah lama hilang dan tak pulang-pulang.
"Aku senang ternyata kau masih hidup putraku." ucap Raja Wan, begitu juga dengan Permaisurinya, Kedua Selirnya dan Saudarinya.
"Tentu, aku tidak akan mati dengan mudah." jawab Reyhan datar berkesan dingin.
Raja Wan terkejut tak main mendengar jawaban Rey Hann. Biasanya ia mendengar kata-kata Rey Hann yang berkesan hangat dan tulus. Tapi ini....
"Selama ini kau kemana saja, dan tidak memberi kabar ?" tanya Raja Wan.
"Maaf yang mulia Raja, bisakah kita membicarakanya nanti, sekarang kita berada di tengah acara perayaan ulang tahun Putri Mahkota." jawab Reyhan tegas.
Semua orang mendengar ucapan Reyhan yang tegas sangat terkejut, apalagi Reyhan terlihat dingin saat berbicara dihadapan sang Raja.
"Baiklah, kau bisa memilih tempat duduk yang masih kosong." balas Raja Wan.
Reyhan pun undur diri dari hadapan Raja Wan tanpa berpamitan sama sekali. Dengan santainya ia berjalan menuju kursi panjang yang kosong, lalu ia mengangkatnya. Reyhan memindahkan kursi panjang itu di pojong ruangan. Setelah itu Reyhan langsung duduk di kursi panjangnya tanpa peduli orang-orang yang memperhatikan apa yang ia lakukan barusan.
Semua orang-orang melihat kelakuan Reyhan hanya bisa diam, ada yang mengumpat di dalam hatinya, ada yang berbisik-bisik, ada yang kagum dengan ketampanannya, dan yang tatapan tidak suka.
Orang itu melihat Reyhan dengan tatapan tidak suka, orang itu adalah Pangeran Jian Heeng. Dia adalah adik tiri Putra Mahkota, anak Raja Wan dari Selir May Lee. Ia marah, ia mengepal tangannya, rasanya ingin membunuhnya. Karena ia tak ingin ada yang menghalanginya tujuannya menjadi Putra Mahkota Kerajaan Wan.
"Kenapa ia hidup ?" batin Pangeran Jian Heeng marah.
"Sepertinya aku harus membuat rencana lagi." lanjutnya.
Semua orang masih diam melihat Reyhan. Disisi Reyhan pun menyadari keheningan di ruangan aula. "Silahkan lanjutkan acaranya."
Semua tamu undangan tersadar dari diamnya, lalu Kasim mengatakan untuk melanjutkan acara penampilan para putri.
Akhirnya acara kembali berjalan, satu per satu para putri menunjukan bakatnya. Bahkan ada beberapa putri menampilkan bakatnya sambil melirik ke arah Reyhan. Sedangkan Reyhan hanya diam, ia terlalu dokus dengan makan-makanannya yang dibawa oleh pelayan Kerajaan.
Hari telah mendekati sore hari, baru sebagian dari putri-putri yang menunjukan bakat-bakatnya acara di berhentikan sejenak, karena untuk beristirahat. Semua tamu-tamu undangan keluar dari aula untuk berkeliling area istana.
Selama tiga hari, semua tamu undangan akan menginap di kediaman-kediaman kosong yang telah di siapkan oleh para pelayan Kerajaan Wan. Reyhan merasa bosan ia segera bangkit dari duduknya. Tapi tertahan oleh para putri dan para pangeran daei Kerajaan lain. Bahkan Putri Jing Mi, dan Putri kembar An Niu dan Zhu Niu juga mendekatinya.
"Jadi ini Putra Mahkota yang telah hilang ?"
"Bagaimana kau bisa kembali ?"
"Hey.., kenapa penampilan rambutmu pendek ?"
"Kain merah apa yang kau pakai ?"
"Apa selama ini kau berkeliling dunia ?"
Begitulah banyak pertanyaan yang dilempar kepadanya. Reyhan tak ingin ambil pusing ia segera ingin pergi dari rombongan ini.
"Menyingkirlah." ucap Reyhan dingin, lalu ia berjalan menghindari para rombongan-rombongan yang menghalanginya
Semua terdiam mendengarnya, lalu ada salah satu Pangeran tidak terima dengan ucapan Reyhan.
"Hey.. Kau jangan menganggap dirimu lebih kuasa, karena kami ada di Wilayah Kerajaan ini."
Reyhan menghentikan langkahnya. "Sudah ngomongnya ?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Sak. Lim
hancur lebur klaw di lanjutkan
2023-12-31
0
Sak. Lim
jlnin sesuai dengan cerita nya mc jng idioooooot
2023-12-31
0
Nur Ngatemi
gak tau ketegasan trus kayaknya letoy mc goblok
2023-12-27
0